NovelToon NovelToon
Pergi Atau Bertahan

Pergi Atau Bertahan

Status: sedang berlangsung
Genre:Angst / Kehidupan di Sekolah/Kampus / Diam-Diam Cinta / Crazy Rich/Konglomerat / Romansa
Popularitas:63.9k
Nilai: 5
Nama Author: Siti Nurmaida

Olivia, Jatuh cinta dengan senior di kampusnya. Pernyataan cintanya ditolak dan dibenci seluruh kampus. Hidupnya berantakan, ibunya menjadi sasaran kemarahan dari orang-orang yang membencinya.

Untuk mengakhiri semua penderitaan, ia menjauhi seniornya, meninggalkan kota dan pindah ke kampus lain. Disaat kepergiannya, sosok pria yang sangat ingin ia hindari justru menyatakan cinta padanya.

Lalu bagaimana Olivia harus menanganinya? Apakah ia akan menerima cinta pria itu atau justru menolaknya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Siti Nurmaida, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 27

Olivia menatap gedung dihadapannya dengan takjub, lebih besar daripada gedung perusahaan milik papanya. Pantas saja papanya ingin mengajak kerjasama diperusahaan ini, pasti karena papa sudah meneliti nya terlebih dahulu.

Ia berjalan masuk kedalam gedung, melihat ramainya aktivitas karyawan yang berlalu-lalang disekitar ruangan. Ada yang sibuk dengan komputernya, sibuk menelpon dan sibuk berdiskusi. Melihat situasi sekarang pasti pemimpinnya adalah orang yang benar-benar kompeten.

"Ada yang bisa saya bantu?"

Ucap seorang wanita muda dengan rambut sebahu disebelahnya. Olivia mengangguk dan menatapnya.

"Saya ingin mengantarkan dokumen kerjasama kepada pemilik perusahaan ini"

Tanpa basa-basi, ia langsung menjelaskan niat kedatangannya. Melihat keramahan wanita itu membuatnya senang. Biasanya, jika perusahaan sebesar ini pasti banyak orang-orang yang angkuh. Tapi diperusahaan ini berbeda.

"Mari saya hantarkan"

Wanita itu mempersilahkan Olivia untuk segera mengikutinya. Olivia yang melihatnya langsung mengikutinya dari belakang. Sesekali ia melihat sekelilingnya dan melihat ruangan sekitarnya.

"Ini adalah ruangan pemimpin, anda bisa langsung masuk. Saya permisi dulu"

Wanita itu dengan sopan pamit untuk pergi. Olivia tidak lupa untuk mengucapkan terimakasih padanya, sebelum mengetuk pintu didepannya.

Tok...tok...

Ia mengetuk pintu dengan pelan, menunggu orang didalam memberikannya izin untuk masuk. Setelah mengetahui beberapa kali barulah ia mendengar suara dari dalam.

"Masuk"

Setelah sebuah suara menyuruhnya untuk masuk, barulah ia masuk. Olivia membuka pintu dan tidak lupa untuk menguncinya lagi. Ia melihat ruangan sekitar dan matanya tertuju pada satu meja kerja yang berada dipusat ruangan, pasti disitu pemimpin perusahaan ini duduk dan bekerja.

Tapi Olivia tidak melihat kehadirannya, lalu dimana suara itu berasal. Ia sempat menelusuri seluruh ruangan untuk mencari sosok yang memimpin perusahaan ini.

"Maaf, ada keperluan apa kamu kemari"

Sebuah suara ramah langsung melintas di telinganya. Ia lalu berjalan keasal suara, ternyata ia berada dibalik pintu.

"Saya ingin membawakan dokumen untuk kerjasama"

Olivia menyerahkan dokumen yang sejak tadi ia pegang. Ia dapat melihat bahwa seorang yang sejak tadi berada di balik pintu segara berdiri dan mengambil dokumen dari tangannya.

