NovelToon NovelToon
Menikahi Pria Tidak Sempurna

Menikahi Pria Tidak Sempurna

Status: tamat
Genre:Selingkuh / Pengganti / Cerai / Penyesalan Suami / Tamat
Popularitas:9.3M
Nilai: 4.9
Nama Author: BumbleBee

Freya tidak pernah menduga ia harus melepaskan sang kekasih, menyakiti perasaan pria yang ia cintai dan juga mengubur dalam perasaannya demi menikah dengan seorang Billionaire yang tidak ia kenal sama sekali.

Takdir seperti apa yang akan Freya jalani dan apa alasan dibalik ia bersedia menikah dengan pria asing tersebut? Lalu bagaimana jadinya jika ternyata pria yang sudah menjadi suaminya ternyata memiliki seorang istri yang artinya Freya hanya dijadikan sebagai istri kedua. Akankah Freya mempertahankan pernikahannya atau justru mengakhirinya dan kembali kepada kekasihnya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon BumbleBee, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Awal Mimpi Buruk

Freya menatap takjub mobil putih mewah yang terparkir nyata di hadapannya. Sungguh ia masih tidak percaya bahwa Daniel membelikannya hadiah segagah itu, bahkan beberapa kali ia bahkan menepuk-nepuk wajahnya untuk membuktikan bahwa semuanya nyata.

"Kau menyukainya?" Bibir Daniel menyunggingkan senyum geli melihat raut wajah kagum yang terlukis di wajah Freya.

"Hanya orang bodoh yang tidak menyukai barang mewah?" tukas Freya dengan tatapan berbinar-binar, jelas sekali bahwa ia sangat senang dengan hadiahnya. "Tunggu dulu, kau sedang tidak jatuh cinta padaku, bukan? Maksudku, kau sedang tidak berusaha merebut hatiku?" Wajah Freya terlihat serius. Daniel hampir saja tersedak mendengar tuduhan wanita itu, sedangkan Will yang berdiri bersisihan denga Freya terkikik geli. Freya menoleh kepada Will, dan sontak menepuk jidatnya dengan sebelah tangannya, "Astaga, fikiran konyol macam apa itu" ia pun tergelak sendiri.

"Bagaimana bisa aku melupakan hubungan kalian berdua" lanjutnya lagi.

"Hmm, kau ingin mencobanya?" Daniel mengabaikan tukasan konyol wanita di hadapannya itu, sekarang ia bertanya-tanya kapan wanita itu menyadari kekeliruannya dan sekarang sahabat tersayangnya, Will seakan memanfaatkan keadaan itu, bahkan sekarang pria itu dengan santainya menggandeng tangan Freya. Ingatkan dia untuk mematahkan tangan pria itu nanti.

"Tentu saja" Freya melompat kegirangan. Ia segera menerima kunci yang disodorkan oleh Daniel. "Terima kasih"

"Kau tidak ingin berterima kasih padaku?" Will menimpali seraya merentangkan kedua tangannya, "Aku yang sudah memilihkan mobil itu, dan satu pelukan cukup bagiku" Will mengerling jenaka. Freya mengangguk, dan dengan polosnya ia segera mendekati Will berniat memeluk pria itu. Sayang, sepertinya Will harus lebih banyak berbuat kebaikan agar bisa merasakan pelukan wanita itu, karena begitu Freya merentangkan kedua tanganya, Daniel masuk diantara keduanya, sehingga Freya memeluk tubuhnya. Freya berdecak seraya memukul lengan Daniel.

"Aku tidak akan merebutnya darimu" Freya mendelik kesal, ia masih mengira Daniel cemburu terhadapnya.

"Padahal aku tidak keberatan untuk berbagi" Will menimpali dan ucapannya terdengar sangat ambigu.

"Kau tidak membelinya untukku, Kakak?" Liora dan Erick yang kebetulan ingin pergi, melihat mobil mewah itu terparkir di sana, sontak membuat Liora iri dan kesal dalam saat bersamaan.

"Itu hadiah pernikahan" Daniel memoleh sekilas ke arah adik perempuannya, "Jika kau mau, minta kekasihmu itu untuk membelikannya" Daniel melirikkan matanya ke arah kekasih adiknya. Ia tersenyum meremehkan, tapi Erick-pria brandalan itu hanya acuh, tidak terlihat tersinggung atas tatapan meremehkan Daniel.

