Seina adalah gadis cantik yang bercita-cita menjadi aktris terkenal. Setelah lulus sekolah, hidupnya terasa sempurna ketika dia berhasil debut di dunia hiburan. Namun, kebahagiaan itu tidak bertahan lama. Di puncak awal kariernya, Seina justru dibunuh oleh seorang haters yang iri padanya.
Saat membuka mata, Seina tidak lagi berada di tubuhnya sendiri. Dia terbangun di tubuh Serina Elvano, seorang wanita egois yang dibenci banyak orang. Lebih mengejutkannya lagi, dia berpindah tubuh saat Serina sedang berjuang melahirkan anaknya.
Serina harus menjalani kehidupan baru sebagai istri Cristian Elvano, pria dingin dan berkuasa yang sama sekali tidak mencintai istrinya. Tidak hanya diabaikan oleh sang suami, Serina juga diperlakukan rendah oleh keluarga Elvano karena sikap buruknya di masa lalu.
Dia bertekad mengubah hidupnya, merebut kembali harga dirinya, dan membuat semua orang yang meremehkannya menyesal, terutama Cristian.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon eka zeya257, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 19
"Maka aku akan mengakuinya sebagai keponakanku," jawab Jesika karena dia merasa yakin jika Arcelio bukanlah anak kandung Cristian.
Seringai muncul di bibir Serina, dia tidak tahu bagaimana keraguan itu muncul di kepala mungil adik iparnya tapi dengan situasi yang seperti ini justru mempermudah dirinya untuk menguatkan posisi di dalam rumah itu.
"Baiklah, apa kamu juga akan menerimaku sebagai Kakak iparmu?" Tanya Serina santai.
Keheningan sempat terjadi di antara mereka, Serina mengamati perubahan wajah Jesika yang seolah meremehkannya.
'Kalau bukan demi memperkuat posisi Arcelio, aku juga tidak mau mengakuinya sebagai adik ipar.' Batin Serina.
Oh, dia bukanlah wanita baik. Tentu saja, dia bisa marah dan juga memiliki dendam. Namun, karena peraturan dunia itu yang memaksanya bersikap baik tanpa menimbulkan keributan agar tidak terkena pinalti dari sistem membuat Serina harus ekstra hati-hati dalam bertindak.
"Boleh saja, asalkan kamu bisa meluluhkan hati kakakku maka aku akan mempertimbangkan posisimu sebagai Kakak ipar." Kata Jesika meremehkan.
"Deal."
Serina menyetujuinya tanpa pikir panjang, dia yakin akan meluluhkan hati Cristian dan membuatnya jatuh cinta. Semua hanya masalah waktu sampai dia mencapai semua tujuan tersebut.
Dia mengambil Arcelio dari gendongan Salsa, bayi itu masih terlelap nyaman meski sempat terjadi kegaduhan sebentar. Serina mengusap pucuk kepala Salsa pelan, dia menyadari jika tubuh gadis itu menegang sesaat tapi Serina tidak menanyakan lebih banyak.
"Terima kasih sudah menjaga Arcelio, dan maaf karena meninggalkanmu sedikit lama." Kata Serina tersenyum hangat, membuat lesung pipit di pipi kirinya muncul.
Salsa terdiam, seolah terbius oleh kecantikan kakak iparnya. Sesaat kemudian dia mengangguk, "Sama-sama."
Serina menyodorkan sebuah buku yang sejak tadi di pegangnya. "Ini untukmu."
"Untukku?" Ujar Salsa bingung.
"Hadiah untukmu karena sudah menjaga anakku, memang tidak seberapa tapi aku tulus memberikannya."
Salsa mengambil buku itu dari tangan Serina, kemudian membaca sampul buku tersebut. Judul bukunya 'cara menjadi orang yang mudah senyum' Salsa menatap Serina tak percaya.
"Kenapa judulnya seperti ini?"
"Oh, itu hanya pedoman agar kelak setelah Arcelio besar kamu tidak menakutinya."
Kening Salsa berkerut halus. "Apa wajahku terlihat menakutkan?"
"Tidak."
Salsa menghembuskan napas lega, namun perkataan Serina selanjutnya membuat Salsa langsung murung.
"Hanya sedikit." Imbuh Serina. Dia tidak berbohong, karena wajah Salsa yang jarang tersenyum memang sedikit menakutkan.
Semua drama itu di saksikan langsung oleh Jesika yang diam-diam mengepalkan kedua tangannya di sisi tubuh, dia merasa tidak suka dengan interaksi Serina serta Salsa. Entah mengapa ada perasaan ganjil yang menyeruak dalam hatinya.
Serina berbalik berniat kembali ke kamarnya, namun sebelum melangkah dia melirik kembali ke arah Jesika.
"Ingat, Jes. Jangan mengingkari ucapanmu yang barusan," kata Serina sambil berlalu menuju arah tangga kamarnya.
***
"Woi, sistem. Sekarang jelasin gimana sama dunia ini? Apa ini dunia nyata? Atau ilusi?" Ujar Serina yang kini sudah berada di dalam kamarnya.
