"Memilikimu Dalam Hati 2" merupakan kelanjutan kisah Velix dan Jesi pada novel "Memilikimu Dalam Hati" sebelumnya. Dalam kisah ini, cinta Velix dan Jesi pun kembali diuji meski mereka sudah hidup bahagia dalam bahtera rumah tangga yang bahagia. Dibandingkan dengan versi 1, di versi ini akan lebih banyak konflik yang menguras emosi pembaca.
Nanti keseruan ceritanya... Dan selalu tunggu updatenya...
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Lhanly, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Makan Siang Bertiga
"Oh... begitu." Jawab Vina.
"Iya, ayo kita pergi." Ajak Jessi.
Jessi dan Vina pergi makan ke caffe dekat kantor. Tempat karyawan dan staf biasa makan siang. Dari kejauhan Jessi melihat seorang pria yang tidak asing di matanya. Pria itu duduk tepat di sebelah jendela kaca, dan sedang menatap keluar jendela.
Pandangan pria itu sangat sayup seperti sedang memikirkan sesuatu yang membuat hatinya sedih. Pria itu adalah Wandy.
Wandy sengaja pergi dari kantor dan mencari tempat nyaman untuk dirinya sendiri. Dia masih saja terus memikirkan perpisahan nya nanti dengan Jessi. Walaupun ini belum terjadi, tapi dia yakin Velix sudah memikirkan nya. Karena ini sudah menjadi perjanjiannya dengan Velix, yang tidak perlu diketahui Jessi.
"Bukankah itu tuan Wandy Bu?" Tanya Vina sambil menunjuk ke arah Wandy duduk.
"Iya, tapi kita tidak perlu ke sana. Sepertinya dia sedang memikirkan sesuatu." Ucap Jessi seolah mengerti dengan suasana hati Wandy saat ini.
"Jessi, Vina... Kalian juga di sini?" Tegur Wandy.
"Hai Wan, kami sedang makan siang. Kamu sudah makan?" Tanya Jessi.
"Belum, aku dari tadi di sana. Tapi hanya minum teh saja." Ucap Wandy.
"Untuk apa jauh jauh minum teh di sini. Apa teh buatan ku tidak enak?" Tanya Jessi bercanda.
"Karena terlalu enak, aku tidak mau terbiasa. Aku juga harus bisa menyukai teh buatan orang lain." Jawab Wandy.
"Jadi mau minum teh aja nih, tidak makan siang sekalian?" Tanya Jessi.
"Tadinya aku tidak berselera makan, tapi kalau kalian mau menemani ku, aku akan makan di sini saja." Jawab Wandy.
*Ayo makanlah Wan. Kau mau apa, biar aku pesan kan." Jawab Jessi.
"Aku mau seperti makanan yang kau pesan saja." Jawab Wandy.
"Baiklah tunggu di sini. Aku akan pesankan untuk mu." Jawab Jessi sambil berdiri menuju konter makanan.
"Mari silahkan duduk tuan." Ucap Vina menyambut Wandy.
"Makasih ya Vina." Jawab Wandy.
"Saya senang punya bos yang sangat baik seperti tuan." Ucap Vina membuka topik pembicaraan.
"Siapa bilang aku baik?" Jawab Wandy.
"Awalnya saya juga mendengar tentang sikap tuan yang sangat dingin terhadap bawahannya. Tapi setelah melihat sikap tuan tadi dengan ibu Jessi, sepertinya tuan tidak seburuk itu. Hehehehe.." Ucap Vina mulai berani.
"Itu karena Jessi yang sudah merubah sikap ku." Jawab Wandy.
"Bu Jessi sudah bilang, anda adalah sahabat baik nya dan suaminya." Jawab Vina.
"Dia bilang begitu?" Tanya Wandy.
"Iya." Jawab Vina.
"Lalu, dia bilang apa lagi?" Tanya Wandy.
"Tidak ada tuan, Bu Jessi hanya bilang itu saja." Jawab Vina.
"Dddrrrrttt... dddrrrrttt..." Ponsel Wandy berdering.
"Hallo Velix." Sahut Wandy.
"Jessi dengan mu?" Tanya Velix.
"Ehmm..iya," Jawab Wandy.
"Berikan ponsel itu pada nya. Aku ingin bicara dengan Jessi." Jawab Velix.
"Ehmm... tapi Jessi sedang tidak di sini." Jawab Wandy.
"Tadi kata mu kau bersama Jessi kan. Sebenarnya kalian lagi di mana?" Tanya Velix.
"Kami sedang makan siang. Jessi memang sedang bersama ku, tapi dia sedang memesan makanan. Kau tunggu sebentar, aku akan memanggilnya." Ucap Wandy.
"Oh, tidak perlu. Lanjutkan saja makan siang kalian." Ucap Velix.