"Wow..Fre, mobil yang sangat tangguh, setangguh dirimu, Babe!" Erick mengerling genit, mengabaikan tatapan horor dua bersaudara Rodiquez, bahkan Erick mengabaikan cubitan di perutnya. Will menelisik wajah Erick, lalu menoleh pada Daniel.

"Sepertinya adik iparmu itu berniat merebut istrimu, Dude" kekehnya geli.Ya, tatapan kagum Erick terhadap Freya, ia tunjukkan secara terang-terangan. Defenisi pria brengsek dan gentel secara bersamaan.

"Ck!" Daniel hanya berdecak seraya memalingkan wajahnya. Sepertinya ia harus memberi ultimatum kepada Liora, bahwa kekasihnya itu tidak ada beresnya.

"Kau tidak ingin menguji kemampuan mobil itu, Fre?" tanyan Erick dengan santainya.

"Ya, aku akan mengujinya. Ini pasti sangat hebat."

"Butuh teman?" tawar Erick yang kembali mendapat sorot mata tajam dari Daniel, dan cubitan dari kekasihnya, sementara Will yang menyaksikannya di sana hanya bisa terkekeh menikmati kebrengsekan kekasih adik dari sahabatnya itu, yang dengan beraninya menggoda istirinya.

"Ya, aku memang butuh teman," Daniel melotot ke arahnya mendengar jawaban ringan Freya, Will kembali tergelak, bahkan Will bersiul kagum.

"Tapi jika aku mengajakmu, aku yakin macan betina yang ada di sampingmu akan segera menerkamku" tukasnya tidak acuh, mengabaikan sorot mata tajam Liora. "Mungkin lain kali aku akan mengajakmu," Freya mengerling.

"Oh, Babe..aku menunggu hari itu."

"Berhenti memanggillnya Babe, sialan!!" Daniel dan Liora kompak mengatakan hal yang sama.

🌽🌽

Freya mengemudi mobilnya secara gila-gilaan. Bugattinya melesat kencang seperti angin, sungguh ia sangat menikmatinya, hal seperti inilah yang ia butuhkan untuk melupakan kepenatan hatinya akan kecurangan keluarga yang tidak benar-benar bisa disebut sebagai keluarga.

"Wuuaahhhh, ini sungguh menakjubkan," pekiknya dengan suara kencang.

Entah sudah berapa jam lamanya Freya berkeliling bersama pangerannya. Ya, Freya memberi nama mobilnya Pangeran. Kini ia sudah kembali memasuki jalanan kota, Freya pun menurunkan laju mobilnya.

Ciiiiittttt

Freya tiba-tiba menginjak pedal remnya, decitan kuat pun terdengar hingga memekakkan telinga. Freya hampir saja menabrak seseorang yang tiba-tiba menyeberangi jalan. Freya berusaha menenagkan dirinya, menarik napas sedalam-dalamnya lalu menghembuskannya keluar, ia melakukakannya berulang kali untuk meminimalisir debaran jantungnya. Begitu merasa tenang, Freya segera turun dari mobilnya.

"Kau baik-baik saja?" Freya berjongkok di hadapan seorang wanita yang terlihat masih menundukkan kepalanya. Freya menyentuh bahu wanita itu, dan secara perlahan kepalan wanita itu terangkat. Wanita itu terperanjat seketika begitu melihat wanita yang hampir saja menabraknya tidak lain adalah wanita lain, yang menjadi istri dari suaminya saat ini. Ya, wanita itu adalah Clara. Seakan menemukan ide briliant, Clara tiba-tiba menangis meraung, membuat Freya panik seketika.

"Kenapa kau tidak menabrakku saja sampai mati."

"Apa kau sudah bosan hidup?" Freya menimpali dengan dahi berkerut.

Jika dia memang ingin mati kenapa harus merepotkan orang lain dengan menabrakkan diri, bisa saja ia menggantung dirinya di kamar pribadinya, atau tidak terjun bebas ke aliran sungai yang deras, kenapa harus ke jalan raya ini dan kenapa harus bertemu dengan, Pangeranku.

