NovelToon NovelToon
TULANG BAJA OTOT BESI

TULANG BAJA OTOT BESI

Status: sedang berlangsung
Genre:Action / Fantasi / Petualangan / Pendekar / Fantasi Timur / Epik Petualangan / Penyeberangan Dunia Lain
Popularitas:40.6k
Nilai: 4.2
Nama Author: Mappan 43

Kehidupan Leon begitu monoton dan membosankan. Namun itu semua berubah ketika dia terlempar ke dunia lain. Sebuah dunia yang penuh dengan fantasi, sebuah dunia yang bertolak belakang dengan bumi, sebuah dunia yang hanya ada dalam imajinasi. KLEMANTAN, dunia baru tempat Leon menjadi 43.

Bersama Yuna, si peri hutan pelangi. 43 mengarungi dunia KLEMANTAN. Menjalankan misi yang diberikan. Walaupun tidak memiliki energi cakra, mana dan roh. 43 tetap bisa bertahan dengan mengandalkan setiap strategi tempur miliknya, serta jerih payah pelatihan.

Usaha dan jerih payah membuat dia mendapatkan kemampuan yang unik. Berbekal pengetahuan dari bumi. Membawa semua informasi itu. Membangun ciri khasnya sendiri.

Melewati semua rintangan, menyelesaikan semua teka teki, menjadi ninja, penjahat, bahkan pahlawan sekalipun. Semua demi misi yang diberikan dewa atau dewi kepadanya.

Namun dari semua itu, ada misteri terbesar yang hampir tidak terpecahkan oleh 43. Apakah itu?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mappan 43, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Setan Berkulit Babi

Jauh dibandingkan dengan kualitas kertas dari bumi, koran ini terlihat kasar dan tebal seperti karton. Ada berbagai tulisan singkat dengan sebuah gambar dipojok kanan atas koran. Seseorang dengan tubuh kekar seperti binaraga. Terlihat duduk bersila diatas kepala ular yang bengis. Bersilang dada dengan rupa yang disamarkan oleh bayang kupluk kepala ****.

Walaupun disamarkan, rupa itu tidak menutupi mata yang merah dengan senyum berlapis taring tajam. benar benar terlihat menyeramkan. Belum lagi mantel **** diwarnai hitam, mata tajam merah, bahkan taring **** sangat panjang berwarna merah juga. Tidak salah lagi, keseluruhan gambar merupakan perwujudan mahluk neraka.

Apa mungkin ini aku!?

43 benar benar melotot memandangi koran ini. Berdasarkan pernyataan bocah penjaja koran dan gambar ini. Tidak lain gambar ini seharusnya diperuntukan untuk dia.

Sejak kapan aku berotot dan bengis begini?

Belum lagi pemusnahan desa Jo?

Masuk desa juga tidak, kena usir iya benar!

43 mulai melirik kiri dan kanan mencari seseorang yang bisa membantunya membaca koran. Tidak jauh dari situ terlihat seorang gadis cilik menjaja bunga kepada orang orang. Senyum melingkar dibibir, tanpa ragu mereka menghampiri gadis kecil ini.

Hey bocah, aku minta tolong sesuatu boleh ga?

Gadis itu hanya melirik 43 sebentar lalu kembali menjajakan bunga lagi seolah olah tidak mengenal 43. Terdiam membisu tidak bergerak, 43 merasa seperti orang bodo. Jujur saja, baru kemaren dia berpisah, apa mungkin sudah lupa?

43 Merogok kocek, "1 Os, bantu aku baca koran?"

Gadis menoleh dan memandangi 43, "8 Os!"

Ancore!... kata 43 dalam hati, "3 Os!"

Gadis kecil terdiam sesaat, "... 7 Os!"

43 mulai kesal,  "5 Os, ambil atau tidak!?"

Gadis langsung menyambar koin, "Oh...om tampan yang kemaren, kalau masalah baca itu gampang,

sini sini"

Gadis kecil itu meraih koran ditangan 43. Menuntun mereka duduk dikursi umum sekitar taman.

KORAN PAGI

SETAN BERKULIT ****

Masih ingatkah kalian dengan Desa Penghujung Jalan?

