Book. 1: Apex Legend Online: The Rise of Heroes. Original Book by Cengko/Ansenko.
Hiro mendapatkan segalanya, tapi harus kehilangan salah satu hal yang paling berharga dalam hidupnya.
"Aku butuh pahlawan yang bisa menjadi legenda di puncak Benua Kompas!" Teriak Pemimpin 3 Brothers! Di malam itu.
"Aku akan menghabisi kalian semua!"
Hiro melihat layar kaca dengan tatapan tajam dan penuh dendam.
Series Apex Legend Online yang terdiri dari hampir beberapa buku, bisa lebih tergantung situasi.
Book. 1: Apex Legend Online – The Rise of Heroes.
Terima kasih.
◇◇◇
Amazing Picture Pinterest, Please! If you have copyright of this picture call me via Comment!
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Andryano Shevchenko Limbong, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Chap. 27 - Farm
Jangan lupa Vote dan Comment di komentar, Author sangat menghargai Kritik & Saran. Supaya Author semakin semangat dalam menulis.
***
"Tidak ada. Tidak perlu kau pikirkan."
"Oh, baiklah. Akan aku tunjukkan bagaimana cara bertani yang baik dan benar."
Aldon pun mengambil cangkul dan menunjuk petak tanah di samping milik Wan. "Ini adalah petak tanah milikku. Lihat bagaimana cara aku melakukannya." Ucapnya kepada Wan, melompat ke atas petak tanah dan mulai mencangkul tanah tanpa banyak bicara.
Wan pun melihatnya dengan seksama, tidak ingin melewatkan satupun tahapan penting yang dilakukan oleh Aldon.
"Sambil menyelam minum air, selain hanya melihat cepat kau garap petak tanahmu itu!" Ucap Aldon kepada Wan.
"Oh, maafkan aku." Ucap Wan mengambil cangkul dan melompat ke atas petak tanah miliknya, melakukan apa yang dilakukan oleh Aldon sebelumnya.
Aldon membentuk barisan gundukan tanah memanjang, Wan mengangguk dan melakukan hal yang sama, mereka berdua melakukannya secara berulang-ulang sampai terdapat 10 barisan gundukan tanah memanjang.
"Kuharap aku tidak tenggelam." Gumam Wan pelan, meletakkan cangkul miliknya, melihat ke arah petak tanah miliknya.
Aldon tidak banyak bicara, ia kembali masuk ke gudang, kemudian membawa beberapa karung goni berisi pupuk kotoran hewan, melemparnya ke arah Wan.
"Sebarkan pupuk kotoran ini, lalu siram." Perintah Aldon kepada Wan.
Wan mengangguk mengerti. "Apex Legend Online ternyata sangat detail, banyak kesamaan antara di dunia ini dengan Benua Kompas." Gumamnya pelan, mengangkat pupuk kotoran tersebut dan mulai menyebarkannya ke setiap barisan gundukan tanah yang ada di petak tanah miliknya.
Begitu juga dengan Aldon, ia melakukan hal yang sama, menyebarkan pupuk kotoran tersebut ke setiap barisan gundukan tanah miliknya.
Setelah itu, mereka berdua pun mengambil selang yang terbuat dari serat tanaman yang tersambung dengan wadah besar di atas pohon sebelumnya.
Kemudian menyiram petak tanah mereka secara merata, dengan cukup cepat.
"Apakah ini melelahkan bagimu?" Tanya Aldon kepada Wan, masih menyiram petak tanah miliknya.
"Tidak terlalu, walaupun kurasa aku hampir tenggelam beberapa detik yang lalu." Balas Wan sambil tersenyum lebar.
"Oh, sepertinya kau terlalu minum banyak air hari ini." Ucap Aldon sambil tersenyum misterius.
"Kurasa seperti itu." Wan terus menyiram petak tanah miliknya. "Oh, iya dari mana kalian mendapatkan pupuk kotoran hewan itu?" Tanya Wan menunjuk pupuk kotoran hewan yang ia siram.
"Oh itu, kami memiliki peternakan hewan di sisi lain dari ladang ini." Jawab Aldon menunjuk sebuah rumah berukuran besar.
Wan melihatnya. "Apakah itu kandang hewan ternak? Aku pikir itu semacam gudang tempat kalian menyimpan makanan atau sejenisnya." Ucapnya.
Aldon menggeleng.
"Lalu kalau boleh tahu, kenapa kalian menggunakan pupuk kotoran daripada menggunakan bub-" Ucapan Wan terhenti, mengingat sesuatu.
"Apa yang ingin kau katakan? Kenapa tiba-tiba berhenti?" Tanya Aldon penasaran, kenapa Wan berhenti.
Wan mencoba tenang, menarik napas dalam. "Oh itu, aku hanya ingin bertanya kenapa kalian lebih memilih untuk menggunakan pupuk kotoran hewan daripada sihir." Ucapnya berbohong.
"Untuk berhemat." Jawab Aldon pendek. "Sekarang, tanam bibit yang aku berikan barusan."
