NovelToon NovelToon
Aku Bukan Laki-laki

Aku Bukan Laki-laki

Status: tamat
Genre:Romantis / Identitas Tersembunyi / Chicklit / Tamat
Popularitas:536.8k
Nilai: 4.9
Nama Author: Rani

Demi mama, aku rela membohongi dunia dan menyembunyikan identitas asliku. Bahkan, aku juga mengorbankan rasa cinta yang aku punya pada seorang laki-laki. Semua aku lakukan demi mama yang selama ini telah berjuang demi aku. Aku yakin, doa dan restu mama, adalah hal terpenting dalam hidupku.

Apakah aku sangup, tetap menahan rasa ini. Mungkinkah, aku mampu mengubah pandagan lelaki itu padaku?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rani, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 27

Anak buah yang berisik ini kembali bertanya padaku, apa yang harus mereka lakukan sekarang. Membuat aku semakin pusing saja, dengan pertanyaan-pertanyaan mereka yang tidak tahu harus aku jawab apa.

Kalau dia adalah Nino, seorang laki-laki anak dari Herman. Aku bisa bilang harus apa sekarang.

Tapi saat ini, kenyataannya sudah berbeda. Dia adalah gadis yang membuat hatiku hidup kembali. Dan aku tidak bisa menyakiti gadis itu, walaupun dia adalah anak dari Herman.

Kembali anak buahku berisik dengan beberapa pertanyaa. Saat ia melihat, kepala preman itu berhasil memukul jatuh gadis cantik itu.

"Berisik kalian!" teriakku dengan suara yang keras dan membuat nyali semuanya menciut.

Bukan hanya anak buahku yang ada di sampingku terdiam. Juga kepala preman geng tengkorak yang sedang berada di sana, juga menoleh kearah suaraku yang menggelegar ini.

Aku tidak bisa membiarkan gadis itu terluka lagi sekarang. Karna aku tidak ingin kehilangan dia lagi, untuk yang kedua kalinya.

Aku hampiri mereka dengan di ikuti anak buahku dari belakang.

Gadis itu masih terjatuh di jalan, mungkin ia kelelahan menghadapi kepala preman geng tengkorak yang mempunyai kekuatan yang jauh berada di atas ketiga adiknya.

"Cukup, hentikan!" kataku menghentikan kepala geng tengkorak untuk melanjutkan aksinya.

.....

"Kamu sudah tahu siapa aku, jadi apa yang akan kamu lakukan sekarang?" ucap Nino.

"Siapa nama kamu sebenarnya?"

"Nino," ucap Nino singkat.

"Aku ingin tahu nama perempuan kamu," ucapku kesal.

Dia hanya tersenyum manis saat melihat aku mengatakan pertanyaan dengan nada kesal.

Alina POV

Ternyata, untuk mengalahkan abang dari tiga preman ini tidaklah mudah. Aku sudah berusaha mengunakan segala ilmu bela diri yang aku miliki. Namun aku tidak bisa mengalahkannya.

Bukan abang preman ini yang kalah, malahan, ia berhasil memukul wajahku dengan sangat keras. Sampai-sampai, aku terjatuh dan sudut bibirku mengeluarkan darah.

Sungguh sangat sial. Aku tidak ingin mati di sini, di tangan preman sialan ini. Apa lagi, jati diriku yang sesungguhnya telah terbongkar sekarang. Makin tidak ingin lagi aku mati di sini.

Sebuah suara keras berhasil menghentikan abang preman itu. Ia menoleh kearah gelap tak jauh dari tempat kami berkelahi.

Dari gelap itu, muncullah orang yang paling tidak aku sangka-sangkakan. Ia berjalan semakin mendekat kearah kami.

Ternyata dia adalah Mulya, ia sudah ada di sana sejak mobilku dihadang oleh empat preman.

Yang paling tidak bisa aku percaya, ia sudah tahu siapa aku sebenarnya. Ia sudah melihat jati diriku sejak tadi. Dan ia juga sudah tahu, kalau aku mempunyai keahlian bela diri.

'Maafkan aku mama, aku telah menghancurkan rencana mama. Rencana yang mama bangun selama berpuluh-puluh tahun', ucapku dalam hati.

"Cukup untuk sekarang. Kamu bisa kembali, mereka akan mengantarkan adik-adikmu," kata Mulya pada abang preman itu.

"Kamu bangun, ikut aku!" kata Mulya sambil membantu aku bangun.

Aku hanya bisa mengikuti apa yang ia katakan. Mau lari juga tidak bisa, terpaksa hanya bisa mengikuti saja.

Mulya membantu aku berjalan menuju mobilnya. Ia membuka pintu mobil dan menyuruh aku masuk kedalam mobil. Semua yang ia katakan aku lakukan dan aku ikuti.

Mulya mengeluarkan kotak obat yang selalu tersedia di mobilnya. Ia mengambil obat itu, lalu membantu aku mengobati luka yang ada di sudut bibirku.

"Kamu sudah tahu siapa aku, jadi apa yang akan kamu lakukan sekarang?" ucapku pada Mulya yang masih mengobati luka ku.

"Siapa nama kamu sebenarnya," kata Mulya malah bertanya namaku.

"Nino," ucapku singkat.

"Aku ingin tahu nama perempuan mu," kata Mulya dengan wajah kesalnya.

Aku hanya tersenyum saat melihat Mulya menunjukkan wajah dan nada kesal pada pertanyaan terakhir itu. Wajahnya terlihat sangat menggemaskan bagi aku.

"Namaku adalah Alina Ningsih. Tapi kamu tidak boleh memanggil aku dengan nama itu. Karna aku tidak bisa menggunakan nama itu sekarang," ucapku dengan nada sedih.

"Kenapa?"

"Karna aku tidak mungkin melawan dan menyakiti mama."

1
sakura
...
Agni Rizkita Fauziah Amanda
bagus memuaskn
Kenzi Kenzi
mika yg cemburu dhnmu lin....disaat tumbuh rasa ke babang,babang malah hengkang dan.nemplok sama kamu
Kenzi Kenzi
semoga aja bener an adik ryan....adik.kandung ryan...
Kenzi Kenzi
blm bi2r...
hehhehe
Kenzi Kenzi
kasian ryan,tdk direstui sama ortu.mika
Kenzi Kenzi
mosok bronies e mamamu,
Dora Husien
anak laki apa perempuan yg benar?
Nur Setyowanti
bagus
Siti Sri Wahyuni
mampir
Ce Edoh
bagus ceeitanya
Rani: makasih banyak yah
total 1 replies
Salmah
wah.......mama durhakim ini namanya.......udah tw anaknya cwe masa di suruh jadi lesby
Salmah
untung masih ingat jati dirinya......low kebablasan jadi tomboi gimana?
Salmah
kasian anaknya jadi korban keegoisan ortunya.......😭😭😭😭😭😭😭😭😭
Diandra
Emang gak ada jakunnya
Uvie El Feyza
jgn" mama sendiri yg jahat ya,,
Jilioni MD: KEPEMILIKAN adalah cerita dalam novelku, mampir ya terimakasih 😊
total 1 replies
Sopian Hadi Irawan
kerenn
Ran's 02
bagus ceritanya thor....sukses selalu....
saking ngebut ya maaf sampe ga sempet komen hehehe
Sriwarsini
aku suka ceritanya bagus👍
Sriwarsini
wah ternyata Nino bukan anak kandungnya yachh.....pantesan tegaaa....
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!