NovelToon NovelToon
Penyesalan Terdalam Sang Suami

Penyesalan Terdalam Sang Suami

Status: sedang berlangsung
Genre:Lari Saat Hamil / Penyesalan Suami / Crazy Rich/Konglomerat / Cinta Seiring Waktu
Popularitas:92.4k
Nilai: 5
Nama Author: dona rachma

Kehidupan yang dijalani Acha tidak pernah benar baik baik saja . kekacauan hidupnya dimulai saat Acha melihat dan menyaksikan bapak dan ibunya terkapar bersimbah darah dijalanan akibat ulah penabrak mobil yang tidak bertanggung jawab .
Dewangga yang mencoba berpura pura mendekati Acha untuk tidak ketahuan bahwa dirinya lah yang menjadi penyebab kedua orang tua Acha tiada memberanikan diri untuk menikahinya , walau dengan sangat terpaksa .
Acha yang tidak sengaja mendengar percakapan antara Dewangga dan Sang Mertua , benar benar syok dan tidak menyangka. selama ini dia hidup dengan seorang pembunuh kedua orang tuanya .
Acha memutuskan untuk pergi dari kehidupan Dewangga setelah mengetahui itu semua , dan disaat itu pula , terciptala buah hati mereka di dalam rahim Acha .
tanpa Acha sadari , Dewangga telah jatuh pada pesonanya . Akankan Dewangga jujur mengenai dirinya yang telah memyebabkan kedua orang tua Acha meninggal ?
Bagaimanakah nasib pernikahan Dewangga dan Acha ? simak terus

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon dona rachma, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 27

Tok tok tok . . .

Suara ketukan pintu terdengar dari luar, Acha yang sedari tadi sedang mengeringkan rambut pun berhenti secara spontan.

"Acha di dalam sayang? Boleh Mama masuk Nak?." Ucap Shiren dari luar kamar sang anak perempuannya saat ini.

Dengan segera Acha berlari untuk membukakan pintu. "Boleh Ma, silahkan masuk. Maaf Acha tadi lagi ngeringin rambut Ma."

Dengan cepat Acha menutup kembali pintu kamar miliknya.

"Boleh Mama bicara berdua sama Acha? Ada hal penting yang harus Mama bahas sama Acha, Nak." Degup jantung Shiren berdetak dengan cepat. Fikirannya sudah tidak karuan untuk membicarakan hal ini.

Hal yang sangat penting yang tidak bisa di obrolkan setelah makan malam.

"Boleh Ma, Mama mau bicara Apa?."

Mereka saat ini tengah duduk di balkon kamar milik Acha. Dengan helaan nafas yang berat Shiren memegang tangan Acha.

Dengan menarik nafas secara pelan-pelan Shiren mencoba berbicara kepada Acha. "Apa Acha mau apabila Dewa, anak Mama menikahi Acha secara siri Nak?." Guratan sendu terlihat di wajah milik Shiren.

Acha yang mendengar ucapan Mama Shiren tersebut tersentak. "Menikah siri? Tidak pernah ada dalam benaknya." Batin Acha berbicara.

"Acha?." Panggil Shiren kepada Acha yang terlihat diam.

"Eh . . Iya Ma. Maaf, apa Acha berhak menolak Ma? Sebab pernikahan siri tidak dilandasi oleh hukum. Tapi, jika itu yang terbaik Acha akan menerimanya Ma. Karena Mama dan Papa sudah sangat baik menampung Acha setelah kepergian orang tua Acha." Acha mencoba tersenyum walaupun dihatinya terasa pilu.

Shiren pun hanya bisa diam mendengar ucapan Acha. Membantu? Apa Acha akan menerima kenyataannya jika yang membuat kedua orang tuanya meninggal adalah Dewa? Bisa Shiren pastikan, Acha akan sangat terluka hatinya. "Ya Tuhan, maafkan aku yang sudah berbohong demi anakku." Ucap Shiren dalam hati.

"Acha akan menerima apapun keputusan yang Mama dan Papa berikan." Kembali Acha berucap dengan senyuman palsunya.

"Terimakasin Nak, terimakasih sudah mau meneriman pernikahan ini dengan Dewa. Minggu besok acaranya akan diadakan disini secara tertutup. Acha siap ya sayang?." Shiren berucap seraya mengelus surai hitam nan panjang milik Acha.

"Minggu besok? Secepat itu Ma? Bagaimana dengan kuliah Acha." Tanya Acha khawatir.

