Tentang Shaqueena Azzaella Georgie kerap disapa Queen ini, mencari tahu kebenaran yang tersimpan selama ini.
Teka-teki dan teror sudah biasa menghiasi kehidupan Queen. Namun dia harus mencari tau dalang dari kekacauan yang terjadi selama ini.
Pertemunya dengan cowok bernama Arshaka Davendra Bratadikta yang ternyata seorang ketua Ravenska geng yang memiliki sejuta rahasia membuat dirinya dalam masalah yang besar.
Satu persatu masalah datang kedalam hidupnya. Teror demi teror semakin bertambah, dan juga dendam seseorang yang semakin mendarah daging.
***
"Lo itu cuman orang baru yang gak tau apa-apa! Lo juga gak tau kan, siapa dia sebenarnya? Jadi jangan sok tau lo!" ucap Queen.
Gue tau siapa dia sebenarnya Queen! batin Arshaka lagi.
"Kalau Lo tau siapa dia! Gak usah dibela g*blok!" ucap Queen sangat emosi.
***
Mampukah Queen bertahan dan dapat menyelesaikan semua teror serta teka-teki dihidupnya?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon PINNKYBUBBLE, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
CHAPTER 27. TANPA ARSHAKA?
...Hallo guys?...
...Kembali lagi dengan Pinnky disini....
...Gimana kabar kalian?...
...Semoga baik-baik saja ya....
...Dari pada banyak basa-basi mending cus langsung baca aja....
...Jangan lupa like, komen, share, favorit and vote....
...Gak suka skip! No plagiat!...
...Happy reading dan semoga suka....
...*...
...*...
...*...
...Awal yang bagus untuk memperbaiki kesalahanku dulu yang mungkin akan sulit dimaafkan oleh Queen. – Rendra Zafano Digdayandra....
...***...
Saat ini Queen sudah kembali ke rumah Uncle nya setelah sarapan tadi Queen bergegas pulang ke rumah Uncle nya diantar oleh Papanya untuk mengambil seragam serta buku-bukunya.
“Mbak Nana, Queen berangkat dulu ya?” pamit Queen.
“Udah dijemput sama pacar Non ya?” tanya Mbak Nana.
“Pacar? Siapa pacar Queen?” tanya Queen binggung. Perasaan dirinya masih jomblo setelah kejadian itu.
“Itu loh Non yang motor vespa,” ucap Mbak Nana.
“Vespa? Kok Mbak Nana tau? Mbak Nana ngintip ya?” tanya Queen.
“Bukan ngintip Non, tapi gak sengaja lihat,” ucap Mbak Nana.
“Oh. Gak sengaja lihat, emangnya lagi ngapain didepan waktu itu?” tanya Queen.
“Ngobrol sama Pak Doni ya?” tebak Queen.
“Ah, enggak kok Non!” ucap Mbak Nana menjadi salting.
“Nanti Mas vespa kelamaan nungguin Nona loh,” ucap Mbak Nana.
“Hari ini gak bareng sama dia dulu, soalnya dia di skors 3 hari,” ucap Queen.
“Lah, terus mobil itu siapa Non?” tanya Mbak Nana.
“Itu mobil Papa Mbak,” jawab Queen.
“Oh, mobilnya Tuan. Saya kira Mas vespa,” ucap Mbak Nana malu.
“Bukan. Ya udah ya Queen pergi dulu,” pamit Queen.
“Iya Non, hati-hati.”
“Oh iya Mbak, nama dia bukan Mas vespa tapi Arshaka,” ucap Queen sebelum keluar dan memasuki mobil Papanya.
“Udah Queen?” tanya Papanya.
“Udah Pa,” jawab Queen lalu Papanya mengemudikan mobilnya menuju SMA Werienst.
...***...
Disepanjang perjalanan Queen hanya diam tanpa minat untuk memulai berbicara dengan Papanya. Dirinya merasa ada hal yang berbeda hari ini. Entah apa yang berbeda dirinya pun tak tau. Tak lama Queen pun sampai di sekolahannya.
“Nanti Papa jemput ya?” ucap Papa Rendra sebelum Queen turun.
“Gak usah Pa. Queen pulang sama temen aja,” tolak Queen.
