wanita bernama Ayu yang hidup dalam kemiskinan setelah menikah dengan suaminya yang bernama Sugi.
Sugi sang suami hanyalah pekerja serabutan yang penghasilannya tidak menentu, sehingga membuat Ayu mengambil jalan pintas dengan melakukan pesugihan yang mana mengorbankan anak atau anggota keluarganya.
Bagaimanakah kisah perjalanan Ayu, ikuti kisah selanjutnya..
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Siti H, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
soaok menakutkan-2
Sosok wanita dengan wajah menyeramkan itu bergerak masuk dari jendela dengan gerakan kaku hingga menimbulkan suara gemeretak. Kedua matanya dipenuhi oleh darah dan pakaiannya juga basah oleh cairan kental berbau amis yang sangat menyengat.
Bagas tak dapat bergerak sedikitpun. Tubuhnya terpaku dengan bibir yang bergetar saat melihat sosok itu hampir mendekatinya.
Gemerisik angin yang meniup daun jendela yang bergerak buka tutup dan menghempas sehingga menimbulkan suara nyaring yang semakin menambah kengerian saat ini.
Bagas teringat akan pesan bidan Andana yang memintanya agar selalu berdoa untuk meminta perlindungan kepada sang Rabb dari segala kejahatan setan, jin dan manusia.
Namun sialnya, ia bahkan lupa ayat apa yang harus dibacanya, sehingga merasakan otaknya sangat nge-blank.
Sosok itu sudah berdiri tepat dihadapannya dan jemari tangannya dengan kuku yang meruncing sudah berada tepat diwajah Bagas dan siap merobek dan mencabik daging lembut tersebut.
Saat bersamaan, Laila yang sudah lama menunggu sang adik mengambil daster dari kamar ibunya tidak juga keluar dari kamar. Ia berniat untuk melihatnya dan menutup tubuh sang ibu dengan handuk bersih.
Ia berjalan dengan terburu-buru dan ingin masuk ke dalam kamar.
Namun langkahnya terhenti diambang pintu saat melihat sosok wanita mengerikan sedang berdiri dihadapan Bagas yang siap untuk merobek kulit sang adik.
Tanpa berfikir panjang, ia masuk dengan langkah cepat,"A'udzubillahi minas syaithan nirrajim...," ucapnya dengan meraih batang penyapu dan menggetok kepala iblis wanita tersebut.
Sesaat sosok itu tersentak kaget dan menoleh kepada Laila. "Sakit, tau!!" ucapnya dengan wajah kesal dan membuatnya semakin terlihat sangat buruk rupa.
"Allahu laa ilaaha illa huwal hayyul qayyum...,"
"Sudah, sudah, aku pergi," ucap sosok itu, lalu melayang dan menghilang.
Laila merasakan degub jantungnya begitu kuat, ia bergegas menutup jendela dan menguncinya, lalu mengguncang pundak sang adik untuk menyadarkannya.
"Astaghfirullah," ucapnya dengan cepat saat menyadari jika saat ini Laila sang kakak yang berada dihadapannya.
Laila memeluk sang adik sembari menangis. Ia sangat takut saat ini. Ia tidak membayangkan jika saja sosok itu tadi membawa Bagas dan tentunya ia akan kehilangan adiknya satu orang lagi.
"Ibu, kak," ucap Bagas.
Laila menganggukkan kepalanya, lalu meraih daster yang ada didalam lemari.
Bagas melirik ke arah lemari yang terbuka, namun ia tak melihat lagi tumpukan uang dan juga perhiasan yang tadi ia lihat.
Bagas berlari ke luar rumah dan mengikuti sang kakak.
Melihat kakaknya menuju sang iby, ia justru menuju kamar untuk mengecek keberadaan adik-adiknya.
Setelah memastikan kondisi mereka aman, Bagas bergegas berwudhu dan shalat Maghrib.
Setelah selesai shalat Maghrib, ia membuka kitab suci dan melafazkan surah yasin dengan instingnya sendiri.
Seketika Ayu yang baru saja selesai berpakaian yang dikenakan oleh Laila tersadar dari tidurnya.
Ia mengge-linjang kepanasan dengan apa yang dilafazkan oleh Bagas.
Ia menutup telinganya dengan kuat dan berteriak dengan kencang hingga terdengar ke rumah tetangga.
"Haaaaa, Bagas, hentikan, hentikan itu, dasar anak siaalaan!!" makinya dengan teriakan yang melengking.
Ustaz Guntur yang kebetulan baru pulang dari mushola mendengar teriakan Ayu dan menyebut nama Bagas dengan nada kasar.
Laila menatap bingung. Tak berselang lama, Ayu bangkit dari tidurnya dan duduk dengan kaki berselonjor ke depan dan rambut panjangnya yang terurai menutupi wajahnya.