Cukup terpencil dekat dengan gunung keramat?

Dikelilingi oleh 3 domain raja monster?

Itulah Desa Jo.

Sebuah desa yang selalu damai setiap tahun walau dikelilingi raja monster.

Namun kemaren mereka menerima takdir yang mengerikan.

Raja Ular Hijau mulai bertingkah gila.

Memporak porandakan Desa Jo hingga rata dengan tanah.

Hal ini disaksikan oleh 4 orang elit pemburu kota ini, bernasib baik mereka berhasil kabur dari penghakiman.

Pakar monster Kota Ram menuturkan, "ini bukan kejadian biasa, pasti ada ujung pangkal dari semua problematika seperti ini. Buktinya, kenapa betahun tahun damai tiba tiba bertindak gila"

Menelusuri hal ini kami mendapati info dari petugas keamanan, kalau dibalik semua ini ada biang keladi.

Itu adalah Setan Berkulit ****!

Tidak bisa dipungkiri, tidak bisa dibantah!

Banyak saksi menuturkan kejadian ini tempo hari, terutama pahlawan muda kita.

Si Tuan Muda yang namanya tidak mau disebutkan.

Raja Ular memanglah kuat tapi tidak sebandingkan dengan isi kepala.

Mereka tidak sepintar itu, hewan buas tetaplah hewan buas.

Tapi tahukan kalian? tempo hari ular itu bahkan tidak menerkam pejalan kaki disekitar, melainkan mengejar 4 pemburu malang kita.

Belum lagi ada seseorang diatasnya.

Buktijelas kalau itu dikendalikan oleh Setan Berkulit ****.

Ini merupakan bencana sekaligus rejeki.

Pemerintah dan petugas keamanan telah mengeluarkan daftar buronan buat si Setan!

Tunggu apa lagi, liat gambar poster disamping. Tanamkan di otak kalian!

Hadian 500 Ti buat info hidup atau mati! Hadiah 3 Be buat menangkap hidup atau mati!

Mendengar itu 43 dan Yuna hanya terdiam membisu. Mereka malahan berfikir mungkin saja itu orang lain dikejadian yang lain lagi. Tapi itu sepertinya mustahil. Berarti poster disamping dimaksudkan untuk dia.

kwkwkwkwwkwkwk!

Tawa 43 memecahkan keheningan sejenak mereka. Gadis kecil dan Yuna hanya bisa bengong melihat gelagat dan mendengar tawa 43. Orang orang sekitar terkejut dan sempat melirik. Tidak ada angin tidak ada ribut, tahu tahu ketawa. Cuma ada satu hal, orang gila.

Dimana mana media itu memang suka berlebihan!

wkwkwkwkwkwk!

nasi putih dibubuhi masako memang lebih enak!

gadis kecil sudah mendapatkan bayaran dan sudah melakukan tugasnya. Urusan selesai, dia kembali kejalan menjajakan bunga kepada pengunjung. Sedangkan 43 dan Yuna bangkit berdiri dan terus melangkah ke alun alun.

:::::::::: Rumah Sakit :::::::::

Tap! Tap! Tap!

Hey! Jangan lari di rumah sakit!

Maaf!

Seseorang terlihat tergesa gesa berlari dilorong rumah sakit menuju sebuah kamar inap pasien.

Hoss..Hoss ... Kita Selamat!

Berdiri tegang di depan ketiga temannya, gadis ini terlihat kelelahan habis berlaring dengan koran ditangan. Ketiga temanya yang terbaring segera meminta koran ditangan dia. Setelah membaca isi koran senyum manis terukir dibibir mereka.

"Kamu masih menyimpannya?" tanya Ramos gugup.

"Ada disini!" tegas Ramka.

Dari cincin Ramka keluar sebuah telur bercorak garis garis berwarna hijau, sebesar kaleng cat sedang.

Ramka mulai melirik mereka semua, "satu bulan dari sekarang kita bawa ini ke pusat lelang! paham kan!?"

"kita kaya!" ucap Ramei dengan wjab berseri seri.