“Oh ya udah. Kalau gitu semangat sekolahnya,” ucap Papa Rendra.
“Iya, Pa. Papa juga semangat kerjanya,” ucap Queen lalu keluar dari mobil Papanya.
“Awal yang bagus untuk memperbaiki kesalahanku dulu yang mungkin akan sulit dimaafkan oleh Queen,” guman Papa Rendra memandangi Queen masuk gerbang sekolah. Setelah memastikan Queen masuk Papanya pun pergi dari sana.
“QUEEN!”
Baru saja memasuki gerbang sekolah Queen sudah dikagetkan dengan panggilan melengking dari Alula, sahabatnya.
“Apa?” tanya Queen.
“Coba lihat ini deh!” ucap Alula memperlihatkan sebuah berita dari lambheturah SMA Werienst yang sangat menghebohkan di semua siswa pagi ini.
“Ditusuk?” guman Queen.
“Iya Queen! Kasian kan si Gaga!” ucap Alula.
“Iya kasian,” ucap Queen.
Jadi semalem Arshaka buru-buru karena ini! Batin Queen.
“QUEEN!” panggil Sasya dan Mysha membuat Queen dan Alula menutup telinganya.
“Bisa gak sih gak usah teriak-teriak! Telinga gue sakit nih!” marah Alula.
“Nah itu tuh yang kita rasain kalau lo teriak-teriak kek di goa!” marah Sasya.
“Hehehe, maaf-maaf!” ucap Alula.
“Jadi kenapa kalian teriak-teriak?” tanya Queen.
“Lo udah tau berita soal Gaga?” tanya Mysha.
“Lo juga udah tau kalau dia balik lagi kesini?” tanya Sasya.
“Gue udah tau berita soal Gaga. Gue juga udah tau kalau dia balik kesini. Kemarin gue juga gak sengaja ketemu dia,” jawab Queen.
“Lo ketemu dia dimana?” tanya Sasya.
“Terus ekspresi dia waktu ketemu lo gimana?” tanya Mysha.
“Dia tambah ganteng gak?” tanya Alula membuat ketiga sahabatnya menatapnya aneh.
“Pertanyaan lo tuh aneh Lul! Yang namanya cowok pasti ganteng lah! Kecuali cewek, baru cantik!” ucap Mysha.
“Ya kali cowok cantik! Kan aneh!” ucap Sasya.
“Ada tuh cowok cantik!” ucap Alula.
“Siapa?” tanya Sasya.
“Itu si Ray,” jawab Alula.
“Itu sih bukan cantik tapi imut! Eh,” ucap Sasya lalu menyadari jika ia menganggap Ray, musuh bebuyutannya imut.
“Cie… nganggep Ray imut nih!” ucap Alula.
“Apaan sih?! Tadi tuh gue mau bilang kek air got tapi tiba-tiba…” ucap Sasya tiba-tiba binggung mau berucap apa lagi.
“Tapi tiba-tiba ke inget mukanya yang imut itu jadi ngomong imut kan?!” tanya Alula.
“Hahaha, iya kali tuh!” ucap Mysha.
“Apaan sih lo berdua?! Mending kita bahas dia! Gak usah bahas air got lagi!” ucap Sasya mencoba mengalihkan topik pembicaraan.
“Udah deh Sas! Gak usah mengalihkan topik pembicaraan kita sekarang!” ucap Alula.
“Iya bener tuh!” ucap Mysha.
“Siapa sih yang ngalihin topik pembicaraan? Gue kan cuma membalikkan topik yang awal kita bahas!” ucap Sasya.
“Iya juga ya?!” ucap Alula.
“Lo gimana sih? Lo tuh di pihak pembicaraan yang mana?” tanya Mysha.
“Dua-duanya,” jawab Alula.
“Ah lo mah gitu Lul!” ucap Mysha kecewa.
Terdengar deruman motor yang saling bersahutan memasuki kawasan SMA Werienst.
Membuat para siswa-siswi yang sedang berjalan memasuki gerbang memberi mereka jalan tapi tidak untuk Queen dan sahabat-sahabatnya.
“Mereka dateng tuh,” bisik Mysha.
“Terus?” tanya Queen.
