Arsel, pria tampan yang kini menjadi seorang pemimpin di sebuah perusahaan sukses milik keluarganya. Ia adalah pria yang memiliki 1 anak, eits walau pun begitu Arsel bukan duda loh.
Seperti alasan umum, ia terjerumus dalam ruang pertemanan yang salah.
Namun, hidupnya benar benar berubah kala ia dijodohkan oleh sang papa dengan alasan cukup umur. Betapa tidak percayanya, ternyata dirinya dijodohkan oleh wanita yang ditemuinya di toko kue miliknya dengan nama anaknya.
***
Dalam masa perevisian
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon pikan, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Episode 25
"Woi bro.Lo malam ini datang kepesta?." Tanya Riko sahabat Arsel. Pria itu diam, mungkin sedang mengingat sesuatu.
"Pesta?." Tanyanya. Riko menepuk jidatnya pelan sambil menghela nafas kasar.
"Ya tuhan. Lo kenapa sih? Banyak pikiran kayaknya. Masa lo lupa pesta perayaan ulang tahun anak Tuan Gergo. Mikirin apaan sih lo." Jelas Riko panjang lebar sambil bertanya bingung.
"Oh".Jawab Arsel singkat malas meladeni pria didepannya.
"Sialan lo sel."Umpat Riko geram. Pasalnya dia susah payah menjelaskan dan dijawab oleh bosnya dengan sangat singkat, hanya ada 2 huruf doang.
"Hmm."
"Oh ya, lo bawa siapa nanti. Carloth? Atau cesi?." Ujar Riko menggoda, Arsel terdiam. Dia sedang berpikir.
"Sendiri." Putus Arsel kemudian.
"Wih udah tobat lo, oh gue lupa kalau lo udah punya istri jadi harus jaga hati." Goda Riko kepada Arsel, namun tidak mempan sama sekali untuk memprovokasi pria berdarah dingin tersebut.
"Hmm." Dehem Arsel. Riko terdiam, dia tidak mengerti makna dari deheman bosnya itu.
"Beneran?." Tanya Riko tidak percaya. Arsel muak, dia memutar bola matanya bertanda dia ingin mengakhiri obrolan dengan lawan bicaranya.
"Hmm."
"Gimana kalo lo bawa istri lo aja bos." Usul Riko, Arsel terdiam lama memikirkan usulan Riko.
He bodoh. Kau kira Arin sembarangan ha? Kau kira aku tidak tau dimana acara itu. Dasar bodoh, tidak akan pernah aku mengajak dia kesana.
"Tidak akan." Putus Arsel bulat. Riko terkekeh geli melihat reaksi pria didepannya.
"Posesif atau gimana nieh." Goda pria itu lagi.
"He bodoh. Istri gue gak akan gue ajak ke club, biar dia dirumah jaga Aris gak usah ketempat itu jadi sesat nanti dia. Kalaupun gue ajak, dia gak akan pernah mau." Ujar Arsel kesal. Riko melongo tidak mengerti apa yg diucapkan oleh Arsel.
"Wih idaman banget... Aw...." Arsel melempar dahi Riko dengan pulpen yang dia pegang. Ingin rasanya Arsel memecat pria didepannya, namun sayang Riko masilah berguna.
"Sekali lagi lo ngomong seperti itu... gue kirim lo ngurus cabang di afrika." Putus Arsel serius. Riko patuh, dia tahu jika Arsel marah, semua ucapannya akan menjadi nyata bagaimana pun caranya.
"E-eh... gue pergi bye bos." Riko buru-buru keluar dari sana menuju ruangannya sendiri.
...***...
Seorang pria berjas rapi dengan pengawal dibelakangnya memasuki area club dengan bangunan yg mewah, tidak kalah mewah dengan miliknya.
"Selamat datang tuan Arsel." Seorang wanita sexy dengan balutan gaun yang mewah namun terbuka itu menyapa pria tampan yang baru saja masuk kedalam acaranya.
Arsel tidak menjawab, dia masih menunjukkan wajah datar dan tatapan dingin kearah wanita itu.
"Hmm."
"Ayo ikut saya bergabung keacara." Ajak wanita itu dan Arsel mengikuti dengan pelayan dibelakangnya. Namun, wanita yang bernama Die itu dengan lancangnya menggandengan lengan Arsel sambil menggodanya dengan menggesek dadanya dengan sensual.
Namun sayangnya, otak Arsel memerintah untuk tidak bereaksi apapun. Arsel memandang wanita itu horor membuat siwanita tergugup dan melepas gandengannya dengan perasaan takut.
"Maaf tuan." Sesal nya kemudian.
Arsel tidak meladeni, pria itu berlalu meninggalkan Die dengan perasaan was-was. Arsel lebih memilih untuk menyapa tuan Gergo daripada meladeni putrinya.
...***...
Arin hanya diam sedari tadi, bahkan saat menyajikan makanan untuk Arsel wanita itu tetap diam enggan mengucapkan sepatah katapun bahkan kepada Aris. Arin kecewa dengan apa yang dilakukan Arsel, suaminya tadi malam.
[FLASH BACK]