"Ini dunia nyata. Sama seperti tempat tinggal mu di luar negeri sebelumnya, sementara tubuhmu masih dalam keadaan koma di rumah sakit. Jadi untuk sementara kamu menempati raga Serina, dan harus menjalani kehidupannya serta menyelesaikan misi yang aku berikan. Anggap saja kamu sedang menebus dosa di masa lalu, sekaligus mencari pengalaman baru sebelum debut resmi kamu sebagai model."
Serina yang awalnya ingin komplen, seketika tak bisa berkata-kata. Masih sulit untuknya memahami situasi saat ini, entah dia harus merasa bersyukur karena masih hidup meski bukan di tubuhnya sendiri atau justru sedih karena dia tidak langsung ke akhirat.
Dia ingat dengan jelas, dulu dia bukanlah orang baik hati seperti yang orang lain pikirkan. Meski dia terlihat polos dan bersih, tapi semua itu hanyalah topeng yang dia tunjukan pada media. Sejujurnya dia sering melakukan pelanggaran lalu lintas, melawan orang tuanya sendiri yang jelas-jelas menyayanginya.
Memaki orang lain hanya karena masalah sepele, bahkan paling parah dia melakukan tabrak lari saat belajar mengemudi sendiri. Untung saja korban saat itu masih selamat, pada akhirnya dia berhasil lolos dari jeruji besi karena orang tuanya yang membayar denda.
Seolah belum cukup, Seina kala itu harus melihat bagaimana karma mengajarkan dirinya tentang kehilangan. Kedua orang tuanya tewas akibat tabrakan di jalan raya, dan dia menjadi yatim piatu hanya dalam hitungan jam.
Semua kesalahan yang dia lakukan silih berganti muncul di ingatannya, mungkinkah itu alasannya dia berada di tubuh Serina sekarang? Memerankan sosok ibu yang harus mengasihi anaknya dan mendidiknya dengan baik?
Jika di pikirkan dengan logika, keberadaannya di tubuh Serina memang untuk memberinya pelajaran hidup yang sebenarnya. Dan dia mau tak mau harus mengikuti alur yang sudah di tetapkan oleh takdir.
"Kalau begitu, apa aku benar-benar bisa kembali ke tubuh asliku?" Tanya Serina sendu.
"Aku tidak yakin, tapi aku rasa kesempatan itu akan datang cepat atau lambat. Yang harus kamu lakukan sekarang adalah fokus pada kehidupanmu saat ini, dan carilah kebahagiaan di tubuhmu sekarang. Sebaik apa pun kehidupanmu yang dulu, kamu belum bisa kembali dan kamu masih terikat dengan takdir milik Serina Elvano."
Benar, tidak ada yang bisa dia lakukan sekarang untuk kembali ke dalam raga aslinya.
"Apa aku bisa memberitahu orang lain tentang aku yang sebenarnya?"
Mochimochi menatap Serina acuh tak acuh. "Kalau kamu mau di anggap tidak waras tentu saja boleh."
"Kenapa kamu mengatakan seperti itu?"
"Menurutmu kenapa?" Tanya Mochi balik.
Serina terdiam sejenak memikirkan alasannya, hingga dia menjawab. "Kamu benar, pasti tidak akan ada yang percaya jika aku berkata seperti itu. Mana mungkin hal aneh dan tidak masuk akal seperti ini bisa terjadi di dunia nyata, bisa-bisa aku di masukan ke rumah sakit jiwa."
Melihat wajah sedih Serina, Mochimochi mendekat lalu menyentuh lengan Serina dengan kaki depannya. "Kalau kamu memang berniat memberitahu seseorang, maka beritahu pada orang yang paling kamu percayai dan bisa menjaga rahasia. Hal seperti ini memang sulit di terima akal sehat, tapi tidak ada salahnya jika kamu mau mencobanya."
"Sungguh?" Semburat kebahagiaan muncul di wajah Serina.
Mochimochi mengangguk. "Aku serius."
Detik itu juga Serina mengangkat tubuh gembul Mochi dan memeluknya erat, sampai kucing itu memberontak.
"Lepaskan aku, Nona! Kamu membuatku sesak napas." Ronta Mochi kesal.
"Maaf," Serina menurunkan Mochi kembali ke kasur. "Aku sangat senang, aku pikir di dunia ini aku akan sendirian tapi ternyata memiliki sistem sepertimu tidak buruk juga."
"Aku sudah pernah bilang, aku akan membantumu meski masih dalam batas rendah tapi aku bisa menjadi tempatmu curhat dan berkeluh kesah." Mochi mengibaskan ekornya sombong. "Maka dari itu perlakukan aku dengan baik."
Serina terkekeh. "Dasar sistem perhitungan."
.. pelan pelan sajaaaaa 🎵🎶🎵
mulai berpihak ke serin kamu cris🫶
novel kmrin blm selesai thor
cerita mu makin seruuu
ada sistem aseekkkk... bisa bantu seina menjinakkan Cristian 😁😁😁😁
ayoooo semangat update. aku maraton nih bacanya😁
lama lama kalau diperlakukan baik lemah lembut Cristian juga akan luluh yaa gaaakkkk😄😄😄
bagus si Serina, ambil hati suamimu. kalau ga bisa cara halus cara kasar aja. terjang 🤣🤣🤣