Axel Adrian, lelaki yang Arrogant. Dia Adalah seorang CEO, dosen, dan juga pembalap. 3 pekerjaan ia lakukan dalam waktu bersamaan, dan sifatnya selalu berubah-ubah tergantung profesi yang sedang dia lakukan. Hingga terkadang membuat orang bingung.
Ketampanan, harta dan semuanya mampu ia miliki, semua wanita datang berlomba-lomba memujanya. Tapi suatu hari, dia bertemu dengan Seina Josepin, wanita yang sangat tangguh dan tidak pernah terpikat padanya, karena bagi Seina, Axel adalah butiran debu.
Lika-liku hubungan mereka terus berlanjut, hingga pada akhirnya, Axel mengetahui sebuah rahasia dan karena rahasia itu pula, Axel harus menikahi Seina untuk menjalankan rencananya.
Tentu saja Seina tidak mudah untuk di takhlukan. Mampukah Axel melanjutkan rencananya atau ....
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon dewi kim, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Syarat Axel
Yosita keluar dari kamar wanita tersebut kemudian Ia turun dan melihat keluar. Saat ia akan keluar dari rumah, ia menolehkan lagi kepalanya ke arah dalam, kemudian pandangannya menyapu ke seluruh rumah.
Lalu setelah itu ia tersenyum sinis dan kembali berbalik.
“Tolong jaga dia, jika mengamuk kalian tahu kan apa yang harus kalian lakukan,” ucap Yosita pada kedua penjaga tersebut, kedua penjaga tersebut menggangguk kompak, hingga Yosita pun langsung berjalan ke arah mobilnya dan keluar meninggalkan area tersebut.
•••
Yosita mengendarai mobilnya dengan kecepatan sedang. Tatapannya lurus ke depan, raut wajah yang tadinya senang berubah menjadi sendu karena mengingat sesuatu. Ia pun memutar balik mobilnya menuju suatu tempat.
Dan disinilah mobil Yosita terparkir, ia memarkirkan mobilnya di depan sebuah pemakaman. Ia menghela nafas kemudian menghembuskannya, lalu setelah itu turun dari mobil
dua minggu kemudian
“Untuk apalagi kau kemari?” tanya Axel ketika Seina datang ke ruangannya
“Aku hanya memastikan bahwa kondisimu baik-baik saja,” Jawab Seina. Ini sudah dua minggu berlalu, dan selama 2 minggu ini Seina tidak pernah absen datang ke rumah sakit, ia sedang mengambil hati Axel agar Axel tidak melaporkannya, ia bisa mati jika ia dilaporkan.
Belum lagi, ia harus menghadapi sang ayah yang masih marah kepadanya. Ya, sampai sekarang Arsen masih bersikap dingin pada putrinya, karena Arsen berpikir, harus memberi sedikit pelajaran pada Seina.
“Tidak mau, aku ingin menunggumu di sini!” kata Seina, “Siapa tau kau butuh bantuanku untuk pergi ke kamar mandi,” balas Seina. Selama dua Minggu ini, walaupun Axel selalu mengusirnya. Tapi Seina selalu menebalkan kupingnya.
“Sebenarnya Kenapa kau selalu datang ke sini. Apa kau tau, kau sungguh menggangguku!” kata Axel saat Seina masih terdiam di tempat.
“Aku ingin memastikan kondisimu mister. Setelah itu, aku akan pergi dan tidak akan menganggu lagi.”
“Bilang saja kau takut aku melaporkanmu," balas Axel, Seina mengangguk. “Eh tidak, maksudnya bukan begitu.” Dengan cepat, Seina meralat ucapannya sendiri, kemudian ia mendudukkan diri di kursi, lalu ia menatap Axel yang juga sedang menatapnya
“Kenapa kau senyum-senyum sendiri?”
“Mister, bisakah kita berdamai saja? ayahku akan membunuhku jika kau melaporkanku!” kata Seina.
“Kau mau menikah denganku?” tanya Axel, membuat mata Seina membulat. Bagaimana mungkin lelaki ini begitu gila.
“Mister, apa kau gila!” Seina hampir saja berteriak saat mendengar pertanyaan Axel.
Tapi tak lama, ia menghentikan ucapannya saat melihat ekspresi Axel, kemudian Ia pun kembali duduk.
“Mister tolong jangan bercanda!’ kata Seina
“Siapa bilang aku bercanda, aku tidak bercanda sama sekali,” jawabnya, membuat Seina menggigit bibirnya.
“Kau tidak lihat kondisiku, aku tidak bisa berjalan dan mana mungkin ada wanita yang mau denganku. Jadi mau tak mau, jika kau tidak ingin dilaporkan kau harus menikah denganku!” balas Axel. Sungguh, ia tidak menyangka perkataan itu akan keluar dari mulut Axel. Ia tidak menyangka, Axel akan mengajukan syarat yang berat.
Ia pikir, Ia hanya harus mengambil hati dosennya agar tidak melaporkannya. Tapi kenapa sekarang masalah menjadi rumit, begitulah pikir Seina.
“Jadi bagaimana? jika kau mau menikah denganku, Aku tidak akan melaporkanmu. Kau tidak perlu bersungguh-sungguh menjadi istriku, kita hanya harus berpura-pura saja menjadi pasangan suami istri.”
Seina satu bab dulu, ya. bab lainnya meluncur nanti malem
up nya kapan yaaa,🙏🙏