NovelToon NovelToon
Mengejar Cinta Om Suami Orang

Mengejar Cinta Om Suami Orang

Status: tamat
Genre:Cintapertama / Obsesi / Beda Usia / Cinta Seiring Waktu / Tamat
Popularitas:267.9k
Nilai: 5
Nama Author: Riya_Rayya

Rayya, gadis cantik super ceria ini begitu mengidolakan pegawai ayahnya. Bahkan ia ingin sekali mendapatkan cinta pemuda matang yang bernama Alam.

"aku pikir dengan diamnya om saat aku berualng kali mengatakan cinta, om juga menyukaiku.
Aku pikir om akan menungguku sampai aku dewasa. Tapi ternyata aku salah.
Om jahat! om tega menyakitiku.
Harusnya om bilang sejak awal kalau om tak mau menerimaku! Janfan memberi harapan palsu seperti itu!
Apa om tau? hatiku benar benar hancur!"

"maaf nona" Hanya dua buah kata yang keluar dari bibir Alam, kemudian pergi meninggalkan Rayya begitu saja

Akankah Rayya kembali berjuang?

Lalu bagaimana nasib pernikahan Alam dan istrinya?

Terus ikuti kisahnya ya 😉

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Riya_Rayya, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Ciuman Pertama

Rayya tengah melamun menatap langit langit kamarnya. Ia masih terbayang akan kejadian beberapa jam yang lalu.

Rayya tersenyum sendiri sembari meraba bibirnya. Rasa manis dari bibir Alam seakan masih terasa dan membekas di atas bibir mungilnya.

Rayya benar benar tak mampu lagi menyembunyikan perasaannya. Perasaan yang ingin ia kubur dalam dalam malah kembali berkobar dan menyala sempurna.

Ya, beberapa jam yang lalu, setelah selesai jalan jalan. Alam mengantarkan Boy dan keluarganya pulang. Setelah itu, ia mengantarkan Alfaro yangbsudah tertidur pulas.

Alam menggendong Alfaro dan membaringkannya ke atas ranjang. Namun saat di baringkan, ternyata Alfaro malah terbangun. Ia malah mengajak Rayya bermain hingga larut.

Akhirnya mau tak mau Rayya pun menemani Alfaro bermain hingga tertidur kembali. Karena Rayya tak mungkin setega itu untuk meninggalkan bocah yang seharusnya masih mendapatkan kasih sayang dari ibunya.

"nona" Alam menepuk lembut bahu Rayya.

"om Alam.. maaf om, aku ketiduran" Rayya mengucek pelan matanya yang masih buram, melepas pelukannya pada Alfaro dan segera mendudukkan dirinya

"nona mau pulang sekarang atau nanti?"

Rayya menarap jam dinding yang sudah menunjukkan pukul 23.35

"jam setengah dua belas?" Rayya membelalakkan matanya saat menyadari ternyata dirinya sudah tertidur hampir satu jam "kenapa om tidak membangunkanku?"

"aku tidak tega, habisnya nona tidur sangat pulas sekali"

"benarkah?"

"ya, entah berapa pulau yang sudah nona ukir diatas bantal itu"

"pulau?" Rayya langsung mengelap sudut bibirnya, kemudian melihat bantal yang baru saja ia buat sandaran tidurnya tadi, ia ingin mengecek apakah benar ia baru saja mengukir pulau dia sana. Rayya melotot tajam pada Alam saat tak mendapati apa apa disana.

Melihat Rayya yang begitu kebingungan mencari pulau malah membuat Alam tertawa terbahak.

"ssssttt.. om bisa diem gak?" Rayya reflek membekap mulut Alam denfan cepat saat suaranya menggema di seluruh ruang kamar Alfaro

"kenapa om tertawa?"

"bagaimana kalau Alfaro terbangun?"

"Bagaimana kalau dia memintaku menemaninya tidur lagi?"

"Kenapa om diem aja? jawab dong om"

Alam menunjuk ke tangan Rayya yang masih setia membekap mulutnya

"ups"

"bagaimana saya bisa menjawab semua pertanyaan nona kalau nona terus membekap mulut saya?"

"ah iya aku lupa"

"ya sudah mari kita keluar biar Alfaro tidak terbangun"

Rayya hanya mengangguk dan mengikuti langkah Alam. Saat hampir melewati pintu, Rayya tak sengaja menginjak mainan Alfaro yang masih berserakan hingga membuatnya terhuyung ke depan.

Beruntunglah dengan sigap Alam langsung menarik tangan Rayya hingga jatuh ke pelukannya.

Keduanya saling menatap dalam. Berada sedekat ini membuat jantung mereka tak berhenti untuk berdetak kencang seperti genderang mau perang.

Rayya mencium wangi maskulin dari tubuh kekar milik Alam. Sangat wangi dan Rayya begitu menyukainya. Apalagi posisi kedua tangan Alam yang berada di belakang punggungnya tentu menambah kehangatan dan kenyamanan tersendiri bagi Rayya.