"Saya Regan, sekretaris pemimpin perusahaan ini. Untuk saat ini pemimpin sedang berada di luar kota, jadi saya yang akan menangani tugasnya sementara. Untuk kerjasama ini saya harus menunggu kehadirannya, setelah ia menyetujui kerjasama ini saya akan menghubungi kamu kembali"

Pria itu memperkenalkan namanya dan membaca lembaran dari dokumen yang baru diambilnya dari tangan Olivia.

Olivia langsung menatap kecewa pada pria dihadapannya, sebenarnya ia kemari karena sangat ingin bertemu dengan sosok hebat yang mampu mengembangkan perusahaan ini agar lebih maju. Tapi sekarang, ia malah tidak bisa menemuinya.

"Baik, terimakasih. Kalau begitu saya pergi dulu"

Olivia pamit dan pergi dari ruangan pemimpin. Ia berjalan dengan cemberut, semoga saja dokumen kerjasamanya disetujui. Seandainya perusahaan papanya bisa bekerjasama dengan perusahaan ini pasti sangat menguntungkan bagi perusahaan papanya kelak.

......

Alex sebenarnya sudah menolak untuk ikut dengan temannya ke Bar. Ia paling membenci tempat-tempat yang ramai seperti Bar. Tapi, karena paksaan ia akhirnya ikut dengan teman-teman yang menyandang sebagai mitra bisnisnya.

"Ayolah Alex, kenapa wajahmu terlihat muram. Hari ini kita akan berpesta dengan wanita-wanita cantik dan sexy untuk menghilangkan rasa lelah kita karena bekerja"

Yang barusan bicara adalah Steven, teman kuliahnya dulu. Tidak tahu kenap mereka bertiga sama-sama memasuki perusahaan milik keluarga masing-masing dan menjadi pemimpin. Perusahaannya juga berkerjasama dengan perusahaan teman-temannya itu.

"Kalau kau datang dengan wajah seperti itu maka wanita-wanita akan takut dan langsung pergi saat melihat mu"

Alex semakin menajamkan matanya saat mendengar kalimat Allano selanjutnya, mereka berdua sama-sama suka menguji kesabarannya.

Alex hanya menganggapnya acuh tak acuh, tidak peduli dengan apa yang mereka lakukan. Bahkan ia menatap jijik pada kedua temannya saat melihat mereka berciuman, berpelukan dan bermesraan dengan seorang wanita. Alex ingin sekali segera menjauh dari tempat yang menjijikkan ini.

Saat ia akan bangkit, seorang wanita tiba-tiba memeluk pergelangan tangannya dengan erat. Alex mencoba untuk melepaskan tangan wanita itu darinya.

"Tuan Alex, kau benar-benar sangat tampan hari ini. Ayo kita duduk dulu"

Ucap wanita itu dengan nada menggoda, ia menggesekkan dadanya ke lengan Alex. Alex yang melihatnya hanya memandangnya dengan jijik.

"Lepaskan!"

Semakin Alex melepaskan diri, semakin kuat pula wanita itu memegang lengannya.

"Ayolah tuan, kita bersenang-senang dulu"

Wanita itu bahkan berani mencium pipinya sekarang. Kesabarannya sudah hampir habis sekarang.

Brukk

Alex mendorong wanita itu dengan kuat, tidak peduli apakah wanita itu akan terluka atau tidak. Alex bisa merasakan bahwa wanita itu sempat menjerit kesakitan saat terjatuh, tapi ia tidak peduli.

Saat wanita itu terjatuh, banyak tamu Bar yang memandang kearahnya. Bahkan kedua temannya juga kaget saat melihatnya. Alex hanya memandang wanita itu dengan dingin, memberikan tatapan membunuh dan berjalan pergi.

Ia dapat mendengar teriakkan kedua temannya yang memanggilnya dari dalam. Tapi, ia tidak peduli dan memilih pergi. Seharusnya sejak awal ia tidak pernah datang ke tempat ini, benar-benar menyebalkan.

Alex lalu memilih untuk mengambil mobilnya dan berjalan pulang ke hotel tempat ia menginap. Hanya tinggal beberapa hari saja ia berada di kota ini, setelah itu ia akan segera kembali pulang.

