AUTHOR TIDAK MENJAMIN KARYA INI ENAK DI BACA. TAPI YANG PENASARAN BISA MAMPIR
Nama adalah doa. Hal itu telah diketahui semua orang.
Banyak orang yang memberi nama anaknya sesuai dengan karakter tokoh idola masing-masing. Sama halnya dengan pasangan Reyhan dan Laura yang memberi nama anaknya Salman Alfarisi.
Keduanya berharap kelak putranya mewarisi segala kebaikan yang ada pada diri salah satu sahabat nabi yang di jamin masuk surga itu.
Namun apa jadinya, jika doa tulus itu di kabulkan Allah? Termasuk soal percintaannya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ipah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
27. Kejutan
Setelah mandi, dengan penuh semangat Wulan berjalan menuruni anak tangga. Ia tak sabar ingin segera mengetahui kejutan yang diberikan Daddy padanya.
"Leon." desis Wulan dengan langkah yang terhenti di anak tangga paling bawah.
"Hai, Wulan." sapa Leon dengan senyum sumringah. Wulan mendekatinya dengan membalas senyumnya, lalu keduanya saling berpelukan.
"You are very beautiful." puji Leon sembari memperhatikan Wulan dari atas sampai bawah, lalu balik ke atas lagi. Sementara gadis itu hanya menyunggingkan senyum.
Di ruang tamu itu kini tengah berkumpul Daddy, mommy, Wulan dan Leon. Mereka bercakap-cakap tentang kedatangan Leon yang cukup mengejutkan.
Leon adalah tetangga keluarga Daddy Marquez di Belanda. Selain itu, ia anak dari rekan bisnisnya Daddy. Jadi keakraban keluarga mereka sudah terjalin sejak dulu.
Kedatangan Leon ke Indonesia memang sengaja untuk memberi kejutan pada Wulan. Karena ia memang menyukai Wulan sejak kecil. Namun gadis itu hanya menganggap Leon sebagai temannya, tidak lebih.
Keluarga Daddy Marquez sudah 2 kali tidak berkunjung ke Belanda. Biasanya setiap hari raya, keluarga Wulan akan menghabiskan waktunya di sana. Untuk menikmati waktu bersama.
Leon menyodorkan paper bag pada Daddy, mommy dan Wulan sebagai oleh-oleh. Mereka pun langsung membukanya.
"Terima kasih Leon, om suka sekali parfum ini." ucap Daddy sambil menghirup dalam-dalam aroma parfum yang ia semprotkan sedikit ke punggung tangannya.
"Terima kasih Leon, Tante juga suka dengan tas keluaran terbaru ini." mommy Melati membolak-balikkan tas berwarna merah sambil mengamatinya.
"Terima Leon, aku juga suka dengan kalung salib ini." ucap Wulan sambil menyunggingkan sedikit senyum.
"Sama-sama semuanya. Oh iya, sini aku bantu pakai kan kalungnya." tawar Leon dengan senyumnya.
Daddy dan mommy langsung mengangguk, sehingga Wulan hanya bisa pasrah menyerahkan kalung berlian dengan bandul salib itu pada Leon.
"Pas sekali, keliatan tambah cantik." ucap mommy sambil memperhatikan anaknya yang memakai kalung salib.
"Sekali lagi terima kasih."
"Om, Tante, Leon malam ini mau mengajak Wulan jalan-jalan boleh?"
"Eh, tapi aku lagi sibuk." tolak Wulan dengan cepat.
"Wulan, Leon datang jauh-jauh dari Belanda lho. Kasian kan kalau kesini cuma jalan-jalan sendirian." ucap mommy.
Wulan menarik nafas dalam-dalam, sebenarnya ia ingin kembali membaca buku dari Salman. Tapi mengingat ucapan mommy nya, akhirnya ia mengangguk setuju. Yang membuat Leon tersenyum sumringah.
Wulan segera naik ke lantai atas, menuju kamarnya untuk berganti baju dan memastikan mengunci laci mejanya, lalu menyembunyikan kunci itu di tempat yang aman. Setelahnya ia menuruni anak tangga menghampiri Leon.
Leon membukakan pintu mobilnya untuk Wulan, lalu untuk dirinya sendiri. Kendaraan roda empat itu pun melaju meninggalkan pelataran rumah mewah Wulan.
"Kita mau jalan kemana nih?"
"Terserah kamu saja Leon. Aku kan hanya menemani."
Leon terkekeh menanggapi ucapan Wulan, sehingga membuat gadis itu mengernyitkan dahi.
"Aku kan jarang ke Indo, tentu tak begitu hafal dengan tempat di daerah sini lah beb. Kamu kasih petunjuk saja, nanti aku ikut. Daripada kita nyasar."
"Kita ke taman kota saja." ucap Wulan setelah sejenak berpikir. Leon manggut-manggut, lalu membelokkan mobilnya menuju arah taman kota sesuai petunjuk tang di berikan Wulan.
Hanya menempuh perjalanan selama 20 menit, mobil mewah milik Leon sudah menepi di jalan sekitar taman kota. Leon kembali membukakan pintu untuk Wulan.
Keduanya berdiri di dekat mobil sambil memperhatikan suasana taman yang penuh dengan kelap-kelip lampu yang berwarna warni. Deretan penjual juga berjejer di sekitaran jalan. Karena itu adalah malam Minggu, tempat itu sudah cukup ramai pengunjung.
Beberapa orang yang kebetulan melintas di depan Wulan dan Leon, memperhatikan keduanya dengan seksama sambil berbisik.
Keduanya menganggap hal itu adalah hal yang wajar. Dimanapun mereka singgah, pasti akan melihatnya seperti itu.
Wajah Wulan memang menuruni garis wajah Daddy yang bule. Di tambah dengan cara berpakaiannya yang hanya mengenakan pakaian kurang bahan. Yakni celana hotpants dan tang top yang di tambah dengan sweater.
Sedangkan Leon, menggunakan celana jeans pendek yang robek di bagian pahanya. Kaos dan topi yang sengaja di balik posisinya.
"Ayo kita kesana." ajak Leon sambil melingkarkan tangannya di pinggang Wulan.
❤️❤️
Cuma yg baca kayaknya sedikit.
Mungkin revisi judul biar lebih menarik reader.
.
wkk.. wkk.. wkkk uda sam aja nie, kyk Leon lebih parah mala somplak nya... 😀😀😀
emang harus d ajarkan kepada anak untuk. mengenal lingkungan dan beradaftasi dengan baik, ya itulah tanggung jawab sebagai orang tua, serepot apapun itu yg terbaik untuk anak... Semangat Salman Wulan, menjaga baby Maryam...
😄😄😄
wkk... wkkk.. wkkk makanya jgn asal jgn nyosor aja Leon... g sabar amat si, masih bnyak waktu dan kesempatan, terpenting acara aqiqahan berjalan lancar.. 😀😀😀