NovelToon NovelToon
I Love You Kakak

I Love You Kakak

Status: tamat
Genre:Perjodohan / Penyesalan Suami
Popularitas:5M
Nilai: 4.6
Nama Author: Rani

Lanjutan dari karya Perjodohan membawa bahagia. Disarankan mampir ke karya sebelumnya agar tidak menimbulkan kebingungan.

Karena sebuah wasiat dari orang tua kandung kakak angkatnya, ia dan sang kakak angkat dinikahkan. Pernikahan karena perjodohan itu menimbulkan banyak masalah, terutama masalah hati. Karena sesungguhnya, sang kakak angkat sudah memiliki wanita lain yang ia cintai dengan sepenuh hati dan hanya menganggap dia sebagai adik.

"Aku mencintai kamu sebagai kekasih, kakak." Yolanda Aditama.

"Maaf Yolan. Aku tidak bisa menerima cinta itu. Karena selamanya, kamu akan tetap berada dalam hatiku sebagai adik. Aku tidak bisa menggubah perasaan itu." Dewa Sujianda.

Akankah perasaan Dewa bisa berubah? Atau bahkan, akan tetap selamanya bertahan seperti itu? Mungkinkah pernikahan mereka akan bertahan? Atau bahkan, akan hancur karena orang ketiga?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rani, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

*Episode 27

Leo berjalan mendekat ke arah ranjang Yola. Perlahan, tangannya menyentuh bahu Yola.

"Ada apa? Ada yang sakit sampai kamu menangis seperti itu? Menangis tersedu-sedu seperti orang yang ditinggal pergi untuk selama-lamanya oleh orang yang paling kamu sayangi."

Yola mengangkat kepalanya dengan perasaan kesal. Dengan tatapan tajam, ia tatap Leo yang berdiri di sampingnya.

"Untuk apa ikut campur? Kamu tidak akan tahu betapa beratnya rasa sakit yang aku rasakan saat ini. Dokter sepertimu, hanya bisa bilang, gak papa. Dia sudah baik-baik saja."

"Ya ampun, sepertinya kamu punya dendam tersembunyi padaku setelah kejadian itu."

"Dengar ya, aku memang tidak tahu apa yang kamu rasakan sekarang. Karena bukan aku yang merasakan apa yang kamu rasakan. Tapi ... aku hanya ingin bilang, sebagai seorang dokter yang bertugas menangani dan menjaga pasiennya, kamu tidak boleh menangis seperti itu. Karena kondisimu baru saja ingin pulih."

"Peduli apa aku dengan apa yang kamu katakan itu? Kamu tidak tahu ... hati ini ... sakit, sakit sekali." Yola kembali menundukkan kepalanya karena ingat apa yang baru saja terjadi.

"Nona, sakit hati itu sebenarnya hal yang wajar. Kamu merasakan rasa sakit, karena kamu berpikir itu menyakitkan buat hatimu. Coba saja kamu melupakan apa yang membuat hatimu terasa sakit, maka tidak akan ada rasa sakit lagi yang bisa kamu rasakan."

Mendengar perkataan yang begitu enteng, yang Leo ucapkan. Yola semakin kesal dengan dokter yang ada di hadapannya saat ini. Dokter muda nan ganteng, tapi sayangnya, tidak punya perasaan. Setidaknya, itulah yang ada dalam pikiran Yola sekarang.

"Kamu gampang mengucapkan kata-kata itu karena kamu tidak merasakan apa yang aku rasakan. Sekarang, pergi! Aku tidak ingin mendengarkan apa yang kamu katakan lagi," ucap Yola sambil mendorong dokter yang sudah sangat membuat hatinya yang sedih berubah jengkel.

Bukannya pergi, Leo malah tetap bertahan, bahkan, sekarang ia duduk di samping Yola.

Yola semakin membulatkan matanya ke arah Leo. Ia tak percaya dengan apa yang dokter itu lakukan.

"Kamu! Apa-apaan sih? Ngapain malah duduk di samping aku, hah? Aku minta kamu pergi, bukan duduk."

"Katanya sedih. Tapi sekarang malah marah-marah. Perempuan memang bisa mengubah perasaannya begitu cepat."

"Kamu! Ih ... bikin kesal aja." Yola mendorong Leo dengan kedua tangannya. Bukannya beranjak, Leo malah tersenyum.

