REVALINA AZALIA memiliki Suami yang selalu mencintai nya, REVALINA bahagia hidup bersama WIRAWAN, Awan selalu menyayangi sang istri, Selalu membahagiakan sang istri.
Tapi entah kenapa, tidak ada angin tidak ada hujan, kesalahan apa yang sebenarnya Revalina buat, hingga suaminya berucap ingin menikah lagi.
disaat REVALINA yang tengah berjuang mati matian untuk melahirkan sang calon Anak, suami yang begitu ia cintai mengatakan bahwa akan menikah lagi, Revalina sangat syok mendengar nya.
lantas bagaimana kisah selanjutnya?
apakah REVALINA akan diam saja?
baca Novel BERPISAH SEKARANG!
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon KaniaAzzaraAulia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
26
HAPPY READING.
*
*
*
*
*
*
*
*
Zuela menatap tajam suaminya yang kini berlutut di bawahnya sembari menjewer telinga.
"Maaf sayanggggg, aku salah"ucap sesal Gio, Dia merasa bersalah karena tidak pernah menceritakan tentang eve dari awal.
"Sudah tau apa salah mu??"tanya dingin Zuela, sepontan Gio mengangguk.
"Kenapa tidak pernah memberitahukan tentang dia padaku?"
"Mas lupa, mas terlalu bersemangat untuk menikah dengan mu, dia wanita yang membuat hatiku sakit, jadi mas fikir buat apa mengingat nya lagi"jelas Gio.
"Sekali lagi maaf.."
Zuela menghela nafas, berusaha untuk mengontrol emosi nya, Zuela tidak suka dengan ketidak jujuran suaminya ini, tentang suami nya yang memiliki mantan, jika saja sang suami menceritakan keberadaan Wanita itu yang pernah bersama Gio, mungkin Zuela tidak akan se kecewa ini, yang dia butuhkan adalah kejujuran dari pasangannya.
"Bangun lah, dan mendekat kemari"perintah Zuela.
Dengan patuh, Gio bangun, lalu mendekati sang istri yang duduk ditepi depan ranjang, setelah mendekat, Zuela dengan tiba tiba memeluk tubuh suaminya dari posisi duduk.
"Maaf jika aku terlalu marah"ungkap Zuela, yang memang dia marah dengan fakta tadi.
Gio membalas mesra pelukan istri tercintanya.
"Maafkan mas juga, yang sebelumnya tidak jujur dengan mu tentang Dia, aku hanya tidak mau memikirkan masa lalu, sekarang kamu masa depan ku sayang, aku tidak ingin mengingat masa lalu lagi, makanya aku tidak menceritakan dia."jelas Gio.
Zuela melepaskan pelukan nya pada sang suami, ditariknya Gio untuk merebahkan tubuhnya, jadilah kini keduanya sama sama menatap langit langit kamar hotel.
"Kita belajar dari pengalaman ini, untuk kedepannya tidak ada yang disembunyikan dari kita masing-masing, kita harus saling terbuka, apa kamu mau?"Zuela melirik kearah suaminya.
"Ya, aku tidak akan menyembunyikan apapun padamu sayang, dan kamu pun juga harus terbuka dengan ku, kita akan membinah rumah tangga yang baik dan indah, aku tidak akan membuat mu kecewa, atau pun membuat mu menangis, aku akan membuat mu menangis bahagia bukan sedih"ucap panjang Gio.
"Janji?"
"Tidak hanya janji, tapi akan aku buktikan, jadi aku mohon padamu, jika kedepannya aku membuat kesalahan, tegur lah aku, dan bawa aku kejalan yang seharusnya, jangan pernah mendiami ku atau kabur dari ku, kita cari jalan keluarnya sama sama, kita bukan abg labil, jadi kita harus kerja sama dalam membangun rumah tangga impian kita, paham my wife??"ucap Gio mengelus rambut Zuela lembut.
Zuela tak menanggapi ucapan panjang Gio, dia malah nyosor mencium bibir dan pipi suaminya secara kilat, Gio sampai terbengong melihat nya, ditambah setelah ciuman itu Zuela memeluk tubuh Gio erat.