Sambil tersenyum mereka melirik satu dengan lainya.

Hahahahahahahaa

Sebuah takdir yang berbelit, seseorang yang menjadi kambing hitam atas hal yang tidak dilakukan, seseorang menjadi pahlawan membela orang yang salah, seorang ibu harus menjadi korban atas pembenaran dan sebuah desa mendapat berkah sebuah bencana, dari semua itu selalu ada mereka yang menuai rejeki. Tidak ada yang salah tidak ada yang benar, hanya ada "KETIDAK TAHUAN" melahirkan "KESALAH PAHAMAN" menuai "MUSIBAH".

Disudut simpang jalan, bersandar didinding terlihat 43 sedang mengamati orang orang. Dengan Yuna duduk dibahunya, mereka terus melirik kesana kemari. Waktu berlalu cukup lama, karena penasaran Yuna angkat bicara. Tentang apa yang sebenarnya mereka cari di jalanan padat ini.

43 tetap tenang tersandar didinding gedung.

43 melirik Yuna, kamu kurang jeli, perhatikan saja lebih teliti. Perhatikan anak anak penjual bunga merah dan putih. Perhatikan kapan mereka mengangkat bunga merah dan kapan mereka mengangkat bunga putih. Jangan lupa lihat kemana mereka melirik. Siapa yang mereka hampiri. Dari situ lihat kepada pemuda yang berdiri disudut sisi tembok taman. Namun yang paling penting kumpulan anak anak yang bermain disana sini bergerombolan 3-5 orang. Ini dia, perhatikan itu...

43 merujuk kepada sekelompok anak yang sedang bermain, tiba tiba bergerah teratur seperti terencana. Menabrak seorang pria dewasa, tidak terlihat gembel juga tidak terlihat mewah. Sebuah target yang tepat, seorang pendatang.

Hey, perhatikan jalanmu!

Seorang anak yang sedang bermain telah menabrak seseorang dijalanan.

maaf om, maaf om...

disini ramai, main dilain sono!

Timbul sebuah keributan diantara mereka. Banyak dari orang disekitar mulai memandangi mereka. Menganggap apa yang terjadi itu merupakan hal yang menarik, layak untuk ditonton.

"Hey!" seorang pemuda menarik baju anak kecil itu dan mengangkatnya keatas, "apa mau aku lapor ke petugas keamana!"

"Jangan om,  hiks...hiks....ampun... tidak sengaja" teriak anak kecil sambil begetar ketakutan.

Anak kecil mulai menangis ketika diancam, teman teman dia tidak tinggal diam. Mulai mengerumuni dan memeluk kaki pemuda dan orang yang ditabrak tadi. Memohon belas kasian supaya tidak dilaporkan. Isak tangis anak anak membuat dia tidak tegaan. Belum lagi kejadian ini telah menjadi tontonan orang orang disekitar. Semua mata mengarah kepada mereka. Tentu saja dia tidak merasa nyaman dengan suasana ini.

"Aku rasa itu sudah cukup, lepaskan saja dia" ucap seorang pria tetabrak.

"Mereka ini bisa kurang ajar kalau tidak diberi pelajaran." pungkas pemuda itu.

"Tidak apa apa." balas pria tadi.

Pemuda melepaskan cengkramannya terhadap anak kecil itu, "baiklah, PERGI SANA!"

Berhamburan anak anak itu mulai lari dari tempat kejadian. Dilain sudut 43 dan Yuna menonton dengan senyum dibibir. Dimata 43, apa yang mereka lakukan tidak lebih dari sebuah sandiwara. Orang orang disekitar yang terdekat mungkin tidak menyadarinya.

Jikalau anak anak itu tidak hanya menyelinap, tangan mereka ikut ambil bagian. Sementara anak anak yang menabrak merupakan pengalihan. Mereka yang lain merogok setiap kocek pengunjung yang lagi kepo akan kejadian barusan. Pekerjaan mereka sangat rapi, tidak ada yang menyadarinya sampai kata terlambat terucap.

"Apa kamu akan menangkap mereka?" ucap Yuna.

