NovelToon NovelToon
Terikat Cinta Dengan Gadis Muda | Married To A Young Girl

Terikat Cinta Dengan Gadis Muda | Married To A Young Girl

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu / Dark Romance / CEO
Popularitas:1.3k
Nilai: 5
Nama Author: Vedyta Hyuk

Eko Davka terjebak tuduhan memalukan, di tuduh mandul oleh Selvia, istri sahnya sendiri, yang membuat harga dirinya tercoreng. Untuk membuktikan semua omongan itu salah, dia punya satu jalan, memiliki keturunan.
Pilihannya jatuh pada Nayyara, gadis muda yang dia beli seharga 300 juta rupiah dari pemilik klub malam, tempat gadis itu bekerja. Davka mengajukan perjanjian, menikah secara kontrak, Nayyara akan memberinya keturunan, lalu semuanya selesai.

Namun Nayyara menolak diperlakukan sebagai mesin pembuat anak. dia ingin bebas—asal bisa mengembalikan uang yang telah dikeluarkan Davka. Tapi bagaimana? Uang sebanyak itu mustahil dia miliki. Terjepit ketakutan dan keterbatasan, Nayyara akhirnya menyerah dan menerima takdirnya, menjadi istri kedua pria dingin berkuasa itu.

Akankah pernikahan yang dimulai dari paksaan dan perjanjian hanya berakhir saat kontrak selesai? Atau benih-benih cinta justru tumbuh di antara ikatan Davka dan Nayyara

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Vedyta Hyuk, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Harimau jantan yang tengah murka.

Club malam elit XXX yang terletak di daerah kalibata jakarta itu adalah club termewah di daerah ini, operasionalnya di urus oleh Emir yang ada darah keturunan arab, dan merupakan adik kelas Davka sejak masa kuliah, sebenarnya club malam mewah ini milik Andrew Garfield yang merupakan pengusaha bidang Dept store.

"Loe sedang suntuk bang?" Davka hanya meringis ketika duduk di depan meja bar dan sedang menegak minuman. "Loe darimana saja? Mana cewek cantiknya?" Suara di sekeliling mereka memang berisik sekali karena tempat ini cukup ramai, maklumlah karena ini akhir pekan.

"Ada dong, tenang aja gue udah siapin cewek cantik buat loe bang" Emir bicara keras mengingat suara musik di sini keras sekali, tak berapa lama dua perempuan cantik dan seksi datang mendekat pada mereka dan salah satunya mengusap manja bahu tegap Davka, perempuan itu menyapa Davka dengan suara lembut mendayu.

"Mau di temenin gak bang?"

"Nama kamu siapa?" Tanya Davka sambil menatap wajah perempuan itu lekat.

"Dela...... kalo Abang siapa?" Tanyanya manja memainkan kancing jaket hitam kulit yang Davka pakai. "Dia itu pelanggan VIP kita jangan kecewakan dia lho!" Jawab Emir membuat wanita itu tersenyum sumringah, jika dapat pelanggan VIP pasti dia dapat banyak uang, apalagi pelanggannya masih muda dan ganteng seperti ini, Dela sungguh kegirangan.

"Nikmati saja dia bang, gue kasih diskon banyak deh, dia wanita pilihan disini masih muda dan jarang pakai" Davka tertawa senang ketika Emir menyodorkan kunci kamar dan sebungkus alat pengaman masih bersegel pada temannya, lalu Davka memberikan juga kartu blackcard miliknya untuk pembayaran dan sudah sibuk membalas ciuman wanita bernama Dela itu, tanpa menghiraukan Emir yang kemudian juga sibuk dengan wanitanya.

"Loe juga mau senang-senang di sini? Pacar loh mana?" Tanya Davka pada adik sepupunya.

"Jarang-jarang lah pacar gue pulang ke Samarinda bang, jadi mumpung gue free malam ini" Marcus terkekeh sambil merangkul seorang gadis cantik.

"Cih dasar nakal juga loe!" Tawa Davka mengejek.

"Main di atas sana saja bang, kamar loe udah di siapkan tadi" Davka mendengus lalu membawa wanita di pelukannya pergi melipi ke arah lift, dengan bibir yang masih saling berciuman panas dan membuat Emir geleng-geleng geli.

"Kamu cantik sekali....." Pujian dari lelaki ganteng dan muda yang tadi menyewanya membuat Dela girang, ketika pintu lift tertutup membawa Davka dan wanita itu ke sebuah kamar yang akan mereka pakai di lantai lima klub malam ini, Davka terus saja melancarkan belaian tangan dan bibirnya pada tubuh seksi perempuan itu.

"Tubuh kamu juga seksi dan indah sekali" Davka mencium bibir merekah dengan lipstik merah itu, dia meremas dua gundukan itu dengan penuh gairah, bercampur kesal. 

"Namun sayangnya kamu juga serakah sama seperti perempuan yang ada di vilaku, yang sok jual mahal, padahal lihat uang langsung mau dengan lelaki manapun" Davka tertawa karena perempuan itu malah mendusel manja pada dada bidangnya, mengusap dengan lembut jakun dan leher putihnya.

