Berawal dari hubungan sebagai tetangga hingga pada akhirnya takdir merubahnya menjadi sebuah hubungan yang terjalin dalam ikatan rumah tangga.
Daffin Malik Narendra tidak pernah menyangka jika dirinya akan berjodoh dengan putri dari tetangganya. Tentu saja hal ini terjadi lantaran sang mama yang begitu terobsesi untuk menjadikan putri dari tetangganya itu sebagai menantunya.
Begitu juga dengan Kanaya. Dirinya sama sekali tidak pernah menyangka akan berjodoh dengan Daffin yang tak lain anak laki-laki dari tetangganya. Apalagi dimata Kanaya, Daffin adalah pria dingin dan menyebalkan.
"Bukannya dapat jodoh cowok yang cool, ini malah dapatnya kanebo kering." Kanaya Putri
"Buat apa cobak kuliah jauh-jauh sampai keluar negeri kalau ujung-ujungnya nikah sama tetangga. Mana cabe-cabean lagi." Daffin Malik Narendra.
Akankah keduanya mampu menjalani hari-hari mereka sebagai sepasang suami istri?
Yuk ikuti terus jalan ceritanya dan jangan lupa untuk selalu meninggalkan jejak.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Risalah_Hati, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bukan Muhrim
"Nay lo kenapa sih, gue perhatiin dari tadi lo kayak lagi ada masalah gitu. Mana sensian mulu dari tadi." Naya yang biasanya selalu ceria, entah kenapa akhir-akhir ini berubah jadi sangat pendiam.
"Gak ada, gue cuma lagi PMS saja. Jadi bawaannya bed mood mulu. mungkin makan yang seger-seger bisa baikin mood gue kali."
"Gitu ya."
"Hem..."
"Yaudah, biar bad mood lo jadi good mood, gimana kalau pulang kuliah kita makan baksonya pak Minto? Kayaknya udah lama kita gak kesana"
Mendadak Naya jadi bingung sendiri. Apa yang baru saja di ucapkannya, justru menjadi bumerang bagi dirinya sendiri.
Jelas-jelas jika pulang kuliah ini dia diminta kebutik untuk fitting baju pengantin. Meski hatinya enggan, namun bagaimana lagi, dia tidak ingin mengecewakan kedua orang tuanya.
"Gu-gue gak bisa Nin, ini gue diminta nemenin bunda ke acara temennya." Beruntung otaknya bekerja dengan baik jadi meski sempat gugup nyatanya dia berhasil mencari alasan yang tepat.
"Ya udah balik yuk. Lo gak bawa motor kan? Ayo sekalian biar gue anter"
Ajakan Nindi ini kembali membuat Naya bingung. Pasalnya saat ini Daffin tengah menunggunya didepan area kampus. Tapi mau berkata jujur, Naya tentu saja belum siap.
Bagaimanapun Naya tidak mau sahabatnya ini tau dulu jika sebentar lagi dirinya akan menikah. Apalagi nikahnya dapat tetangga, auto diledekin habis-habisan dianya.
Flash Back
"Lo kesambet apa ketempelan jin sih, dari tadi cengar-cengar mulu."
Disela-sela jam istirahat sebentar yang diberikan guru olah raga, terlihat Naya, Nindi, Shela dan Risma menyempatkan untuk kekantin. Mereka yang merasa haus setelah praktek olah raga langsung bergegas kekantin untuk memesan minuman.
Namun saat semua tengah asik menikmati minuman masing-masing, terlihat Nindi yang malah fokus dengan ponselnya. Dia nampak cengar-cengir sendiri. Bahkan segelas jus jeruk didepannya sama sekali tak membuat perhatian nya teralihkan.
Tentu saja hal ini membuat Naya yang memang sejak tadi memperhatikan tingkah sahabatnya ini terlihat heran.
"Apaan sih, ganggu orang aja." Kesal Nindi saat ponselnya hendak direbut oleh Naya.
Nanya yang kaget ,reflek menutup mulutnya saat dirinya tak sengaja melihat isi chat diponsel Nindi.
"Astaga Nin, gue gak lagi salah baca kan? Bener ini lo Jadian sama kak Azka?"
"Kalau iya kenapa? Dia baik kok, udah gitu ganteng, calon dokter lagi." Nindi terlihat membanggakan kekasihnya ini.
"Ganteng sih ganteng, tapi masak iya sama tetangga. Entar kalo putus gimana move on nya? Kan tiap hari ketemu." Ucap Naya enteng, tak tau saja jika wajah Nindi sudah berubah masam.
"Hust, jangan bilang gitu. Kasian itu Nindinya." Risma sepertinya tidak terima dengan apa yang dikatakan Naya barusan.
"Tau tuh, doain temen kok jelek banget." Nindi kesal
"Oke-oke gue minta maaf. Sekarang pertanyaannya gue ganti. Semisal nanti lo jadi nikah sama kak Azka apa lo gak kepengen gitu ngerasain mudik yang agak keren dikit lah. Atau pas liburan berkunjung kerumah mertua yang agak jauhan, biar feel nya dapet."
"Alasannya lo gak jelas banget. Gak ada hubungannya kali nikah sama mudik. Malah kalau nikahnya sama tetangga, secara tidak langsung kita menghemat BBM. Kan gak perlu tuh kita ngabis-ngabisin bensin. Cukup nyeberang, nyampek deh." Nindi sepertinya tidak mau kalah argumen dari Naya.
