NovelToon NovelToon
TIDAK ADA MAAF

TIDAK ADA MAAF

Status: sedang berlangsung
Genre:Diam-Diam Cinta / Penyesalan Suami / CEO
Popularitas:4.1k
Nilai: 5
Nama Author: wiwi

Sinopsis Ringkas

Kayla selalu menjadi wanita sempurna—cantik, pintar, dan selalu juara sejak kecil. Namun setelah menikah muda dengan pria yang dicintainya, Adrian, hidupnya perlahan berubah. Demi menjadi istri yang baik, Kayla mengorbankan impian, penampilan, dan dirinya sendiri.

Sayangnya, semua pengorbanan itu justru membuat Adrian bosan.

Saat Adrian mulai berselingkuh dengan Bianca, Kayla tetap bertahan… sampai akhirnya ia lelah menjadi satu-satunya orang yang memperjuangkan pernikahan mereka.

Setelah dua tahun penuh luka, Kayla memilih bercerai.

Tak ada yang menyangka bahwa setelah pergi dari Adrian, Kayla kembali bersinar. Ia melanjutkan kuliah, meraih karier impian, dan berubah menjadi wanita yang begitu mempesona.

Di saat Adrian mulai menyesal dan mati-matian ingin mendapatkannya kembali, hadir Julian—CEO muda sekaligus kakak senior kampus yang diam-diam telah lama mencintai Kayla.

Namun hati Kayla sudah terlalu hancur untuk percaya pada cinta lagi.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon wiwi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Anniversary

Bab 1 — Anniversary

Hujan turun perlahan di luar jendela apartemen. Bukan deras, hanya rintik halus yang jatuh berirama, menciptakan suara samar yang justru membuat keheningan malam terasa semakin terasa.

Di meja makan, Kayla berdiri diam. Tangannya bergerak merapikan letak sendok dan garpu untuk ketiga kalinya. Padahal, sejak tadi semuanya sudah tertata rapi.

Dua piring putih bersih terpasang berhadapan. Ada sup krim jamur, masakan kesukaan Adrian yang sudah ia siapkan berjam-jam lamanya. Ada juga daging panggang yang ia pelajari khusus dari tutorial memasak selama seminggu terakhir. Di tengah meja, sepasang lilin kecil menyala lemah, di samping kue kecil yang sempat ia beli diam-diam sore tadi, berharap bisa menjadi kejutan manis.

Matanya beralih ke jam dinding.

21.18.

Adrian belum juga pulang.

Kayla menarik napas panjang, lalu memaksakan senyum tipis di bibirnya.

"Mungkin masih terjebak macet di jalan..." bisiknya pelan, berusaha meyakinkan diri sendiri.

Sejak menikah, memang begitulah keadaan Adrian. Pria itu semakin sibuk. Terutama beberapa bulan belakangan ini, tempat kerja suaminya sedang menangani proyek besar yang menyita hampir seluruh waktunya. Kayla selalu mencoba mengerti. Selalu berusaha memaklumi, sekeras apa pun hatinya merasa berat.

Ia kembali berjalan ke arah dapur, menatap panci sup yang sudah mulai dingin. Dengan tangan gemetar pelan, ia menyalakan kembali kompor—ini kali kedua ia memanaskannya, padahal ia tahu rasanya mungkin sudah tidak lagi sama enaknya.

Ponselnya di atas meja masih senyap.

Tak ada pesan masuk. Tak ada satu pun panggilan.

Kayla menggigit bibir bawahnya, menahan rasa perih yang tiba-tiba menyelinap di dada.

Dulu Adrian tidak pernah seperti ini.

Ingatan itu muncul begitu saja, tajam dan jelas. Dulu, pria itu bahkan tak pernah tahan jika terlambat membalas pesannya lebih dari sepuluh menit. Dulu, Adrian selalu pulang dengan membawa sesuatu—sekotak roti hangat, es krim kesukaannya, atau sekadar seikat bunga murah yang ia petik di pinggir jalan.

