NovelToon NovelToon
Noda Dibalik Cadar

Noda Dibalik Cadar

Status: sedang berlangsung
Genre:Teen / Romantis / Patahhati / Cintamanis
Popularitas:54.1k
Nilai: 5
Nama Author: Amallia

Arsyila Almahira, seorang mahasiswi tingkat pertama yang berprestasi tetapi mengalami kejadian pahit. Tersebarnya video scandal itu membuat dirinya harus pergi jauh dari ibukota. Ayahnya bahkan mengusirnya dari rumah dan tak lagi menganggapnya anak.

Arsyila memutuskan untuk merubah penampilannya menjadi wanita bercadar. Ia berpindah kuliah di universitas Islam dengan jurusan berbeda dari sebelumnya. Ia juga tinggal di pesantren untuk memperdalam ilmu agamanya. Jujur, kejadian yang menimpanya membuatnya sedikit trauma dan berniat untuk memperbaiki diri.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Amallia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode.25

Sesuai permintaan orang tua Ustadzah Hilya, semalam Adam dan orang tuanya datang melamar. Namun, itu bukan akhir dari kisah cintanya. Adam menganggap pertemuan semalam tidak pernah terjadi. Ia masih yakin jika ia hanya berjodoh dengan Arsyila.

Gosip pertunangan mereka sudah menyebar di pesantren. Namun, semua santri tidak tahu jika alasan di balik pertunangan itu karena Ustadzah Hilya yang telah ternoda. Hanya ada dua orang santri yang terlihat tidak setuju dengan gosip itu. Mereka adalah Salma dan Fatimah. Sebagai sahabat Arsyila tentu Fatimah kecewa mendengar jika Adam telah bertunangan dengan wanita lain.

“Fa, kamu mau kemana buru-buru sekali?” tanya Salma yang baru keluar dari kelasnya.

“Mau menemui Adam. Enak saja dia main tunangan sama yang lain. Aku nggak rela Arsyila disakiti olehnya. Eh sudah dulu ya, itu orangnya.” Lalu Fatimah melangkah cepat dengan sedikit berlari ke arah Adam.

Fatimah mengajar Adam hingga sampai di gerbang depan. “Hei Adam, tunggu!” teriaknya.

Adam menoleh, menatap wanita yang menurutnya tak asing. Ia tahu wanita yang sedang menatapnya tajam itu sahabatnya Arsyila.

“Aku ingin bicara denganmu,” ucap Fatimah.

“Kita bicara di belakang kampus saja,” ujar Adam memberikan saran.

“Baik,” jawabnya.

Fatimah menyuruh Adam pergi duluan sedangkan dia mengikutinya di belakang. Sesampainya di belakang kampus suasana disana tampak sepi.

“Apa maksudnya kamu dengan mudahnya bertunangan dengan Ustadzah Hilya? Apa semua lelaki memang seperti itu, memilih yang terlihat suci dan anak Kyai. Memangnya apa salah Arsyila?” Fatimah melontarkan berbagai pertanyaan kepada Adam karena kekesalannya.

“Aku di jebak. Aku juga tidak ingin bertunangan dengannya,” jawab Adam.

“Kamu yakin? Ini bukan akan-akalan kamu saja kan yang mencoba cari alasan?” Fatimah tidak percaya begitu saja kepada Adam.

“Aku memang di jebak.” Lalu Adam menceritakan apa yang ia ingat sebelum ia berada di kamar Ustadzah Hilya.

“Sialan, sepertinya ada yang bermain licik. Kita harus selidiki semua ini. Siapa pun bisa saja menjadi tersangka utamanya. Tugas kamu menyelidiki di asrama putra. Siapa tahu yang melakukan hal bejat itu salah satu santri putra dan tugasku menyelidiki para santri putri dan juga keluarga Abah Ahmad,” ucap Fatimah.

“Baiklah, mari kita bekerja sama untuk mencari dalang dari semua ini. Aku yakin jika orang itu masih berada di sekitar pesantren,” ucap Adam.

