TRANSMIGRASI
Yah.. Mungkin itu nama yang cocok untuk situasi Carra saat ini yang tiba-tiba saja terbangun di dunia antah berantah dengan dirinya yang memasuki raga seorang gadis cantik bermata biru pekat sepakat lautan dalam yang menghanyutkan.
Entah bagaimana dirinya bisa masuk ke dalam raga gadis yang Carra ketahui bernama Carla Ransiska Atmaja ini, nama yang hampir mirip dengan namanya.
Dibalik kejadian yang tak masuk akal ini, ada sebuah misteri yang membuat Carra mau tak mau harus mengungkap tuntas misteri itu. Agar dirinya bisa kembali ke raganya seperti semula. Itu adalah kunci satu-satunya yang akan mengantarkan Carra kembali ke raganya.
Baru belajar menulis! Maaf kalau gak sesuai ekspetasi, mohon jangan terlalu berharap!
#Cover by pinterest
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon iiyn_blue, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
EPISODE 26
Setelah sudah hampir seminggu sekolah DHS meliburkan anak kelas 10 dan 11, akhirnya hari ini untuk kelas 10 dan 11 sudah mulai berangkat sekolah lagi untuk melaksanakan ujian kenaikan kelas, dan untuk kelas 12 mereka sudah di liburkan oleh pihak sekolah DHS, dan mereka hanya akan menunggu hasil pengumuman kelulusan tiba.
Di dalam kamar, Carra sedang memandang penampilannya di depan kaca, setelah dirasa sudah rapih Carra segera merapihkan bukunya di meja belajar yang semalam dia gunakan untuk belajar, walaupun di dunianya dulu Carra merupakan seseorang yang sudah memasuki jenjang kuliah dan memimpin sebuah perusahaan, Carra tetap belajar sedikit untuk menghadapi ujian hari ini, karena tidak memungkinkan dia bisa saja lupa dengan materi yang di pelajarinya sewaktu dia sekolah di sma nya dulu.
Di dunianya dulu Carra memang termasuk anak yang pintar, dia bisa langsung tangkap ketika guru sedang mengajarkan materi yang disampaikannya, bahkan saat kelulusan Carra menjadi lulusan terbaik di sekolahnya, dan setelah lulus sma Carra mendaftar di universitas ternama di kotanya, hingga peristiwa yang menimpa kedua orang tuanya yang membuat mereka meninggal dan mengharuskan dirinya menggantikan ayahnya untuk memimpin perusahaan, sehingga membuat Carra harus berkuliah dan juga memimpin perusahaan sekaligus secara bersamaan.
"Oke sudah semua" Carra memakai tasnya, dan ingin beranjak dari kamar, namun suara si setan menghentikan langkahnya.
"Hihi.." Carra berbalik kebelakang dimana setan berada.
"Ciee yang mau ujian" Goda si setan sambil cekikan.
Carra memutar bola mata malas. "Gak usah ganggu deh tan"
"Hihi.. perlu bantuan buat nyontek gak?" Ucapnya berbaik hati.
"Gak usah! gue udah pintar gak perlu nyontek" Sombongnya.
"Yakin? soal ujiannya susah loh"
"Yakinlah! lo jangan menyesatkan gue deh Tan"
"Yasudah kalau begitu, diberi penawaran menarik kok gak mau" Si setan pun langsung menghilang dari hadapan Carra. Sedangkan Carra menggidikan bahunya acuh lalu berlalu pergi dari kamarnya menuju kelantai bawah.
Di bawah tepatnya di ruang makan kedua orang tuanya dan juga Calvino sudah menunggu Carra untuk sarapan bersama.
Setelah sarapan bersama Carra dan juga Calvino segera pergi ke sekolah seperti biasa menggunakan mobil, dan langsung menjalankannya menuju sekolah DHS.
Di dalam mobil Carra melirik kearah Calvino, dia jadi teringat dengan percakapannya dengan Calvino setelah kejadian makan bubur bersama yang membuat mereka berdua harus bertemu dengan Zufa, Terra, dan Arka dkk dan makan bubur bersama dengan mereka.
Setelah pulang dari memakan bubur kemarin, Calvino langsung mengintrogasi Carra dengan pertanyaannya yang sudah jelas tidak jauh dari kedekatannya dengan Arka dkk. Carra yang diberikan pertanyaan seperti itu hanya bisa menghela nafas lelah dengan keprotektifan Calvino kepada dirinya. Carra hanya menjawabnya seperti biasa, meyakinkan Calvino bahwa dia memang tidak ada hubungan apapun dengan Arka, karena Calvino sedikit tidak percaya dia mengambil kesempatan meminta untuk tidur bersama dengan Carra semalaman dengan dirinya tidur dalam dekapan Calvino hingga menjelang pagi.
Tidak hanya itu, setelah tidur bersama, semalam Carra juga mendapatkan teror lagi dari seseorang.
Tak!.