"Kenapa harus begitu? karena kita sudah dilabeli setan, jadi aja satu toh. Benar Ga!?" jawab 43 sedikit senyum sinis.

Mata 43 fokus kepada anak kecil tertentu, sepertinya dia yang menjadi pengumpul. Terlihat sedang akan berpaspasan dengan seorang pemuda. Senyum melengkung dibibir dan tato menghilang. Menyelip dikeramaian orang, 43 mulai bergerak kearah titik pertemuan itu. Ketika anak kecil itu  berpaspasan dengan pemuda, 43 menyelip diantara mereka dengan sangat cepat dan menukar kantong uang itu dengan miliknya.

Yuna tersenyum melirik 43, "hehehe, kamu memang pintar!"

"Setan emang pintar!" pungkas 43 sambil melirik Yuna dengan senyum jahat.

wkwkwkwkwkwwk!

Akan ada cerita dilain waktu, seorang pemuda yang babak belur tergeletak disudut gang jalan. Korban kecurigaan penggelapan uang.

:::::::::: Alun Alun ::::::::::

Perayaan meriah ini dimulai dengan beberapa lagu, tarian dan kata sambutan dari tokoh tokoh penting di kota. Juga sekilas balik asal mula perayaan ini. Akhir kata perayaan ini dibuka dengan membuka gentong tuak. Sebuah gentong antik yang telah dikubur ditanah selama setahun dibawah Pohon Tengkawang Tungkul. Selama seminggu perayaan, beras terpilih dan terbaik akan dimasak menjadi tuak. Hasilnya akan dimasukan ke gentong antik tadi untuk dikubur kembali. Baru tahun depan dihari yang sama akan dibuka kembali, terus berulang seperti itu selama

ratusan tahun.

Drama tidak akan dimulai sampai acara pembukaan ini selesai. 43 tidak terlalu perduli dengan acara pembukaan ini. Di bumi sudah belasan kali dalam hidupnya mengikuti acara beginian. Disela waktu menunggu drama mulai, 43 sibuk menghitung pemasukan.

Yuna melirik ke tangan 43, "hasil curian kita..."

"Eitss!" potong 43.

"Hasil nemu dijalan, hehehe..." Yuna terkikih sambil mengubah perkataannya. "Aku mau bakso pentol!"

"1 Be, 2 Be, 3 Be... 10 Be, 20 Be..." 43 sibuk menghitung uang jarahan.

"AKU MAU BAKSO PENTOL!" teriak Yuna karena diabaikan 43.

Mata 43 melotot sedikit emosi, "RIBUT!...ini, pergi sono beli sendiri!"

:::::::::: 15 menit kemudian ::::::::::

Tidak jauh dari alun alun kota. Lebih tepatnya di pentas drama. Acara segera dimulai, dengan seorang yang MC telah berdiri ditengah panggung.

Waktu yang ditunggu tunggu telah tiba!

Tanpa membuang waktu kita akan memulai drama ini!

Jangan lupa datanglah malam hari untuk menikmati drama terbaik tahun ini!

Ada 3 cerita setiap malam dimulai pukul 19.00 sampai subuh tiba!

Selama 7 malam sampai penutupan, nonstop!

Artis terbaik ibukota dimasanya dan pemain pemain lokal terbaik!

Salam hangat dari kami, SAE'YANGKA GRUP!

Keheningan mulai meresapi disekitaran panggung. Dibuka dengan musik santai dengan sedikit mistis. Tirai panggung dibuka. Asap mulai mengepul dari belakang panggung. Sebuah latar gelap terlihat disana. Perlahan, seseorang terlihat dari balik asap dalam sorotan cahaya.

Dulu, Dulu, DULUUUUU sekaliiiii!

Diwaktu yang tidak ditentukan.

Dewa dari surga menatap langit gelap yang suram.

Dengan lambaian tangan muncul bintang.

Tidak berhenti sampai disitu Dewa terus melambai.

Munculmatahari!

Muncul bulan!

Dunia ini akhirnya tercipta, benua Borneo pun lahir!

Dewa mulai turun dan melangkah didataran ini.

Setiap langkah membawa kelahiran bagi tanaman.

