#Karya ini merupakan Karya Kreatif Modern
Setelah di-PHK dari pekerjaannya sebagai buruh, kehidupan Bara berputar 180 derajat. Kehidupan tak lagi berpihak kepadanya dan terpaksa harus menjadi pemulung yang selalu dihina oleh mertua.
Bara adalah laki-laki yang tak banyak bicara. Segala hinaan yang diberikan pun tak pernah ia balas. Hingga sebuah peristiwa mengubah segalanya. Bara diberi tugas untuk mengatakan hal-hal yang menyakiti hati orang lain. Dia dibayar mahal untuk itu semua.
Bagaimana kisahnya? Mari ikuti series berlanjut dari Bacot System, ini!
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon CovieVy, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
27. Bacot System eps 27
*Setelah ada yang komentar, authornya semangat lagi buat update*
Author terima bacotan para readers, semakin ngebacot, semakin tajir...
...****************...
Notifikasi yang baru saja masuk membuat Bara mengernyitkan dahi. Ia membuka halaman dashboard situs www.bacotsystem.id yang baru saja ia luncurkan beberapa menit lalu.
[ 1 pendaftar baru: Username - Bacoters123 ]
"Cepat sekali," gumam Bara. Ia langsung mengeklik nama pengguna tersebut dan membaca biodata singkat yang terisi: seorang mahasiswa tingkat akhir yang mengaku jago debat online dan sering jadi bintang di kolom komentar sosial media.
[ Kau akan butuh sistem seleksi agar tidak semua manusia sok pintar itu bisa masuk ke dalam BacotSystem. ]
"Benar juga. Buatkan formulir pendaftaran tambahan. Aku ingin melihat gaya bacot mereka sebelum menyetujui." Bara mengetik cepat perintah itu sambil membuka camilan kecil yang dia beli saat turun ke bawah tadi.
Dalam waktu singkat, Sistem memberikan formulir: lima pertanyaan pemicu bacot, seperti "Apa pendapatmu tentang netizen sok suci?" atau "Jika kamu dikatain buzzer bayaran, bagaimana kamu membalasnya?"
Bara tertawa saat membaca contoh jawaban simulasi dari Sistem. Ini bukan sekadar proyek digital—ini revolusi. Bukan hanya situs penghasil uang, tapi ruang adu bacot untuk mereka yang jago debat online, yang selama ini hanya menghabiskan waktunya tanpa bayaran.
[ Kalau semua pendaftar seperti ini, kita bisa naik ke seribu anggota dalam seminggu. ]
"Targetku sepuluh ribu." Bara berdiri, menatap layar laptopnya yang menampilkan grafik pengunjung situs yang mulai merangkak naik.
Di ruang tengah, Nike sedang menyuapi Rangga sambil sesekali melirik ke arah pintu ruang kerja Bara yang tertutup. Wajahnya belum bisa menyembunyikan rasa penasaran. Dia masih bertanya-tanya, siapa sebenarnya pria itu dan dari mana uangnya berasal?
Usai menyuapi Rangga, Nike memberanikan diri mendekat. Ia mengetuk pelan pintu ruang kerja. "Mas Bara, saya sudah selesai menyuapi Rangga. Mau makan sekarang?"
Bara membuka pintu sedikit, menampakkan senyum yang tidak sepenuhnya ramah. "Nanti. Aku masih banyak kerjaan."
Nike mengangguk, namun sebelum pergi, ia memberanikan diri bertanya, "Sebenarnya, kerjaan Mas Bara itu apa, ya? Kok dari tadi saya dengar ketikan dan suara ketawa sendiri?"
"Aku freelance IT. Lagi garap proyek pribadi," jawab Bara singkat. Ia tidak ingin Nike tahu terlalu banyak, belum sekarang.
Begitu pintu kembali tertutup, Bara menghela napas panjang. Ia harus mulai berhati-hati. Apalagi jika Nike mulai curiga.
[ Akan lebih baik jika Nike tetap awam. Fokus saja pada perannya sebagai pengasuh Rangga. ]
"Aku tahu. Tapi dia bukan tipe orang yang bisa diam saja kalau penasaran."
[ Maka biarkan dia merasa dibutuhkan. Semakin besar tanggung jawab yang kamu berikan, semakin sibuk dia, semakin sedikit ruang untuk bertanya-tanya. ]
Bara mengangguk. Itu saran bagus.
Beberapa jam kemudian, sepuluh pendaftar baru muncul. BacotSystem mulai dipenuhi oleh manusia-manusia yang bersemangat bacot. Ada yang dari kalangan mahasiswa, pengangguran, bahkan ibu rumah tangga yang aktif di grup WhatsApp RT.
[ Dana awalmu mulai bertambah. Lima ratus ribu masuk dari iklan lokal yang tertarik menaruh banner di situsmu. ]
"Cepat juga. Tapi kita butuh sesuatu yang bisa buat situs ini viral. Sesuatu yang meledak."
[ Skandal. Kontroversi. Atau... bocoran rahasia negara yang selama ini ditutup-tutupi. ]
Bara mendadak terdiam. Matanya menajam. Ia membuka folder khusus di laptopnya, berisi dokumen-dokumen yang pernah ia curi dari kementerian ketika masih bekerja sebagai analis.
"Kalau aku lempar satu file ini ke forum BacotSystem, dampaknya bisa besar. Tapi... risiko juga besar."
[ Risiko besar, hadiah besar. Tapi jika kamu ingin membuat situsmu dikenal semua orang dalam waktu semalam, ini jalannya. ]
Bara menatap file bernama Program_Surveilans_Alpha2021.pdf.
"Baik. Tapi kita akan kemas ini dengan elegan. Aku tidak akan upload langsung. Aku akan beri clue, lempar potongan-potongan seperti teka-teki."
[ Brilian. Itu akan memancing para bacoters untuk menggali dan mengungkap lebih lanjut. Mereka akan merasa jadi detektif. ]
Dengan cepat, Bara memotong sebagian isi file dan mengunggahnya dengan akun anonim, menantang para anggota forum untuk membongkar maksud dari dokumen itu.
Beberapa menit kemudian, notifikasi meledak. Komentar demi komentar membanjiri. BacotSystem bukan hanya menjadi ruang debat, tapi berubah menjadi medan investigasi digital.
Dan di tempat lain, di kantor investigasi siber negara, alarm berbunyi.
"Kita punya masalah. Ada dokumen rahasia bocor di sebuah situs bernama... BacotSystem?"