NovelToon NovelToon
Take Me To Your Heart

Take Me To Your Heart

Status: tamat
Genre:Cinta Seiring Waktu / Angst / Ibu Tiri / Crazy Rich/Konglomerat / Romansa / Cintapertama / Tamat
Popularitas:566.8k
Nilai: 4.9
Nama Author: Yoyota

"Aku sudah menyesal dan menyadari kesalahanku. Aku bahkan sudah meminta maaf dan mencoba menebus kesalahanku. Tapi, kenapa seolah-olah karma ini masih terus saja terjadi? Apa memang kesalahanku tidak bisa dimaafkan?"

Renatta meratapi nasibnya yang kini berbanding terbalik dengan kehidupannya yang dulu bergelimang harta. Ia harus bekerja mati-matian untuk menghidupi kehidupan keluarganya.

Papanya yang dituduh korupsi, mamanya yang koma di rumah sakit, serta kakaknya yang memiliki kondisi fisik yang lemah. Satu-satunya yang bisa diharapkan hanyalah dirinya yang masih sehat.

Suatu hari, ia bertemu lagi dengan orang yang selalu ia bully di jaman SMA. Wanita itu tampak masih takut padanya meski Renatta sudah berulang kali meminta maaf.

Tak hanya itu, Renatta juga bertemu lagi dengan cinta pertamanya yaitu Regan di tempat kerjanya. Laki-laki itu masih membencinya karena dirinya adalah penyebab utama cita-cita laki-laki itu hancur.

Bagaimanakah kisah mereka?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Yoyota, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 27 - Datang lagi bersama Regan

"Sedang apa kamu jongkok dan menangis disana?" tanya Regan yang rupanya mengendarai mobil mewah itu.

"Jangan tanya apapun Pak, saya sedang sedih. Saya sedang meratapi nasib saya yang adalah wanita jahat. Mau berubah sebaik apapun. Orang-orang akan tetap menganggap saya jahat. Bapak juga begitu kan?" ucapnya ketika mendongak ke arah Regan.

Regan merasa tidak tega juga dengan Renatta, apalagi Renatta yang berjongkok tanpa alas kaki ditambah luka di kaki Renatta yang terlihat olehnya.

Regan pun menyuruh Renatta untuk berdiri dan Renatta pun menurut.

"Ikut aku!" ajak Regan sambil menarik tangan Renatta untuk masuk ke mobilnya.

Regan mendudukkan Renatta di kursi mobilnya lalu mengambil flat shoes dari bagasi mobilnya kemudian memakaikan sepatu itu di kaki Renatta. Seketika Jantung Renatta jadi berdebar-debar karenanya. Ia merasa diperlakukan seperti ratu oleh Regan. Tapi seketika ia pun sadar, kalau dia hanyalah orang jahat di mata Regan.

"Kamu sudah datang ke acara Devan dan Amanda?"

Renatta mengangguk.

"Apa kamu menangis karena merasa sakit hati dan tidak sanggup menerima kenyataan kalau orang yang kamu cintai menikah dengan wanita lain?"

Renatta menggeleng. Karena ia sudah mencoba mengikhlaskan Devan, meski masih ada rasa cinta di hatinya. Tapi, ia sudah ikhlas dan akan turut bahagia jika Devan bahagia.

"Terus kenapa?"

"Nggak papa Pak. Oh iya, makasih sepatunya. Ini sangat nyaman. Saya akan pulang sekarang juga," ucap Renatta yang hendak berdiri dari duduknya. Namun, Regan mencegahnya.

"Aku tidak memberikan sepatu itu untukmu. Itu sepatu yang aku berikan untuk Amanda, tapi rupanya kebesaran makanya dia memintaku untuk menukarnya. Aku hanya meminjamkannya untukmu."

Renatta tersenyum kecut. Memang apa yang ada di sekitarnya, selalu saj berhubungan dengan Amanda. Cinta pertama dan keduanya saja menyukai Amanda. Benar-benar wanita yang sangat beruntung. Beda dengan dirinya yang adalah wanita sial.

"Amanda memang selalu beruntung ya Pak. Bahkan dia masih memiliki Bapak, walaupun Bapak pasti sangat sakit hati ditolak olehnya. Semoga Bapak nantinya memiliki pasangan seperti Amanda."