Setiap keringat yang tumpah membawa kelahiran bagi hewan.

Setiaphembusan nafas memberi kekuatan bagi semua.

Ratusan tahun berlalu, keteraturan dan keindahan tertata rapi di dataran Borneo.

Namun Dewa merasa masih ada yang kurang.

Seperti halnya Surga menguasi semesta.

Dataran ini harus ada yang menguasi juga sebagai wakil dari Dewa.

Ujian dari Dewa pun dimulai.

Terpilihlah 12 mahluk terbaik dari semua yang ada didataran borneo.

Clan Monyet adalah yang pertama terpilih.

Tepuk meriah dari penonton mendengar clan monyet yang terbaik pertama terpilih. Ada aura kebanggaan terpancar dari wajah mereka. Selain itu silih berganti tokoh tokoh mulai berkeluaran memainkan peran setelah peran dewa dimulai. Latar belakang pangung terus berubah seiring cerita.

Jentikan jari Dewa memunculkan cahaya putih terbang ke masing masing 12 mahluk terpilih.

Sejak itu lahirlah orang pertama dibenua Borneo.

Sebuah anugrah tidak terkira dari dewa, KEBIJAKSANAAN.

Hal yang membedakan kita dari hewan hewan liar diluar sana.

Semua indah adanya.

Bukti kebesaran dan anugrah ini ditandai dengan kehadiran pulau pelangi.

Simbol dari arti kehidupan yang ada di dunia.

Arti dari kebesaran sang Dewa.

Untuk mempertahankan itu semua sang penjaga diciptakan.

Penjaga suci.

Pembela kebeneran.

Penata keteraturan dunia, CAESAR.

Sambutan riuh penonton bergema dilapangan. Walaupun cerita ini sudah berkali kali dan ada disetiap tahun. Mereka tidak pernah bosan menonton. Ini merupakan legenda borneo, legenda yang hidup ditanah mereka ini. Tidak hanya mereka, melainkan semua orang disemua penjuru dunia memiliki cerita yang sama. Dengan sedikit bumbu dan tatanan panggung yang berbeda setiap tahun, bisa memberikan kesan hidup dari legenda ini.

Dari sudut manapun kita melihat, 43 memandang legenda tetaplah legenda. Tidak bisa dipastikan kebenarannya. Untuk menyakini diri bahkan 43 bergerak kesana kemari menanyai orang disekitar. Semua tetap dengan cerita yang sama. Ketika sampai kepada topik dunia Klemantan, yang ada hanyalah tertawaan. Seolah olah 43 sedang bercanda dimata mereka. Semua sama, dunia ini hanya ada satu daratan, DARATAN BORNEO. Pedagang yang sering berpergian kesemua kota juga memberikan jawaban yang sama.

Merogok saku 43 mengeluarkan buku catatan kecil dan pensil yang terlihat  nganggur tidak terpakai, disalah satu toko buku.

NOTE:

Dunia Klemantan?

Dunia ini cuma ada satu benua, Dataran Borneo!?

Energi tidak dikenal (baru) + tanaman pembawa energi.

Tiga catatan kecil dan singkat tercatat disana. Sampai saat ini keberadaan dunia klemantan masih dalam posisi tanda tanya. Belum lagi mengenai dataran borneo, hanya dengan mengunjungi kota kota lain baru 43 bisa membuktikan kebenaran cerita ini. Kubu dewa termasuk Dewi Sri dan Caesar masuk kedalam misteri dunia Klemantan. 12 clan tergolong kedalam dataran borneo. Keduanya seperti bertolak belakang dengan rahasia yang sepertinya terpendam cukup lama. 43 harus melangkah lebih jauh untuk dapat mengungkap semua ini. Saat ini dia kekurangan petunjuk. Yang ada tinggal menunggu hasil keberadaan peta dan kunci.

Hari berlalu dengan cepat, ada banyak makanan yang bisa dicicipi. Terkadang 43 melanggeng ke gang sepi menguji keberuntungan. Kalau uang habis tinggal mencari dijalan seperti biasa, "Rejeki Nemu Dijalan".

