NovelToon NovelToon
Rahim Kontrak

Rahim Kontrak

Status: tamat
Genre:CEO / Ibu Pengganti / Nikah Kontrak / Cinta Seiring Waktu / Tamat
Popularitas:477.1k
Nilai: 4.8
Nama Author: samudra lee

Demi mendapatkan uang untuk biaya operasi jantung Sang Nenek, Kanaya rela menjadi ibu pengganti bagi pasangan suami istri Yuga Tjandra dan Zielin.

Tak mau melahirkan diluar ikatan pernikahan, Kanaya meminta suami dari Zielin itu menikahinya secara siri dan sepakat untuk bercerai begitu anak yang dikandungnya telah lahir.

Bagaimanakah kisah rumah tangga mereka selanjutnya, jika Yuga akhirnya juga mencintai Kanaya? Relakah Zielin membagi suaminya dengan ibu pengganti untuk anak mereka?

Jangan lupa rate ⭐lima dan follow akun medsos author.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon samudra lee, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

RK - Chapter 27

Pukul 12.15 WIB, Yuga dan Zielin sudah tiba di kediaman milik Keluarga Tjandra dan ini adalah kedatangan pertama mereka setelah pembicaraan tentang anak dan warisan beberapa bulan yang lalu.

"Mas, kamu nggak lupa bawa hasil usg milik wanita itu kan?" tanya Zielin dengan berbisik. Dia tidak mau lagi terus disalahkan oleh Sang mertua.

"Naya, Zi. Dia punya nama dan namanya adalah Kanaya," ralat Yuga.

Zielin hanya memutar bola matanya. "Terserah. Tapi, kamu bawa hasil usg dia kan?"

"Tentu saja bawa. Aku tidak mungkin membiarkan papa menindasmu lagi." Sudah cukup bagi Yuga melihat istri tercinta selalu disalahkan. Dia tidak mau kejadian serupa yang terjadi beberapa bulan yang lalu terjadi lagi.

"Harus itu. Tapi, tetap ingat! Jangan buat papamu marah dan nggak jadi mewariskan harta itu untukmu." Tetap saja hanya harta warisan yang ada di kepala Zielin.

"Akan aku usahan."

"Jangan hanya diusahakan! Tapi, harus bisa! Ingat kita sudah mengeluarkan banyak uang untuk itu. Jadi, kita harus bisa dapetin harta papa kamu. Rugi lah, kalau kita nggak dapet," jelas Zielin.

Penghinaan apa pun yang diberikan oleh mertuanya, Zielin tidak peduli. Yang terpenting harta itu menjadi miliknya.

Yuga hanya menghela napas. Dia tidak mengerti dengan jalan pikiran istrinya tersebut. Disaat semua orang menganggap harga diri jauh lebih penting dibandingkan dengan harta, tetapi hal itu tidak berlaku untuknya.

Sejak dulu Yuga sudah tahu kalau istrinya memang materialistis dan dia menganggap hal tersebut adalah wajar.

Yuga dan Zielin langsung menghentikan obrolan mereka kala Munawarman-ayah Yuga datang bersama dengan asisten pribadinya. Lelaki yang memiliki umur lebih dari setengah abad tersebut mendudukkan dirinya di kursi. Seperti biasa, dia menatap anak dan menantunya tanpa ekspresi. Sementara itu, Johan-asisten pribadi dari pemilik perusahaan Tjandra Grup berdiri tepat di sebelah kanannya.

Johan kemudian menyuruh agar pelayan menyajikan hidangan di atas meja.

"Jo, kamu juga duduklah! Ikut makan bersama kita!" suruh Munawarman.

"Terima kasih, Tuan. Tapi, saya akan makan setelah Anda dan keluarga Anda selesai makan." Lelaki dengan ekspresi dingin itu menolak dengan halus perintah dari atasannya.

"Tidak, Jo. Kamu juga sudah kuanggap sebagai keluarga, jadi duduklah!" kembali Munawarman memberikan perintah.

"Sudah lah, Jo. Duduk saja! Papa pasti nggak akan makan kalau kamu nggak ikut makan!" suruh Yuga dengan nada sinis. "Bagi Papa kamu lebih penting dari apa pun, termasuk anaknya sendiri," lanjutnya.