"Acha masih bisa kuliah sayang, Acha tenang saja Dewa tidak sejahat itu." Kembali Shiren menenangkan Acha yang sedang dilanda keraguan.

Acha menganggukan kepalanya tanda mengerti. Bagaimanapun dirinya telah banyak di bantu oleh keluarga Karta Wijaya. Mungkin ini takdir yang Tuhan berikan untuknya. Walaupun berat, harus Acha jalani.

"Mama pamit keluar dulu ya sayang. Jam makan malam sebentar lagi, Mama tunggu di ruang makan bersama Papa ya." Ucap Shiren seraya mengecup kening Acha sambil meninggalkan Acha di balkon kamarnya membiarkannya sendiri untuk sementara waktu.

Sesaat setelah kepergian Mama Shiren, Acha masih setia duduk di balkon sambil setia menatap langit senja yang berwarna cerah hari ini.

"Pak, Buk, do'akan agar semuanya lancar. Semoga keputusan Acha sudah bener Buk, Pak. Semoga kalian berdua tenang selalu di atas sana dan senantiasa mendokan Acha dari sini. Semoga Mas Dewa adalah pilihan yang tepat Pak. Bagaimana pun, Acha harus membalas kebaikan keluarga Papa Ravendra karena telah mau merawat Acha dan menampung Acha sampai detik ini." Ucap Acha dengan tenang.

*****

"Mama darimana?." Ucap Ravendra yang saat ini melihat sang Istri baru memasuki kamar.

"Dari kamar Acha, Pa." Datar, jawab Shiren dengan sangat datar.

"Bukankah Mama akan membicarakannya selepas makan malam usai? Kenapa harus sekarang?." Jawab Ravendra dengan sedikit meninggi.

"Lebih cepat lebih baik Pa. Apa bedanya diucapkan sekarang ataupun nanti?." Sungut Shiren.

"Apa Acha menerimanya Ma?."

"Pertanyaan bodoh macam apa itu Pa? Papa mau tahu tidak apa reaksi Acha?." Dengan kesal Shiren menatap Ravendra yang masih asyik setia duduk dikursi kebesaran miliknya di dalam kamar.

Dengan nafas memburu Shiren menceritakan semuanya tanpa terkecuali. Dan membuat Ravendra semakin dirundung rasa bersalah yang sangat mendalam.

"Kenapa diam Pa? Papa mesti lakuin sesuatu. Bagaimana bisa anak sebaik Acha menerima dengan lapang dada seperti ini? Ayolah Pa, biacarakan sama Dewa untuk menikahi Acha secara Sah dimata hukum dan negara." Dengan kesal Shiren meluapkan semuanya kepada sang Suami.

"Papa sudah mencoba membujuk Dewa Ma. Tapi, anakmu yang keras kepala itu engga mau sama sekali menikahi Acha dengan Sah dimata hukum dan negara."

"Papa bisa mencoret Dewa dari daftar ahli waris jika Dewa tidak mau Pa." Ucap Shiren dengan lantang.

Seperti mendapatkan angin segar ditengah gurun pasir yang tandus, Ravendra tersenyum dengan senang. "Bagaimana bisa Papa tidak memikirkan kesana Ma?." Dengan segera Ravendra mengambil ponsel di atas meja dan menghubungi Ben assisten kepercayaan dirinya.

"Siapkan semua berkas-berkas pengesahan ahli waris milik keluarga Karta Wijaya, Ben. Saya ingin mengubahnya sedikit demi Acha. Besok kamu bawa berkas itu kerumah saya jam 8 pagi."

Ben yang diseberang sana pun tersentak saat mendengar ucapan Tuannya. "Menyiapkan berkas ahli waris demi Acha?." Batin Ben bertanya-tanya. "Apa Tuan ingin bernego dengan Tuan Muda?." Kembali batin Ben berperang.

"Ben kamu dengar saya?."

"Baik Tuan, akan saya siapkan semuanya dan bisa saya pastikan sebelum jam 8 saya sudah tiba dikediaman anda Tuan." Ucap Ben dengan tegas.

Panggilan tersebut langsung terputus sepihak oleh Ravendra. Dengan menganggukan kepalanya. "Semoga saja ini bisa membuat hati Dewa melunak." Ucap Ravendra dalam hati.

"Pastikan Dewa menikahi Acha secara Sah dimata hukum dan negara Pa. Jika tidak, Mama yang akan turun tangan langsung." Dingin, dengan suara dinginnya Shiren berkata kepada Ravendra.