"Aku juga akan membuktikan jika aku layak ada disampingmu, menjadi istri yang baik untuk mu, menjadi ibu rumah tangga yang baik, bahkan ibu yang baik dari anak anak kita nanti, aku bukan wanita yang sempurna, aku juga punya kekurangan, dan aku akan berusaha mejadi yang terbaik didalam rumah tangga kita, love you my Husband"ucap Brizuela menenggelamkan wajahnya leher suaminya.
Seulas senyum Gio terbitkan, pertemuan yang singkat tanpa ada rasa pengenalan lebih jauh, tapi Gio 1000%yakin jika Brizuela tercipta untuk dirinya, untuk menemani masa hidupnya ke depan atau bahkan selamanya.
"Love you to Sayang"Gio memeluk erat tubuh Zuela.
*
*
*
*
*
*
*
Disebuah cafe
Leary mendengus kesal menatap orang tua nya, gimana nggak kesel, udah tau anaknya baru resmi jadi duda, Seenak jidat Mami papinya berniat mencarikan jodoh untuk untuk Leary, gila nggak tuh?
"Aku masih normal dan waras mi, pi, kenapa kalian repot repot cari jodoh untuk ku? Aku bukan anak kecil lagi!! Aku bisa cari jodohku sendiri!!"kesal Leary, tak terima jika harus dijodohkan gini.
"Ya! Tapi kamu cari jodoh nya yang modelan Purel, sama boneka Mampang!!! Mami nggak suka!!"sewot mami Leary, dia kesal sendiri akan tingkah laku putranya ini, bener bener punya mantu model internasional, baik, penyayang, eh putranya asik cari ondel-ondel.
"Yang dikatakan mamimu benar, kenapa juga kamu harus cerai dari Zuela nak?"sang Papi kini bertanya, dia sangat menyukai Zuela sebagai menantu, mendengar kabar perceraian keduanya ia jadi sedih.
"Dia yang mau! Dia juga nggak becus jadi
istri! Makanya aku cari cewek lain, aku kesepian!!!"terang Leary.
Plak!
"Awh!!sakit mam!!"keluh Leary karena mami kesayangannya tiba tiba menabok lengan Leary dengan kasar.
"Rasain!! Pantes Mantu ku minta cerai dari mu"dengus mami Leary.
"Kamu itu amnesia apa gimana? Kan kamu sendiri yang mengijinkan Zuela untuk tetep berkerja, kenapa kamu protes kesepian, apa otakmu tak berfungsi???!!!"sewot mami Leary, amarahnya tak terbendung, apa benar dia telah melahirkan Leary dari rahimnya???.
"Papi sendiri pun tidak tau dengan jalan pikiran mu, kamu yang membuat Zuela sibuk, tapi kamu sendiri yang merasa kesepian, dan kau menyalahkan dirinya karena sibuk??? Suami macam apa kamu ini"papi Leary menggelengkan kepalanya.
Yang tengah diintrogasi Nampak terdiam seperti patung, perceraiannya ini memang bukan sepenuhnya salah Zuela, hanya saja dirinya yang tidak bisa mengerti dirinya sendiri.
Andai Leary berterus terang untuk melarang Zuela berkerja, mungkin perceraian tidak akan pernah mendatangi rumah tangga nya dengan zuela.
"Dan berhubung kamu sudah menduda, mami akan menjodohkan mu dengan anak teman mami"ucap mami Leary.
Leary yang sadar dari lamunannya pun ingin mengajukan protes, tapi papinya langsung memotong nya.
"Tidak ada bantahan!"tegas Papi Leary, nyali Leary langsung menciut.
"Jeng Indri!"sapa seseorang wanita seumuran mami Leary mendatangi meja Keluarga Leary.
Dari belakang diikuti sosok gadis cantik berwajah datar dengan pakaian wanita kantoran.
Mami Leary yang melihat sahabatnya dan anaknya datang pun menyambut, dari cipika cipiki lalu saling mengenalkan keluarga.
"Oh jadi Dia Amel?"tanya mami Leary.
"Iya, dia Amel, gimana menurutmu??"ucap teman mami Leary sembari menaik turun kan alisnya.
Tak membalas, mami Leary hanya menunjukkan tangannya pertanda oke.
Amel, atau nama lengkapnya Amelianie asfiran, memutar bola matanya malas dan jengah.
"Ini gw berasa mau dijual emak gw sendiri anjir!!"batin Amel.
