Mengisahkan seorang pemuda tampan yg sering dihina sama keluarga sendiri. Hingga suatu hari memutuskan untuk kabur dari rumah karena sudah capek dengan hinaan dari keluarganya, dan mendapatkan sistem yg akan merubah nasibnya.
Bagaiman kisah nya setelah mendapatkan sistem?
Ikuti Kisahnya
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon KenzieAR, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 12: Organisasi Black Crown dan Pertemuan Pertama Sang Raja Kekayaan
Malam hari.
Suite Presiden Marina Bay Hotel.
Suasana hening.
Hanya suara pendingin ruangan yang terdengar pelan.
Alviano berdiri di depan jendela sambil menatap cakrawala Singapura.
Namun pikirannya tertuju pada satu hal.
━━━━━━━━━━━━━━━
Peringatan Sistem
Organisasi Tidak Dikenal Terdeteksi
Nama:
Black Crown
Tingkat Ancaman:
★★★★★
Jarak:
3,2 Kilometer
━━━━━━━━━━━━━━━
Black Crown.
Ini pertama kalinya sistem berhasil menemukan nama organisasi tersebut.
Meski begitu.
Informasi yang diberikan masih sangat terbatas.
Jelas organisasi ini bukan kelompok biasa.
Jika tidak, sistem tidak akan memberi penilaian ancaman setinggi itu.
Namun Alviano tidak panik.
Justru ia penasaran.
Sangat penasaran.
Siapa sebenarnya mereka?
Dan kenapa mereka tertarik padanya?
Pada saat yang sama.
Di gedung pencakar langit yang berada sekitar tiga kilometer dari hotel.
Sebuah ruang rapat mewah berada di lantai paling atas.
Belasan pria dan wanita duduk mengelilingi meja oval besar.
Aura mereka sangat berbeda dari orang biasa.
Karena masing-masing merupakan tokoh berpengaruh dari berbagai negara.
CEO.
Pemilik dana investasi.
Miliarder.
Pemegang saham perusahaan global.
Dan beberapa tokoh yang identitasnya bahkan tidak pernah muncul di media.
Di ujung meja duduk seorang pria tua berambut perak.
Namanya adalah Victor Blackwell.
Pemimpin Black Crown.
"Jadi?"
katanya pelan.
"Apa hasil investigasi kita?"
Seorang wanita berpakaian formal berdiri.
"Kami telah menyelidiki Alviano Revende Xafier selama tiga bulan."
"Lalu?"
"Semakin kami menyelidikinya..."
Wanita itu berhenti sejenak.
"...semakin tidak masuk akal hasilnya."
Ruangan langsung hening.
Karena kalimat seperti itu jarang terdengar dalam rapat Black Crown.
"Katakan."
Victor berbicara.
Wanita itu menampilkan layar holografik.
Berbagai data mulai muncul.
━━━━━━━━━━━━━━━
Alviano Revende Xafier
3 Bulan Lalu:
Hampir Tidak Memiliki Aset
Hari Ini:
• Nebula Capital
• Sky Future Technology
• Star Dragon International Group
• Berbagai Properti dan Investasi
Total Aset:
Lebih dari Rp150 Triliun
━━━━━━━━━━━━━━━
Beberapa anggota Black Crown menyipitkan mata.
Kenaikan kekayaan seperti itu hampir mustahil.
"Lanjutkan."
"Kami tidak menemukan sponsor."
"Tidak menemukan investor rahasia."
"Tidak menemukan organisasi pendukung."
"Tidak menemukan mentor."
Victor mulai tertarik.
"Lalu?"
Wanita itu menarik napas.
"Kesimpulan kami..."
"...Alviano membangun semuanya seorang diri."
Ruangan langsung menjadi sunyi.
Karena bahkan mereka merasa kesimpulan itu terdengar absurd.
Sementara itu.
Di hotel.
Alviano sedang memeriksa peningkatan Mata Dewa Analisis Lv.3.
Kemampuan barunya jauh lebih kuat dibanding sebelumnya.
Sekarang ia dapat melihat:
Potensi masa depan seseorang
Tingkat ancaman
Loyalitas
Nilai aset tersembunyi
Risiko investasi
Dan beberapa fungsi lain yang belum pernah muncul sebelumnya.
Saat sedang mempelajari kemampuan itu.
Ponselnya berdering.
Nomor asing.
Alviano mengangkatnya.
"Halo."
Beberapa detik tidak ada suara.
Kemudian terdengar suara pria tua.
"Tuan Alviano."
"Saya Victor Blackwell."
Mata Alviano sedikit menyipit.
Nama itu tidak asing.
Karena beberapa menit lalu sistem baru saja menampilkannya.
Pemimpin Black Crown.
"Saya mendengarkan."
Victor tersenyum tipis di balik telepon.
Karena ketenangan Alviano jauh di luar ekspektasinya.
Biasanya seseorang akan gugup ketika dihubungi oleh Black Crown.
Namun pemuda ini terdengar sangat santai.
"Kami ingin bertemu."
"Kapan?"
"Besok."
"Baik."
Victor sempat terdiam.
Karena ia mengira Alviano akan bertanya lebih dulu.
Namun pemuda itu justru langsung menyetujui.
Menarik.
Sangat menarik.