“Coba lo lihat gak ada Arshaka tuh!” ucap Sasya.
“Terus?” tanya Queen.
“Terus, terus mulu deh! peka dikit dong Queen! Siapa tau Arshaka juga kenapa-kenapa tuh makanya gak berangkat!” ucap Alula.
“Lo lupa ya? Arshaka kan diskors tiga hari!” ucap Queen.
“Ya kan bisa aja Arshaka juga kenapa-kenapa tuh!” ucap Alula.
“Bener tuh kata Alula! Mending buat pastiin lo tanya mereka deh!” saran Mysha.
“Gak usah. Dia baik-baik aja kok.” ucap Queen.
“Lo tau darimana? Oh gue tau jangan-jangan dia udah ngabarin lo dulu ya?” tanya Alula.
“Enggak. Gue kan baru tau dari lo!” jawab Queen.
“Lah, terus lo tau darimana kalau Arshaka baik-baik aja?” tanya Alula.
“Tau karena semalem gak sengaja ketemu dia waktu balik jenguk Uncle,” jawab Queen.
“Oh iya semalem kan Uncle kecelakaan ya?” ucap Alula baru mengingat jika Uncle Draco kecelakaan semalam.
“Iya ya gue juga baru inget, kalau Uncle kecelakaan!” ucap Mysha.
“Keadaan Uncle sekarang gimana Queen?” tanya Sasya.
“Semalem sih Uncle belum sadar. Gak tau deh sekarang,” jawab Queen.
“Lah, lo gak nginep disana?” tanya Sasya.
“Enggak. Gue disuruh pulang sama Kak Marsica dan Grandmi,” jawab Queen.
“Grandmi lo hidup lagi Queen?” tanya Alula.
“Lo mau Grandmi gue hidup lagi terus jadi zombie gitu?!” tanya Queen.
“Ya enggak lah Queen. Terus Grandmi lo yang mana dong?” tanya Alula.
“Grandmi Elline, Mamanya Papa gue,” jawab Queen.
“Oh, gue pikir Grandmi lo hidup lagi. Kan serem tuh!” ucap Alula.
“Ya gak lah! Lo mah aneh-aneh aja!” ucap Queen.
“Tau tuh sahabat lo!” ucap Sasya.
“Sahabat lo juga!” ucap mereka.
“Ada apa nih kok ribut-ribut?” tanya Byan menghampiri sang kekasih.
“Dih, siapa juga yang ribut lo kali yang ribut!” ucap Sasya jutek.
“Lo kenapa sih? Masih aja jetuk sama gue?!” tanya Byan.
“Heh! Emang dari sononya kek gini!” ucap Sasya masih saja jutek.
“Tuh kan masih aja jutek lo!” ucap Byan.
“By. Udah deh jangan cari masalah sama Sasya!” bisik Mysha.
“Iya enggak kok By. Habisnya sahabat kamu yang itu nyebelin sih!” bisik Byan.
“Ngapain lo bisik-bisik? Pasti ngomongin gue ya?!” tanya Sasya.
“Dih, pede banget lo!” ucap Byan.
“Hidup tuh emang harus pede. Kalau gak pede ya gak hidup lah!” ucap Sasya.
“Teori darimana tuh?” tanya Byan yang baru tau ada teori seperti itu.
“Teori dari gue lah!” jawab Sasya.
“Teori dari lo mah sesat semua!” ucap Byan.
“Udah deh gak usah pada ribut! Pusing dengernya tau!” ucap Alula.
“Siapa yang ribut?” tanya Sasya dan Byan berbarengan.
“Tuh kan ribut lagi kalian!” ucap Alula.
“Tau deh! Mending kita pergi aja yuk Queen,” ajak Sasya.
“Eh, bentar jangan pergi dulu Queen!” cegah Byan.
“Ngapain lo larang-larang Queen pergi, hah?” tanya Sasya sewot.
“Dih, Queen aja kagak sewot tuh! Lo malah yang sewot!” ucap Byan.
“Suka-suka gue lah!” ucap Sasya menghalangi Queen berhadapan dengan Byan.
“Udah deh gak usah ngalang-ngalangin gue! Ini tuh urgent asal lo tau!” ucap Byan mendorong pelan tubuh Sasya.
