NovelToon NovelToon
Perfect Love

Perfect Love

Status: tamat
Genre:Cintapertama / Diam-Diam Cinta / Cinta pada Pandangan Pertama / Kehidupan Manis Setelah Patah Hati / Tamat
Popularitas:158.1k
Nilai: 5
Nama Author: poppy susan

"Seandainya Tuhan memberiku kesempatan untuk bisa melihat, aku ingin melihat wajahmu walau itu hanya satu hari saja," ucap Safira.

Demir yang dari kecil hidup tanpa cinta, membuatnya menjadi sosok yang dingin dan tidak percaya akan adanya cinta, tapi kehadiran seorang wanita bernama Safira bisa membuat Demir merasakan cinta yang selama ini dia rindukan.

Akankah Demir bisa menemukan cintanya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon poppy susan, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Drama Makan Siang

🌻

🌻

🌻

Selama meeting, pikiran Safira ke mana-mana dan terlihat tidak fokus membuat Wildan menyiku lengan Safira.

"Kenapa kamu malah melamun? Tugas kamu catat, hal-hal penting dari meeting ini kalau tidak, si Bos bisa ngamuk," bisik Wildan.

Safira tersentak, dan langsung fokus dengan meetingnya. Safira melirik ke arah Demir yang sedang serius berbincang dengan Gilsya.

"Apa wanita itu pacarnya, Demir? Syukurlah, setidaknya Demir sudah melupakanku dan aku pun tidak terlalu merasa bersalah," batin Safira.

Akhirnya, satu jam pun berlalu dan meeting pun berjalan dengan sangat lancar. Gilsya kembali merangkul lengan Demir membuat Safira hanya bisa diam saja dan mengikuti langkah Demir dan Gilsya dari belakang.

"Mir, makan siang bareng yuk!" ajak Gilsya.

Demir membalikan tubuhnya, kemudian menatap Wildan dan Safira bergantian.

"Kalian kembali bekerja, saya mau keluar dulu dan setelah saya kembali, saya ingin semua pekerjaannya selesai," seru Demir dingin.

"Baik Bos."

"Baik Pak."

Demir pun akhirnya pergi bersama Gilsya dan Safira hanya bisa melihat kepergian Demir dengan tatapan sedihnya. Entah kenapa hati Safira tiba-tiba sakit melihat Demir pergi bersama wanita.

Demir dan Gilsya masuk ke dalam mobil Demir.

"Ngomong-ngomong, si Arka gak bakalan ngamuk nih kalau calon bininya makan siang bareng sama pria tampan," seru Demir.

"Memang situ tampan?" ledek Gilsya.

"Iyalah, malahan tampanan aku dibandingkan si Arka."

"Kalau kamu tampan, sudah sejak dulu aku jatuh cinta sama kamu tapi buktinya aku malah jatuh cinta sama pria lain."

"Idih, walaupun kamu jatuh cinta sama aku tapi aku gak bakalan nerima kamu. Ogah banget punya bini bawel kaya kamu, yang ada tiap hari kepalaku pusing dengerin ocehan unfaedahmu."

"Kurang ajar."

Seperti biasa Gilsya mengeluarkan jurus andalannya, cubitan pedas menusuk hati.

"Aw, ampun-ampun sakit Gilsya!" teriak Demir.

"Makanya jangan macam-macam sama aku," ketus Gilsya.

"Busyet, cubitan kamu pedes banget kaya omongan netizen," keluh Demir dengan memegang perutnya yang terasa panas itu.

Tidak tahu kenapa, sifat dingin dan galak Demir langsung menghilang jika berhadapan dengan Gilsya, mungkin karena Gilsya selalu membawa efek positif bagi Demir.

Beberapa saat kemudian, mobil Demir pun sampai di sebuah restoran. Demir dan Gilsya pun masuk ke dalam restoran itu dan langsung memesan makanan.

"Mir, ada sesuatu yang mengganjal di hatiku. Wanita cantik yang tadi bersamamu itu, sekertaris kamu ya?" tanya Gilsya.

"Iya."

"Cantik loh Mir, kenapa gak dijadikan kekasihmu saja?" goda Gilsya.

Tidak lama kemudian pelayan pun datang membawakan pesanan mereka.

"Sudah jangan banyak ngomong, sekarang lebih baik kita makan dulu soalnya aku sudah lapar banget," seru Demir.

Demir pun langsung melahap makanan yang ada di hadapannya itu, sedangkan Gilsya tampak mengerutkan keningnya.

"Sepertinya ada yang aneh sama si Demir, kenapa dia seolah-olah kesal saat aku membicarakan sekertarisnya, jangan-jangan ada kisah tersembunyi diantara mereka berdua," batin Gilsya.

Gilsya dan Demir pun makan dengan tenang, tidak ada yang bicara sama sekali. Hingga beberapa saat kemudian, mereka pun sudah selesai makan dan Gilsya masih kepo dengan wanita itu.

"Mir, ada hubungan apa kamu sama sekertaris kamu? Kok, di saat aku ngomongin dia, wajah kamu tiba-tiba berbeda sepertinya kamu gak suka sama dia."

"Apaan sih, kepo banget jadi orang."

"Ayolah cerita, kalau tidak cerita, aku gak mau jadi teman mu lagi!"

Demir tampak menghela nafasnya, dan menatap Gilsya membuat Gilsya semakin penasaran.

"Cerita Demir Sugiono, bukanya malah menatap aku kaya gitu," kesal Gilsya.

