Mila adalah seorang gadis desa yang dijual ibu tirinya , Ibu tirinya mengancam akan menjual adik perempuan satu-satunya jika dia tidak mau .
Dia dijual kepada orang yang tidak dikenal dan memberi misi untuk membuat laki-laki tampan itu jatuh cinta padanya sedangkan dia yang sudah merenggut kesucian nya .
ingin tahu apakah mila berhasil membuat laki laki tersebut jatuh cinta ?
yuk simak terus novelnya ya 😁
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nikmatur rohma, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Dipecat
Mila keluar dari ruangan pak Agus dengan wajah yang sangat kusut dia tidak tahu harus tinggal dimana. Kemudian dia mengambil ponselnya untuk meminta bantuan kepada sahabatnya Tina
✉️Tina apa kabar ? Mila
Setelah beberapa menit baru pesan singkat tersebut di balas oleh Tina .
Ting ...
Mila segera meraih ponselnya dengan raut wajahnya yang masih kusut dan langkah gontai .
✉️Baik Mila , kamu bagaimana ? kita jarang ketemu ya karena kamu udah di pindah ke bagian lain . Gimana kalau nanti siang kita ketemu di kantin ? :Tina
Seketika wajah Mila berubah sedikit berbinar mendapat pesan balasan dari Tina
✉️Baik Tina , tapi maaf kalau nanti siang aku tidak bisa karena harus menyiapkan makan siang untuk tuan muda . Bagiamana kalau kita bertemu sehabis bekerja sore hari di taman depan ? : Mila
Tidak menunggu lama Tina langsung membalas pesan singkat dari Mila.
✉️Baiklah : Tina
Dengan wajah yang berbinar Mila langsung membalas pesan singkat dari Tina
✉️Ok aku tunggu ya 😄:Mila
Mila terlihat nampak sedikit bahagia setidaknya dia masih punya sahabat yang bisa di ajak untuk mengobrol mencurahkan sedikit kegelisahan dan permasalahan nya.
🌼🌼🌼
Seperti biasanya ketika jam waktu makan siang Mila menyiapkan makanan untuk tuan muda di ruangannya namun ketika Mila sudah ada diruangan Mila tidak melihat tuan muda di kursi kebanggaan nya. Mila meletakkan makan tersebut di meja seperti biasanya .
"Kemana tuan muda? ". gumam Mila sambil mengedarkan pandangannya ke seluruh ruangan .
Ceklek..
Seseorang membuka ruangan tuan muda . Mila terkejut dan memfokuskan pandangan ke arah pintu .
Ternyata Riko yang membuka pintu ruangan kemudian masuk menghampiri Mila dengan sopan .
"Pesan tuan muda anda di suruh makan makanan siang tuan muda , tuan muda masih ada urusan jadi tidak bisa makan siang di kantor". kata Riko dengan sopan dan tanpa menunggu jawaban dari Mila dia mengundurkan diri dengan sopan .
Mila pun merespon Riko dengan sopan , kemudian setelah mendapatkan pesan dari tuan muda Mila menghampiri makanan yang sudah di tata rapi di meja . Perut Mila mulai meronta-ronta menatap makanan didepannya .
"Bagiamana ini apa aku harus makan makanan ini di ruangan tuan muda atau aku bawa ke ruang pantry , tapi jika aku bawa ke ruang pantry pasti aku akan ketahuan jika aku setiap hari memakan makanan tuan muda ? Tapi jika aku makan di ruangan tuan muda aku takut ada yang masuk ke ruangan ? Tapi mana mungkin ada yang masuk ini kan jam istirahat pasti banyak karyawan yang sedang makan siang ?.Baiklah aku makan di ruangan ini saja dengan cepat ". Gumam Mila sambil menatap makanan yang sudah membuat perutnya berbunyi.
Tanpa banyak berpikir lagi Mila segera menyantap makanan tersebut dengan lahap . Dia benar-benar menikmati makanan tersebut.
Ceklek...
Tiba - tiba ada seseorang masuk ke dalam ruangan sontak saja Mila terkejut dan menghentikan makannya namun masih nampak di dalam mulut mila terisi makanan ,sangking terkejut nya Mila menelan makanan itu tanpa di kunyah . Dia menatap ke arah pintu sambil mencoba membereskan makanan di depannya.
Deg...