"Takut istriku ngambek kalau aku pulang tangan kosong," katanya dulu sambil tertawa renyah, membuat Kayla ikut tertawa bahagia saat itu.

Sekarang?

Kayla menatap pantulan dirinya di permukaan kaca microwave.

Rambut panjangnya terikat sembarangan. Ia mengenakan sweter krem yang longgar, menutupi tubuhnya yang terasa makin kecil dan kurus. Wajahnya polos tanpa riasan, terlihat pucat dan lelah, bekas-bekas kurang tidur tercetak jelas di bawah matanya.

Sangat berbeda dengan Kayla yang dulu.

Dulu, banyak orang bilang ia terlalu cantik untuk diabaikan oleh siapa pun. Namun kini, bahkan suaminya sendiri seolah jarang benar-benar melihat ke arahnya.

Tiba-tiba suara notifikasi pesan terdengar nyaring memecah kesunyian. Jantung Kayla langsung berdegup kencang, berharap, bergegas meraih ponselnya. Ada rasa hangat yang sempat menjalar sejenak di dadanya.

Namun perlahan, kehangatan itu menguap begitu saja saat matanya menangkap isi pesan itu.

[Aku lembur. Jangan tunggu.]

Hanya itu.

Tak ada ucapan selamat ulang tahun pernikahan.

Tak ada kata maaf.

Tak ada janji kapan ia akan pulang.

Kayla membaca kalimat pendek itu berulang kali. Dua kali. Tiga kali. Sampai akhirnya rasanya dada ini terasa sesak, seolah ada batu besar yang diletakkan di sana. Tangannya perlahan turun kembali ke sisi tubuh.

Apartemen kecil itu kembali sepi.

Hanya suara hujan di luar dan detak jarum jam dinding yang terdengar menusuk.

Tik... tik... tik...

Kayla menatap kembali meja makan yang sudah ia persiapkan sejak sore tadi dengan penuh harap. Tiba-tiba ia merasa semua ini konyol. Sangat konyol.

Padahal tadi sore, ia sempat berdandan cantik. Memakai gaun putih sederhana yang dulu sering dipuji dan disukai Adrian. Tapi satu jam yang lalu, ia menggantinya dengan baju santai ini. Ia merasa bodoh jika harus berdandan indah hanya untuk menunggu orang yang bahkan tak berniat datang.

Pelan-pelan, Kayla menarik kursi dan duduk sendiri. Di depan dua piring makan yang terpasang berhadapan, di bawah nyala lilin yang mulai mengecil apinya.

Dua tahun lalu, mereka menikah dengan begitu banyak mimpi dan harapan. Saat itu Adrian menggenggam tangannya sangat erat, saat mengucapkan janji suci di depan penghulu dan saksi.

"Aku bakal bikin kamu bahagia terus, Kayla. Apa pun bakal aku lakuin buat kamu," ucapnya dengan tatapan yang begitu tulus dan penuh cinta.

Waktu itu Kayla percaya sepenuhnya. Ia rela meninggalkan segalanya demi bersamanya. Kuliah yang belum selesai, tawaran pekerjaan yang menjanjikan, bahkan mimpi-mimpinya sendiri. Semua terasa tidak ada artinya, selama ia bisa berada di sisi Adrian.

Namun malam ini...

Untuk pertama kalinya...

Kayla sadar, ia merasa begitu sendirian di dalam ikatan pernikahan ini.

Matanya mulai terasa panas. Cepat-cepat ia menundukkan kepala, berusaha menahan agar air mata itu tidak jatuh.

"Jangan nangis cuma karena hal sepele begini..." bisiknya parau pada diri sendiri.

Tapi pertahanannya runtuh juga.

Setitik air mata pertama jatuh, menetes membasahi taplak meja putih yang sudah ia setrika rapi-rapi sejak sore.

Kayla tertawa kecil, tapi tawanya terasa lebih menyakitkan daripada tangisan.

Menyedihkan sekali.

Di hari ulang tahun pernikahan mereka yang kedua...