"Abang ganteng, lagi kesal ya?" Bayangan wajah perempuan di vila nya tadi siang yang memakinya habis-habisan membuat Davka murka, dia bagaikan harimau jantan yang tengah di usik ketenangannya, dia meremas dengan mata melotot pipi mulus wanita itu, lalu dia menyeretnya keluar ketika pintu lift terbuka dilantai lima yang sepi.

"Cih aku kesal sekali pada si Nayyara sok suci itu!" Dengan kesal Davka membuka pintu kamar bertulis 404 yang biasa dia tempati di klub malam ini ketika menginap disini, dia melempar wanita cantik itu keatas ranjang yang empuk dan melepaskan kancing kemejanya, setelah melepaskan jaket kulit hitamnya dulu.

"Layani aku cepat!"

"Ahk bang sakit, slow down jangan kasar dong, rambutku sakit" Davka tak begitu peduli dengan protes perempuan itu dia merobek gaun merah yang perempuan itu pakai, hingga dalaman yang membungkus tubuh itu jadi terlihat jelas.

"Ahk sakit.........." Davka menjambak rambut panjang itu hingga dia mendongak dari belakang, akhirnya dia bisa menjangkau gundukan itu dengan kasar dan melampiaskan kekesalannya pada perempuan itu hingga luka dan lecet karena tangan Davka terus bekerja.

Setelah melepas semua kain di tubuh wanita itu, Dela meringis menahan sakit di rambutnya ketika tubuhnya sudah tak memakai kain, masih juga di perlakukan kasar.

"Aku bayar 10 juta buat kamu, sekarang layani aku dulu dengan sekuat tenaga kamu, paham?" Ujar Davka pelan dan membuat wanita itu tersenyum senang.

"Ah~ iya bang, aku mau, don't worry" mendengar nominal uang yang besar itu wanita itu tersenyum lalu mencium bibir Davka dengan menggebu, dia bersiap akan melepas kemeja yang lelaki itu pakai.

"Jangan di lepas pakaianku!" Ketus Davka karena dia paling anti dan tak mau sembarangan buka baju di depan prempuan asing, dia membalik tubuh wanita itu untuk membelakangi dan memukul keras tubuh itu dari belakang, sampai Dela memekik kesakitan.

"Ahh, sakit! Bang pelan dong!"

"Diam gak usah pake protes! aku ingin main dengan puas!" Bisik Davka kejam dan dingin.

"Iya bang....."

"Layan1 aku dengan baik dan jangan sok menolak" Wanita itu mengangguk patuh, bibir Davka menyeringai mengejek.

"Wanita murahan tetap saja mata duitan, dasar cewek serakah, jika lihat uang pasti apa saja mau dia lakukan?" Ujar Davka mengejek pelan dan mulai membebaskan keperkasàannya lalu memasang pengaman, agar dia tak kena sakit karena main dengan perempuan di luar sembarangan.

Davka memukul keras lagi tubuhperempuan itu sesuka hati hingga dia menjerit kesakitan, Dela hampir saja menyerah karena tak menyangka jika pelanggannya kejam seperti ini, Davka menarik salah satu kaki wanita itu ke atas yang masih memakai high heels merah, hingga posisi nya berubah menjadi membelakangi, dengan salah satu kakinya berada di atas sofa, wanita itu mengerang keenakan ketika sesuatu tengah masuk ke tempat tubuhnya dari belakang dan membuat dia menjadi berubah senang, tak ingin mengeluh lagi.

"Ah~~ enak......." Racau wanita itu mulai menggerakkan tubuhnya semangat. 

"Dàmn!" Davka meringis ketika mulai bergerak cepat dan kasar, gerakannya dan membuat wanita itu menjerit keras karena posisi mereka, tangannya meremas ujung kasur dengan wajah tertunduk.

Davka melakukan dengan sesuka hatinya tak peduli pada wanita itu yang terus protes ketika tubuhnya dipukul berkali-kali hingga memar di beberapa bagian, mirisnya juga pinggang nya seperti hampir pasrah, meskipun dia juga merasa seperti terbang jauh ke surga, keenakan, karena pelanggannya bisa memberikan lebih dari ekspektasi nya, dan membuat Dela tak kapok juga jika lain waktu dia berada lagi di situasi seperti ini.

"Ahh~ aku sampai bang~ ah" Tubuh wanita itu bergerak makin keras, Davka masih terus mendorong dengan lebih cepat lagi, beberapa menit lagi dia akan meledak juga,, dia memukul keras lagi wanita itu yang sudah tak berbentuk lagi kulitnya karena ulah tangan Davka.

"Uhuk~ bang, lepaskan aku, argh sakit!" Jerit wanita itu panik ketika tangan pelanggannya tiba-tiba juga seperti mencengkram lehernya.

1
Ananda Boy
kak kok bisa gitu say Selvi
Ananda Boy
akhirnya mulai ada ehem 🤭
Ananda Boy
next thor plis😍
Ananda Boy
kapan up Thor 😄
Ananda Boy
next thor 😍
Ananda Boy
kenapa q benci si Selvi 🤭
Ananda Boy
wkwkwk panas kipas kipas🤭😄
Ananda Boy
next kak🤭😄
Ananda Boy
lanjut ka😍😍
Vedyta
Bagus
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!