Sementara Alam, sebagai seorang lelaki yang pernah merasakan kehangatan tubuh wanita, tentunya ia merasa tergoda dengan apa yang terjadi antara mereka.

Apalagi melihat bibir mungil berwarna pink milik wanita yang ada di depannya. Ah! Alam sudah tak tahan.

Perlahan Alam memajukan wajahnya, dengan sangat hati hati ia mulai mengecup bibir mungil Rayya. Semakin lama semakin meresap masuk hingga mereka sama sama memejamkan kedua matanya.

Saat dirasa tak mendapatkan penolakan dari nona mudanya, Alam mulai melancarkan aksinya. Ia semakin berani untuk menjelajah lebih dalam rongga mulut Rayya.

Alam perlahan mengetuk deretan gigi Rayya dengan lidahnya. Tak butuh waktu lama untuk bertamu karena Rayya dengan levar mempersilahkan lidah Alam untuk masuk.

Alam tetus memutari setiap sudut rongga mulut Rayya hingga keduanya sama sama saling ******* dan saling mencecap mesra.

Rayya tersadar kala tangan Alam semakin mengeratkan peluaknnya. Hal itu jelas membuat Rayya merasa sesikit sesak hingga ia pun memilih melepaskan tautan bibirnya. Apalagi pasokan udara dalam rongga dadanya sudah terasa menipis.

Keduanya sama sama tersadar. Alam mengusap lembut sudut bibir Rayya yang terlohat sesikit basah karena bekas ciumannya tadi.

"om Alam"

"maafkan saya Non, saya__"

Alam tak melanjutkan ucapannya karena Rayya sudah lebih dulu menaruh jari telunjuknya ke bibir Alam. sebagai pertanda agar Alam tak lagi membahasnya. Rayya begitu malu, ia memilih keluar dan menunggu di dalam mobil.

Selama di dalam perjalanan, keduanya sama sama terdiam. Saling curi pandang dan bahkan sesekali mereka terlohat senyum senyum satu sama lain.

Rayya masih tak habis pikir, bagaimana mungkin merka melakukan hal yang seharusnya tak merwka lakukan?

Rayya juga bingung, entah mengapa ia tak mampu menolak Alam. Padahal dengan mantan pacarnya dulu saja, Rayya tak membiarkan meaki sekedar kecupan sekilas di bibirnya.

ah... memkirkan hal itu bisa membuat Rayya semakin bingung dengan perasaannya

*Ciuman Pertamaku?

Rasanya begitu Manis dan Indah

Aku menyerah,

Aku tak mampu lagi untuk terus menyembunyikan rasa ini

Om Alam.. aku sangat mencintaimu*.

Saat Rayya masih asik berhayal dan membayang, tiba tiba saja pintu kamarnya di ketuk dari luar.

"ada apa bik?"

"nona, anda di minta tuan beaar ke ruang kerjanya sekarang"

"sekarang? memangnya ada apa?"

"saya tidak tahu nona, tapi sepertinya tuan ingin berbicara serius dengan anda"

"baiklah, saya kesana sekarang"

"kalau begitu saya permisi nona"

"ya"

Kenapa ayah ingin berbicara denganku di tengah malam seperti ini?

.

.

1
evi carolin
ngapain pake acara nangkap Nadia jatuh , sengaja ga sengaja biarin aja dia jatuh ,jadinya salah faham kan kalian berdua
Rima baharudin
buah cermei
Pupun
lebih baik begitu soalnya Nadia jahat mempengaruhi buruk pikiran anaknya
Pupun
betul2 Nadia perempuan busuk😡
Pupun
alam jangan egois... Biarlah Al-Fatihah dirawat sama Ayah kandungnya
Pupun
astaga Nadia begitu rendahnya kamu😡
Pupun
ya ampun Nadia tidak puas dengan satu laki2🤭
Pupun
kecelakaan akibat keperawanannya diambil sama Albert dan Nadia membohongi Alam🤣
Pupun
nadia sebenarnya berhubungan dengan Albert
Pupun
🤣
Pupun
sepertinya Nadia. pandai memainkan belalai gajahnya alam. bisa saja si nadia sudah tidak perawan🤣
Pupun
🤣🤣🤣
ayu cantik
bagus
Riya Rayya: makasih kak
total 1 replies
Mommy Dza
Hahaha😁🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣
Safa Almira
yey
singa betina
lanjuut dong kak....ikut g sabar jadix...
singa betina
🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣......g berhanti ktawa q thoor
Riya Rayya: tertawalah sebelum tertawa itu dilarang
total 1 replies
singa betina
naah nyesel kan ..kalau sdah tiada bru terasa...bgtu tu....😃😃😃😃
singa betina
terbayang bayang d mata ya bang ...🤣🤣
singa betina: 🤣🤣🤣👍👍
total 2 replies
singa betina
wuuuuuaaaaaaahhhh....huuuuuu.....sabar ya non....
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!