Namun karena Sasya yang tak siap pun oleng ke samping. Untung saja ada Ray dibelakangnya yang sigap menopang tubuh Sasya. Dan terjadilah adegan romantis ala Sasya dan Ray.
“Cie, Sasya sama Ray. Aww, kiwkiw!” ucap Alula membuat Sasya langsung berdiri dengan sempurna.
“Heh! Lo tuh, kalau gue jatuh terus gue lecet gimana, hah? Lo mau tanggung jawab, hah?” tanya Sasya marah.
“Udah stop Sas! Gak usah ribut lagi!” ucap Queen.
“Jadi ada apa?” tanya Queen.
“Soal Arshaka nih!” ucap Byan.
“Arshaka kenapa By?” tanya Alula penasaran.
“Kondisi Arshaka lagi gak baik-baik aja Queen!” ucap Byan sedih.
“Gak baik-baik aja gimana?” tanya Queen.
“Mending lo nanti ikut kita aja, biar tau kondisi Arshaka sebenarnya,” ucap Byan.
“Jangan deh Queen! Kata lo semalem ketemu dia kan dan dia baik-baik aja kan?” tanya Sasya.
“Ya memang semalem baik-baik aja, tapi tadi pagi tiba-tiba kondisi dia sangat mengenaskan. Iya kan Ray?” ucap Byan mencari bantuan Ray agar misinya berjalan dengan lancar.
“Iya. Sangat mengenaskan,” ucap Ray.
“Gimana mau ikut gak?” tanya Byan.
“Aku ikut! Boleh kan By?” tanya Mysha kepada sang kekasih.
“Boleh dong By. Apa sih yang enggak buat kamu,” jawab Byan.
“Makasih By,” ucap Mysha.
“Sama-sama By,” ucap Byan.
Alula, Sasya dan Queen saling pandang. Dan akhirnya Queen pun mengangguk sebagai jawabannya.
“Oke. Kita juga ikut,” ucap Queen.
“Nah gitu dong nanti kal-,” ucap Byan terpotong.
“Kita bertiga naik mobil gue!” potong Sasya cepat.
KRING! KRING! KRING!
Suara bel berbunyi membuat mereka semua bubar dan menuju kelas mereka masing-masing.
...***...
Pelajaran di kelas MIPA 1 pun dimulai dengan pelajaran yang sangat dibenci dan mematika bagi semua murid, yaitu pelajaran matematika.
Semua penghuni MIPA 1 dari tadi sibuk mengerjakan tugas dari Bu Zela, guru matematika sekaligus guru bahasa inggris.
“Queen, lo udah ngerjain tugas yang dikasih Bu Zela belum?” bisik Alula. Alula duduk disebelah Queen sedangkan Mysha dan Sasya di belakang mereka.
“Queen, bagi jawabannya dong!” ucap Sasya.
“Gue dulu Sas!” ucap Alula masih sibuk menyalin jawaban Queen.
“Ya udah buru! Habis itu gue!” ucap Sasya.
“Sabar! Dikit lagi nih!” ucap Alula.
“Udah belum?” tanya Sasya.
“Udah, tuh!” ucap Alula menyerahkan buku tugas Queen ke Sasya, dengan kekuatan penuh Sasya menyalin jawaban Queen setelah selesai menyalin Sasya membalikkan buku Queen sebelum Bu Zela datang dan memarahinya.
“Makasih, Queen,” ucap Sasya.
“Hmm.”
“Pagi, anak-anak?” sapa Bu Zela. Untung saja Sasya dan Mysha sudah selesai menyalin jawaban kalau belum bisa habis mereka.
“Pagi, Bu.”
“Gimana, tugasnya udah selesai belum?” tanya Bu Zela.
“Sudah, Bu.” ucap sebagian siswa.
“Belum, Bu.” ucap sebagiannya lagi.
“Gimana nih kok gak kompak?” tanya Bu Zela.
“Habisnya soal dari Bu Zela susah-susah semua sih!” seru Dodot, wakil ketua dikelas MIPA 1 yang terkenal suka melawak dan semua lawakannya garing.