Carra yang masih belajar di meja belajarnya melirik kearah jendela. Carra menghela nafas karena dia sudah tau pasti kalau itu teror yang biasa diberikan kepadanya. Carra lalu bangkit dari duduknya menuju jendela balkonnya, dia membuka jendela balkon dan menemukan gumpalan kertas, Carra membawanya kedalam setelah menutup pintu balkon kamarnya.
"Peringatan terakhir dari gue! jauhi Calvino, Arka, dan Black! JAUHI MEREKA JALA*G!" Isi surat itu.
"Cih! beraninya dia ngancem gue!" Carra meremat kertas itu, lalu memasukannya kedalam laci meja belajarnya yang dimana di dalamnya juga ada kertas terorr yang selama ini Carra kumpulkan.
"Gue gak takut sama lo! mari kita lihat siapa yang akan game over di permainan ini" Carra menyeringai sinis.
Puk!.
Carra yang sedang melamun berjengkit kaget, dia menatap Calvino orang yang sudah menepuk pelan bahunya.
"Kenapa kak?"
"Kamu ngelamunin apa? kamu gak lagi mikirin cowok lain kan?" Ujar Calvino datar serta auranya yang langsung berubah menjadi dingin.
Carra tersenyum paksa. "Mana ada aku mikirin cowok lain kak, aku lagi mikirin ujian hari ini, nanti soalnya susah-susah gak ya kak?" Alibi Carra.
"Kamu sudah janji gak akan berdekatan lagi dengan mereka, ingat janji kamu!" Calvino mewanti-wanti Carra agar tidak berdekatan dengan Arka dkk, setelah kejadian kemarin Calvino lebih protektif dengan Carra, Calvino meminta Carra agar jangan berdekatan dengan Arka dkk termasuk Black juga dia curigai memiliki hubungan dengan Carra, karena Carra pernah menyimpan nomor Black di handphonenya.
"Tentu aku ingat kak" Calvino tersenyum lalu mengusap pelan rambut Carra.
"Yaudah ayo turun" Mereka berdua lalu turun dari mobil dengan Calvino yang membukakan pintu mobil untuk Carra, lalu mereka berdua langsung pergi menuju kelas mereka masing-masing.
Di kelas, Carra langsung duduk di mejanya, disana sudah ada Terra yang duduk di bangkunya.
"Car! Car! lo harus tau ada berita heboh menimpa kakak kelas kita!" Carra yang mendengar itu menatap Terra penasaran.
"Kakak kelas? siapa?"
"Itu lo Car, kak Verana, lo tau gak di wajah dia ada luka goresan" Jelas Terra. "Katanya nih ya, dia sempat di culik tau!"
"Di culik? ko bisa?" Seingat Carra, sebelum sekolah meliburkan murid kelas 10 dan 11, Verana masih baik-baik saja, lalu kapan penculikan itu terjadi, dan siapa yang melakukan itu?. Tadi dia memang sempat bersinggungan dengan Verana dan melihat sendiri muka Verana ada goresan di wajahnya, tapi Carra tak ambil pusing mengenai itu.
"Iya Car katanya dia sempat di culik, tapi yang membuat gue heran ko keluarga dia gak menyelidiki soal itu ya?" Terra meletakan jari telunjuknya di kening, berfikir kemungkinan siapa yang bisa menculik Verana.
Carra yang mendengar ucapan Terra itu juga langsung berfikir siapa kira-kira yang menculik Verana, setahu Carra keluarga Verana menempatkan penjagaan untuk setiap anggota keluarganya, lalu mengapa Verana bisa sampai di culik?. Carra terus berfikir hingga matanya membulat sempurna setelah dirasa dia tau siapa dalang yang menculik Verana.
Calvino! iya kemungkinan dia yang sudah menculik Verana, Carra mengingat kembali percakapannya dengan Calvino yang mengatakan akan memberi pelajaran kepada Verana jika dia mengganggunya lagi, dan setelah percakapannya dengan Calvino, hari selanjutnya Verana membuat masalah dengannya dan Calvino mengetahui itu, jadi sudah di pastikan bahwa Calvino lah dalang dibalik penculikan Verana.
Tadi sebelum kekelas, Carra sempat bersinggungan dengan Verana, namun yang membuatnya heran, Verana tidak mencari ribut lagi dengannya, di hanya menatap tajam Carra lalu langsung berlalu pergi kearah kelasnya. Itu membuatnya memperkuat dugaannya terhadap Calvino bahwa memang dia lah dalang dibalik penculikan Verana dan sepertinya Verana telah di ancam oleh Calvino agar tidak menggangunya lagi.
Di saat Carra sedang berfikir, guru masuk kedalam kelas yang membuatnya menyudahi berfikirnya tentang Verana.
"Selamat pagi semua!"
"Pagi pak!"
"Oke hari ini kita ulangannya fisika, jangan ada yang mencontek!, kalau ketahuan mencontek bapak akan memberi nilai nol di mata pelajaran fisika kalian, mengerti!"
"Mengerti pak" Setelah itu guru itu pun langsung memberikan muridnya soal, dan ujian pun dimulai.
Kunti bertubuh kurcaci ya/Joyful/
segelas kopi meluncur
.maaf cuma biza balez ini