Setelah sepakat, mereka kembali berpisah. Fatimah sudah tidak sabar untuk mencari orang yang sudah memfitnah Adam. Fatimah tidak ingin hubungan Arsyila dan Adam berakhir karena masalah ini. Bisa-bisa pihak yang sudah merencanakan semuanya malah asyik bersorak ria.

...

...

Sore harinya Fatimah sengaja tak ikut mengaji dengan alasan sedang sakit. Setelah semua santri putri pergi mengaji, Fatimah diam-diam pergi dengan menyamar memakai cadar. Tujuan ia saat ini ke rumah Umi Khadijah. Siapa tahu disana ia bisa dapat petunjuk. Mengingat keluarga Umi Khadijah yang mendapatkan musibah tersebut.

Fatimah yang berjalan mengendap-endap tak sengaja menginjak ranting pohon.

“Eh siapa itu?” tanya seseorang dari jarak yang cukup dekat.

Fatimah bersembunyi di balik tembok agar tidak kelihatan. Sepertinya ada tiga santri putra yang sedang membolos, karena salah satunya dari pemilik suara tadi.

“Tidak ada apa-apa, Bos,” ucap salah satu dari mereka.

“Mungkin kucing lewat,” sahut teman yang satunya lagi.

“Mana nih orang lama banget,” ucap lelaki yang mereka sebut bos.

Tak lama mereka mendengar suara langkah kaki. Fatimah sedikit mengintip. Ternyata ada seorang wanita yang menghampiri ketiga pemuda itu.

“Siapa dia? Apakah dia Ustadzah Hilya?” batin Fatimah.

Tak sengaja Fatimah mengaduh sakit karena ke gigit semut. Sia-sia ia bersembunyi karena kini keberadaannya sudah di ketahui.

“Tangkap dia! Jangan sampai dia berbuat ulah,” ucap Ustadzah Hilya kepada ketiga pemuda itu.

Fatimah langsung berlari dari sana. Misi pertamanya gagal, tetapi setidaknya ia memiliki petunjuk jika Ustadzah Hilya sangat mencurigakan.

Akhirnya Fatimah berhasil lepas dari kejaran mereka. Ia bersembunyi di kamarnya lalu menguncinya. Begitu juga dengan semua jendela kamar ia tutup. Namun, ia masih bimbang memikirkan keanehan Ustadzah Hilya. Padahal dia tidak salah apa pun tetapi Ustadzah Hilya terlihat panik saat melihatnya sedang bersembunyi. Mungkin memang ada sesuatu yang di sembunyikan dari semua orang.

‘Sepertinya Ustadzah Hilya patut di curigai sebagai pelaku penjebakan Adam,’ batin Fatimah.

...

...

Selama dua hari ini Fatimah di hukum oleh Ustadzah Hilya untuk membersihkan seluruh kamar mandi di asrama putri. Ustadzah Hilya menghukumnya dengan alasan Fatimah sudah bolos mengaji. Padahal itu hanya alibi saja. Sepertinya Ustadzah Hilya mulai tak suka kepada Fatimah karena tempo hari sempat ingin menguping pembicaraannya bersama ketiga pemuda yang merupakan santri putra.

“Akhirnya kelas juga,” gumam Fatimah sambil merenggangkan tangannya. Lalu ia membuka pintu toilet tetapi tak bisa dibuka.

“Sepertinya ada yang iseng,” gumam Fatimah lalu mengetuk pintu berulang kali.

Tok tok

“Siapa di luar? Buka pintunya! Awas jangan usil ya,” teriak Fatimah.

Setelah menunggu beberapa jam akhirnya ada juga yang membukakan pintu. Itu juga salah satu santri yang baru selesai mengaji. Fatimah yang terpaksa bolos karena terkunci akhirnya mendapatkan hukuman lagi dari Ustadzah Hilya untuk hari esok. Beberapa santri putri yang tahu hukuman Fatimah, mereka hanya diam saja. Mereka takut ikut campur urusan mereka. Apalagi Ustadzah Hilya bukan sembarang orang.