“Ya itu kamu nya aja yang gak pernah perhatiin ibu kalau ibu lagi jelasin materi sih!” ucap Bu Zela.
“Saya udah perhatiin Bu, tapi selalu gagal fokus kalau lihat mukanya ibuk yang cantik dan awet muda itu,” ucap Dodot membuat teman-temannya tertawa.
“Udah-udah! Kamu ini, gombal mulu! Ayo sekarang maju! Tulis jawaban kamh dipapan!” ucap Bu Zela.
“Loh, Bu kok saya sih? Saya kan belum selesai ngerjainnya,” ucap Dodot.
“Ya sudah, lanjutkan dipapan saja!” ucap Bu Zela. Mau tak mau pun Dodot maju dan mengerjakan soal dari Bu Zela dipapan.
“Lama banget ngerjain satu soal aja!” ucap Bu Zela menghampiri Dodot yang tidak kunjung menemukan jawabannya.
“Kan udah saya bilang Bu, saya tuh gak bisa. Mending suruh yang lain aja,” saran Dodot.
“Ya sudah. Sana duduk kamu! Kalau kamu yang ngerjain bisa-bisa satu abad kemudian baru selesai!” ucap Bu Zela.
“Nah, itu ibuk tau!” ucap Dodot lalu duduk di kursinya.
“Sekarang tanggal dua puluh enam kan? Ya sudah absen dua puluh enam silahkan maju dan kerjakan dipapan,” ucap Bu Zela.
Semua murid saling pandang ketika absen nomor dua puluh enam tak kunjung maju dan mengerjakan soal dipapan.
“Absen dua puluh enam gak berangkat kah?” tanya Bu Zela.
“Berangkat semua kok Bu,” jawab Dodot.
“Ya terus mana ini absen dua puluh enam kok gak maju-maju!” ucap Bu Zela.
“Queen?” bisik Alula membuat Queen tersadar akan lamunannya.
“Apa?” tanya Queen yang tak tau apa-apa pasalnya daritadi dia hanya melamun memikirkan kondisi Arshaka.
“Maju, Queen. Lo kan absen dua puluh enam!” ucap Alula membuat Queen langsung maju dengan muka tak bersalahnya.
“Queen? Kamu absen dua puluh enam?” tanya Bu Zela.
“Iya Bu,” jawab Queen.
“Dari tadi dipanggil kok gak maju-maju? Lagi melamun apa sih?” tanya Bu Zela.
“Melamunin Arshaka tuh Bu,” seru Alula.
“Iya tuh Bu!” seru semua teman sekelasnya juga.
“Oh iya ya, Arshaka kan gak masuk karena masih diskors tiga hari ya?” ucap Bu Zela.
“Iya, Bu makanya Queen melamun tuh. Kan gak ada ayang Arshaka tuh,” seru Alula membuat Queen yang sedang mengerjakan soal pun menjadi malu.
Lula! Awas aja lo! Batin Queen.
...***...
Setelah kejadian memalukan tadi, akhirnya bel istirahat pun berbunyi. Queen dan sahabatnya segera menuju kantin karena tidak mau berdesak-desakan saat memesan makanan.
“Untung aja mie ayam Pakde gak begitu antri, jadi bisa langsung pesen deh! Gak perlu antri-antri lagi!” ucap Alula membawa nampan berisi 4 porsi mie ayam Pakde.
“Iya dong kan kita gercep persennya!” ucap Mysha membawa nampan berisi 2 gelas es teh dan 2 gelas es jeruk peras.
“Pesanannya sudah dateng tante-tante,” ucap Alula.
“Aduh, terima kasih nenek-nenek,” ucap Sasya mengambil mie ayam pesanannya.
“Iya sama-sama cu,” ucap Alula diduduk dihadapan Sasya dan Queen.
“Dah pantes tuh jadi nenek-nenek,” ucap Mysha.
“Terus nanti kakeknya aa Haidar deh!” ucap Alula.
“Ya kalau dia mau sih gak masalah,” ucap Mysha.
“Pasti mau lah!” ucap Alula.
“Dimakan tuh, Queen! Keburu dingin loh nanti jadi gak enak lagi,” ucap Alula yang melihat Queen hanya melamun saja.