"Terserah, tapi kalau gue sih amit-amit deh pacaran sama tetangga. Biar kata lagu kalau rindu tinggal nongol depan pintu, gue tetep ogah."
"Dih, biarin aja kali. Hati-hati gue, kenapa lo yang sewot. Sumpah ya, gue doain lo nikahnya dapet tetangga."
"Ya gak mungkinlah."
"Oke kita lihat saja nanti."
Flash Back off
"Ayo naik." Nindi menyenggol Naya yang masih nampak bengong. Padahal Nindi sendiri sudah menyalakan motornya.
"Gue ikut sampek depan aja ya, soalnya bunda mau jemput aku katanya." Dustanya agar tak membuat Nindi curiga.
"Yasudah kalu begitu biar sekian aku nungguin sampek tante Dania datang ya, soalnya gue lama gak ketemu, jadi kangen."
Naya tentu saja panik, karena bagaimana bisa sahabatnya ini terlihat ingin nungguin bundanya datang. Ya kali ditunggu sampek lebaran monyet gak bakalan datang.
Naya yang sebelumnya tidak pandai berbohong, tentu saja sedikit kesulitan untuk mencari alasan yang tepat. Diapun sampai dibuat bengong sendiri.
Namun tak lama, kesadarannya kembali saat mendengar ada notif pesan diponselnya.
📱Cepetan, gue bosen nungguin dari tadi
Ternyata pesan itu dari Daffin. Sepertinya pria itu marah karena sudah terlalu lama menunggu.
"Nin, lo duluan aja gih. Barusan bunda kirim pesan katanya masih mampir ambil kue dulu buat oleh-oleh."
Dalam hati Naya merasa sangat bersalah karena sudah membohongi sahabat baiknya ini.
"Yaudah gue duluan. Titip salam buat tante Dania ya, bilangin gue kangen banget."
Nindi langsung melajukan motornya dan meninggalkan Naya.
Naya yang merasa lega, langsung terlihat mengusap-usap dadanya.
Sekarang tinggal ngadepin pria nyebelin itu. Pasti bentar lagi gue diomel-omelin sama tu orang.
Begitu motor Nindi mulai tak terlihat, Naya segera berjalan menuju kemobil pajero hitam yang terparkir tepat disebelah pedagang boba.
Naya sengaja memilih duduk dikursi belakang lantaran dirinya merasa risih jika harus berdekatan dengan cowok yang menurutnya sangat menyebalkan ini.
Bahkan Naya sengaja menulikan telinganya dengan tidak menanggapi ocehan Daffin yang memintanya untuk didepan. Daffin kesal karena dengan Naya yang memilih duduk dibelakang, dirinya jadi berasa seorang supir.
"Kedepan gak. Atau mau sekalian gue gendong biar lo pindah kedepan."
Mendengar ancaman Daffin, tentu saja Naya langsung turun dan berpindah duduk disamping Daffin.
"Nah, ini baru bener. Belum jadi istri udah bangkang mulu."
Naya terlihat mengernyitkan dahinya begitu mendengar Daffin menyebut kata istri. Sementara Daffin biasa saja karena sepertinya Daffin tidak sadar saat mengucapkan kata itu.
Sepanjang perjalanan hanya ada keheningan diantara keduanya.
Hingga tanpa terasa mobil yang kendarai Daffin sudah terparkir didepan butik yang cukup besar.
"Turun, atau kamu memang bener-bener pengen digendong saya?
Sengaja Daffin melayangkan ultimatum dulu sebelum Naya berulah lagi.
"Dih, siapa juga yang pengen digendong situ. Nih liat, seal belt nya gak bisa dibuka." Naya mengarahkan kedua bola matanya pada seal belt yang sedang berusaha dilepaskannya.
"Kok bisa sih, jangan-jangan kamu sengaja modusin aku biar kita bisa lebih deket."
"Gak sudi aku deket-deket kamu. Yang ada bikin kulit aku gatal-gatal." Naya tak terima saat Daffin mengatakan jika dirinya sebagai tukang modus.
Tak ingin berdebat, Daffin pun langsung mendekat kearah Naya.
Dan ternyata benar, seal belt yang dipakai Naya mendadak tidak bisa dilepas.
"Sial, kok bisa gini sih." Daffin masih terlihat berusaha untuk melepasnya. Hingga tanpa sadar tubuhnya semakin mendekat kearah Naya. Bahkan saat ini keduanya sama-sama merasakan hembusan nafas masing-masing.
"Astaga Daffin, kamu sama Naya itu belum muhrim. Ini kenapa kamu mau main nyosor aja sih."
TBC.
nah bonusnya Bunga aj ya, Fin..
😂🤣
bang..
bangKruutt
😆🤣
gaskeunnnnn
itu barusan
satria???
aqu pun jd nyesal nih dukung naya
udah jd istri pun blm bisa berubah..
kena lagiiii
ampyuun uunn Bund
author dan naya joinan stres nih????
mmg benar..
ingin kebahagiaan mu..
smg langgeng ya, Nay....
sing sabar....
singkat jelas padat dan SiGap!
😃🤣🤣
gawat darurat nih...
.
awas aj loe gk.nikahin naya ya, fin..
gue kaburrrrrrrrrr
sok. Jaim
ujung ujungnya narik tangan juga..
😃🤣
Biarin JuTek tp ttp Tegas!!
tapi juteknya cukup ma Raisa
aj ya, No Naya!!!
😁🤣🤣
berat nih, Nay...
ada saingan CLBK
cinta lama berjuang kembali...
wkwkwk 🤣