"Kamu itu belum sembuh. Jangan banyak gerak dulu. Alergi obat yang kamu derita itu terlalu parah. Jadi ... maaf, aku terpaksa tetap di sini untuk memastikan keadaan kamu. Semakin membaik kah, atau ... malahan semakin parah." Leo berucap setelah ia berhasil memegang tangan Yola dengan kedua tangannya.

'Dokter muda yang gila. Apakah semua laki-laki itu terlahir dengan sifat mengesalkan seperti ini? Tidak kak Dewa, tidak pula dokter menyebalkan ini. Oh tidak, tunggu! Papaku tidak termasuk ke dalam semua laki-laki itu. Karena papaku sikapnya sangat jauh berbeda dari laki-laki yang aku temui di tanah air ini,' kata Yola bicara dalam hati.

"Sekarang, tenang. Kamu bisa tenang, bukan? Harusnya bisa jika tidak ingin aku berlama-lama di kamar ini bersama kamu," ucap Leo ngoceh sendiri dengan tatapan mata yang lurus melihat mata Yola.

"Kamu dokter pertama yang terlalu banyak bicara yang pernah aku temui di kota ini. Huh ... lakukan tugasmu dengan cepat. Aku ingin kamu segera pergi dari kamar ini, agar aku bisa sendirian di sini." Yola berucap dengan nada tanpa beban seolah-olah hatinya tidak terluka sebelumnya.

"Kamu ingin sendirian supaya bisa menangis kembali, iya?"

"Itu bukan urusanmu. Cepat lakukan supaya kamu bisa pergi secepatnya dari hadapanku."

Leo menggelengkan kepalanya sambil melihat Yola yang memalingkan wajah dari dirinya.

"Kamu pasienku yang pertama kali tidak menginginkan keberadaan aku di sisimu. Benar-benar pasien yang luar biasa."

"Jangan banyak bicara lagi. Lakukan tugasmu secepatnya. Karena saat ini, hatiku sedang dalam situasi yang tidak baik. Jangankan dokter banyak bicara seperti kamu, preman pun bisa aku makan jika banyak tingkah."

"Wah ... ternyata kamu manusia super. Tunggu! Kamu manusia super atau vampir, ya? Oh bukan-bukan. Kamu zombi. Ya-ya-ya, zombi yang makan orang."

"Kamu!" Yola berucap dengan nada kesal. Matanya melotot ke arah Leo.

Bukannya takut, Leo malah menanggapi pelototan itu dengan senyum manis. Tepat saat itu pula, Bu Erni kembali dari kamar mandi. Ia terdiam ketika melihat dokter Leo yang tersenyum ke arah Yola. Dokter muda itu terlihat begitu tampan dengan senyum manis yang menghiasi wajahnya.

Sementara itu, Dewa baru tiba di vila saat matahari sudah mulai menampakkan sinarnya. Karena kelelahan, ia bangun kesiangan. Sementara Bimo, ia tidak membangunkan Dewa sama sekali. Padahal dirinya sudah bangun sejak adzan subuh berkumandang. Bimo malah memilih menunggu Dewa di mobil dari pada membangunkan tuan mudanya yang sedang tidur di atas sofa kamar hotel tersebut.

Entah karena ia tidak sampai hati untuk membangunkan Dewa yang sedang terlelap, atau mungkin karena rasa kesal yang menguasai hatinya sejak dari kemarin malam.

Yang jelas, ia tidak banyak bicara sejak kejadian tadi malam.

Ketika sampai di gerbang masuk vila, ia di sambut tatapan tajam oleh mas satpam. Sedangkan saat ia baru saja ingin menjatuhkan kaki ke depan pintu masuk vila, ia di sambut teriakan oleh Santi.

"Tuan muda!"

"Ya ampun, Santi. Ada apa sih? Kenapa kamu harus berteriak keras seperti itu padaku? Aku masih bisa mendengarkan panggilan dengan nada normal. Tidak perlu berteriak-teriak jika ingin memanggil aku."

"Maaf tuan muda. Habisnya, tuan muda baru muncul sekarang. Sejak kepergian tuan muda tadi malam, kami tidak bisa menghubungi tuan muda sama sekali. Nona .... "

"Yolan? Ada apa dengan dia? Apa dia sangat mencemaskan aku?"

