Raka Atmadja adalah pewaris tunggal Keluarga Atmadja.
"Ambillah, anggap saja itu ganti rugi dariku atas hilangnya keperawananmu!"
"Dasar Kau pria brengsek!!! Tidak aku sangkah di muka Bumi ini ada pria brengsek seperti dirimu!"
"Kau pikir dengan Uang itu, Kau bisa mengembalikan keperawananku yang sudah Kau nikmati! Tidak akan pernah sebanding dengan uang mu Tuan!!! Jangan berpikir uang Anda bisa membeli segalanya! Anda salah besaaar Tuan!"
"Jangan berteriak di depanku!! Kau pikir kau itu siapa? Kesalahan terletak pada dirimu sendiri. Datang dalam keadaan mabuk ke kamarku lalu membuka seluruh pakaianmu sendiri dan meminta sesuatu yang harusnya nggak akan aku lakukan. Coba Kau berpikir sejenak Pria mana yang akan menolak? Apa lagi saya memang Pria normal yang tertarik dengan lawan jenis. Wajar saya menerima kemauan panas Anda!"
Kisah Raka menemukan sang pujaan hati bernama Eva, saat melakukan one night stand yang membuatnya hamil. Apakah Raka akan menerimanya?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Putritritrii, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
TM26 : HADIAH DARIKU.
Malamnya mereka bersama mengadakan pesta. Terharu masih dirasakan Eva , inilah keluarga sesungguhnya. Dia melihat keakraban Raka dengan mamanya , juga dengan papanya.
" Sini Nak." panggil sang mama pada Eva.
" Iya sini , kita merayakan hari kebahagiaan buat kalian berdua , jadi jangan sungkan dengan kedua orang tua Raka. Mereka juga orang tua kamu. " ucap Lusi pada Eva.
Eva memberikan senyumannya , dia sangat bersyukur punya Keluarga baru.
------------------------------
Keesokan harinya Eva ditemani sang nenek dan Raka untuk memilih gaun pernikahan mereka.
" Selamat Pagi Ibu Lusi." ucap seorang Pria yang berperwakan tinggi, putih dan kurus dan berkacamata , mereka saling menicum pipi kiri dan kanan.
" Eva kenalkan ini Erico , dia yang akan merancang gaun pengantin kamu." ucap Lusi ke Eva.
"Calon menantu cucu Nyonya memang sangat cantik."
"Terima kasih, saya Eva." balas Eva dengan setengah duduk.
Erico menyentuh pundak Eva dan memberikan salamnya, Raka hanya memperhatikan dari kejauhan.
" Oh ya Erico . . . Pernikahan cucu saya akan di gelar di padang rerumputan hijau. Mungkin dengan tema Garden, apa kamu bisa menyesuaikannya?."
" Wah... Anda sangat menarik nyonya, itu bagus menurut saya. Jadi.. Saya akan menyesuaikan dengan tema yang anda katakan."
" Baiklah... Kau pasti sudah tahu dengan apa yang ku mau?" imbuh Lusi.
"Serahkan pada Saya Nyonya," Erico segerah mencatat yang dia butuhkan di Ipadnya.
" Baiklah akan saya serahkan seluruhnya ke kamu." Balas Lusi .
Eva yang mendengar pada rumput, dia hanya berpikir di mana ada padang rumput di Jakarta pikirnya, lalu pandangannya menoleh pada Raka yang sudah tersenyum memperhatikan raut wajah Eva yang mengkerut. Eva menatap aneh padanya, seakan di ejek oleh Raka. Matanya pun menajam, tetapi bukannya takut Raka malah menjulurkan lidahnya. Dengan cepat Eva membuang pandangannya.
" Baiklah... ini sudah saya atur, konsep sederhananya. Saya akan ukur dulu tubuh cucu anda Nyonya kemudian kita akan lihat bahan yang ingin di pakai atau di rasakan dulu." ujar Erico.
"Ya silahkah... Eva ikutlah dengannya." ucap Nenek Lusi.
Refleks Eva berdiri kakuh, Ia merasa takut. Raka yang tahu pun ikut berdiri dan mendekati Eva.
"Tidak usah takut, Aku akan menemanimu." bisiknya.