“Sial, sepertinya aku di kerjain sama itu Ustadzah jutek. Awas saja nanti aku bongkar semua tindakan semena-menanya,” gumam Fatimah sambil mengepalkan tangannya.

Salma melihat Fatimah yang baru datang ke kamar dengan pakaian yang ia kenakan sedikit basah.

“Habis ngapain kamu, Fa? Kenapa kamu tadi bolos mengaji?” tanya Salma.

Fatimah menghela napasnya. “Biasa, ini kerjaan Ustadzah Hilya. Orang macam itu nggak pantas jadi Ustadzah. Lihat saja nanti aku akan mencari tahu kesalahannya.”

“Jangan seperti itu! Kamu harus cari aman kalau masih mau berada disini. Kamu tahu kan kalau Ustadzah Hilya itu anak Abah Ahmad. Jangan sekali-kali cari masalah dengannya,” ujar Salma.

“Aku tidak takut sama sekali,” ucap Fatimah penuh keyakinan.

“Baiklah terserah kamu saja. Yang penting aku sudah mengingatkan. Jangan sampai kamu terkena masalah karena mengurusi urusan orang lain,” ujar Salma mengingatkan.

Fatimah hanya diam saja. Ia tak lagi menimpali perkataan Salma. Apa yang di katakan oleh Salma memang benar, tetapi demi Arsyila ia akan melakukan apa pun, termasuk menyelidiki Ustadzah Hilya. Jika memang dugaannya salah, ia sudah memikirkan konsekuensi yang bisa saja ia dapatkan.

‘Tenang Arsyila, aku akan berjuang untuk meyakinkan semua orang. Semoga saja pernikahan mereka tidak akan pernah terjadi,’ batin Fatimah.

1
Umun Munawaroh
sangat bagus
Airin See
cerita nya bagus
zevayya abrielle
pengen gue buang ke amazon mak tirinya sih cilla
Dek Raraaa
laku banget adam yaaa ..
hahaha 🤣🤣🤣
Tien Tiennesdha Titin
nah ada kecebong lagi yg mau dekatin si Adam 😄,hati hati Adam jangan sampe terjebak Ama si cebong nesa 😄
Dek Raraaa
ahh cilla .
kamana wae eta .. 🤣🤣🤣
Ama
aku lum update ya, hp ku yg buat nulis di rumah, aku nya lagi pergi belum pulang
Dek Raraaa
😭😭😭😭cilaaaaaa
Dek Raraaa
jangan smpe ada poligami ya thorrr..
🤣🤣🤣
Dek Raraaa
eng inggg enggggg ..
saudaranya mungkinn . atau adiknyaa . 🤣🤣🤣🤣🤣
Dek Raraaa
cie ilehhh .😆😆😆
org tua ga tau apa manten baru
pake nannya lagi ga buka pntu lama ngapain . 😝😝😝😝
Miftahul Jannah Maulida
hajar terus adam jangan kasih kendor🤣😊
Dek Raraaa
uhuyyyy . buka puasaaa ayang adamm yaa 🤣🤣🤣
Miftahul Jannah Maulida
terima kasih up nya kak othor
Miftahul Jannah Maulida
syukur lah semoga tidak ada masalah lagi yah kak di pernikahan mereka
Dek Raraaa
gus ilham denger apa ga ngilu yaa 🤣🤣🤣 ning aisyah jga kek nya ga baik baik bgt sma ky hilya licik kynyaa ..
Miftahul Jannah Maulida
legaaaah akhirnya kebusukan hilya terbongkar, gak pantes gelar ustadzah tetap melekat
Dek Raraaa
hahhhh lega ...
habs ini apalgi konflik nyaa . 🤣🤣 seruu yaaa.
Miftahul Jannah Maulida
semoga memang batal dan terbongkar semua kelicikan ustadzah hilya
Tien Tiennesdha Titin
nah si Fatimah mungkin udah ada bukti ,klo ustat hilya licik 😄
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!