Bagas Sanjaya, dipertemukan dengan seorang gadis yang cantik dan jelita bernama Deliana. Gadis itu ia selamatkan setelah tertabrak oleh mobil yang ditumpanginya. Ternyata Deliana adalah anak dari Jonathan Zabeth, sahabat baik dari keluarga Sanjaya.
Pertemuan itulah yang kemudian menjadi jawaban sekaligus penyelesaian dari sebuah permasalahan yang mencekik kehidupan Jonathan dan keluarganya.
Cerita ini hanya fiktif belaka. Jika ada kesamaan nama tokoh, atau pun tempat, itu semua diluar pengetahuan penulis. Mohon untuk tidak memberikan komentar burik, karena itu akan berakibat buruk. Sekian dan terima gaji.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Juan Atma Wikarta, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 27 : JAVANESE MAFIA
"Waktu itu saya bersama lima belas orang anak buah saya menemukan tempat persembunyian anak buah Rosa. Dan kami juga mengetahui secara pasti kalau Rosa juga sedang berada disana."
"Lalu?"
"Tempat itu nampak sepi. Seperti tanpa penghuni. Namun disitulah kami harus menerima kenyataan kalau kami sudah masuk ke dalam jebakan. Mereka sudah menyiapkan semuanya. Dari alat penyiksaan dan juga berbagai macam senjata yang sudah mereka todongkan ke arah kami."
"Saat itu saya baru sadar. Kalau banyak sekali kamera pengawas yang ada disana. Dia sendirian, tanpa ditemani oleh siapa pun."
"Siapa yang kamu maksud dengan dia?
"Dia adalah Rosa. Dia lebih kejam dan mengerikan dari pada apa yang kami kira." Ucap Liam dengan mata yang berkaca-kaca.
Dia masih ingat bagaimana rasa dan suasananya saat penyiksaan itu mulai
berlangsung. Karena sudah melihat puluhan senjata yang mengarah kepadanya dan anak buahnya, Liam tidak bisa melakukan apa-apa selain menuruti kemauan Rosa.
Rosa menyuruh Liam untuk duduk di sebuah
kursi yang sudah dirancang khusus oleh Rosa untuk mengikatnya. Sedangkan anak buahnya disuruh untuk masuk ke sebuah kandang yang memiliki tinggi dua meter dan lebar empat meter.
Liam dan anak buahnya awalnya menolak. Namun karena kemungkinan mereka untuk selamat terlalu kecil, suka tidak suka mereka harus meng-iyakannnya. Liam perlahan duduk di kursi itu. Di samping kursi ada beberapa batang besi yang dimasukkan ke dalam sebuah alat yang mirip seperti pelontar anak panah.
Setelah Liam duduk, batangan besi yang ada
di kiri dan kanannya itu mulai mengunci tubuh Liam. Liam berusaha berontak, tapi tidak berhasil. Karena ada delapan batangan
besi yang sekarang mengunci seluruh tubuhnya. Ditambah dengan posisi kursi yang sudah mentok ke tembok dan tidak bisa digerakkan.
Rosa memang sudah mempersiapkan semuanya jauh-jauh hari. Rosa dan anak
buahnya sengaja membocorkan informasi keberadaan mereka agar Liam
dan anak buahnya bisa datang ke tempat ini.
"Liam. Jika kamu berhasil melewati berbagai macam penyiksaan yang sudah aku siapkan. Maka aku akan membiarkanmu pergi tanpa halangan apa pun." Ucap Rosa di ruang kontrol sembari mengawasi Liam.
"Kurang ajar! Dasar ******! Ayo turun kalau kamu beranil!" Teriak Liam kepada Rosa.
Rosa lalu memencet sebuah tombol yang mengaktifkan tegangan listrik di kursi itu. Liam menjerit kesakitan. Tegangan listrik itu sangat besar hingga membuat tubuhnya lemas. Anak buah Liam yang berusaha mendobrak pintu kandang juga mendapat sedikit sengatan yang ada di kandang itu.
Kandang itu terbuat dari sebuah besi yang sangat kuat. Dan sengaja di basahi agar semakin mudah untuk dialiri listrik.
Mereka tak mungkin bisa kemana-mana selain pasrah dengan apa yang akan mereka terima setelah ini. Mereka semua tidak bisa melakukan banyak hal.
Lagi pula tempat ini juga sangat sepi dan sangat tertutup. Tidak mungkin ada orang yang akan mendengar jeritan mereka.
"Liam. Kamu sudah memanggilku ******. Maka aku sudah tidak ragu lagi untuk memberikanmu hiburan, yang iblis pun tidak akan mampu untuk melihatnya."
Rosa keluar dari ruang kontrol dengan membawa sebuah kotak berisi berbagai peralatan yang akan dia gunakan untuk menyiksa Liam dan anak buahnya. Lima belas orang yang Liam bawa itu sama sekali tidak berguna bagi seorang Rosa.
Karena Rosa sudah terbiasa menghadapi
puluhanlawan. Apalagi dengan keadaan mereka yang sudah masuk perangkap, sudah bisa dipastikan mereka hanya bisa menonton
penyiksaan yang sebentar lagi akan ditayangkan secara langsung dihadapan mereka.
izin pm thor, mampir yuk ke ceritaku judul nya
Aku Tetap Cinta
tp q suka karya'a bagus ...
semngt sukses selalu
klo tiap hari crazy up aku suka thor
semangat ya thor terus berkarya