"Ayo.. suaminya ikut juga? wah kalian pasangan serasi." celetuk Erico.
Raka menarik tangan Eva dan menggenggamnya, lalu mengikuti Erico dan para sataffnya masuk ke salah satu tempat. Lusi yang memperhatikan keduanya seakan tersenyum sengang.
Sesampainya di ruang ukur yang di penuhi oleh kain, dan desain dari si perancang, membuat Eva kagum akan tempat itu. Banyaknya model gaun, warna warni dari kain pun tampak menghiasi ruangan itu. Dengan cepat seluruh staff membantu Erico dan Eva mengukur masing - masing yang di butuhkan serta mencatatnya.
Hanya beberapa menit saja begitu juga dengan Raka dia di bantu oleh staff lainnya. Selang beberapa menit mereka pun usai di ukur.
"Tolong... Jangan membuat banyak bagian terbuka di gaunnya," tiba-tiba Raka membuka suaranya.
Eva tersenyum mendengarnya, Erico yang sedang merancang dengan menatap tubuh Eva ikut tersenyum, lalu menoleh ke arah Raka.
"Anda tidak ingin berbagi dengan orang lain, Tuan?"
"Bukan... Bukan seperti itu. Karena ini bertema Garden dan juga akan di adakan di padang rumput yang luas, pasti akan ada angin yang berhembus, bukankah kasihan jika pengantin wanitanya kedinginan?" Raka menatap tajam pada Erico.
"Agh.. Saya paham. Suami anda memang jelih, Nona." gumam Erico.
Eva kembali tersenyum dan saling memandang dengan Raka. Raka pun tersenyum, rasanya bahagia banget punya Raka yang baik dan manis seperti sekarang. Seusai mengukur tubuh Eva, mereka semua berjalan ke arah ruangan kain, Erico menjelaskan dengan seksama, hingga membuat Eva pusing. Jadilah Raka memutuskan agar Erico saja yang memilih karena dia lebih paham di banding dengan Raka dan Eva. Seusai semuanya, Raka dan Eva berserta Erico dan para taffnya keluar menghampiri Lusi yang sedang melihat majalah fashion.
" Sudah selesai Nyonya, akan saya kabarin ke Nyonya Lusi jika sudah selesai. "
" Baiklah Erico , saya ucapkan Terima kasih." Balas Lusi.
Di rasa tidaka da lagi yang di perlukan, Lusi mengajak Raka dan Eva untuk meninggalkan tempat itu. Ketiganya berjalan hingga sampai di area parkiran.
" Nek kita mau ke mana lagi?" tanya Raka.
" Kita akan berbelanja perlengkapan Eva. Nenek mau semua yang akan di bawa Eva adalah hal yang baru serupa dengan kehidupannya. Apa Kau tidak pernah memikirkan itu Raka?" tanya Lusi dengan menatap keduanya. Eva tertunduk, Eva takut menolak. Sama halnya dengan Raka, Ia sangat takut jika membantah kemauan sang Nenek.
"Baiklah Nek.." ucap Raka.
"Agh.. sebentar." Nenek mengambil tasnya dan mengeluarkan dua roti, "Eva... ada baiknya makanlah dulu roti ini untuk mengganjal laparmu, Nenek tidak ingin kamu kelelehan jika kita ke tempat lain lagi."
Eva pun menerima roti si nenek, "Terima kasih Nek, bagaimana dengan Nenek?" tanya Eva sungkan.
"Tidak apa-apa, di mobila masih ada stok." jawab Lusi dengan tersenyum.
"Terus bagaimana denganku Nek?" sambung Raka.
Lusi menatap tajam, "Kau itu Pria dan tidak sedang hamil, makan di rumah saja! usai berbelanja keperluan Eva di Apartemenmu sudah di siapkan. Aku sudah menyuruh orang mengantar makanan untuk kalian berdua. Sudah naik.." ucap Lusi.
Raka dan Eva saling memandang, "Kau lihat kan? betapa sayangnya dia denganmu di banding denganku. sudah naiklah," ucap Raka lesu.
