Sanaya Angelina Franca harus terpaksa menikah dengan David Jonathan menggantikan kakanya yang mati karena sebuah kecelakaan.
Padahal Sanaya sudah memiliki seorang kekasih yang sangat Sanaya cintai tapi demi nama baik keluarganya ia terpaksa menerima pernikahan ini.
Derita dan perkelahian datang melanda sili berganti dalam rumah tangga David dan Sanaya karena David belum menerima Sanaya sebagai istrinya pasalnya David masih mencintai Anaya saudara kembar Sanaya.
" Apa kamu pikir hanya kamu yang tersiksa di sini Tuan David, lihat lah saya, hati saya masa depan saya banyak yang saya korbankan demi keluarga saya dan kamu pikir hanya kamu yang tersiksa, " ucap Sanaya lantang dengan tatapan marah pada David.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Keysa Bom, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 27 " Kebenaran Yang Terbuka"
~ flash back 1 Jam sebelum keberangkatan~
Sanaya duduk dengan perasaan yang begitu gelisah di dalam pesawat, wajah nya menampakan kecemasan yang amat dalam.
Citra yang sejak tadi duduk di samping Sanaya merasa sedikit risih dengan sikap Sanaya.
"Sa, are you okey?" Tanya Citra memegang pundak Sanaya.
Sanaya yang memandang ke arah luar jendela pesawat tersentak kaget dari lamunannya saat Citra menepuk pundaknya.
" Ah ...! Aku, aku tidak apa-apa," balas Sanaya dengan senyum palsunya.
Citra mengangguk mengerti, wanita itu sebenernya tau saat ini Sanaya sedang dalam kegelisahan. Namun, Citra menghargai keputusan Sanaya mungkin saat ini yang di butuhkan wanita itu adalah ketenangan dirinya dalam berpikir.
Pengumuman keberangkatan pesawat telah di lakukan, di dalam hati Sanaya ada harapan David untuk datang dan menahannya pergi. Yah, itu hanya harapan Sanaya yang tidak akan jadi kenyataan, karena kepergiannya tidak ia beritahu kepada siapapun.
Pesawat mulai lepas landas dari tempatnya, Sanaya menutup kedua matanya menahan sesak yang begitu mendalam saat harus meninggalkan David.
"Ini adalah keputusan terbaikku! semoga kau selalu di berikan kesehatan David, aku selalu mendoakan mu setiap saat ," gumam Sanaya.
Kristal bening jatuh begitu saja saat bayangan David mulai terbayang di dalam benak Sanaya. Wajah David terlihat begitu jelas, seketika dada Sanaya sesak, wanita itu memegang dadanya berusaha menahan sakit yang begitu dahsyat.
"David, aku bersumpah pada Tuhan saat ini, sampai kapanpun aku akan selalu mencintaimu" batin Sanaya, seketika perasaan sesak dalam dirinya sedikit lebih tenang.
" Sanaya, aku sudah menghubungi Kaka ku untuk menghapus semua jejak mu saat di bandara dan mengganti semua identitas baru mu saat kita tiba di Paris ," terang Citra.
"Terimakasih Citra, maaf sudah merepotkan mu," ujar Sanaya tulus memegang tangan Citra
"aku tidak keberatan jika itu untuk keperluan mu Sa ," balas Citra memeluk sahabatnya begitu erat.
Penerbangan di dengan keberangkatan tujuan Indonesia-Prancis telah di mulai di sana Sanaya akan memulai kehidupan baru dan mengenal orang baru dan hidup dalam lingkungan yang baru.
flash back Off
****
David menjadi gila saat mencari keberadaan Sanaya tidak di temukan jejak Sanaya sama sekali, lelaki itu memukul beberapa petugas keamanan CCTV karena tidak menemukan Sanaya di dalam rekaman mereka.
William berusaha menenangkan David. Namun, David yang sudah terbakar amarah tidak mempedulikan William hingga tidak ada cara lain yang bisa William lakukan selain memukul balik David dan membuatnya sadar.
David tersungkur di lantai saat William melayangkan Bogeman mentah di wajah David. Sudut bibir David mengeluarkan sedikit darah segar.
" Sadarlah Tuan, jika anda seperti ini sampai kapanpun kita tidak akan menemukan Sanaya," pekik William memegang kerak baju David.
"Sanaya sudah pergi dari ku William, Aku begitu bodoh tidak mengetahui bahwa selama ini dirinya yang menyamar sebagai Anaya, Anaya kecil adalah Sanaya!, Sanaya pasti sangat kecewa padaku William," lirih David. cowok yang begitu dingin dan terkenal sangat arogan bisa menangis hanya karena seorang wanita.
William begitu bingung saat melihat David menangis dan terlihat begitu rapuh, tidak seperti saat Anaya pergi meninggalkan David. Keadaan David jauh lebih buruk saat di tinggalkan Sanaya.
William mengeluarkan tangannya kepada David, tersenyum untuk memberikan dukungan sebagai sahabatnya dan sebagai orang kepercayaannya.
" Kita pasti bisa menemukan Sanaya di manapun dia berada! David Jonathan bisa melakukan hal apapun bukan ," ujar William.
David memegang tangan William berdiri sejajar dengan sahabatnya, sedikit lega saat mendengar penuturan William. setidaknya sekarang yang harus di lakukan David mencari Sanaya sampai ke ujung dunia manapun menggunakan kekuasaannya sebagai perusahaan ternama dan terbaik di seluruh negara.