Mama Amel dan mami Leary sudah memutuskan untuk menjodohkan kedua anak mereka sesuai kesepakatan, papi Leary pun juga sudah setuju.
Dua sejoli yang baru saja diputuskan untuk dijodohkan duduk di kursi lain, yang berada di samping milik orang tua mereka, kata para orang tua biar lebih dekat, ini sih lebih menciptakan peperangan baru🤣
Padangan Leary tak lepas dari Amel, wanita itu Nampak dingin dan cuek, apakah ini yang nantinya jadi calon istri nya???"
"Kenapa liat liat? Naksir Lo??"ucap sinis Amel yang sadar dirinya ditatap duda satu itu.
"Cih! Naksir? Apa kau sedang bermimpi? Yang sopan dikit! Saya lebih tua dari kamu!!"ucap Leary menatap sengit wanita didepannya itu, kenapa harus dia sendirian disini yang laki laki, papinya jahat pergi meninggalkan dia dengan ibu ibu dan wanita sok ini.
"Sudah tua kok masih jomblo, bahkan dijodohin lagi"
Tangan Leary terkepal kuat, emosi juga lama lama, nggak terima dong dibilang tua tua jomblo, harga dirinya terasa dijatuhkan, seolah olah dia tidak laku, dia udah duda bos! Jadi pernah nggak jomblo dong?? Macem macem aja nih cewek.
"Upsh! Lupa, Lo kan udah duda"ucap Amel meledek Leary.
Mata Leary melotot, wajahnya benar benar menunjukan bahwa dia marah, keberanian dari mana gadis ini meledeknya seperti itu, ya walaupun benar dia sekarang jadi duda, lalu apa masalahnya??.
"Maaf menganggu, Tante Zoe, anaknya kok punya mulut pedes banget ya? Tante ngidam dia makan cabe berapa kilo?"
Mami Leary dan mama Amel pun menghentikan pembicaraan mereka dan menatap Leary juga Amel.
"Amel, jangan gitu dong, dia bakalan jadi suami mu loh, yang sopan dong sayang"ucap mama Amel menasehati putrinya, lalu melanjutkan obrolannya dengan mami Leary
"Ck! Dasar tukang ngadu"sebel Amel berdecak kesal.
Leary yang melihatnya Nampak menjulurkan lidahnya ke arah Amel, siapa suruh berani meledeknya.
*
*
*
*
*
*
Disisi lain, Eve menghentakkan kakinya kasar, dirinya merasa tak terima dengan pernikahan mantan tercinta nya itu, apa bagusnya Istri Gio itu, lebih cantik juga dia kemana mana, istri Gio bukan apa apa jika dibandingkan dengan nya.
Kekesalan ia lampiaskan dengan tak sengaja melemparkan kaleng bekas, yang tanpa sengaja mengenai kaca depan sebuah mobil.
Otomatis sang pemilik terkejut lalu menghentikan mobilnya dipinggir, dan keluar dari mobil.
Diambilnya kaleng bekas itu, melirik kesana kemari untuk menemukan pelakunya.
Tak sengaja melihat eve yang tengah berjalan sambil menggerutu, didatangi lah eve.
"Hey kau!!!"panggil nya.
Eve seketika menolehkan wajahnya ke kiri, karena posisi mobil itu lewat dari kiri, mereka berada di pertigaan sebuah jalan.
"Apa ya?"
"Kau yang melemparkan ini?"tanya seseorang itu, dia seorang pria.
"Ah, maaf ya, saya nggak sengaja menendang itu"ucap Eve meminta maaf karena tidaklah tau jika kaleng yang dia tendang mengenai orang.
Laki laki itu mendekat lalu memberikan kaleng bekas tadi pada tangan Eve.
"Lain kali kalau jalan gunakan matamu!! Jangan seenaknya kau tendang kaleng ini!"ucap laki laki itu lalu pergi.
Eve melongo, lalu kesal kemudian setelah pria tadi pergi menaiki mobilnya.
"Apaan dah cowok tuh, jalan ya pake kaki bukan pake mata! Aneh aneh aja!"gumamnya kemudian membuang kaleng bekas di tempat sampah, dan lekas pergi dari sana.
...*...
...*...
...*...
...To Be Continue...
next?
haddeh ternyata o ternyata..
godbye lah