***
Satu Jam kemudian, tiba di salah satu Mall Jakarta. Berjalan santai di koridor Mall, semua staff yang tahu akan kedatangan si pemilik menjaid gentar. Siapa saja staff yang melihat mereka memberikan salam dengan menundukkan setengah tubuh mereka. Dengan sigap seluruh staff yang tahu kedatangan Lusi mendekat dan memberikan hormat. Lantas saja Eva terkagum melihat Lusi yang sudah tua memiliki kekuasaan.
" Kalian bantu cucu saya , berikan apa saja yang dia mau." kata Lusi saat sudah tiba di tempat pakaian.
Seluruhnya pun menjawab dan meminta Eva mengikuti mereka. Eva hanya terdiam melihat banyanya staff yang ingin membantunya. Raka tersenyum, wajar saja dia bingung, cuma untuk satu orang, tetapi banyak yang mendekatinya. Raka mendekati Eva, menarik tangannya, dan berbisik seraya berjalan, "Kau harus ikuti apa yang di katakan Nenek, Aku di sampingmu, tinggal kau tunjukkan dengan jarimu mana yang Kau mau, orang-orang itu akan mengambilnya. Jika Kau sama sekali tidak menunjuk, habislah riwayat orang-orang yang mengikuti kita. Mereka semua akan di pecat oleh Nenekku. Apa kau tega?" Raka menakut-nakuti Eva, agar dia mau mengambil pakaian untuknya.
Eva refleks menatap para staff yang mengikuti mereka berdua, lalu berpindah menatap ke Lusi yang dengan elegannya duduk dengan majalah di tangannya.
"Apa Nenek sekejam itu?" bisik Eva.
Raka mengganggukan kepalanya, "Iya... lebih dari yang Kau pikirkan," bisik Raka lagi.
Eva terperanjak dengan bisikan Raka barusan. Dengan cepat dia menunjuk apa saja yang dia rasa butuh , walaupun tidak semuanya dia butuhkan.
Raka yang di sampingnya menatap dengan senyum dan kagum pada Eva yang tidak seperti wanita lainnya banyak memanfaatkan dirinya. Memandangi setiap gerak geriknya yang bingung dengan barang - barang mewah yang terpajang indah , wanita mana yang tidak tertarik hanya dalam satu tatapan. ya dialah Eva gadis sederhana yang akan menjadi Istri Raka Atmadja.
Seusai dia memilih Lusi tersenyum dengan apa yang dia lihat , Lusi sendiri tahu Raka la yang menggerakan Eva agar mau mengambil barang yang menurut Eva di butuhkannya. Dengan cepat para staff itu membawa seluruh barang yang di ambil Eva ke kasir untuk melakukan perhitungan.
Eva sendiri mendekat ke Raka.
" Apa itu tidak berlebihan untukku?."
Raka berdiri di depan Eva dan menatapnya dengan senyuman manisnya.
" Anggap saja semua itu dari calon suami kamu. Itu hadiah dariku, untuk mu yang akan menjadi suami kamu." balasnya berjalan ke arah kasir.
" Lah bukankah itu tadi dari Nenek Lusi?." tanya Eva pelan.
Eva pun hanya berdiam saat Raka membayarnya , Lisa yang menatap Wajah Eva yang seperti kebingungan mendekat ke Eva.
'"Semuanya itu dari calon suami kamu sayang, jangan takut, Raka akan tanggung jawab dengan segala kebutuhan kamu," Lusi mendekati Eva dan menyentuh pundaknya.
Eva pun tersenyum dan menganggukan kepalanya.
" Baiklah Nek . . . Terima kasih atas kebaikan nenek ke Eva. "
" Yang itu berterima kasihlah kepada suami kamu." balas Lusi.
Eva pun menjawab. " Baiklah Nek."
Seusai belanja Raka dan Eva berpisah dengan Lusi karena Leo menjemput mereka. sedangkan Lusi sudah di bersama Asisten pribadinya. Lusi pun dengan senang meminta Eva untuk segerah pulang karena Lusi takut satu harian mereka keluar membuat Eva kelelahan dan masalah pada kandungannya.
Seperti perintah Lusi mereka pun kembali pulang ke Apartemen Raka. Dengan rasa yang bahagia Lusi bisa memberikan pelajaran baik untuk Eva. Sedangkan Raka dia tau maksud neneknya membawa Eva berbelanja.
Bersambung.
👍👍🙏