"Tunggu Velix, tunggu sebentar." Cegah Wandy tapi telepon Velix terlanjur di tutup.
"Ahh.... dia pasti salah paham lagi." Gumam Wandy.
"Wan, ini makanan mu. Makanlah." Ucap Jessi.
"Ayo makanlah Vin." Sambung Jessi.
"Iya, terima kasih Bu." Ucap Vina.
"Jess, tadi Velix menelpon ku." Ucap Wandy.
"Velix?" Jawab Jessi sedikit terkejut.
"Sepertinya Velix ingin bicara pada mu. Tapi..." Jawab Wandy.
"Tapi dia mengetahui kita sedang makan siang bersama, dan akhirnya dia tidak jadi bicara dengan ku? Begitu kan maksud mu?" Tanya Jessi.
"Bagaimana kau tahu?" Tanya Wandy.
"Sudahlah, biarkan saja. Aku juga sudah capek menghadapi sikap nya yang selalu seperti itu." Jawab Jessi.
"Emmm.... sepertinya saya makan di sebelah saja biar bapak dan ibu bisa leluasa membicarakan masalah pribadi nya." Ucap Vina dengan sopan.
"Tidak perlu Vin, kamu di sini saja. Hanya masalah kecil kok." Jawab Jessi.
"Ayo kita makan." Sambung Jessi.
Setelah selesai makan siang, mereka kembali ke kantor dan melanjutkan pekerjaan mereka.
"Bu, saya akan kerjakan ini di meja kerja saya saja. Nanti saya akan perlihatkan hasilnya secepatnya." Ucap Vina.
"Baiklah Vin, aku tunggu yaa." Jawab Jessi.
Kemudian Vina pergi membawa setumpuk file untuk di kerjakan di ruang kerjanya. Sementara Jessi juga masih harus menyelesaikan pekerjaan yang lain.
"Terima kasih ya Wan, Vina sangat membantu sekali pekerjaan ku." Ucap Jessi pada Wandy.
"Semoga hasil pekerjaan Vina akan sesuai dengan keinginan mu." Jawab Wandy.
"Sepertinya Vina adalah wanita yang cerdas. Terbukti dengan apa yang ku lihat tadi. Semua yang ku jelaskan sangat di pahami dengan baik. Aku yakin hasil pekerjaan nya juga akan baik." Jawab Jessi.
"Iya, semoga saja keyakinan mu itu benar." Jawab Wandy.
"Yaa ampun, aku lupa kalau hari ini ada pertemuan bisnis di sweet hotel." Ucap Jessi setengah teriak.
"Astagaa... mana file nya. Aku sudah menyiapkan nya tadi. Kenapa aku bisa jadi pelupa seperti ini." Sambung Jessi sambil bergerak cepat mencari file yang akan di gunakan saat pertemuan itu.
"File ini maksud mu?" Tanya Wandy.
"Iya, yang itu. Bagaimana bisa berada di tangan mu?" Tanya Jessi.
"Kau kan yang memberikannya pada ku tadi." Jawab Wandy.
"Oh ya, apa benar begitu. Ya ampun maafkan aku Wan, entah ada apa dengan ku. Aku jadi tidak fokus seperti ini." Jawab Jessi.
"Yaa.. aku mengerti." Jawab Wandy.
"Tunggu apa lagi, ayo kita pergi ke sweet hotel. Ini kesempatan besar kan. Ayoo." Ajak Jessi.
"Aku sudah mengutus Jemmy untuk mewakili ku di sana. Dia juga yang akan mempresentasikan proposal ini." Ucap Wandy.
"Jemmy? Apa kau serius?." Tanya Jessi.
"Sangat serius." Jawab Wandy.
"Tapi, kenapa kau tidak memberitahu ku." Tanya Jessi.
"Pikiran mu itu sekarang penuh dengan beban masalah mu dengan Velix. Karena itu aku tidak mau menambah beban masalah lagi padamu." Jawab Wandy.
"Sudah ku bilang aku dan Velix baik baik saja." Jawab Jessi.
"Tapi kelupaan mu tadi membuktikan bahwa kalian berdua sedang tidak baik baik saja. Apa itu berarti kau berbohong pada ku? Saat makan siang juga terlihat hubungan di antara kalian masih belum membaik. Iya kan?" Jawab Wandy.
"Jadi, apa hubungan nya dengan mu?" Tanya Jessi dengan mata yang mulai berkaca kaca.
"Jess, aku bisa membantu kalian untuk bersatu kembali. Kalian begitu sangat saling mencintai." Jawab Wandy.
"Jika Velix benar sangat mencintai ku, dia tidak mungkin pergi tanpa bicara pada ku. Dia tidak mungkin membiarkan ku seperti orang gila yang mencarinya di bandara waktu itu." Jawab Jessi.
BERSAMBUNG...
trs semangat ka Lhanly🤗😘