Wan dan Aldon mengembalikan selang tersebut ke tempatnya, kemudian menanam setiap bibit yang ada di dalam karung goni tersebut.
"Lakukan dengan perlahan saja, jangan terburu-buru." Ucap Aldon kepada Wan, menanam bibit tanaman itu dengan sangat lembut.
"Aku mengerti." Balas Wan mengikuti apa yang dilakukan oleh Aldon, menanam bibit tanaman tersebut dengan lembut
[Mendapatkan Skill Production!]
[Skill Farm! Terbuka!]
[Selamat kepada Player Wan! Karena telah menjadi seorang Farmer!]
Kemudian suara sistem kembali terdengar, bersama dengan beberapa jendela informasi yang muncul di depan Wan secara berurutan.
"Aldon aku mendapatkannya!" Teriak Wan penuh semangat.
Aldon mengangguk. "Selamat kalau begitu." Kemudian melanjutkan menanam bibit tanaman tersebut.
[Farm - Beginner]
Skill Production
Level: 10
Class-Job: -
Req: Hoe
Farm, bertani adalah skill produksi yang bisa didapatkan player jika berhasil menyelesaikan suatu quest yang berkaitan, mempelajari skill book atau membunuh monster khusus.
Farm memiliki beberapa tingkatan dimana jika player berhasil naik ke tingkatan selanjutnya, player dapat mempelajari berbagai hal tentang semua tanaman yang ada di benua kompas, memproduksi mereka menjadi tanaman yang lebih berkualitas dan lebih banyak juga.
Player juga mendapatkan kenaikan stat secara otomatis yaitu, +5 Str dan +5 Vit untuk setiap kenaikan level.
Wan berteriak kesenangan. "Tapi aku tidak mendapatkan title, apakah aku tidak memiliki bakat dalam bertani atau apa?" Gumam Wan pelan.
"Hei! Kembali lanjutkan pekerjaanmu! Supaya kita bisa pergi ke peternakan dan dapur!" Teriak Aldon keras, ia sudah menyelesaikan pekerjaannya.
Wan segera menutup jendela informasi di depannya, kembali menyelesaikan pekerjaannya.
"Baik, aku mengerti! Tunggu aku!" Balas Wan keras.
***
Di salah satu gedung tinggi Jakarta.
Berdiri seorang pria dewasa menghadap seorang pria paruh baya dengan rambut putih tipis di kepala dan wajahnya.
"Wira, apa party-mu sudah sampai di Viridi Town?" Tanya pria paruh baya itu kepada pria dewasa bernama Wira tersebut.
"Sudah paman, party Blackstorm Guild sudah sampai di Viridi Town untuk memburu Goblin Lord Sadic dengan kekuatan penuh seperti yang paman perintahkan." Jelas Wira kepada pria paruh baya tersebut.
"Baguslah kalau begitu, persiapkan diri kalian. Karena Goblin Lord Sadic bukanlah lawan yang mudah dihadapi, dia sangatlah sadis dan beringas seperti namanya, Goblin Lord Sadic."
Wira mengangguk pelan. "Tenang saja paman, kami sudah menyiapkan semuanya dengan sangat matang dan itu semua berkat data dari paman yang berikan kepada kami."
"Bagus. Kalau begitu pergilah dan laksanakan rencanamu!"
"Tapi sebelum itu paman, ada beberapa hal yang ingin aku minta pendapat paman." Ucap Wira serius.
"Apa itu?"
"Begini paman, sepertinya ada guild yang berasal dari luar negeri memiliki tujuan yang sama dengan kita. Memburu Goblin Lord Sadic."
"Guild mana itu?" Tanya pria paruh baya itu penasaran.
"Guild itu berasal dari Rusia paman, White Mountain Guild namanya yang juga termasuk saingan kita dalam menaruh pengaruh di Crescent Moon Kingdom. Dan juga CL sempat berduel dengan salah satu wakil ketua guild tersebut paman, di alun-alun kota Viridi Town, tapi untungnya Nadya datang dan menyelesaikan semuanya." Jelas Wira panjang kepada pria paruh baya tersebut.
"White Mountain Guild? Rusia?" Gumam pria paruh baya itu pelan. "Aku tidak pernah mendengar kepala regional eropa timur berurusan dengan White Mountain Guild sebelumnya."
Pria paruh baya itu diam-berpikir, begitu juga dengan Wira.
"Kau selidiki tentang mereka dan habisi mereka semua bila memiliki kesempatan, jangan sampai mereka mengganggu Blackstorm Guild membunuh Goblin Lord Sadic!" Perintah pria paruh baya itu kepada Wira.
"Baik paman, terima kasih atas nasihatnya."
"Baiklah, sekarang pergilah dan selesaikan semuanya!"
***
Update Harian: 1 Chapter/Hari, kalau tidak ada halangan
***
IG: @andryanolimbong
Twitter: @Cengko_
***
11:58 WIB. Jum'at, 29 Oktober 2021
😜😜😜😜😜😜
kwakwakwak...
author males!!!!!!
kwakwakwak...