" Di manapun dirimu, aku akan mendapatkan mu kembali Sanaya," gumam David.
Hampir seminggu perjalanan pencaharian Sanaya, tak kunjung mendapatkan kabar baik dari orang suruhan William. Seakan Sanaya hilang bak di telan bumi sampai ke dasarnya.
David tidak menyerah, Dia menggerakkan semua orang-orang miliknya untuk mencari keberadaan Sanaya, memajang setiap foto Senayan di media manapun dan di negara manapun.
Kabar berita kehilangan Sanaya sampai di telinga bunda Erina, wanita itu sejak seminggu ikut mencari keberadaan Sanaya. Begitu pula papa Eden yang ikut serta mencari keberadaan putrinya Sanaya di Belanda.
Bunda Erina begitu kesal dengan kepergian Sanaya akhirnya memarahi anaknya David dan menyalahkan semua kepada David yang tidak mengetahui kebenaran semuanya.
" Bunda sudah pernah bilang pada mu David, kau sudah salah mencintai Anaya yang palsu ," geram bunda Erina menatap wajah David.
David yang mendengar penuturan sang Bunda menjadi bingung, David kembali terbayang saat dirinya membentak Sanaya saat itu, bunda Erina mengatakan hal yang sama padanya.
" maksud bunda apa, Anaya palsu ," ujar David.
" Yah Anaya palsu, wanita yang telah mati itu memang Anaya tapi dia tidak pernah menjalin hubungan bersama mu, selama ini Sanaya hidup menjadi Anaya karena permintaan sang Kaka yang tak ingin menjalani hubungan dengan mu David ," pekik bunda Erina.
mendengar kebenaran dari mulut bunda Erina membuat reflek David membulat kan matan dengan sempurna. Apakah bunda Erina mengetahui semuanya tentang Anaya dan Sanaya selama ini? pikir David.
" Bunda katakanlah kepada ku, sebenarnya apa yang terjadi ?," tanya David.
" Bunda akan menceritakan semua pada mu David, walau bunda harus mengingkari janji bunda kepada Eden dan istrinya," jelas bunda Erina, wanita itu menduakan tubuhnya di sofa dan menceritakan semua kebenaran yang mereka tutupi selama ini.
" Saat kau masih kecil, saat kita berlibur ke Belanda bunda tau kau telah jatuh hati kepada Anaya saat melihat gadis cantik itu memberikan mu sebuah bunga sebagai tanda pertemanan kalian," terang bunda Erina menatap wajah David yang mengingat masa kecil mereka saat di Belanda.
" Saat kau mulai mendekati Anaya dan memberikan perhatian lebih padanya, Anaya tidak menyukai hal itu dan akhirnya menyuruh Sanaya untuk selalu bertukar dengannya saat kau datang ingin menemui Anaya saat itu ," tutur bunda Erina.
David terdiam seribu bahasa, lelaki itu mulai menyimak cerita bunda Erina untuk menjawab semua pertanyaan dan rasa penasaran nya saat membaca surat singkat dari Anaya.
~****Flash back on**** enam belas tahun yang lalu ~
Dua wanita kembar berusia 8 tahun berlari saling berkejaran di taman bunga yang sedang mekar menghiasi kota Belanda saat itu. Hembusan angin begitu kencang membuat beberapa anak rambut mereka menari-nari mengikuti arah mata angin bermain.
" kak Anaya kejar aku ," teriak Sanaya berlari saat Anaya kembali mengejarnya.
Hingga akhirnya mereka berdua lelah saat berlari beristirahat di sebuah bangku taman, menatap papa Eden yang sedang sibuk romantis bersama mommy mereka.
" aku capek kak, aku ingin tidur sebentar di bangku ini ," Sanaya membaringkan tubuhnya sambil menikmati suasana pagi yang begitu sejuk dan indah.
" kau payah Sa, aku ingin memetik bunga itu sebentar! ingat jangan kemana-mana sebelum aku kembali memetik bunga ok !," pinta Anaya, Sanaya hanya membalas menaikan jari jempolnya dan kembali menutup matanya.
Anaya pergi memetik beberapa bunga, hingga terkumpul begitu banyak di tangannya. Anaya yang sudah puas mengumpul bunga segera kembali ke bangku taman untuk mengajak Sanaya kembali ke orang tua mereka. Namun, saat Anaya kembali anak wanita itu tidak melihat saudaranya lagi.
Hingga saat Anaya mendengar suara panggilan dari jauh yang ternyata Sanaya bersama seorang anak lelaki dan kedua orang tuanya yang berdiri di samping Sanaya.
Anak lelaki itu sepertinya tertarik pada Anaya, berjalan mendekat ke arah Anaya yang menegang bunga.
" Anaya, perkenalkan nama ku David ," ucap anak lelaki berusia 12 tahun itu dengan wajah tampannya mengulurkan tangannya kepada Anaya.
" Hai David, aku Anaya " balas Anaya yang memang anaknya sangat ramah kepada siapapun.
Selanjutnya..
jangan lupa untuk:
👍 like
💬 komen
❤️ favorit
🎟️ vote
🥀,☕ berikan hadiah jika kalian menyukai novel ini
lanjut kak🙏