Seorang pria tampan yang mempunyai segalanya harus rela menerima hukuman dari kedua sahabat yaitu menikahi wanita miskin.
Karena dia kalah dalam taruhan yang mana mengakibatkan seorang wanita centik harus rela menerima semua kekejaman pria itu.
Akankah gadis itu bertahan dengan sikap suaminya? dan seperti apa jalan hidupnya?
Ikuti terus. mohon dukungan dari kalian semua.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon II, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Tugas seorang istri
Malam datang,dan jam menunjukan pukul 19:15 malam Wita(Waktu indonesia tengah)
Noah mengerjabkan matanya dan perlahan terbuka sempurna,ia mulai menggerakan tubuhnya yang tertutup selimut.ketika ia bergerak sosok di sampingnya juga ikut bergerak,mungkin merasakan getara yang di timbulkan Noah.
Noah menatap siapa yang tidur di ranjangnya, dan seketika bibir itu mengukir bulan sabit."Aku sampai melupakan gadis kecil yang sekarang sudah menjadi istriku."gumam Noah tidak percaya,dan otaknya kembali merekam adegan dimana dirinya dan Kasih melakukan malam pertama setelah sah menjadi suami istri,atau lebih tepatnya ketiga kalinya ia menggauli Kasih.
Perlahan Noah mengecup pundak polos kasih"Dia terlihat lemah."Noah berbicara sangat pelan.
Sedangkan Kasih tidak bisa merasakan apa yang sedang di lakukan suaminya,karena dirinya kelelahan setelah tubuhnya menjadi pemuas tuan Noah sang suami.jangan tanya kenapa Kasih tidak melawakan,bagaimana ia melawan ketika tubuhnya kalah jauh Dengan Noah,di tambah lagi sekarang dirinya sudah berstatus istri.
Di atas ranjang tubuh keduanya hanya tertutup selimut,sedangkan pakayan mereka berserakan di lantai.Noah terus mengecup pundak Kasih karena dirinya berada di belakang tubuh istrinya,jadi memudahkan baginya menjelajahi bagai itu.
Kasih kembali menggerakan tubuhnya merasakan geli,dan itu membuat Noah tersenyum"Kamu suka."Ucap Noah pelan di sela Kegiatanya.
Mendengar suara itu,mata Kasih terbuka sempurna dan langsung menoleh kearah belakang."Anda,"Kata Kasih ketakutan seraya menutup tubuh polosnya.
Noah terus menatap istrinya dengan senyum kudanya,karena tingkah Kasih membuat ia terhibur"Kenapa di tutup,aku sudah melihat semuanya."tutur Noah sambil mendekap tubuh Kasih.
Kasih memberontak dan terus menggeliat meminta di lepas."Jangan macam-macam,"Kasih melupakan kejadian beberapa jam yang lalu dan kembali memberontak.
Bukannya menjawab Noah malah mempererat pelukannya."Kamu sekarang istriku,apa kamu lupa.?"Noah mengingatkan Kasih.
Kasih seketika diam,dirinya sadar siapa pria yang ada di belakang tubuhnya"Mmm lepaskan,saya ingat kekamar mandi."Ucap Kasih gugup.
Noah hanya diam dengan pelukan hangatnya."Diamlah,aku masih mengantuk."sahut Noah seraya menutup mata.
Kasih mengalah dan membiarkan Noah memeluknya walaupun ia merasa risih, apalagi tubuh keduanya tidak memakai baju hanya selumut saja yang menjadi penutup.
Cukup lama Noah mendekap tubuh Istrinya, sampai Kasih bisa merasakan lantunan nafas Noah yang sudah teratur menandakan sang suami sudah tidur.Apa dia sudah tidur?tanya hati Kasih.perlahan Kasih mengangkat tangan Noah yang tengah melingkar di perutnya.Tuhan jangan sampai dia bangun.kata hati Kasih.
Merasa aman Kasih kembali mengangkat tangan kekar Noah,dan ia pun beranjak bangun dalam keadaan telanjang"sukurlah"gumam Kasih yang tengah memungut baju miliknya,dan langsung ia gunakan untuk menutup tubuhnya."Kamar mandi,aku harus kekamar mandi."kata Kasih dan berjalan menuju pintu yang di yakini kamar mandi.