:::::::::: Disebuah bangunan tua reyot dalam gang sepi ::::::::::

Sekelompok orang terlihat berkumpul dengan wajah kusut.

"Boss, tidakah ini aneh." seseorang membuka pembicaraan.

"Aku juga merasa begitu. Bertahun tahun kita mencari donasi, hanya tahun ini yang sue." kata bos.

"Saya kenal mereka itu, sudah lama bersama kita. Tidak mungkin dia menggelapkan uang itu." Seseorang menambahkan bermaksud membela.

"Cih!! emangnya apa! lalu kemana uang itu!" bentak bos.

Pembicaraan mereka semakin panas. Tidak ada petunjuk apapun yang bisa menjadi titik terang masalah ini. Penyelidikan telah dilakukan, semua yang terkait sudah diperiksa. Setelah pemeriksaan, semua kecurigaan itu tidak mendasar juga. Semua orang itu menuturkan hal yang sama, ada semacam angin lalu, kemudian uang itu benar benar berubah jadi batu didalam kantong uang saat diserahkan.

mencurigai anak anak juga tidak mungkin. Setelah operasi, mereka selalu mengadakan razia. Tidak pernah ada temua uang kecolongan disana. Tentu saja anak anak itu tidak berani juga bertindak lebih. Akibatnya konflik internal mulai terjadi. Tuduhan demi tuduhan dilancarkan antara kubu pro dan kontra.

"Diamlah, aku juga tahu. Kali ini aku sudah mengundang seseorang." Bentak bos menengahi mereka semua.

30 menit menunggu, tamu yang diundang akhirnya datang. Bermantel penuh seluruh tubuh dengan berpenutup kepala. Bahkan setelah semua itu, masih ada topeng ular dimuka. Tidak banyak kata terucap, sosok ini menyodorkan sebuah kantong uang.

Ini bukan kantong biasa, disini tertanamkan aroma khusus yang tidak berbau. Selama mereka tidak memiliki ular jenis yang sama, tidak akan ada yang bisa menyadari.

Mengangkat tangan, seekor ular putih muncul dari lengan pria bertopeng ini. Ular ini bukanlah ular berbisa yang mematikan, atau ular kuat lainnya. Kemampuan mereka cuma hanya satu, yaitu pelacakan. Dengan menanamkan aroma hormon lawan jenis, radius belasan kilo mereka bisa merasakannnya.

"Kamu yakin tidak ketahuan dengan begini?" pungkas bos sedikit ragu.

"jika itu pelacakan yang menggunakan energi, tentu bisa. Namun ini menggunakan indera. Belum lagi ini merupakan hormon ular albino tompel hitam. Seberapa banyak menurutmu orang bisa memiliki ular ini?" ungkap pria bertopeng.

Untuk bisa tidur nyenyak, masalah ini memang harus diselesaikan. Apakah itu karena hantu, jin, setan atau apalah. Semua itu akan dibuktikan besok hari. Bagaimanapun juga kantong uang selalu berubah sejak diserahkan. Karena itulah mereka bermaksud menanamkan pelacak di kantong uang. Untuk bisa mengungkap sebenarnya ini ulah siapa atau ulah apa.

Dilain tempat, Yuna terlihat terbang disekitar menunggu 43. Hari ini adalah hari keberangkatan mereka, meninggalkan kota menuju kota selanjutnya. Tiga hari telah berlalu, sesuai dengan kesepakatan seharusnya mereka mendapatkan apa yang telah dijanjikan. Memang sudah didapatkan, hanya saja itu masih jauh dari

cukup. Mereka harus menuju kota artefak kuno. Kota yang terkenal dengan kumpulan barang antik dan kuno. Menyimpan segala macam sejarah Dataran Borneo.

Sambil melangkah 43 terlihat memutar balik sesuatu ditangannya. Tidak lain tidak bukan itu merupakan kartu identitas 43. Berbentuk seperti kartu ATM, hanya saja lebih tebal sedikit. Kartu yang diperoleh dari negoisasi dengan pejabat sipil.