“Queen?” panggil Sasya ketika Queen tak mengubris omongan Alula.
“Hah? Apa?” tanya Queen tersadar dari lamunannya.
“Lo kenapa sih? Dari tadi melamun terus?” tanya Sasya.
“Gue gapapa kok. Udah makan tuh mie lo! Keburu dingin nanti!” ucap Queen lalu memakan mie ayam pesanannya.
Ketiga sahabatnya memperhatikan Queen dengan tatapan aneh. Sampai-sampai suara ribut-ribut di meja belakang, tepatnya dimeja anak Ravenska geng mengalihkan perhatian mereka.
“Ayolah kasih tau gue, dimana Arshaka?!” tanya Kei yang terkesan sangat memaksa.
Tak ada satupun anak Ravenska geng yang berniat memberitahu keberadaan Arshaka kepada Kei. Karena Arshaka juga melarang mereka memberitahu siapapun kecuali Queen.
“By, Ray kasih tau gue lah. Dimana Arshaka?” tanya Kei namun Byan maupun Ray diam tak menjawab pertanyaan Kei.
Ck! Susah banget sih cari tau keberadaan Arshaka aja! Batin Kei.
Apa gue tanya Queen aja ya? Dia pasti tau dimana Arshaka! Batin Kei.
Kei yang tak ingin menyerah begitu saja pun menghampiri meja Queen dan sahabat-sahabatnya.
“Eh,eh dia kesini tuh!” bisik Alula yang kemudian pura-pura sibuk makan mie ayamnya.
“Heh, Queen! Lo pasti tau kan dimana Arshaka? Kasih tau gue sekarang!” ucap Kei.
Queen dengan santainya memakan mie ayam miliknya tanpa mengubris pertanyaan Kei.
“Lo tuli ya? Gue tanya malah diem aja!” ucap Kei.
“Heh! Kayak lo tuh yang tuli! Pake ngatai Queen tuli segala lagi lo!” marah Sasya membuat suasana kantin semakin riuh.
“Lo tuh udah dateng-dateng gak di undang pulang gak di antar! Kek jelangkung lo!” marah Sasya semakin menjadi-jadi.
“Ayo Sas! Marahin aja tuh!” ucap Alula semakin memanas-manasi Sasya.
“Ayo Sas kasih paham!” ucap Mysha juga ikut memanas-manasi Sasya.
“Terserah gue dong mau dateng kapan aja?! Masalah buat lo?!” balas Kei tak mau kalah.
“Iya masalah buat gue! Masalah Queen masalah gue juga!” tegas Sasya.
“Heh, gue tuh gak ada urusan sama lo! Mending minggir deh lo!” ucap Kei mendorong Sasya menjauhi Queen.
Sasya yang tak siap pun oleng, lagi dan lagi Ray menopangnya agar tak jatuh ke lantai.
“Hati-hati lain kali!” ucap Ray terkesan dingin.
“Makasih,” ucap Sasya lalu berdiri kembali.
“Heh, Queen! Kasih tau gue dimana Arshaka!” pinta Kei mengoyang-goyangkan tubuh Queen.
BRAK!
Habis sudah kesabaran Queen menghadapi tingkah Kei ini. Lagi dan lagi Kei membuat dirinya tak bisa menyantap makananya dengan tenang dan tentram.
“Kalau lo mau tau dia dimana, tanya sama dia sendiri! Punya lo kan nomernya?! Tinggal chat atau telepon aja susah banget!” ucap Queen lalu pergi meninggalkan kantin.
...To be continued....
...Terima kasih telah membaca....
...Apa yang terjadi sebenarnya kepada Arshaka? Kenapa tiba-tiba kondisinya mengenaskan?...
...Queen saking cemasnya sama Arshaka sampai melamun terus deh!...
...Duh, si kol goreng kenapa cari masalah terus sih? Tinggal tanya sama orangnya aja apa susahnya sih?...
...Tuh kan gara-gara kol goreng Queen jadi marah! Lagian bener kata Queen tinggal tanya sama orang nya aja susah banget!...
...Komen pendapat kalian tentang chapter ini....
...Jangan lupa untuk like, komen, share, favorit and vote ya?!...
...See you di next chapter....