Gisel seorang gadis dewasa memutuskan menikah dengan seorang Duda bersikap dingin dan memiliki seorang putri yang lucu dan cantik.
semua bermula dari perjodohan dari orang tua nya mereka.
tanpa di duga Putri dari laki - laki itu sangat menyukai Gisel,begitu juga dengan Gisel sangat mencintai putri Pria duda itu.
setelah mendapatkan Cinta dari putri pria itu,akan kah Gisel mendapatkan Cinta Pria itu juga?
Yuk Disimak.
Semoga suka ya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Shanti_San, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
28 - Kedatangan Tamu
Semua keluarga tampak berkumpul di rumah Brams dan Gisel.
Saat semua keluarga sedang asik menikmati kue buatan Gisel di siang hari.
Tiba - tiba terdengar suara bel berbunyi membuat Semua jadi bertanya - tanya siapa yang datang.
Gisel pun bermaksud akan membuka kan pintu,tapi di seka Bu Mira.
"Biar mama saja Gisel." Kata Bu Mira dan gisel pun mengiyakan dan kembali duduk menyuapi putri nya kue buatan nya.
Dipintu Utama.
Saat Mira membuka pintu ia terkejut melihat siapa yang sedang berdiri di pintu luar.
"Bibi Mira..." Sapa Seorang wanita muda.
"Pricil." Saut Bu mira tersenyum dan lansung saja Wanita yang bernama Pricil memeluk Bu Mira.
"Bibi,apa kabar?" Tanya Pricil sembari memeluk Bu Mira.
"Baik,kau sendiri apa kabar?,apa kau datang sendirian?,dimana Mama dan Papa?" Tanya Bu Mira.
"Papa dan Mama tidak datang Bi,mereka sedang sibuk,sementara aku baru selesai wisuda,jadi liburan dulu sebelum kerja di kantor Papa." Jawab Pricil.
"Oh,Ya sudah Ayo Masuk sayang,kau datang dengan apa?" Tanya Bu Mira sembari mengajak Pricil kedalam.
Bu Mira lalu mengajak keponakan nya ini,anak dari adik perempuan nya masuk ke dalam untuk di perkenal kan pada Gisel dan juga yang lain.
"Bibi Pricil." Teriak Thalia tapi tak beranjak dari duduk nya,karena ia lebih ingin selalu dekat dengan Gisel.
"Hai Manis,kau sudah besar sekarang." Saut Pricil.
"Gisel,perkenal kan ini adalah adik sepupu nya Brams,nama nya Pricil,dia baru menyelesai kan kuliah nya di amerika dan baru kembali." Kata Bu Mira.
Gisel pun segera bangkit berdiri dan mendekati Pricil yang berdiri di samping Mira,Sementara Pricil tampak binggung siapa yang sedang di kenal kan Tante nya pada nya.
"Hallo Pricil,Aku Gisel dan itu kedua orang tua ku." Gisel memperkenal kan diri nya pada Pricil.
"Aku Pricil,hallo Bibi,Paman." Saut Pricil.
"Ini siapa Bi?" Tanya Pricil ke Bu Mira.
"Apa Papa dan Mama mu tak menceritakan ini pada mu?,Ini Istri nya Kak Brams mu." Jawab Bu Mira.
"Kak Brams sudah menikah?,Maaf kakak Ipar aku tidak tahu." Kata Pricil merasa tidak enak.
"Tidak apa - apa Pricil,ayo duduk lah dulu,nanti bibi Emi akan membawa kan koper mu ke kamar." Kata Gisel mengajak Pricil,Pricil pun tersenyum dan mengiyakan.
Obrolan serta cerita dari Pricil pun tertuang di meja makan dan semua yang ada di sana pun mendengar kan.
Tidak berapa lama,tampak Brams memasuki rumah dan Pricil segera bangkit dari tempat duduk nya dan berjalan menghampiri Kakak sepupu kesayangan nya itu.
"Kak Brams,kau sudah pulang bekerja." Sapa Gisel dan memeluk Brams.
"Hei,kapan kau datang?,dimana Paman dan bibi?" Tanya Brams.
"Aku baru pulang seminggu ini,Papa dan Mama tidak datang kak,mereka masih sibuk." Saut Pricil.
"Aku ingij menginap di rumah Kakak,Apa boleh?" Tanya Pricil.
"Kenapa tidak dirumah Papa dan Mama saja,kalau kau mau datang bisa meminta supir mengantar mu." Jawab Brams.
"Kakak,kau jahat sekali tidak mengizinkan ku menginap disini." Ucap Pricil cemberut.
Brams lalu melihat Gisel,dengan tatapan seperti meminta Izin pada Gisel dan semua mata bisa melihat tatapan Brams pada Gisel.
Gisel pun tersenyum dan mengangkat kedua bahu nya seperti mengisyarat kan pada Brams semua terserah pada suami nya itu.
"Baiklah,kau boleh menginap disini." Jawab Brams lalu berjalan mendekati Gisel yang sedang duduk.
Pricil melihat Brams yang dulu tidak ingin dekat dengan wanita lain setelah istri nya meninggal tampak sudah berubah.
.
.
.
.
.
Bersambung