Aku terpaksa menikah dengan anak teman ibuku, awalnya bagai mimpi buruk, hingga aku menyadari bahwa dia adalah pilihan terbaik dari ibuku.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ivia putri, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
MASALAH
Kriiiing kriiiiing kriiiing
Suara alrm memekak telinga.
Rey berat membuka matanya, sepertinya kehangatan pelukan istrinya bagai lem baginya.
"dek bangun yuk." ucap rey lirih
" ya kak." ucap Vina lesu
Akhirnya mereka bangun lalu sholat bersama.
Pagi ini Rey harus ke kantornya untuk rapat.
Vina menyiapkan pakaian kerja suaminya, lalu menyiapkan sarapan seadanya.
Rey tampak serasi mengenakan kemeja birunya, lalu duduk di meja makan.
Sambil sesekali menguap, Vina melayani suaminya itu.
" masih ngantuk dek? " tanya Rey
" iya nih, semalem gak bisa tidur, belum terbiasa." jawab Vina lemas.
" nanti kakak suruh supir kantor ya, buat nganterin ke kampus." ucap Rey sambil mengunyah makanannya itu.
" gak ah, mending naik busway, biar terbiasa dengan tempat baru." jawab Vina
" hati-hati ya." jawab Rey
" eh ya sekarang pegang ini, pinnya tanggal pernikahan kita. " ucap Rey sambil memberikan kartu debit miliknya.
" ah gak usah, aku masih punya uang kok." jawab Vina sungkan
" mulai sekarang, beli semua keperluan kamu, keperluan rumah, pake ini, kamu kan sekarang tanggung jawab kakak dek." saut Rey menjelaskan.
Vina hanya mengangguk nurut.
...........
Pagi ini Indah terlihat tak bersemangat, dia datang ke kampus dengan wajah sayu.
Sekarang adalah batas pembayaran uang semester, tapi uangnya sudah digunakan untuk biaya sekolah adiknya.
Indah mengendap endap masuk ke ruang administrasi.
Niatnya ingin bernego untuk mendapatkan tempo waktu lagi.
Tapi hasilnya nihil, pihak kampus enggan memberi keringanan waktu lagi.
" vin itu kan Indah, ngapain dia bengong disana." ucap Putri sambil menujuk ke arah taman.
" yuk samperin." jawabku
" ndah lu ngpain bengong disini, daritadi kita nyariin lu tau." ucap Putri
" eh kalian, gue lagi ngadem kok." jawab Indah beralasan.
Sempat ku lihat amplop ditangannya, yang sengaja disembunyikan waktu kami datang.
" kita ke kantin yuk." ajakku sambil menggandeng tangan mereka.
Kami bertiga menuju kantin, lalu memesan 3 gelas es jeruk dan 3 piring somay kumplit.
" gue ke toilet dulu ya." ucap Putri sambil memegangi perutnya.
Aku dan Indah mengangguk bersamaan.
" lu kenapa ndah, tadi lu gak beneran lagi ngadem kan?" tanyaku curiga
" gue ngadem, suer deh." jawab Indah dengan gelagat bohongnya.
" tadi gue liat lu pegang amplop, jangan sampe gue nyari tau sendiri ya, apa yang terjadi." ucapku mengancam
Akhirnya Indah mau menceritakan masalahnya hari ini.
Dia bercerita sambil menahan sesak karena kegelisahannya.
" yuk kita sekarang ke ruang admin." ajakku sambil menarik tangannya paksa.
Indah sempat menolak, sampai akhirnya dia harus kalah karena paksaan Vina.
Vina mengeluarkan kartu debit yang diberikan suaminya tadi pagi.
Dia menggunakannya untuk membantu sahabatnya itu.
Setelah mendapat kwitansi pembayaran, ia segera balik ke kantin, kalau kalau Putri sudah menunggunya disana.
" Vin lu gak perlu sampai kaya gini." ucap Indah
" terus gue mesti biarin lu diskors dari kampus gitu." jawab Vina dengan nada tinggi.
" terima kasih, pasti gue ganti. " jawab Indah pasrah.
Vina kemudian memeluknya, mencoba menenangkan sahabatnya itu.
" kalian kok peluk-pelukan ada apa?" saut Putri sambil membawa pesanan makanan kami.
" sini kalau mau ikutan." jawab Vina lalu mereka bertiga berpelukan.
Indah benar-benar tak bisa membendung air matanya, dia bersyukur memiliki sahabat yang sangat peduli padanya.
............
Ponsel Rey berbunyi, dilihatnya pemberitahuan pemakaian debit senilai 3 juta rupiah.
Dia tersenyum, akhirnya istrinya itu mau menggunakan uang pemberiannya.
..........
Malam ini Rey pulang sedikit terlambat.
Vina menunggunya di sofa sambil matanya menatap layar laptop.
Alih-alih ngerjain tugas, dia lebih asyik nonton drama korea untuk membuang waktu.
Ting tong ting tong...
Segera ku bukakan pintu.
Kak Rey pulang sambil membawa martabak coklat favourite, ku.
" kakak mau makan gak? " tanyaku sambil mencium tangannya.
" emang kamu masak apa?" tanya Rey ngeledek.
" hehehe sarden." jawabku malu malu.
" kakak mandi dulu." saut Rey lalu melangkah menuju kamar mandi.
Ku panaskan sarden kecap pedas, masakanku tadi sore, untuk makan malam kak Rey.
Selesai mandi kak Rey makan dengan lahapnya.
Untung lah aku memiliki suami yang gak pilih pilih makanan.
" kak aku mau ngomong." ucapku sambil mengajaknya duduk di sofa.
" kenapa dek? " jawab kak Rey yang langsung duduk disampingku sambil memegangi perutnya yang kekenyangan.
" jangan marah ya? " ucapku sambil kugenggam tangannya.
" kenapa sayang? " saut kak Rey penasaran
Vina menceritakan soal Indah, dan tentang uang suaminya yang digunakan untuk membantu sahabatnya itu.
" maaf yah kak, baru berani bilang sekarang. " ucap Vina dengan tampang melasnya.
" ya udah gakpapa, itu kan uang kamu juga, mau dipake buat apa terserah kamu dek. " jawab Rey lanjut.
" kakak gak marah kan? " tanya Vina memastikan
" kakak justru bangga punya istri sebaik kamu sayang. " ucap genit Rey.
" makasih ya kak." saut Vina lalu memeluk suaminya itu.
" iya udah jangan lama-lama meluknya, atau kamu mau malam ini bakal jadi malam panjang." goda kak Rey
Buru-buru Vina melepas pelukannya, dan kembali menatap layar laptopnya.
Rey gemas melihat reaksi istrinya, lalu dipeluknya tubuh Vina dari belakang.
" kakak sayang sama kamu dek." bisiknya pelan.
Lalu diciumnya leher istrinya itu hingga meninggalkan bekas merah.
Vina hanya diam melihat perlakuan suaminya itu.
*istri bebas dekat dan perhatian dengan pria lain
*pebinor harus diperlakukan baik
*istri tidak pernah salah, dia bebas dengan pria lain
coba suami kalian yang minta maaf tidak bisa antar wanita lain pulang dan dia merasa bersalah dan berjanji ganti dengan main kerumah wanita itu, bagaimana perasaan kalian, lucu novel ini
smngt up & smg ceritanya sukses ya, aku tunggu feedback-nya. 😉✨
jangan lupa mampir di cerita ku yah
"ISTRI Ku"
terimakasih
aku bawa 5 rate dan bom like yah kak