Ia justru harus meniup lilin sendirian.

Perlahan ia mendekatkan wajahnya ke nyala api lilin yang makin redup itu.

"Selamat hari pernikahan, Kayla..." gumamnya lirih.

Lalu dengan satu hembusan napas pelan, ia memadamkan nyala itu.

Gelap pun perlahan memenuhi ruang makan.

Dan malam itu, untuk pertama kalinya...

Sebuah pertanyaan berat muncul di dalam hatinya, menggantung dan tak terjawab.

Sejak kapan, cinta mereka berubah menjadi seperti ini?

 

1
Uthie
Bakalan luluh lagi gak kamu Kay 😜
Uthie
rasain 😜
falea sezi
laki serakah dikira pusat dunia istrimu cm. kamu🤣 wahai tukang selingkuh
Agus Tina
Baru sadar kau Adrian, memang orang akan selalu menggebu2 ketika mengejar sesuatu tapi akan lupa setelah mendapatkannya, bahkan terkadang malah menyia2kan yg sudah m3njadi miliknya bahkan ada yg berusaha untuk menggapai lagi sesuatu yg berbeda ...
Agus Tina
Ceritanya bagus ...
Titien Prawiro
Tinggal kabur sono k Luar Negri biar suamimu klabakkan. apa mungkin tambah senang klo kamu tinggal.
wiwi: sabar sabar🤭
total 1 replies
Titien Prawiro
Balas omongan Suamimu Kayla, kamu juga jgn dekat2 sama Bianca
wiwi: iya kak🤣
total 1 replies
Uthie
Penasaran bagaimana keputusan Kayla . apakah akan tetap mempertahankan.... atau kah.. melepaskan 😏😏😏😏
Uthie: oke 👍😘😘🤗
total 2 replies
Uthie
Laki egois 😡
harus nya lebih banyak lagi tadi di balikin kata-kata soal kedekatan antara laki dan perempuan kepada si Adrian yg kemarin dia lebih parah deketnya sama si ulet Bianca itu 😡😡👍
Titien Prawiro
Kasih gebrak kan untuk Kayla thor, melawan Adrian gitu atau diemin jgn diajak bicara. meremehkan istri penurut.
Titien Prawiro
Kamu masih muda Kayla, sebelum terlambat mending selidiki suamimu, kalau dia selingkuh lepaskan, dan raihlah cita2mu. jgn mengharap suami gk jujur.
Titien Prawiro
Lelaki klo sdh berubah pasti ada sesuatu. gercep gitu lho.
wiwi: iya kak🤭
total 1 replies
Titien Prawiro
Selidiki jgn lemot gitu, nanti menyesal.
wiwi: makasih udah mampir🙏
total 1 replies
Titien Prawiro
Kalau aku suami seperti itu diemin saja, jgn diladeni apapun itu sarapan minum bahkan jgn diajak bicara, diamkan saja. pengumuman tahu reaksinya.
Titien Prawiro: pengin tahu kok jadi tulisan bisa pengumuman.
total 1 replies
Titien Prawiro
coba selidiki, cobalah intai di kantornya, atau sewa detektif swasta, biar lekas tahu kelakuan suamimu. punya perempuan lagi.
falea sezi
bukti uda ada ss sebagai bukti cerai🤣
falea sezi
cerai aja kay laki mu paleng jg selingkuh
wiwi: iya nih kak🤭
total 1 replies
Agus Tina
Mampir dan di awal cerita bagus ... lanjjut
Uthie
lanjuuttttt lagiiiii Thor 🔥🔥🔥
wiwi: iya kak🤭
total 1 replies
Uthie
Kadang seseorang itu gak nyadar, kalau diri nya juga melakukan hal yg sama😡

dan saat hal tsb di lakukan oleh pasangan nya, dia gak terima..dan merasa sakit!!
tapi sebenarnya jauhh sebelumnya, dia sendiri melakukan hal tsb jauhhh lebih menyakitkan 😡😡
wiwi: betul banget itu kak😄
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!