Regan pun mengiyakan ucapan Renatta.

Renatta hendak berdiri lagi, tapi lagi-lagi dicegah oleh Regan.

"Kenapa lagi sih Pak? Saya mau pulang."

"Temani aku masuk kesana. Aku tidak mau sendirian," ucap Regan.

"Ya ampun Pak. Saya tidak bisa masuk lagi kesana. Saya sudah masuk tadi. Saya tidak mau jadi pusat perhatian lagi karena gaun yang saya kenakan. Saya memang sudah terbiasa dicibir dan dihina orang-orang. Tapi entah kenapa, rasanya selalu saja sakit. Saya tidak mau merasakan sakit lagi. Lagipula kalau Bapak masuk dengan saya kesana pasti Bapak akan merasa malu."

Tiba-tiba perut Renatta berbunyi membuat senyum miring di bibir Regan terlihat.

"Kamu pasti lapar kan? Pasti kamu tadi belum makan apapun disana. Makanya ayo masuk lagi bersamaku."

"Tidak mau Pak. Saya tidak mau disebut wanita jahat lagi. Saya dibilang sebagai perusak pernikahan orang dengan gaun yang saya kenakan. Padahal saya memakai gaun ini karena dikasih oleh Devan. Saya ingin menghargainya dengan memakai gaun pemberiannya. Tapi Katanya saya malah dibilang ingin terlihat lebih cantik dari si pengantin wanita. Saya tidak mau mendengar perkataan itu lagi Pak. Meski sekarang perut saya kelaparan, itu lebih baik daripada hati saya merasa sakit," ucap Renatta yang menumpahkan isi hatinya.

"Kamu kan datang bersamaku. Memangnya siapa yang berani mencibir mu nantinya? Pokoknya aku tidak mau tahu, kamu harus menemaniku masuk ke dalam atau kamu mau dipecat?"

Renatta mendengus sebal. Ia benar-benar kesal pada Regan. Selalu saja membuatnya memilih di keadaan seperti ini. Apalagi kedua pilihannya sangatlah berat.

"Bapak memang sangat suka memberikan saya pilihan sulit. Dan pada akhirnya saya tidak bisa menolak karena saya memang membutuhkan uang."

Renatta pun akhirnya mau menemani Regan masuk ke dalam lagi. Ia terus menatap gaunnya yang berwarna putih itu. Ia benar-benar tidak ingin jadi pusat perhatian lagi. Regan yang mengerti apa yang dipikirkan Renatta kalau melepaskan jas nya dan memasangkan jas itu di gaun yang Renatta kenakan.

"Terima kasih Pak."

"Hm."

*

*

Regan datang diikuti Renatta yang berjalan di belakang Regan. Regan mulai bersalaman dengan Tante Dewi. Tante Dewi tersenyum ketika melihat Regan. Namun, senyumnya langsung memudar saat melihat Renatta.

"Natta selalu saja mengganggu kebahagiaan Amanda. Tante tidak tahu kenapa dia sejahat itu ke Manda. Dia bahkan mengenakan gaun putih untuk hadir ke pernikahan Manda. Betapa malangnya, hati anak Tante, Regan."

"Maaf Tante, tolong jangan katakan hal semacam itu lagi ke Natta. Sekarang dia datang bersamaku. Gaun putihnya juga sudah tertutupi oleh jasku. Jadi, Tante jangan berkata-kata seperti itu lagi. Natta tidak berniat untuk menghancurkan atau bahkan mengganggu pernikahan Amanda dan Devan."

Tante Dewi langsung terdiam seketika. Ia sampai terkejut ketika mendengar Regan membela Renatta. Padahal ia sangat tahu seberapa bencinya Regan ke Renatta karena sudah menghancurkan mimpi Regan.

Regan pun beralih mengucapkan selamat ke Devan lalu ke Amanda. Tak hanya Tante Dewi saja yang menggerutu ke Regan tentang gaun yang dikenakan Renatta, rupanya Amanda juga.

"Kenapa kamu datang bersama Natta sih? Dia sudah membuat aku terlihat menyedihkan sebagai pengantin wanita tadi. Dia mengenakan gaun yang lebih cantik dari gaun yang aku pakai. Aku kesal padanya," adu Amanda ke Regan.