.
.
Ibu Nilam terus menatap pintu restoran yang ada di tempat penginapan,dan hal itu mengudang Perhatian Anandita."Ibu,ada apa.?"Anandita menepuk pundak ibu Nilam.
Ibu Nilam menoleh dan ia hanya memasang senyuman hambar."Ibu,menunggu Kakak Kasih.?"tanya Anandita.
Ibu Nilam mengangguk membenarkan."Dia belum makan."Tangan ibu Nilam meragakan gerakan tangan kearah mulut dan Anandita mengerti.
"Ibu jangan khwatir,pelayan sudah mengantarkan makanan kekamar mereka."Jawab Anandita.
Ibu Nilam hanya bisa mengangguk,terlihat jelas dirinya merasa sedih karna tidak melihat putri cantiknya sedari tadi.dan di saat semua keluarga berkumpul untuk makan malam, kedua pengantin baru itu tidak terlihat. sebagian keluarga menggerti dan asik makan, hanya ibu Nilam yang tidak terlalu senang.
Kasih,mungin kita akan jarang bertemu.sedih hati ibu Nilam.
"Sekarang ibu makan ya."Anandita memasukan beberapa makanan kedalam piring kosong ibu Nilam."Mari bu,kita makan."tambah Anandita.
Tak bisa menolak akhirnya ibu Nilam ikut makan dengan anggota keluarga lainnya.
.
.
Noah meraba tempat tidur dan ia merasa tidak menemukan orang yang dirinya cari,yang mana membuat matanya terbuka."Kasih."Noah beranjak bangun ketika sang istri sudah tidak ada.
matanya menatap sekeliling kamar dan berhenti di pintu bercat hitam."Dia mandi."tebakkan Noah memang benar.
Samar ia tersenyum kecut dan kembali menjatuhkan tubuh keatas karus nan empuk."Dia ingin melawanku rupaya."Noah bergumam."Kenapa sangat sep-
Noah mendengar ketukan pintu kamar."mengganggu saja."dia menggrutu sambil memungut bajunya,karna sedari tadi tubuhnya hanya tertutup selimut saja.
"Layanan kamar."Kata orang yang ada di luar pintu kamar yang di tinggali Noah dan istrinya.
Ceklek..Pintu Terbuka."Pengantin Baru,"Suara itu berasal dari pria tampan yang sudah terlihat keren dengan stelan bajunya,dia tidak sendiri di sampingnya ada satu pria tampan lainnya yang juga sudah keren dan modis.
Noah menatap keduanya intes."Ada apa.?"Tanya Noah malas kepada dua sahabatnya itu
Sebelum menjawab,Teo mendorong alat yang bertingkat berisi makanan.tadi ketika pelayan restoran ingin mengantarkan makan malam untuk Noah dan Kasih,di waktu bersamaan Teo dan Gavin datang keduanya ingin mengajak Noah pergi.
"Ayo kita pergi."Ajaka Gavin antusias.
Sedangakan Teo curi-curi pandang mengintip kedalam kamar,dirinya mencari sosok Kasih dan hal itu ia lakukan tanpa sadar entahlah.
"Pergi kemana.?"Tanya Noah seraya menerima makan malamnya.
"Kita ke Klub."Kata Gavin setengah berbisik, mungkin ia tidak mau istri dari Noah mendengar.
"Aku lelah,kalian saja."Noah menolak dan berniat masuk.
"Hey ayolah,besokkan kita sudah pulang. sedangkan kamu masih di sini."Gavin berusaha membujuk Noah.
"Teo benarkan."Gavin menyenggol pundak Teo.
"Ah...Entahlah."Sahut Teo tak jelas.
"Kau ini."Gavin kesal."Ayolah,Noah."bujuk Gavin
Noah diam dan tak lama dia mengangguk cepat"Tunggu,aku akan mandi dulu."
Gavin tertawa puas sedangkan Teo tidak memberi respon apa-apa.
.
.
