NovelToon NovelToon
My Lovely Maid

My Lovely Maid

Status: tamat
Genre:Percintaan Konglomerat / Diam-Diam Cinta / Tamat
Popularitas:66.4k
Nilai: 5
Nama Author: Its Zahra CHAN Gacha

Hidup Intan seketika berubah saat ia tiba-tiba harus menjadi seorang perawat bagi pria buta yang arogan.

Meskipun ia sudah melakukan cara agar pria itu memecatnya, namun pria itu justru mempertahankannya.

Kedekatan keduanya pun mulai menumbuhkan benih-benih cinta.

Apakah hubungan percintaan mereka akan berjalan mulus??, baca kisahnya di sini...

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Its Zahra CHAN Gacha, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 27

"Apa Ken bersama mu?" tanya Intan dengan nada cemas

"Tidak, memangnya kenapa?" jawab Ibra

"Dia belum pulang ke rumah sampai sekarang. Padahal ia hanya pamit untuk membeli minuman,"

Suara cemas dan kekhawatiran Intan membuat Ibra tak tega membiarkan gadis itu sedih memikirkan Kenzo yang sedang galau karena kecewa dengan sikap Lisa.

Ibra segera melacak keberadaan sepupunya sendiri itu menggunakan GPS.

Setelah mengetahui keberadaan pria itu, Ibra segera melesatkan mobilnya menuju sebuah kafe di kawasan Jakarta Selatan.

Setibanya di sana ia begitu terkejut saat melihat dua orang preman sedang memukulinya.

Ia segera turun dan menghampiri mereka. Ibra begitu terkejut saat melihat Intan mengorbankan dirinya untuk menyelamatkan Kenzo.

"Tidak!!"

Seketika Ibra segera melepaskan tendangan kerasnya kearah sang preman hingga ia jatuh tersungkur ke tanah.

Ibra menarik kerah baju preman itu dan menghajarnya bertubi-tubi. Ia langsung meluapkan kemarahannya karena pria itu sudah menusuk Intan. Setelah puas menghajar sang preman, Ibra segera mendekati Intan yang terlihat memegangi perutnya.

"Kenapa kamu melakukan hal konyol seperti ini," seru Ibra

Setelah itu, Ibra segera menggendong Intan dan membawanya masuk ke mobilnya.

Melihat pendarahan Intan yang tak kunjung berhenti membuat Ibra langsung membuka dasinya untuk membalut luka gadis itu.

"Tolong Kenzo," ucap Intan memohon kepada Ibra

Meskipun kesal dengan Kenzo yang sudah membuat Intan terluka, Ibra akhirnya membawa pria itu ke dalam mobilnya.

Ia kemudian membawa mereka ke salah satu rumah sakit. Pria itu bahkan menunggu di selasar saat kedua korban tengah di obati di ruang IGD.

"Bagaimana keadaan Intan?" tanya Ibra begitu khawatir

"Ia masih perlu di rawat beberapa hari lagi sampai kondisinya membaik. Sementara itu melihat dokter menyuruh Intan untuk istirahat beberapa hari lagi membuat Ibra langsung mendekati gadis itu.

"Bagaimana keadaan mu?" tanya Ibra

"Aku baik-baik saja, Bagaimana dengan Kenzo, apa dia baik-baik saja, apa dia sudah siuman?" jawab Intan memberondongnya dengan pertanyaan yang membuat pria itu begitu kesal.

Bagaimana dia bisa mengkhawatirkan pria itu padahal dirinya sendiri dalam keadaan tidak baik.

"Tidak bisakah kau mengkhawatirkan dirimu sendiri, lihatlah kondisi mu, keadaan mu begitu memperihatinkan tapi kenapa kau malah mengkhawatirkan orang lain. Lupakan Ken untuk beberapa saat dan uruslah sendiri dirimu," jawab Ibra

"Terimakasih sudah mengkhawatirkan aku, dan aku begitu bahagia karena masih ada orang yang peduli denganku. Dan itu yang membuat ku berpikir untuk memikirkan Kenzo. Karena aku tahu tidak ada yang mengkhawatirkannya selain diriku, jadi biarkan aku memikirkannya. Setidaknya ia tidak akan merasa sendiri sekarang karena ada aku yang selalu bersamanya," jawab Intan membuat Ibra seketika merasa sesak

Bagaimana tidak, ia mati-matian menyelamatkannya, namun hanya Kenzo yang selalu ada dalam pikiran gadis itu.