Regan tampak mendekat ke telinga Amanda. Ia berbisik pelan disana.

"Apa kamu pikir aku tidak tahu, kalau gaun itu adalah pemberian darimu bukan dari Devan? Itu artinya kamu sendiri yang menginginkan semua ini terjadi. Kamu ingin membuat Natta jadi gunjingan banyak orang."

Amanda tampak terkejut ketika Regan mengetahui rencananya.

Regan tersenyum sinis.

"Aku melihat ketika kamu membeli gaunnya. Dan aku sadar ketika Natta memakai gaunnya. Aku harap kamu tidak berubah jadi jahat, karena Amanda yang aku kenal sangatlah baik dan tidak pendendam. Kalau kamu melakukan hal seperti ini lagi. Aku mungkin bisa membencimu seperti aku membenci Natta."

Regan kemudian turun dari pelaminan dan mengajak Renatta untuk menikmati makanan yang ada di acara pernikahan Amanda dan Devan.

Tak lama kemudian, Grace dan beberapa temannya datang. Ketika Grace melihat ada Renatta disana. Ia langsung menghampiri Renatta bahkan memeluk wanita itu.

"Ah, Natta aku kangen."

Renatta pun membalas pelukan Grace karena dirinya pun merindukan sahabatnya itu.

"Aku pikir kamu tidak akan datang Grace."

"Mana mungkin, aku akan tetap datang karena Devan. Meski aku tidak suka ke Amanda," ucapnya dengan sedikit rasa kesal.

"Ah begitu, sana kasih ucapan selamat ke pengantin. Sepertinya teman-temanmu sudah menunggumu Grace. Aku akan menikmati makan dulu bersama Regan."

Tatapan mata Grace langsung menyipit dan tanda tanya besar seolah ada di depan wajah Grace.

"Pokoknya kita harus bertemu dan kamu berhutang banyak penjelaskan padaku."

Renatta mengangguk. Kemudian berjalan menghampiri Regan yang berisi menunggunya seperti bos yang marah.

Sementara Grace kembali ke teman-temannya yang lain.

"Kenapa sepertinya kamu akrab sekali dengan Natta? Bukankah wanita itu dulunya sangat jahat dan suka bully orang? Aku ingat betul kalau dia juga yang membuat laptop Regan rusak dan menghancurkan mimpi Regan. Kok kamu mau sih berteman dengannya?"

Grace menatap tidak suka ke teman-temanya.

"Kalau tidak tahu apapun. Jangan asal bicara. Setiap orang juga punya hak untuk berubah. Sudahlah, aku sudah malas dengan kalian yang bisanya menggosipkan orang lain."

Grace pun menjauhi mereka dan langsung mengucapkan selamat ke Devan dan Amanda lalu setelahnya ia menghampiri Renatta lagi.

*

*

TBC

1
Surati
bagus ceritanya 👍🙏🏻 semangat thor 💪👍
Vitriani
👍
Ida Susmi Rahayu Bilaadi
sweater bukan sweeter
Ida Susmi Rahayu Bilaadi
O ibu tiri to
Dewa Nara
memangnya kakaknya kenapa kok harus dijaga terus
@Al**
/Good/
viemah
emangnya Regan pernah benar2 memikirkn perasaan dn jga keselamatan kmu sprti Amanda..
Alissia
Kecewa
Alissia
Buruk
Relino
Luar biasa
Jue Vee
lah giliran ngomong sma amanda sja baik banget seolah x bisa marh sedangkn amanda melakukn bnyk kesalahn ..sma devan renata ditengking2
Cc
Luar biasa
Nurhasanah Ibrahim
👍
Sakinah Amalia
Luar biasa
Mrs. Ketawang
so sweet😍😍
Mrs. Ketawang
akhirnya masalah 1 per 1 selesai
Mrs. Ketawang
masalah Natta gak ada habis"nya...nih jg si Nessa,napa jg buat masalah baru... makanya kalo pacaran jgn sampe keblabasan😠
Mrs. Ketawang
😍😍😍
Mrs. Ketawang
Halalin bang Regan😍
Mrs. Ketawang
Renattaaa aq padamu👍🏻👍🏻 Wanita kuat & hebat💪🏻💪🏻
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!