Kemudian ia bangkit dan membuat Lalila ketakutan. Gadis itu kebingungan dengan tatapan aneh dan mengerikan dari sang ibu.
"Baaagaas!" ucapnya lantang, lalu berjalan menuju kamar, dan tiba-tiba saja kukunya tumbuh meruncing, lalu menggedor pintu kamar mereka dengan aura membu-nuh.
Laila bergegas keluar rumah. Ia berlari ke halaman rumah untuk meminta pertolongan kepada siapa saja yang melintas.
Saat itu ia melihat ustaz Guntur sedang berdiri terpaku menatap gadis kecil itu, dan Yudi juga sedang lewat karena baru habis membeli sebungkus rokok.
"Pak Ustaz tolong, tolong saya," ucapnya dengan wajah pucat bak kapas.
"Apa yang terjadi?" tanya Ustaz Guntur dengan wajah penuh selidik.
"Ibu, Pak, Ibu," jawab gadis kurus itu, lalu tanpa persetujuan sang ustaz, ia menarik pergelangan tangan pria itu masuk ke dalam rumah.
Yudi yang mendengarnya merasa penasaran dengan apa yang terjadi. Ia menghentikan motornya, dan bergegas menyusul masuk ke dalam rumah.
Secara kebetulan, Darmadi juga baru tiba mengantarkan Sugi yang baru saja pulang melaut.
Darmadi dan Sugi yang bingung dengan dua mobil dan motor yang terparkir didepan rumah, tak sempat bertanya dan ikut memasuki rumah.
Sugi yang membawa beberapa kantong kresek berisi ikan sisa dari penjualannya, merasa sangat bingung dengan apa yang terjadi.
Saat mereka tiba didalam rumah, terlihat Ayu sudah mendobrak pintu kamar dan wajahnya begitu sangat menakutkan saat menatap Bagas yang sedang mendekap kitab suci didepan dadanya.
Wajah-wajah ketakutan yang terpancar dari raut wajah tak berdosa dari dalam kamar, tak membuat Ayu bersimpati apalagi merasa kasihan.
" Anak siaalan!.sudah ku katakan jangan pernah kau lafazkan itu dirumah ini, mengapa kau begitu sangat keras kepala!" ucapnya dengan sangat geram.
Ia sudah meringsek masuk ke dalam kamar, namun Sugi dengan cepat mencekal bahunya, dan tanpa diduga, Ayu menghempaskan tubuh Sugi dengan begitu mudahnya.
Braaaaaak...
Tubuh pria itu menghempas dinding, dan merosot jatuh ke lantai sembari meringis kesakitan.
Bagas tampak memucat, dan Ayu kembali memutar tubuhnya dan menatap.pada anak lelakinya. Meli yang melihat sang ibu berubah menjadi sangat mengerikan berteriak menangis ketakutan, dan Bagas merengkuh tubuh sang adik dalam.dekapannya, begitu juga dengan Nisa.
Ustaz Guntur bergerak cepat dan meminta Darmadi serta Yudi untuk memegangi tubuh wanita tersebut.
Tetapi lagi-lagi keduanya kalah tenaga oleh Ayu.yang seorang diri, dan keduanya ikut terpental dengan sangat mudahnya dalam satu hentakan saja.
Ustaz Guntur meraih tasbih dalam genggamannya, lalu merafalkan doa dan melemparkan tasbih tersebut ke arah wanita yang kini telah kerasukan oleh iblis yang ia abdi demi mencapai semua keinginannya.
Sesaat tasbih itu berkalung tepat dilehernya, dan membuat Ayu terdiam dalam sekejab, lalu limbung dan terjerembab dilantai.
"Dik, Dik Ayu," Sugi bergegas bangkit dan menggendong Ayu dengan cekatan, lalu meletakkannya di sofa dengan wajah penuh kekhawatiran, dan sejenak ia melupakan wajah ketakutan dari anak-anaknya.
Ustaz Guntur menghampiri anak-anak tersebut, lalu menenangkan mereka yang saat ini sangat syok dengan apa yang terjadi.
Sementara itu, Darmadi dan Sugi saling pandang sembari meringis menahan sakit.
"Apa, lu, liat-liat!" ucap Yudi pada Darmadi.
"Apa, Lu, peyang," balas Darmadi, lalu ikut menyusul ke kamar dan melihat kondisi para bocah yang saat ini sangat ketakutan.
untuk yang Mega J episode nya gak banyak jadi enak untuk dibaca
sampe baca 2x
oh aku ingat pelajaran Sugi yang cinta mati pada istrinya walaupun sudah tahu akan sipat nya
hidup Sugi
baru kali ini ana baca novel gini amat
Akhy Sugi kayaknya yang akan mendapatkan piala Oscar 2030 mendatang
Sugi genius
Sugi prosesor
Sugi
Sugi
Sugi
sugi.sugi
Sugi
Sugi cerdas