"Mama tenang saja, semua akan baik-baik saja." Dengan seutas senyum Ravendra mencoba menenangkan Sang Istri. Bagaimanapun Acha harus bahagia dalam keluarga ini. Sudah terlalu lama Acha hidup menderita selama ini. Ini saatnya Ravendra ingin menebus semuanya kepada Acha.

"Do'akan aku Hadi, semoga Dewa mau berubah fikiran. Dan maafkan keluargaku yang masih saja belum bisa berterus terang kepada anakmu, Acha. Aku tidak mau melihat Acha kembali terluka oleh siapa dalang dibalik ini semua. Semoga Kamu dan istrimu mau memaafkan kami semua sekeluarga." Dengan menutup mata Ravendra berkata dalam hati meminta ampunan dan permohonan maaf yang entah sudah berapa kali dia ucapkan.

"Lihat saja jika Dewa tidak mau menikahi Acha maka Mama tidak akan segan-segan untuk mengancam Renata, Istri kesayangan Dewa Pa. Dewa pasti tidak akan berkutik jika nama Renata dibawa-bawa untuk masalah ini." Kembali shiren berucap dengan dingin.

Ravendra yang sedang memejamkan matapun akhirnya membuka matanya perlahan-lahan saat mendengar nama Renata disebut oleh sang Istri. Ravendra tau, bagaimana Istrinya itu sangat membenci Renata. Maka, jika sampai Shiren membawa-bawa nama Renata. Sudah dipastikan Dewa akan melakukan apapun demi Istri tercintanya tersebut.

"Mama pastikan tidak akan pernah terjadi yang namanya pernikahan secara siri."

Bersambung . . .

1
Soraya
masih nyimak thor
Soraya
lanjut thor semangat
Soraya
lanjut thor
Sulistia Anggraini
kalau dpt upnya banyak thor
Jenong Nong
disini hnya neneknya yg berpikir waras yg lain edan kbeh ....❤❤🙏🙏
Hanisah Nisa
lanjut
Erisya Ris
iya setuju/Smile/
Hanisah Nisa
lanjut
Linda Yohana
Bagus novelnya
Jenong Nong
jgn sampai acha jatuh cinta terlebih dulu thor .....😁😁❤❤🙏🙏
Hanisah Nisa
lanjut
Jenong Nong
sampai lupa ..kirain g dilanjutin ..❤❤🙏🙏
Cahayax Gisel
jangan. lama update kak udah mulai lupa sama ceritanya 😅 semangat 💪 lanjut 🙏
Juliyanah Yanah
ko belum berlanjut2 sie crtanya .
Hasna
bagus
Jenong Nong
maaf ya thor klo bs jgn terlalu slow ..sebenarnya alurnya bgus cm terlalu lmbat konflik boleh memng itu pnting sebab klo ada konflik datar aja yg bca jg bosen tpi klo konfliknya mbulet2 kelamaan dewa yg tak kunjung sadar dgn bahwa dia bersalah renata yg tak kunjung ketahuan belangnya acha yg kyak orang bodoh terpaku pda kebaikan ravebdra dn keluarga pdahal mereka lah yg akan menancapkan luka yg menganga yg mungkin tak akan bisa tersembuhkan ravendra yg munafik sok2an mnyesal dn merasa bersalah dgn orang tua acha tpi mndudung aja kelakuan dewa tama dn mm shiren yg katanya tahu rahasia renata tpi merela diam tdk berbuat sesuatu utk mnyadarkan dn mmbuka mata dewa ..semua itu blom ada satupun yg terselesaikan thor padahal udah bab sekian takutnya kita jd jenuh dihadapkan konflik yg tak kunjung ada titik terang sedikit apalgi kn g setiap hari up jd rasanya lma sekali gtu lho utk mnuju titik terang ...maaf ya thor semoga kritikan sy bs sedikit jd masukan yg bermanfaat dri segi kta2 dn penulisan udah bgus bngt cm ya itu terlalu slow aja ...🙏🙏❤❤
Lilis Indriyani
cepetan d bongkar k blusukan istri tercinta'y dewa donk ka. biar makin semangat buat baca'y
Cahayax Gisel
sorry kak malass sudah mau tengok kak. terlalu banyak drama kak..gk seru 🙏
Iniidona: terimakasih komennya kaka
total 1 replies
Sri Darlina
lupa thor jalan ceritanya karena terlalu lama update nya
Iniidona: sory, karena bukan satu novel ini aja yg author tulis. terimakasih komennya ya . jangan bosen mampir
total 1 replies
Linda Yohana
lanjut thoor
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!