Saat aku mengetahui sebuah rahasia besar itu, aku hanya mampu tersenyum dengan sesak di dada.
Hampir 5 tahun aku berada di balik senyuman dan menguatkan hati, namun apa yang aku dapat? Malah sakit yang lebih dalam serta sesak di dada yang aku dapatkan!
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Hnislstiwti., isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 27
Kabar kehamilan Anna pun sengaja Alex sembunyikan, bahkan Frisil dan Sofia pun tidak di beritahu oleh nya. Alex melakukan hal itu untuk antisipasi kemungkinan buruk yang bisa saja terjadi kapanpun.
Harun pun ikut tutup mulut atas kabar bahagia dari sang Tuan dan Nona muda.
Alex mengatakan pada pihak keluarga bahwa Anna hanya kelelahan bekerja dan mengurus butiq, hingga mengakibatkan kondisi nya drop dan kurang di perhatikan dalam makanna.
"Mas, aku akan mengundurkan diri dari dunia permodelan ya" ucap Anna setelah makan malam selesai.
"Bagus dong, jadi kamu fokus pada kehamilan kamu saja" balas Alex dengan senyum bahagia.
Anna mengangguk, lalu dia menyuruh sang Asisten untuk datang esok pagi ke Rumah sakit.
Alex mengusap lembut lengan Anna, saat ini keduanya sedang bersantai dengan rebahan di atas ranjang pasien dan Anna sendiri tiduran di dada sang Suami.
"Mommy kapan kesini lagi?" tanya Anna.
"Besok pagi, dia akan membawa keperluan kita disini dan makanan" jawab Alex.
"Mas, bagaimana kabar Nenek dan Kakek ya? Aku sudah lama tidak menjenguk mereka" ucap Anna tiba-tiba.
Alex mengambil ponsel nya, dia lalu menelpon sang Kakek.
Tut.
Tut.
"Di angkat gak, Mas?" tanya Anna dengan bangkit dari tidurannya.
"Enggak sayang, mungkin mereka sedang jalan pagi kan disana sudah pagi hari" jawab Alex meletakan kembali ponsel nya.
"Yaudah deh, ayo kita tidur" ucap Anna dengan helaan nafas kasar.
Alex memeluk Anna kembali, dia mencoba menenangkan Anna yang terlihat sedikit gelisah malam ini.
Hingga sampai larut malam Anna tak kunjung menutup mata nya, bahkan dia terus saja gelisah.
"Ini sudah tengah malam, kenapa belum juga tidur hem?" tanya Alex lembut.
"Aku sangat gelisah Mas, entah kenapa pikiranku terus bertuju pada Nenek dan Kakek" jawab Anna dengan gestur tubuh gelisah.
Alex memberikan air minum terlebih dulu, lalu setelah nya dia mengusap lembut wajah Anna.
"Tenanglah, aku akan menelpon salah satu anak buahku disana" ucap Alex lembut.
Alex lalu membawa Anna ke dalam pelukannya, dia mengusap lembut punggung Anna.
Drrrt.
Drrt.
Ponsel Anna bergetar, dia lalu mengambilnya dan melihat siapa yang menelpon.
"Dari siapa, sayang?" tanya Alex.
"Tidak tahu, Mas" jawab Anna melihatkan layar ponsel nya.
Alex mengambil ponsel tersebut dan mengangkat panggilannya dengan loudspeaker.
"Halo sayangku, sudah lama aku tak memantaumu dan kamu semakin cantik saja. Ah bagaimana kabarmu?" ucap si penelpon dengan enteng nya.
Alex menyuruh Anna bicara, sedangkan dia akan mendengarkannya.
"Siapa kamu? Kenapa dengan lancangnya kamu menyebutku sayang?" tanya Anna dengan emosi.
"Jangan emosi begitu sayang, nanti Suami mu akan bangun dan kamu juga sedang sakit bukan" jawab nya dengan nada yang di buat se halus mungkin.
"Ahh dan juga kau sebentar lagi akan menjadi milikku dan akan meninggalkan Alex" ucap nya lagi dengan penuh keyakinan.
Deg.
"Tidak akan, aku tidak akan meninggalkan Suami ku demi Suami Kakak ku sendiri, Ishak" teriak Anna dengan prustasi.
Alex langsung memeluknya dan menenangkannya.
"Kau ternyata pintar juga sayang, ya aku Ishak dan aku akan menunggumu datang kesini karena nyawa Kakek dan Nenek mu ada di tanganku" ucap Ishak dengan penuh tekanan.
Deg.
Deg.
"Jangan apa-apa kan mereka Ishak" bentak Anna dengan isak tangis yang sudah keluar.
Tut.
Panggilan terputus dan Anna langsung histeris, Alex dengan sigap memeluk dan menenangkannya. Dia mencoba untuk tenang agar tidak salah langkah, dia akan memberitahu sang Daddy terlebih dulu.
"Tolong selamatkan Nenek dan Kakek Mas" lirih Anna dengan terisak di pelukan Alex.
"Tenanglah sayang, kita harus pikirkan seuatu terlebih dulu, jangan gegabah karena kita tidak tahu yang terjadi disana" ucap Alex lembut.
Hiks.
Hiks.
"Selamatkan mereka" lirih Anna kembali
Cup.
"Aku akan menyelamatkan keduanya, asal kamu tenang dan jangan begini ya. Aku tidak bisa konsen jika kamu begini, sayang" balas Alex dengan memeluk Anna erat.
Brak.
"Alex" panggil Mommy dengan nafas ngos-ngosan.
"Mommm" ucap Anna setelah melepaskan pelukannya dari Alex.
Mommy langsung mendekatinya dan memeluk sang menantu dengan erat, dia mengusap lembut kepala Anna.
"Mom, Kakek dan Nenek Anna" lirih nya dengan terisak
Alex mengepalkan tangan, dia sangat membenci orang yang telah berani membuat Anna menangis seperti ini.
"Ayo ikut Daddy" ajak Daddy pada Alex.
Alex mengangguk, dia keluar dari ruangan setelah mengecup kepala Anna berkali-kali.
Di luar sudah ada Gerald dan Harun, keduanya ikut bersama Daddy kesana.
🍌
Anna masih saja terisak di pelukan Mommy, dia menumpahkan semua nya disana.
Hingga lambat laun tangisannya mereda dan berganti dengan dengkuran halus.
Mommy merebahkan kepala Anna ke atas bantal, lalu dia juga ikut merebahkan dirinya di samping sang menantu dengan memeluk nya.
Tak terasa Mommy pun ikut serta memejamkan mata nya bersama dengan Anna.
Ceklek.
Alex dan yang lainnya masuk, mereka langsung duduk saat melihat Anna dan Mommy telah terlelap dengan pulas nya.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
besttt
semangat author 🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹
lagian Sofia bukan ikut masuk ke dalam kamar mandi
🤦🏼♀️🤦🏼♀️🤦🏼♀️🤦🏼♀️
Si ishak makin gila aja ya udah ninggalin anak istri terobsesi sma anna terus sekrang main gila lgg sma laura🤦♀️🤦♀️