Ibra kemudian memilih meninggalkan Intan, ia sengaja menjauhi gadis itu agar ia tak merasa sakit hati lagi setiap mendengarnya selalu mengkhawatirkan Kenzo.

Sementara itu Kenzo sudah mulai sadar, seorang Dokter langsung menghampirinya.

"Syukurlah kau sudah sadar, bagaimana keadaan mu, apa kau masih merasakan sakit?" jawab sang dokter

Kenzo langsung menggelengkan kepalanya. Ia kemudian teringat dengan Intan.

Pria itu segera turun dari ranjangnya dan berusaha mencari gadis itu. Seketika ia menghentikan langkahnya saat melihat gadis terbaring di ranjang pasien.

Ia kemudian mengusap wajah gadis itu.

"Maafkan aku, gara-gara aku kamu jadi seperti ini," sesalnya

Melihat luka di perut gadis itu sejenak Ken teringat saat gadis itu berusaha menyelamatkan nyawanya saat preman-preman itu berusaha menikamnya.

"Harusnya aku yang melindungi kamu, tapi malah kamu yang melindungi ku. Aku benar-benar merasa menjadi pria tak berguna jika denganmu. Selama ini kau selalu membantuku, tapi aku belum melakukan apapun untuk membalas semua kebaikanmu," Saat ia akan beranjak pergi ia melihat Ibra datang membawakan banyak makanan

"Ngapain li kemari!" seru Ibra

"Aku hanya ingin melihat kondisinya!" jawab Ken

"Kenapa sih kamu selalu saja membuatnya berada dalam bahaya. Apa kau tidak bisa melindungi dirimu sehingga tak melibatkan wanita lemah sepertinya harus mengorbankan nyawanya hanya untuk menyelamatkan majikannya yang bodoh seperti mu!" cibir Ibra membuat Ken semakin merasa bersalah kepada Intan

"Lo benar, gue emang manusia bodoh yang selalu merepotkan assisten rumah tangga gue, bahkan membuatnya nyaris mati karena kebodohan gue, untuk itulah aku berjanji mulai sekarang aku akan menjaganya," jawab Ken

Ibra hanya berdecih kesal mendengar jawaban klise sepupunya itu.

"Bagaimana kau bisa menjaga atau melindunginya jika kamu sendiri tak bisa melindungi dirimu sendiri!" Ibra segera duduk di samping Intan dan menyiapkan obat-obatan yang harus di minumnya.

Tidak lama Intan bangun dan membuka matanya.

Ibra tersenyum menatap gadis cantik itu.

"Bagaimana keadaan mu sekarang?" tanya Ibra

"Lumayan masih nyeri," jawab gadis itu

Ibra kemudian membantunya duduk, dan mengambilkan segelas air untuknya.

"Terimakasih," jawab Intan singkat

"Sekarang saatnya minum obat, tapi sebelumnya kamu harus makan dulu," Ibra kemudian membuka bubur yang ia bawa dan menyuapi gadis itu

Ken yang melihatnya merasa iri karena Ibra bisa begitu perhatian dengan Intan.

Intan yang melihat Kenzo terus memperhatikannya kemudian menyuruhnya untuk duduk di sampingnya.

"Kenzo, maaf aku tak tahu kalau kamu ada di sini," Gadis itu kemudian melambaikan tangannya memberikan isyarat kepadanya untuk duduk di sampingnya

Melihat Intan begitu peduli dengan Ken membuat Ibra langsung menghampiri pria itu dan memapahnya agar duduk di samping Intan.

"Bagaimana keadaan mu, apa kau sudah baikan atau masih sakit?" tanya Intan

"Aku sudah baikan, gimana dengan kamu?" jawab Kenzo

"Seperti yang kau lihat jahitan di perutku masih belum kering jadi aku mungkin belum bisa membantumu mengerjakan tugas-tugas kantor apalagi mengurus rumah," jawab Intan

"Tidak apa-apa, jangan terlalu dipikirkan, aku bisa mengerjakannya sendiri," jawab Kenzo

Ibra kembali menyuapi Intan dan kali ini melarangnya berbicara.

"Sebaiknya habiskan dulu makanannya baru bicara!" ucap Ibra seperti seorang ibu yang memarahi anaknya saat makan sambil ngobrol dengan temannya.

Intan tertawa melihat tingkah galak Ibra,

"Lama-lama lo mirip mak gue kalau lagi marah," ucap Intan kemudian terkekeh melihat wajah Ibra yang tampak lucu saat sedang marah.