"Buka pintunya."Noah berteriak di depan pintu kamar mandi,dirinya tidak bisa masuk karna di kunci."Cepat buka aku mau mandi."Noah mulai kesal.
Di dalam kamar mandi Kasih kelabakan mendengar suara Noah"Dia sudah bangun, aku harus cepat-cepat."Kata Kasih yang langsung memakai jubah handuk.
Setelah di rasa penampilannya terturup,Kasih mulai mendekati pintu.
Ceklek...."Kenapa lama sekali."Noah menatap istrinya intes.
Kasih tidak menjawab,dirinya malah berjalan keluar dan mata Noah mengukuti pergerakan Kasih."Kau belum manjawab pertanyaanku."Noah bertanya sambil menarik tangan Kasih.
"Ta-tadi,saya harus pup."Jawab Kasih ketakutan.
Noah memutar bola matanya malas."Aku akan keluar bersama Teman-temanku."Ucap Noah alih-alih menjawab alasan Kasih.
"Baik."Jawab Kasih singkat.
Tak lama Noah melepaskan genggaman tangannya dan masuk kedalam kamar mandi, tapi sebelum ia benar-benar masuk suaranya kembali terdengar."Siapkan baju untukku."Titah Noah dan langsung menutup pintu.
Kasih mengangguk tanpa membuka suara, kerna dirinya tahu Noah sudah tertelan pintu."Ini tugas seorang istri.?"Kasih bergumam,sambil memkai bajunya.
Sepuluh menit yang di habiskan Noah di dalam kamar mandi,dan sekarang dirinya akan memakai baju."Mana celana dalamnya.?"Noah menatap baju dan juga celana tapi tidak ada celana dalam.
Kasih yang tengah merapihkan tempat tidur melirik sang suami."Masih ada di dalam koper."Ucap Kasih tenang.
Noah diam hanya matanya saja yang bergerak."ambilkan."Titah Noah kesal,pasalnya sang istri hanya mengambilkan baju dan bawahanya, sedangkan pelindung juniornya tidak di perhatian jelas Noah marah.
"Ambil sendiri,"kata Kasih kesal,dirinya merasa risih jika harus menyentuh celana dalam milik suaminya.
Noah marah terlihat dari ekspresi wajahnya."Kamu istriku,seharusnya kamu yang melayani aku."Jawab Noah setengah membentak"Cepat ambilkan."Katanya lagi.
Dengan berat hati Kasih berjalan mendekati koper yang ada di dekat ranjang."Kenapa tidak ambil sendiri saja,jaraknya kan dekat dengan tubuhnya."Kasih bergumam pelan,dan yang Noah lihat mulut Kasih komat-kamit tak bersuara.
"Jangan menggrutu,cepat ambil."Noah kembali bersuara nyaring.
"Sabar."Jawab Kasih ketus dan mulai membuka koper milik Noah.
"Cepat."Noah sudah tidak sabar karna dirinya kedinginan.
Kasih diam karena dirinya tengah sibuk mencari pesanan sang raja Noah."Mau warna apa.?"pertanyaa konyol Kasih membuat Noah menoleh.
"memangnya aku mau beli Es Cream apa."tutur Noah ketus.
"Tidak,kan celana dalam banyak warnanya."dalih Kasih.
Noah berdecak kesal karna istrinya selalu saja menjawab semua ucapannya."Cepat, mana celana dalamnya"
Kasih dapat tersenyum setelah mendapatkan celana dalam milik suaminya."Nih."Kasih memberikan apa yang Noah butuhkan.
"Pakaikan."titah Noah dengan mimik wajah serius.
Kasih membulatkan matanya tidak percaya."Tidak mau."Kasih menolak"Nih,pakai sendiri."
Noah menerima celana dalam miliknya setelah Kasih meletakannya di atas dadanya."Istri durhaka."Noah menggrutu.
Sedangkan Kasih pergi kedalam kamar mandi,entahlah mau apa dia masuk kesana.
"Awas kamu ya,pulang dari Klub aku tidak akan memberimu ampun."Tuturnya kesal sambil memakai bajunya seorang diri.
gk sanggup gue bca nya.. rsanya pengen d skip aja tp pnasaran
tapi kelakuan setan .....