"Tuan Muda, Anda.... "

"Kamu benar. Johan lebih penting dari siapa pun," sela Munawarman.

Yuga menghentak meja dengan kedua tangannya. Baginya, Johan adalah pesaing dalam mendapatkan kasih sayang dari Sang Ayah. Sejak dulu, dia selalu dibanding-bandingkan dengan asisten pribadi dari papanya itu.

"Mas, sudah! Kita ke sini bukan untuk bertengkar dengan papamu," bisik Zielin lagi. Dia takut Munawarman akan menarik perkataannya tentang warisan. "Kamu ngalah ya?"

Yuga yang awalnya ingin meninggalkan meja makan pun dengan terpaksa menuruti perkataan Zielin.

"Pa, maafkan Mas Yuga ya! Dia tidak bermaksud begitu kok." Kali ini Zielin berperan sebagai menantu yang baik. "Johan, tolong maafin sikap Mas Yuga barusan ya!"

"Tidak masalah, Nona," jawab Johan.

"Yuga, apa kamu masih tetap ingin disini atau pergi?"

"Mas Yuga masih mau disini, Pa," jawab Zielin dengan cepat. Dia menyuruh Yuga untuk tetap bersikap tenang.

"Johan, duduk lah!" suruh Zielin.

Sebelum duduk, Johan melirik ke arah Yuga sebentar. Yuga memang selalu seperti ini tiap berkunjung ke rumah papanya.

"Bagaimana? Apa istrimu sudah ada tanda-tanda bisa hamil?" tanya Munawarman tanpa menatap putranya. Dia hanya fokus dengan makanannya

"Aku sudah hamil kok, Pa." Zielin mengambil foto usg dari dalam tas kemudian menunjukkannya kepada Sang Mertua. "Lihat, itu hasil usg-ku!"

Munawarman melihat foto usg yang baru saja Zielin berikan. Tidak ada ekspresi apa pun yang ditampilkan pria paruh baya itu.

"Baguslah. Sesuai janji, aku akan memberikan sebagian harta milikku setelah bayi itu lahir," jelas Munawarman. "Jagalah kehamilan istrimu baik-baik!"

"Terima kasih, Pa." Zielin sangat senang karena mertuanya tak lagi mengatakan hal-hal buruk tentangnya.

"Mas, kita akan menjadi orang yang sangat kaya," ucap Zielin dengan suara lirih yang hanya mampu didengar oleh Yuga.

"Bagaimana perusahaanmu? Apa kamu mengalami kesulitan?" Sebagai seorang ayah, Munawar tentu meliki perasaan khawatir kepada putra kandungnya, meski itu tidak ia tunjukkan.

Dia selalu menyuruh Johan untuk mengawasi purusahaan anaknya tersebut. Dan saat perusahaan itu ada sedikit masalah, diam-diam ia selalu membantunya dari belakang.

"Perusahaanku baik-baik saja. Jangan khawatir!" jawab Yuga masih dengan ekspresi yang sama.

Dulu, hubungan Yuga dan papanya begitu harmonis. Namun, semenjak Yuga menikah dengan Zielin perlahan, namun pasti keharmonisan tersebut hilang bak ditelan bumi. Keduanya sering bertengkar bahkan untuk hal-hal sepele. Dan keberadaan Johan semakin memperumit segalanya.

"Sudah tidak ada hal yang perlu dibicarakan lagi kan? Sekarang aku dan istriku harus pergi dari sini," ucap Yuga. "Ayo, Zi, kita pergi dari sini!" ajaknya.

Yuga bangun dari tempat duduknya. Tanpa berkata sepatah kata pun lagi, ia melangkah meninggalkan meja makan.

Zielin ikut bangun dari kursinya, dia menatap mertuanya dan Johan sebentar. Setelah itu ia pun ikut pergi dari sana.

"Jo, kamu sudah selidiki Si Zielin?" tanya Munawarman.

"Sudah, Tuan. Tapi, semua sama seperti yang Nyonya Zi katakan. Tidak ada yang aneh dengannya," jawab Johan menjelaskan.

"Benarkah?" tanya Munawarman lagi.

Entahlah. Dia tetap merasa ada yang salah dengan menantunya. Terlebih setelah tiga tahun lalu ada surat kaleng berisikan foto menantunya itu berada di diskotik dengan seorang laki-laki. Sayangnya, wajah laki-laki tersebut tidak tersorot oleh kamera.

