Aku meninggalkan semua nya dan bahkan cita-cita ku pun aku lupakan, demi apa? demi bisa bersatu denganmu!
Namun, setelah aku bertahan hampir 5 tahun dengan pernikahan ini kenapa rasanya sangat hambar dan tak ada kehangatan sama sekali?
Dan ternyata aku hanya di jadikan pajangan saja di Istana nya selama ini.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Hnislstiwti., isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 27
"Sayang, kau tidak apa?" tanya Axel dengan khawatir dan terus saja memeluk Kanaya yang masih syok.
Ya, yang tertabrak bukan Kanaya maupun Fani.
Namun, anak buah Axel yang memang selalu ada di samping Kanaya tanpa Kanaya sendiri tau.
Axel langsung saja membawa Kanaya ke dalam perusahaan, sedangkan Fani dan Alex sudah pergi mengantarkan anak buah Axel yang terluka ke rumah sakit.
"Hiks"
Pada akhir nya tangisan Kanaya pecah juga, dia sangat syok dan juga ketakutan saat melihat mobil yang melaju dengan kencang.
"Hei lihat Mas sayang"
"Tidak apa, kau tidak apa-apa sayang. Tenanglah"
Axel terus memeluk Kanaya dan menenangkannya, untung saja dia sedang berada di lobi perusahaan karena ingin menjemput sang Istri yang ternyata sudah ada di depan.
Kejadian barusan sangatlah cepat, bahkan Kanaya pun masih di pinggir dan untung saja anak buah nya langsung gerak cepat.
Cup.
Cup.
Axel mengecup beberapa kali puncak kepala Kanaya, dia terus saja menenangkan sang Istri yang masih saja menangis.
"Mas, bagaimana keadaan yang menolongku?"
"Aku yakin mobil itu sengaja, karena ia melaju kencang ke arah ku"
"Aku takut, Mas"
Entah kenapa kali ini Axel merasa bahwa Kanaya sedikit berubah, dia terlihat manja dan juga agak cengeng.
"Dia sudah di bawa ke Rumah sakit oleh Alex dan Fani, sedangkan penjaga lainnya mengejar mobil tadi"
"Kamu tenang saja ya, dan mulai besok jangan kemana-mana dulu"
Jelas Axel dengan lembut namun terdengar sangat tegas, dan Kanaya hanya bisa menganggukan kepala saja.
*
Kejadian yang menimpa Kanaya barusan sudah tersebar dengan cepat, bahkan para karyawan menyayangkan pada pengemudi yang berani itu.
Sudah di pastikan bahwa ia tidak akan bisa lolos dari kejaran Axel yang sangat buas.
Bahkan Mommy dan Daddy pun sudah mengetahui nya, keduanya langsung saja pulang dan meninggalkan Indri yang sedang study di Ausy.
Axel sendiri tidak di beritahu oleh keduanya yang akan pulang, dia masih menenangkan Kanaya yang terlihat masih nampak syok.
"Kita pulang ya, besok baru jenguk ke Rumah sakit" ajak Axel lembut.
"Heemm" balas Kanaya.
Axel membawa Kanaya pulang, dia tak ingin mengambil resiko jika masih berada disana.
"Awas saja kau akan ku habisi, berani sekali menyentuh Istri ku".
Axel tetap memeluk Kanaya saat keduanya berada di dalam mobil, dia tak melepaskan dan menjauh sedikitpun dari Istri nya itu.
Dengkuran halus terdengar dari mulut Kanaya, Axel menghela nafas lega dan membenarkan letak tidur Kanaya agar nyaman.
" Apa kau sudah mendapatkan kabar?" tanya Axel pada anak buah nya yang menjadi sopir.
"Sudah Tuan, mereka masih mengejar dan kini sudah sampai di markas nya. Karena mereka hanya berempat jadi masih menunggu bala bantuan" jelas anak buahnya dengan tegas.
"Bagus, jangan gegabah dan membahayakan diri" ucap Axel kembali.
Perjalanan kali ini di temani dengan keheningan, biasanya Kanaya akan terus bercerita ataupun berkeluh kesah pada Axel tentang pekerjannya yang cukup banyak.
"Aku tidak akan membiarkan siapapun menyakitimu sayang" gumam Axel mengelus lembut kepala Kanaya.
Hingga tak berselang lama mobil pun berhenti tepat di depan mansion Axel, dia lalu menggendong Kanaya dan membawa nya masuk.
Para pelayan hanya mengangguk saja tanda menyambut Tuan dan Nona nya,
Sedangkan Axel terus saja membawa Kanaya ke lantai atas, dimana kamar mereka terletak.
.
.
.
.
.
𝗺𝗮𝘀𝗶𝗵 𝘀𝗮𝗷𝗮 𝘀𝗮𝗺𝗮..𝘁𝗮𝗸 𝗻𝗮𝗸 𝗯𝗲𝗿𝘂𝗯𝗮𝗵..𝗖𝘆𝗻𝘁𝗶𝗮 𝗯𝗲𝗻𝗮𝗿² 𝗰𝗮𝗿𝗶 𝗺𝗮𝘁𝗶 𝘁𝘂..