"Dia wanita yang aku ceritakan sama kamu," sahut Demir.

"Wanita buta yang kamu ceritakan sama aku?"

"Iya, dulu dia ninggalin aku tanpa pamit padahal statusnya baru saja jadian sama aku. Eh, ternyata sekarang dia muncul bahkan sekarang dia sudah bisa melihat."

"Seharusnya kamu senang dong, dia sudah bisa melihat."

Demir mengangkat sudut bibirnya. "Dia sudah punya calon suami."

"Apa? Ya ampun, pasti rasanya nyesek banget ya, Mir?"

"Ya begitulah."

"Terus, apa sekarang dia tahu kalau kamu adalah Demir yang selalu ada untuknya?"

"Tadi sih belum tahu, tapi sekarang kayanya dia sudah tahu, soalnya kan tadi kamu teriak-teriak panggil namaku."

"Jadi penasaran apa reaksi dia saat nanti kamu kembali ke kantor."

"Aku sudah gak peduli lagi sama dia, jadi bagaimana pun reaksinya, itu bukan urusanku lagi," ketus Demir.

"Jangan gitu Demir, aku aja dulu ngejar Mas Arkaku gak kenal menyerah, masa kamu kalah sama aku," ledek Gilsya.

"Itu beda urusannya."

"Beda apanya?"

Baru saja Demir ingin membuka mulutnya, tiba-tiba seseorang memiting lehernya membuat Demir gelagapan.

"Berani sekali kamu makan siang bersama calon istriku," geram Arka.

"Lepaskan."

Gilsya pun langsung bangkit dari duduknya dan memisahkan keduanya.

"Mas, jangan gitu kasihan Demir."

"Jadi kamu membela pria ini!" sentak Arka.

"Bukanya gitu, lihat wajah si Demir sudah memerah, sudah lepaskan," geram Gilsya.

"Tidak, dia harus dikasih pelajaran," sahut Arka.

Gilsya menghembuskan nafas kasarnya, kemudian berkacak pinggang.

"Lepaskan, atau kita batal menikah!" sentak Gilsya.

Seketika Arka melepaskannya, membuat Demir terbatuk-batuk.

"Sayang, kok kamu ngomongnya gitu sih," rengek Arka.

"Duduk!"

Arka pun menurut dan duduk dengan raut wajah memelasnya.

"Gila, bagaimana kalau aku mati!" sentak Demir.

"Bodo amat," sahut Arka cuek.

"Awas saja, aku bakalan membuat pernikahan kalian batal," geram Demir.

"Berani kamu membatalkan pernikahanku, aku akan buat kamu menyesal," sahut Arka tak kalah geramnya.

"Bisa diam gak kalian?" bentak Gilsya.

Arka dan Demir langsung bungkam, Gilsya tak habis pikir kenapa setiap mereka bertemu selalu saja bertengkar tidak pernah akur.

"Mas, ayo pulang. Demir, kalau kamu butuh bantuan, jangan segan-segan bicara sama aku."

"Oke."

"Aku pulang dulu."

Gilsya langsung menarik tangan Arka dan membawanya pergi, sedangkan Demir tampak melamun. Dia sangat malas untuk kembali ke kantor, Demir bingung harus bersikap seperti apa lagi kepada Safira.

"Pasti sekarang dia sudah tahu siapa aku," batin Demir.

1
Patrick Khan
.nah sopo seng salah ngne iki jal😌
Patrick Khan
tenang demir..ada q di sini😄
Patrick Khan
.nenek tua gila😡
Patrick Khan
.dulu pengen cucu..eh dapet cucu di jahatin..hadehhh 😌
Patrick Khan
.loncat kesini😄
Jenong Jenong
gak enak banget denger nama panjangan demir haduh 😔😔😔😔
Lovely
Mulai nano" kehdpan 🥰
Lovely
Pria Sejati kepicut Gadis Buta 😍😘
Lovely
Mata, blh buta. Tapi, tdk buta hati 😘
Nova Marya ningrum: prekituiwwwww......😊😊😊😊
total 1 replies
Lovely
Mampir ya Thor
☠☀💦Adnda🌽💫
nggak punya pendirian bngt kanu baru jd cowok yg tegas dong
☠☀💦Adnda🌽💫
ko bara jd kasar gitu y... ketauan sifat aslinya
☠☀💦Adnda🌽💫
nenek durhak 😜😜
☠☀💦Adnda🌽💫
yg kuat y demir kasian bngt nggak. dianggep sama kakek neneknya 😢😢😢
🌸so0bin🌸
mak cocok ya klo gilsya dan demir jadi besanan 😊😊 @Valerie Whitney
🌸so0bin🌸: 😜😜😜😜😜😜😜😜
total 4 replies
🌸so0bin🌸
aduh hawa.... ngapain juga disitu urusin aja tuh babang fatur kamu 😅😅😅😅
🌸so0bin🌸
sii demir dari mulai lamaran sampe malam pertama pun gak ada romantis"nya kasian dikintilin terus sahabat yg pada jail minta ampun 😆😆😆
🌸so0bin🌸
apes banget sii kamu demir punya sahabat yg gak pada tau diri 😂😂😂
🌸so0bin🌸
aduh babang arka sudah mulai ketularan virus gilsya ini mah 😂😂😂
🌸so0bin🌸
aduh gilsya.... kayaknya dia punya dendam pribadi dah sama demir 😆😆😆😆
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!