"Kamu selidiki wanita itu lagi! Aku yakin istri Yuga sudah berselingkuh!" suruh Munawarman. Sebagai seorang ayah, dia tidak rela jika putranya dimanfaatkan.

"Baik, Tuan." Johan menggenggam erat sendok dan garpu di tangannya.

***

"Mas, kenapa kamu marah-marah tadi? Kan sudah ku bilang, tahan emosimu, demi harta warisan papa!" ucap Zielin ketika mereka tiba di kediaman mereka.

"Aku benar-benar muak melihat muka si Johan! Dia selalu berlagak baik di depan papa. Aku tahu, dia pasti memiliki niat buruk terhadap papa." Yuga berjalan mondar-mandir di ruang tamu.

"Kenapa kamu yakin dia jahat? Memang kamu punya buktinya?" tanya Zielin.

"Aku memang belum memiliki bukti itu. Tapi, aku yakin, dia itu jahat. Sejak dia menjadi asisten papa, sejak saat itu pula hubunganku dan papa makin merenggang." Yuga sangat yakin, asisten pribadi dari papanya itulah salah satu yang menjadi penyebab merenggangnya hubungannya dengan Sang Papa.

"Tenang dulu ya, Mas. Jangan, berpikiran yang tidak-tidak! Oke!" Zielin memeluk suaminya. Dia yakin, pelukannya mampu meredakan kemarahan Yuga.

"Zi."

"Hm?"

"Ada yang ingin aku katakan kepadamu."

Zielin mendongak menatap wajah suaminya. "Apa?" tanyanya.

"Ini soal Kanaya."

"Ada apa dengan wanita itu?" Zielin paling malas jika harus berbicara tentang ibu pengganti yang mereka sewa tersebut.

"Zi, aku... aku putuskan untuk tidak menceraikan dia setelah anak itu lahir," ucap Yuga dengan sangat hati-hati.

"Apa?!" Tentu saja pernyataan Yuga barusan mengejutkan bagi Zielin. Dia menatap Yuga tak percaya.

1
Ririn Nursisminingsih
dari kmarin2 harusnya nyelidiku istrinya
Ririn Nursisminingsih
bener 2 ceo bego... karena bucinn
Ririn Nursisminingsih
kok gregeten a ini yuga bego banget kok ndak ada curiga2nya sama zelin
Ririn Nursisminingsih
wah pareh nih cewek selingkuhanya si jo aduh semoga segera terbongkar
Ririn Nursisminingsih
hadeh yuga ceo jg bodoh dong diakalin zelin
Ririn Nursisminingsih
rasai perawan jadibcandu kmu yuga mungkin zelin nikah sana kmu sudah ndak perawan
Ririn Nursisminingsih
yuga2 bucin tpi jg bodoh
Ririn Nursisminingsih
ternyata zelin selingkuh bodohnya yuga dibohongi istrinya
Ririn Nursisminingsih
bener naya nikah siri ndak papa daripada zina
Efratha
Luar biasa
sherly
ayoo zi cari alasan kamu kan ratu drama...
sherly
kalo ini aku setuju, emang benera percuma kaya tp ngk bisa byr org buat nyari kesalahan zi... beneran payah
sherly
yg membuatku penasaran hp yg dalam saku nya itu hp sapa trus sapa yg letak di baju nya.. artinya ada kaki tangan zi dirumah Yuga...
sherly
eh ada mas tama papa si kembar
sherly
Lamaaaaaa banget sih yugaaa lelleet tau ngk, mana tu asisstenmu payah nih ditipu berkali kali
sherly
wow zi beneran licin kayak belut ya kamu susah bener diungkap kebususkanmu
sherly
pengkhianatan dr org terdekat ya sulitlah terdeteksi
sherly
asik gini aja kejadiannya...
sherly
hahahah patutlah tak ketahuan ternyata yg disuruh selidiki kelakuan zi biang keroknya Johan pengkhianat
sherly
Yuga beneran percaya Ama zi padahal kelakuan zi diluar sana sudah kayak jalang... kasian kamu Yuga msh menjaga perasaan zi... hrsnya kalo papamu ngk suka Ama zi hrsnya kan dianya dah kirim mata2 buat pantau kegiatan binimu yg liat tu
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!