"Bukan, tuan muda. Bukan soal mencemaskan tuan muda atau tidak. Tapi .... "

"Tapi apa, Santi? Katakan dengan jelas ada apa? Di mana Yolan sekarang?"

"Nona kecil di rumah sakit."

"Apa! Rumah sakit? Kenapa Yolan ke sana? Tidak mungkin dia berpikir aku di rumah sakit, bukan?"

"Nona kecil yang masuk rumah sakit, tuan muda. Dia .... "

"Apa!? Yolan kenapa bisa masuk rumah sakit? Apa yang terjadi sebenarnya? Ada apa dengan adikku?" Dewa terlihat begitu kaget dan cemas saat tahu Yola berada di rumah sakit. Ia sampai mengguncang-guncangkan tubuh Santi untuk meminta penjelasan dari perempuan itu prihal adiknya yang berada di rumah sakit sekarang.

"Tadi malam, mungkin sekitar pukul sembilan, nona berteriak histeris di kamarnya .... "

Santi lalu menceritakan kejadian tadi malam secara detail pada Dewa. Dengan wajah serius, Dewa mendengarkan apa yang Santi katakan dengan seksama.

1
M Bibin
🥰🥰
💟노르 아스마💟
Luar biasa
sakura
....
Shifa Burhan
kau thor apa yang jadi masalah dalam novel mu adalah sikap tidak adil mu dalam memperlakukan emeran utama wanita (istri) dan pemeran utama pria (suami)

*saat novel mu yang konfliknya suami melakukan kesalahan pasti kau buat istri tidak mudah memaafkan, pasti kau buat suami dapat balasan, mengemis maaf dan berjuang keras, dan pasti kau hadirkan lelaki lain yang membuat istri membalas perlakuan suami

banding dengan novel yang konfliknya istri melakukan kesalahan semudah itu dimaafkan, karakter suami kau buat bodoh dan semudah itu memaafkan malah balik minta maaf kayak pengemis, dan kalian tidak berani hadirkan wanita lain (kayak kalian hadirkan lelaki lain)

karena ini lah pola pikir egois wanita ketika suaminya salah tidak semudah itu dimaafkan tapi ketika dia salah mau dimaafkan begitu saja dan sikap egois ini mereka bawa kedalam novel

adalah lagi pola pikir egois yang terkesan munafik wanita dalam berkarya yaitu mereka melaknat pelakor tapi memuja pebinor

miris
Atik Bunga
apa ini kakah burhan
Atik Bunga
jangan ladang bunga yg dimaksud saka itu kebun bunga punya mamahnya yola
Atik Bunga
jangan2 dokter leo suka sama yola
Atik Bunga
kasihan hanas anak yg tdk diharapkan oleh johan malah tersakiti
sharvik
sulis it siapa y dewa ya . . d eps sblm y mngatakan yola adalah orang yg sngat dewa syang stelah sulis. .
watini fitrah
knpa rata rata CEO bodoh klu udh di depan pelakor
Rani: nah, ceo kek gini cuma ada di dalam karya aja yah. keknya, di dunia nyata ngga akan nemu🤣
total 1 replies
Rika Fitria
zaka kayaknya anak Zara
Rika Fitria
Luar biasa
Mas Sigit
itu kakekmu yolan
Mas Sigit
bagus yolan kmu hrs tegas biar dewa sadar bagaimana jahatnya si hanas
Mas Sigit
dadaku sdh mulai sesak bayangin jd yolanda
Mas Sigit
pasti Hanas ga bakalan tinggal diam mlihat dewa sm yolan mrnikah
Al Fatih
iya,, kadang sbg perempuan,, merasa miris,, sdh d hina,, d tolak,, masih ngemis2 juga,, jujur lebih suka karakter perempuan kuat,, ga mudah d tindas....,,
Al Fatih
lengkap sdh semuanya,, wlwpun itu wasiat,, harusx Brian dan Kania pastikan dulu dewa ad pacar ga,, wlwpun Yola cinta dewa,, tapi dewa kan ga,, beresiko Yola akan d tersakiti,, dewa juga plin plan,, Johan juga gitu,, anaknya Johan juga gt...😅
ShaHana Rania Norali
menarik.. dan tak sabar baca sampai episode akhir. 🥰
alnino
drma bnget bnyak omong wkwk si yola keburu nyampk rumh mreka ado argumen.
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!