Keesokan paginya.
Sebuah restoran eksklusif di puncak gedung Marina Financial Center.
Tempat ini tidak menerima tamu biasa.
Bahkan banyak miliarder harus melakukan reservasi berbulan-bulan sebelumnya.
Namun hari ini.
Seluruh lantai telah dipesan.
Hanya untuk satu pertemuan.
Ketika Alviano tiba.
Belasan pengawal profesional langsung memperhatikannya.
Namun tak satu pun bergerak.
Karena mereka telah menerima instruksi khusus.
Hormati tamu tersebut.
Di ruang utama.
Victor Blackwell sedang duduk sambil menikmati teh.
Pria tua itu tampak berusia sekitar tujuh puluh tahun.
Namun sorot matanya sangat tajam.
Begitu melihat Alviano masuk.
Ia langsung berdiri.
Sebuah tindakan yang mengejutkan seluruh staf.
Karena Victor hampir tidak pernah berdiri untuk menyambut siapa pun.
"Selamat datang."
ucap Victor.
"Terima kasih."
jawab Alviano.
Keduanya duduk berhadapan.
Suasana menjadi sangat tenang.
Beberapa detik kemudian.
Mata Dewa Analisis Lv.3 aktif.
━━━━━━━━━━━━━━━
Victor Blackwell
Usia:
72 Tahun
Kekayaan:
Rp870 Triliun
Pengaruh:
Global
Kemampuan:
SSS
Tingkat Ancaman:
★★★★☆
Penilaian:
Lebih Berbahaya Sebagai Musuh Daripada Pemerintah Sebuah Negara
━━━━━━━━━━━━━━━
Alviano sedikit terkejut.
Ini pertama kalinya ia melihat seseorang dengan kekayaan mendekati satu kuadriliun rupiah.
Tak heran Black Crown memiliki pengaruh sebesar itu.
Victor menyesap tehnya.
Kemudian langsung berbicara.
"Kami menyelidikimu."
"Aku tahu."
Jawaban singkat itu membuat Victor tertawa.
"Dan kau tidak marah?"
"Kenapa harus marah?"
Victor semakin tertarik.
Selama puluhan tahun.
Ia telah bertemu ribuan pengusaha.
Ratusan konglomerat.
Dan puluhan pemimpin negara.
Namun belum pernah bertemu pemuda seperti Alviano.
"Kau berbeda."
kata Victor.
"Mungkin."
jawab Alviano santai.
Percakapan berlangsung hampir satu jam.
Mereka berbicara tentang bisnis.
Investasi.
Ekonomi dunia.
Teknologi.
Bahkan geopolitik.
Semakin lama berbicara.
Semakin besar keterkejutan Victor.
Karena wawasan Alviano jauh melampaui usianya.
Bahkan beberapa anggota Black Crown yang ikut hadir mulai memandangnya dengan hormat.
Pada akhirnya.
Victor meletakkan cangkir tehnya.
Lalu berkata:
"Aku akan langsung ke intinya."
"Aku mendengarkan."
Victor tersenyum.
"Kami ingin mengundangmu bergabung dengan Black Crown."
Kalimat itu membuat seluruh ruangan menjadi sunyi.
Karena Black Crown hampir tidak pernah merekrut anggota baru.
Terlebih lagi seseorang semuda Alviano.
Namun ekspresi Alviano tetap tenang.
"Kenapa?"
Victor menjawab tanpa ragu.
"Karena dalam tiga puluh tahun terakhir."
"Kau adalah orang paling luar biasa yang pernah kami temui."
Alviano terdiam beberapa saat.
Lalu melihat informasi sistem.
━━━━━━━━━━━━━━━
Pilihan Misi Khusus
Pilihan A:
Bergabung dengan Black Crown
Hadiah:
Rp20 Triliun
Pilihan B:
Menjadi Mitra Black Crown
Hadiah:
Rp50 Triliun
Pilihan C:
Menolak dan Membangun Kekuatan Sendiri
Hadiah:
Rp100 Triliun
Gelar:
Raja Kekayaan Independen
━━━━━━━━━━━━━━━
Alviano tersenyum tipis.
Lalu menatap Victor.
Pria tua itu menunggu jawabannya.
Begitu pula seluruh anggota Black Crown.
Namun jawaban yang keluar membuat mereka semua terdiam.
"Aku tidak ingin bergabung."
Ruangan langsung sunyi.
Karena ini pertama kalinya ada seseorang yang menolak undangan Black Crown.
Tetapi Alviano belum selesai.
"Aku juga tidak ingin menjadi bawahan siapa pun."
Senyum muncul di wajah Victor.
Karena entah kenapa.
Ia sudah menduga jawaban itu.
Dan justru karena itulah.
Ia semakin menghargai Alviano.
Seseorang yang tidak ingin berada di bawah siapa pun...
Biasanya hanya memiliki satu tujuan.
Berdiri di puncak tertinggi.
Sendirian.
Dan tanpa disadari siapa pun.
Hari itu.
Hubungan antara Alviano dan organisasi paling berpengaruh di dunia telah resmi dimulai.
Bukan sebagai atasan dan bawahan.
Melainkan sebagai dua kekuatan besar yang saling mengakui.
[Tamat Bab 12]