.....

Disinilah Olivia berada, area pemakaman ibunya. Hanya ada makam orangtua angkatnya disini, ditemani oleh hamparan rerumputan yang luas. Untungnya orangtua kandungnya sudah membayar tempat ini agar tidak dibongkar. Karena mereka tau kalau Olivia sangat menyayangi tempat ini.

Ia duduk di tengah-tengah makam kedua orang tuanya, menaburkan Bunga yang sempat ia beli sebelum datang kesini dan menaburkannya dikedua makam orangtuanya.

Ia memandang lekat makam kedua orangtuanya, terlihat bersih dan terawat. Karena ia sudah membayar orang yang akan selalu merawat makam kedua orangtuanya agar terlihat bagus.

Mengelus batu nisan yang terdapat nama kedua orangtuanya, air matanya hampir menetes kalau saja tidak ia cegah. Ingatannya kembali disaat ia masih bersama-sama dengan mereka. Walaupun mereka sudah pergi, Olivia tetap merindukan mereka.

"Ayah, Ibu"

Ia mendengungkan satu nama yang sudah lama tidak ia sebutkan semenjak memanggil orangtuanya dengan sebutan papa dan mama.

Sudah 5 tahun ia tidak datang ke makam kedua orangtua angkatnya. Sekarang, setelah ia menetap dengan orang tua kandungnya disini maka ia bisa selalu datang dan melihat makam mereka.

Olivia juga ingin mengunjungi rumah lama mereka, tapi ia takut jika ada orang yang sudah menempatinya dan ia akan merasa tidak enak nantinya. Padahal ia ingin sekali melihat rumah itu, rumah terakhir bersama ibunya.

Langit mulai mendung, air mulai menetes dari langit. Ia harus segera pergi sebelum hujan. Ia bangkit dan berjalan pergi. Olivia sempat melihat kebelakang, lalu berjalan dengan senyuman. Tidak ada yang perlu dikhawatirkan lagi sekarang.

........Bersambung.......

1
Ilfa Yarni
kmn aja baru update LG thor
Vyone Shasha
lanjut thor seterusnya
mengandung bawang 😭😭😭😭😭
Salawati kayla
bagus ceritanya
Muhammad Bagus
keren thor.

kamu tau yg paling keren dari novelmu cara Alex melindungi dan membalas penganggu hubungan mereka.

sumpah. juara! aku ga nyangka sampe ke situ.

jgn kecewain aku ya thor. novelmu menjadi fav ku
Ilfa Yarni
syukurlah skr tinggal halalkan hubungan kalian
Muhammad Bagus
ingat thor gada ceritanya lo buat Olivia celaka.

yg hrs celaka ya Emily! buat si Alex seperti saat dia memperlakukan Hana. mempertahankan miliknya. melindungi cintanya
Muhammad Bagus
jgn ada aksi jebak menjebak pake obat perangsang trus si Alex terjebak thor. basi

dia bisa bersikap kejam ke Hana dk sampe membunuh Hana.

kenapa tdk bs bersikap kejam ke Emily.

toh sama aja. per3mpuan terobsesi ga jelas.
Mandala Abie
emily sableng
Ilfa Yarni
ya pastilah orang tua setuju toh demi kebahagiaan anknya
Mulia Hasan
bagus thor ceritanya..thor jng terll lama ya..Alex sm Olivia pisahnya ..🙏😔
Ilfa Yarni
waduh ternyata Emily psikopat serem jg tp Alex lbh serem lg
Ilfa Yarni
coba saja klo bisa
Ilfa Yarni
salam kenal thor
Sylvia Gho
so far ceritanya bagus..gak gantung2..saya pribadi bisa merasakan spti berada dlm cerita.. /Kiss/
shanty aan
bagus ceritanya/Drool//Drool//Drool/
Sadan Aulia
up tiap hari yg thor dan up yg byk 😊
Aulia Au
bagus ceritanya..tp bersambung
Maisarah Sarah
Lumayan
Maisarah Sarah
Kecewa
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!