"Apa gunanya aku hidup, jika tidak ada yang mengiginkanku lagi" Clara memasang wajah sedih teraniaya, dan ya, Freya terdiam untuk sesaat, sepertinya ia mulai terpengaruh atas ucapan wanita itu, tidak membiarkan kesempatan itu berlalu begitu saja Clara menatap Freya dengan tatapan pilu, "Kekasihku berselingkuh dengan adik tiriku, dan aku diusir oleh Ayahku karena dituduh merebut kekasih adikku, bukankah hidup ini tidak adil?!" isaknya. "Lalu untuk apa lagi aku hidup? Tidak ada yang peduli padaku."

Freya yang merasa bernasib sama dengan wanita itu menatap iba. Sungguh ia tidak menyangka ada orang yang mengalami hal yang sama persis dengan yang dialaminya, hanya saja bedanya ia tidak dituduh merebut kekasih Anna, tapi secara garis besar nasib mereka sama. Sama-sama dianggap benalu.

Freya mengusap lembut bahu Clara, ia bahkan menuntunnya untuk berdiri, lalu membawanya ke sebuah kafe yang tidak jauh dari tempat mereka berada. Di sana Clara kembali mengeluarkan unek-uneknya, kisah sedih hidupnya, yang kenyataannya adalah kisah Freya.

Dasar bodoh, Clara tersenyum dalam hati melihat betapa wanita itu sedang berusaha menenangkannya.

"Jadi sekarang kemana kau akan pergi?"

Clara menggelengkan kepalanya lemah, masih berakting, melakoni perannya sebagai wanita teraniaya.

"Aku juga tidak mempunyai tempat tinggal, saat ini aku juga sedang menumpang di rumah orang lain."

Huh, tau diri juga wanita ini. Tapi dari mana dia mendapatkan mobil mewah itu?

"Jika aku minta tolong, mungkin mereka bisa mengijinkanmu untuk tinggal beberapa hari, mari kita mencobanya" ajak Freya dengan polosnya. "Dan ya, aku Freya" Freya tersenyum seraya mengulurkan tangannya.

"Clara"

Mendengar nama Clara, Freya mengernyit sesaat, sepertinya nama itu tidak asing di telinganya.

Ck, Clara 'kan nama yang umum, batinnya kemudian.

15 menit kemudian mereka pun sampai di mansion milik keluarga Daniel. Freya mempersilakan Clara masuk. Daniel dan Will yang kebetulan sedang menikmati kopi mereka dan terlihat sedang berbicara serius masalah bisnis mereka, kompak menoleh ke arah belakang begitu mendengar derap langkah kaki. Daniel dan Will kembali kompak tersedak begitu melihat Freya dan Clara melambaikan tangan ke arah mereka.

"Katakan aku sedang bermimpi, Will?"

"Ya, awal mimpi burukmu" Will menepuk pundak Daniel memberi semangat.

1
moemoe
Freya dlu klo marah jg kebut2n tpi freya pandai nyetir memang hobby balap kekny. Klo angel gak bs nyetir
palupi
top
Bunda Natan
antara menangis dan tertawa
nobita
semoga perselingkuhan Clara dan Javier segera di ketahui Daniel...
nobita
ooo begitu ceritanya...
nobita
oooh ternyata Daniel yg tahu bahwa Sean menghianati Freya...
nobita
ya ampun ya ampun hubungan yg sangat ruwett
nobita
ini karyamu yg ke 5... sampai aku gk bisa move on dari semua karya karyamu thor... keren
nobita
kocak... Freya... gadis yg lucu
Dinda Nur Fadhillah
Luar biasa
Andi Nurfiana
salam2an🤣
HyunNieta
Luar biasa
paty
bodoh lo angel tdk menggunakan otak bisa2nya percaya sm omongan bella, ya masalah terdapat pd angel percuma daniel lo asuh si angel dr awal kirim sj ke panti
paty
bodoh si lucas harusnya lo tangkap dulu si bella malah dilepaskan
paty
thor kek sinetron ikan terbang, seorang mantan mafia bisa diusik oleh perempuan spt bella gak level, aneh saja
paty
freya dan lucas terlalu cepat bertemu dan membahas angel di tempat terbuka
paty
suka sm tokoh angel, ketika ditolak dia tegas dan punya prinsip
paty
aneh sj, clara bisa culik freya benar2 sinetron ikan terbang
paty
liora jg sama, klu freya masih tidak terima dg kelakuan daniel, buang ke laut sj
paty
freya harusnya bisa memahami apa yg dilakukan daniel mmg clara dan anna sdh keterlaluan wajar jika daniel seperti itu
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!