Pagi itu semua warga gempar setelah di temukan mayat seorang wanita dengan luka di sekujur tubuh.
warga melapor kejadian ini ke pihak berwajib,tak berapa lama polisi datang dan segera mengevakuasi korban,pak Adit salah seorang polisi yang menangani kasus ini ikut terseret di dalamnya,karena arwah wanita yang terbunuh selalu datang menghantuinya.
mampukah pak Adit mengungkapkan siapa pelakunya dan apa motif di balik semua ini?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Lina Piscok, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
27
"nabati aku kabari kamu kapan kita bisa mulai mencari rumah itu"tapi yang membuat aku bingung sekarang karna kami belum mengetahui dengan jelas dimana dan seperti apa rumah yang kami cari
"hmmm mas kalau tadi aku gak salah dengar di dompet itu ada alamat rumah juga"ayu membuyarkan lamunanku
"ia yu tapi menurut penyelidikan rumah itu sepertinya sudah lama kosong karna kondisi luar tidak terurus"aku menjelaskan pada ayu apa yang anggota ku laporkan waktu itu
"tapi kenapa gak kita coba lihat rumah itu mas,karna yang anggota mas lihat kan luarnya saja"ucapan ayu membuat ku berfikir
"tapi bagaimana cara kita masuk kedalam yu"
"kenapa kita gak coba kunci yang juga ada di dalam dompet itu mas siapa tahu kunci itu cocok"
"kenapa aku gak berfikir sejauh itu yu,kamu memang pintar"pujiku pada ayu yang membuat wajah wanita itu bersemu merah
"oke kalau gitu setelah saya sehat saya akan mengabari kamu tentang rencana kita untuk ke rumah yang ada di alamat itu".
setelah cukup lama mengobrol banyak hal,ayu berpamitan untuk kembali kekantor
"mas adit,saya pamit pulang dulu ya soalnya takut telat balik ke kantornya"
"iya ayu makasih ya udah mau jenguk dan repot-repot bawa makanan kesini"
"enggak kok mas saya gak ngerasa di repotin"setelah itu ayu pun pergi mengendarai mobil menuju kekantor nya sedang aku kembali ke dalam.
ku ambil hp yang tadi ku letakkan sembarang di meja
"halo pak Wisnu"
" halo pak,apa ada tugas"
"begini tolong besok kamu bawa dompet milik Indira beserta isinya"
"maaf pak kalau boleh saya tahu untuk apa pak"
"saya ingin menyelidiki sendiri tentang Indira"
"baik pak besok segera saya siapkan"aku pun segera mengakhiri panggilan telpon dengan pak wisnu dan merebahkan tubuh ku karna sedikit merasa pusing.
besok paginya aku sudah siap berangkat kerja karna memang sudah merasa sangat sehat
Ting
[gimana mas apa udah sehat]
satu pesan masuk dari ayu
[Alhamdulillah sudah yu.ini juga mau berangkat kerja]
[Alhamdulillah kalau gitu].
aku pun berangkat dengan hati berbunga-bunga karna mendapat pesan chat dari ayu.
aku pun melakukan mobil menuju kantor dengan santai karna hanya butuh waktu 20 menit untuk sampai ke kantor,tiba di kantor aku di sambut dengan setumpuk laporan beberapa hari lalu yang belum sempat ku beri tanggapan karena aku terlalu memikirkan kasus pembunuhan Indira.
"baik ini ada laporan kasus pemerkosaan dengan korban masih di bawah umur dan menurut korban,pelakunya adalah ayahnya "sampai di dalam ruangan pak Wisnu menjelaskan kasus yang mampu membuatku mendidih menahan amarah,bagaimana mungkin seorang ayah tega melakukan hal yang sangat bejat pada putrinya sendiri sungguh aku gak habis pikir.
"baik pak Wisnu,apakah anggota kita sudah melakukan penangkapan terhadap tersangka"
"belum pak karena laporan baru kami terima dan sedang mengusut kasusnya serta menunggu surat perintah penangkapan"jelas pak Wisnu
"segera buat surat penangkapan nya dan segera bawa pelaku kemari serta saksi untuk memperkuat laporan korban"
"baik laksanakan pak"pak Wisnu pun keluar dari ruangan ku dan segera melaksanakan tugas yang sudah aku berikan sementara aku kembali memeriksa kasus yang lain.