Melangkah santai dijalan raya 43 merasa ada seseorang yang mengikutinya dari belakang. Dengan bantuan Yuna, ditemukan tidak hanya ada satu orang. Diperkirakan sekitar 5-7 orang. Terlalu ramai dan benar benar amatiran. 43 hanya tersenyum, dengan santai menarik kupluk mantel harimau miliknya. Dari situ mereka melangkah masuk kedalam gang sempit disisi jalan raya.

gang sempit sisi kota memiliki liku liku yang cukup rumit. Tidak tahu kemana arah yang benar 43 hanya menerka nerka setiap simpang gang. Berbanding terbalik dengan para pengintai. Mereka mengetahui tujuan akhir langkah ini. Dari situ sudah ada beberapa orang yang berpencar mengitari jalan untuk melakukan pengepungan diakhir gang.

Jalan yang dilalui 43 berakhir buntu. Hanya ada tembok kota didepan mata. Berbalik kejalan semula adalah pilihan kembali kekota. Dari sisi kiri dan kanan ada tembok pembatas rumah. Seperti biasa Yuna sudah terbang tinggi dan duduk diatas tembok kota dengan segelas besar isi bakso pentol.

Cukup sampai disitu anak muda! ngaku! kamu yang mengambil uang kami selama ini! iya kan!?

Sebuah suara berat terdengar dari balik gang. Terlihat beberapa orang mulai terlihat mendekati 43. Sedangkan 43 hanya tersenyum memandangi mereka. Melihat gelagat mereka, 43 paham siapa mereka dan apa maunya.

Kalau iya kenapa?kalau tidak, kenapa?

Kata 43 mulai menatap bos pencuri dari balik kupluk mantelnya. Tersentak bos pencuri kaget bukan kepalang. Selama ini mereka mengikuti 43 hanya memandang ransel besar di punggung. Tentu saja mereka tidak tahu rupa 43 seperti apa. Pencuri yang melompat dari tembok sisi kiri dan kanan juga sempat kaget.

Semua orang dikota tentu sudah mengetahui kejadian baru baru ini, tentang Setan Berkulit ****. Menjadi bahan permbincangan oran orang, baik di warung makan maupun pinggiran jalan. Namun kali ini dihadapan mereka bukan mirip ****, melainkan harimau. Sebuah tanda tanya besar, apa orang yang dihadapan mereka ini ada kaitannya dengan setan berkulit ****? Jika iya maka ini sebuah masalah besar. Menelan ludah mereka sempat ragu, pencuri yang lain mulai melirik bos mereka.

Seperti kata orang, nasi sudah menjadi bubur. Terlanjur maju tidak ada kata mundur lagi.

Lakukan!

Perintah bos pencuri kepada anak buahnya. Seketika itu aura disekitar berubah. Terdapat beberapa penyihir dikalangan mereka. Kini telah mengatifkan suatu sihir yang telah ditujukan kepada 43.

Seketika 43 merasa tubuhnya semakin menjadi berat, seolah olah ada beban tambahan dipunggung. Dari sisi kiri dan kanan terlihat ada seseorang yang sedang mengaktifkan sihir pelambat.

Sebuah kesalahan besar bermain beban dengan 43, walaupun begitu 43 tetap bermain sesuai dengan apa telah ditetapkan pencuri ini. Meletakan ransel ditanah 43 siap menerima mereka kapapun.

"Apa kalian telah menemui adik aku si kulit ****?" 43 tiba tiba buka bicara.

Bos pecuri cukup terkejut. Mengira mereka mungkin dalam satu kelompok sama.

"Tidak, tapi dengan menangkapmu disini kami akan memancing dia keluar, hehehehe.... hadiah kepala dia cukup mahal.." jawab bos pencuri sambil terkikih.

43 hanya bisa tersenyum mendengarnya. "Benar...benar... itu lumayan! majulah!" 43 menggerakan jari tangan memprovokasi.

Mendengar pembicaraan mereka si topeng ular lari ketakutan, bagaimanapun juga dia ahli pelacak bukan petarung. Sebagai ahli ular dia menyadari betapa mengerikannya Raja Ular itu, belum lagi orang yang mengendalikannya. Sudah pasti jauh lebih mengerikan. Kalau saja dia mengetahui siapa yang akan dilacak, sudah dari awal dia menolak tugas ini.