Namun saat ia tertawa tiba-tiba ia langsung menangis membuat kedua pria di depannya merasa khawatir.

"Kamu kenapa Tan?" tanya Ken

Sementara itu Ibra merasa bersalah karena sudah memasang wajah kesalnya saat Intan menertawakannya. Ia merasa gadis itu ketakutan dengannya hingga membuat ia semakin bersalah.

"Maafkan aku Tan, sebenarnya aku gak marah kok sama kamu so, kamu boleh ngobrol lagi sama Ken saat makan jika itu membuat kamu senang," ucap Ibra kemudian mengusap air mata gadis itu

Namun melihat ekspresi wajah panik Ibra justru membuat gadis itu semakin tersedu-sedu.

Karena Ibra semakin panik ia kemudian memeluk Intan dan berusaha menenangkannya.

"Please jangan nangis, kalau kamu kaya gini terus justru membuat aku makin merasa bersalah," ucap Ibra

Melihat Ibra memeluk Intan membuat Kenzo merasa cemburu dengannya.

1
💜⃞⃟𝓛🇩ᵉʷᶦbunga🌀🖌
🤦‍♀️🤦‍♀️🤦‍♀️🤣🤣🤣 busyet dah intan
💜⃞⃟𝓛🇩ᵉʷᶦbunga🌀🖌
wkwkwk ngakak aku, iya juga, kalau di panggil bra,, kurank dong 🤣🤣🤣
⸙ᵍᵏTITIAN
sabar ya Ibra😘
Hanna
Cerita nya bagus thor
Manusia Biasa
wah ada yang curang pasti
Manusia Biasa
hahaha nice intan
ᶥⁱᵒⁿ⚔️⃠ᴅʀɪᴇᴀʀᴛʜᴀ🌍ɢ⃟꙰Ⓜ️
waah dah happy ending aja, padahal pengen tau sampe ada Kenzo junior🤭
ᶥⁱᵒⁿ⚔️⃠ᴅʀɪᴇᴀʀᴛʜᴀ🌍ɢ⃟꙰Ⓜ️
semoga aja paman Kevin bisa membantu Kenzo
abahTW wiharja
cerita ko muter muter mbelit jelimet
Mee_La🦈
akhir yg 🥰
Raffa&kaifa& Ibrahim
udh tamat aja
⸙ᵍᵏ𝐙⃝🦜Titian Mentari 🦈
keputusan yang bijak Ibra jangan seperti papamu yang selalu ribut dengan saudara hanya karena harta .. selamat ya Kenzo dan intan🥰
@⍣⃝𝑴𝒊𝒔𝒔Tika✰͜͡w⃠🦊⃫🥀⃞🦈
akhirnya kebenaran terungkap dan Kenzo sekarang tau apa sebab sang ibu meninggalkanya
✰͜͡w⃠Husna ✪⃟𝔄ʀ
kasihan ibra juga sebenarnya dia baik sifatnya ngk seperti ayahnya
❤️⃟Wᵃf✰͜͡ᴠ᭄ᴇʟᷜᴍͣuͥɴᷤ✪⃟𝔄⍣⃝కꫝ🎸
Semoga saja ada keajaiban dg kedatangan Kevin
❤️⃟Wᵃf✰͜͡ᴠ᭄ᴇʟᷜᴍͣuͥɴᷤ✪⃟𝔄⍣⃝కꫝ🎸
Semoga z Kevin orangnya g kayak Amar y.
❤️⃟Wᵃf✰͜͡ᴠ᭄ᴇʟᷜᴍͣuͥɴᷤ✪⃟𝔄⍣⃝కꫝ🎸
Bener" deh si Amar. jadi paman kok jahat, mana licik lg
❤️⃟Wᵃf✰͜͡ᴠ᭄ᴇʟᷜᴍͣuͥɴᷤ✪⃟𝔄⍣⃝కꫝ🎸
Kalau kamu lompat dari atas gedung yg ada lewat lah nyawamu... Ada" z kamu, Ken
❤️⃟Wᵃf✰͜͡ᴠ᭄ᴇʟᷜᴍͣuͥɴᷤ✪⃟𝔄⍣⃝కꫝ🎸
Dasar Amar... jadi orang kok seenak jidatnya gitu. pengusaha macam apa begitu
❤️⃟Wᵃf✰͜͡ᴠ᭄ᴇʟᷜᴍͣuͥɴᷤ✪⃟𝔄⍣⃝కꫝ🎸
Waaaaw so sweetnya si Ken...
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!