Dada Mila serasa sesak melihat seseorang yang sudah berada di depannya , dua mata tajam menakutkan menangkap basah perilaku Mila . Mila berdiri kaku menatap mata itu tak mampu bergerak sambil menahan sisa makanan di mulut nya yang tidak mampu dia telan lagi.
" Apa yang kau lakukan ? ". tanya Steffi sambil menatap tajam Mila kemudian mengarahkan pandangannya ke makanan di meja.
" Apa yang kau lakukan ?, cepat katakan!". kata Steffi dengan keras otot lehernya mulai menegang emosinya nampak sedikit meledak .
Mila ketakutan dia tidak mampu menatap sorot tajam itu mila hanya menunduk dan tersentak oleh teriakan keras Steffi .
" Ayo katakan !". emosinya Steffi mulai tidak terbendung dia mendekati Mila dan mengangkat wajah Mila dengan tatapan tajamnya.
Mila mengangkat wajahnya dengan tidak sadar dia terpaksa menatap tatapan mengerikan itu ,dan menelan sisa makanan yang ada di mulutnya dengan kasar. kemudian steffi membuang tangannya dari wajah Mila hingga membuat wajah Mila berpaling. Mila memberanikan diri angkat suara dan mencoba membela dirinya .
" Maaf nyonya saya bisa jelaskan semua, ini hanya salah paham ". kata Mila sambil melipat tangannya di depan dada meminta sedikit belas kasih.
" Salah paham ?". Steffi tersenyum sinis dan memalingkan wajahnya kemudian beranjak dari tempatnya mengambil ponsel dan menelepon kepala bagian pak Agus .
📞Segera ke ruangan tuan muda sekarang : kata Steffi dengan tegas kepada pak Agus tanpa menunggu jawaban dari pak Agus dia segera memutuskan sambungan teleponnya.
Mila terpaku ,panik, dan sedih dia tidak tahu harus menjelaskan dengan cara apa kepada istri tuan muda nya. Sedangkan Steffi mondar-mandir didepannya masih dengan tatapan sinis nya .
Beberapa menit kemudian pak Agus tiba , dengan nafasnya yang sedikit terengah-engah dia berdiri tegak didepan Steffi dia menatap Mila dengan tatapan marah .
" Hari ini juga aku ingin kamu keluarkan dia ,dan aku tidak mau melihat wajahnya lagi di kantor ini paham !". perintah Steffi terhadap pak Agus.
" Baik nyonya ". jawab pak Agus dengan menunduk kepalanya kemudian memberi kode kepada Mila agar keluar dari ruangan.
Mila mengikuti kode tersebut segera keluar dari ruangan karena Mila tidak ingin berurusan lebih lama dengan steffi dan juga dia tidak mau membuat masalah yang panjang . Setelah keluar dari ruangan Mila menghembuskan nafas nya panjang dia merasa lelah dengan kehidupannya yang rumit.
Dia berdiri di depan ruangan dengan lesu menunggu pak Agus keluar dari ruangan .
"Ikut keruangan ku ". Kata pak Agus ketika sudah di luar ruangan dan melirik Mila dengan sedikit kesal .
Mila berjalan lesu mengikuti langkah kaki pak Agus di belakangnya. Sesampainya diruangan , pak Agus dengan lesu dan sedikit kesal membuang tubuhnya ke kursi nya. kemudian menatap Mila dengan kesal.
.
Mila yang sedikit takut duduk di kursi depan pak Agus sambil menunduk kan wajahnya . Dia tidak berani menatap tatapan pak Agus .
" Hah...". pak Agus menghembuskan nafasnya panjang dan mengusap wajahnya dengan kasar .
" Mila hari ini adalah hari terakhir kamu bekerja kamu bereskan barang mu dan ambil gaji mu di depan !". perintah pak Agus dengan sorotan tajamnya .
.
." Tapi pak ...? apa bapak tidak ingin mendengar penjelasan dari saya ?". kata Mila mencoba untuk membela diri .
"Penjelasan apa lagi Mila semua sudah jelas , dan kamu sudah pasti bersalah masih mau menjelaskan apa lagi ? hah.. ?". jawab pak Agus nampak frustasi dengan keadaan .
"Sebaiknya kamu pergi tidak usah berbuat masalah dengan istri tuan muda Jika kamu ingin selamat ! , paham kamu Mila ! ". sambil menuding Mila dan menyuruh Mila pergi dari ruangan nya .
🌼🌼🌼
bersambung
salam dari Viona😁🙃