Berlari belum jauh, si topeng ular mendengar rintihan, bantinga, gebukan, terus bergema dari arah belakang gang itu. Rintihan itu membuat dia merinding dengan wajah semakin pucat. Terus berlari kepalang tanggung tanpa perduli apapun. Melintang, jatuh, menabrak apapun yang ada didepan, tanpa takut terluka.

Bump!

Pria bertopeng menabrak seseorang ketika keluar dari gang.

Hey! perhatikan jalanmu!

ma..maa..maa..aaff, it...ittt... tuu...

Pria bertopeng ular benar benar kalang kabut, berkeringat dingin dan terlihat bergetar ketakutan. Masih terniang dikepala suara mereka yang merintih dibelakan gang sana. Pada akhirnya saat berlari laju keluar gang dia bertabrakan dengan seseorang yang penting.

"Setan.... setan berkulit ****!" ucap pria bertopeng dengan tertatih tatih.

"Hey..ngomong yang benar!" kata pengawal. "Eh... bentar..."

"Katakan sekali lagi!" pungkas tuan muda yang berdiring disamping. Dikala dia mendengar kalimat, setan berkulit ****.

Terdiam tidak perduli, tuan muda mulai merenung. Pria bertopeng ditengah kota memang mencurigakan. Tapi ada hal yang lebih penting saat ini. Namun kata setan berkulit **** telah menggelitik ulu hatinya. Terlintas sebuah kesempatan untuk menyelesaikan masalah yan gbelum selesai dikala itu.

"Katakan sekali lagi" tanya pengawal memastikan.

"Itu, itu..tuu... setan berkulit ****! eh bukan, itu abangnya setan berkulit ****!" ucap pria bertopeng sedikit terbatah batah.

"Huh? abangnya?" kedua pengawal tidak percaya apa yang didengarnya.

"Dimana?" tiba tiba tuan muda memotong pembicaraan mereka.

Pria bertopeng mulai mengatur nafas supaya tenang, "ujung gang sampai mentok di tembok kota" kata nya sambil mengacungkan jari ke arah tertentu.

Dengan sigap tuan muda melompat keatas dan berjongkok diatap gedung. Berdesut mulai berlari diatap gedung, melompat kesana kemari menuju kearah yang ditunjuk si topeng ular.

Tuan muda!

Terlambat mengucap, tuan muda mereka sudah menghilang dari atas. Mereka juga akhirnya mulai bergerak mengejar ketinggalan. Kejadian dikeramaian menimbulkan banyak tatapan dari orang orang disekitar. Bangkit berdiri si topeng mulai berbaur dengan kerumunan orang dan menghilang.

1
Rola
Like hadir, di tunggu respek nya, GENGSTER
min Björn
secangkir kopi untuk memberimu semangat
min Björn
lanjut lah masa enggak😁😁👍👍
Aulia Pratama
hmmm
IG: Saya_Muchu
semangat update ya!!!

Karena karyanya bagus, alu langsung klik favorit.
min Björn
lanjut lah masa enggak 👍👍
min Björn
agak ribet ya, tapi it's ok lah 😄👍 ganbatte author 💪🔥
min Björn
lanjut lah masa enggak
Neti Jalia
nyicil boom like lagi🤗🙏
Neti Jalia
nyucil boom like lagi🤗🙏
Neti Jalia
nyicil boon like lagi🤗🙏
Neti Jalia
10 like untukmu🤗🙏
*hujan dibalik punggung
*suamiku ceo ganas
Sella
like
Mudar Batak
lot
Akira ✨
Like 😉
Jangkrik Bozz
pake bahasa daerah ya thor?
Jangkrik Bozz: siap² sekalian sama belajar bahasa daerah👍👍👍
total 4 replies
🦄DSY🦄
hi
43: asyiapp... 😆😆😆
total 4 replies
Toni Baskoro
baca sinopsis nya jadi langsung kepo nih
anggita
markus.,
anggita
sunda kelapa👌
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!