NovelToon NovelToon
Menikahi Ipar

Menikahi Ipar

Status: tamat
Genre:Romantis / Perjodohan / Duda / Tamat
Popularitas:4.5M
Nilai: 4.7
Nama Author: harsupi fakihudin

Disarankan untuk membaca novel sebelumnya "Jodoh Sang Dokter Duda" karena disana ada silsilah seluruh keluarga ini

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon harsupi fakihudin, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 27

Pagi pagi sekali, Alana sudah berdandan cantik dirumah, dengan menggunakan jasa make up yang sengaja diundang

Tiba tiba Hanan mendapat telepon darurat dari rumah sakit, padahal untuk hari ini, Hanan sudah izin untuk menghadiri acara wisuda sang istri

Hanan menghampiri Alana yang sedang duduk dikursi rias. Hanan menyuruh sang perias untuk menyingkir sebentar dengan kode tangannya

Hanan memegang kedua pundak istrinya Dari belakang, lalu mencium pucuk kepala Alana "Selamat ya bunda... Cup" Tangan Hanan mendekap dada Alana dari belakang "Wah daddy nggak bisa cium pipi bunda kalau sudah dirias begini" Ucapnya menjauhi pipi Alana

Alana malu malu sambil pegang lengan Hanan yang mendekap didadanya, Alana tersenyum "Ciumnya nanti saja takut dandananku rusak"

"Yah kan bisa ditambal"

"Enak aja ditambal, kaya ban aja bocor "

"Eh, istriku sekarang pandai ya untuk ngibul begitu"

"Kan ada gurunya"

"Siapa?"

"Kak Hananlah, siapa lagi"

"Heh?? Sayang" Hanan duduk dibibir ranjang, sambil memegang kedua tangan Alana, hingga Alana berbelok kearah ranjang

Alana menyipitkan matanya "Apa??"

Dalam hati Alana, kenapa panggil sayang. Pasti ada sesuatu

"Dih, jawabnya yang enak dong. Masa jawabnya ketus gitu"

"Aduh, buruan dong.. Kakak mau ngomong apa ? dah siang nih" Desak Alana agar Hanan jangan ganggu

"Barusan, ada panggilan dari rumah sakit"

"Tuh kan" Alana sudah mau mewek

"Dengerin sayang, daddy ada panggilan darurat. Mengoperasi, seseorang yang akan melahirkan. Tadi, Rekan kerjaku yaitu dokter Pancer, keluarganya ada yang meninggal. Jadi, daddy menggantikan tugasnya, mungkin hanya dua orang, cepet kok. Kalau sudah selesai daddy pasti datang diacaramu oke"

Alana masih terlihat kecewa, tangannya ia lepas dari tangan Hanan

"Hei, masa daddy kejam nggak bantuin. Orang mau melahirkan loh. Nyawa taruhannya" Kembali Hanan berdiri, dan menghujani ubun ubun Alana dengan ciuman "Ya sudah, daddy berangkat ya.. Ntar walinya, Mama sama papa"

"Mama Papa... " Alana bingung, karena sekarang, mama papanya bertambah yaitu mertua

"Mama Sifa dan papa Ilham. Sudah ya, hati hati" Kepala Alana diusap seperti anak kecil

Meskpun tidak diizinkan, Hanan tetap berangkat kerumah sakit. Mungkin kesannya egois, tapi Hanan harus bisa menimbang, lebih penting yang mana

-

Seperti teman teman lainnya, Alana sudah datang dan bercampur dengan kawan kawannya

Alana datang diapit oleh papa Ilham dan mama Sifa

Semuanya darurat. Hanan juga hatinya bimbang antara dua pilihan.

Wisuda istrinya hanya sekali, tapi membantu orang, juga menjadi tanggung jawabnya

Hanan kerumah sakit dengan menggunakan batik cauple an dengan Alana dan Imran

Lucu rasanya, mau operasi seseorang, tapi kostumnya seperti mau kondangan

-

Rektor, ketua senat, dan pimpinan memasuki tempat wisuda

Semua para calon wisudawan sudah duduk dibangku depan sebelah kanan.

Sedang para tamu undangan, mereka dipersilakan duduk dibangku sedikit kebelakang yang sudah disediakan disana

Alana dan kawan kawan lainnya yang akan diwisuda, semuanya berdiri, untuk menyanyikan lagu wajib yaitu Indonesia Raya dan Hymne university

Pembukaan dan amanat wisuda dari rektor, penyerahan ijazah wisudawan terbaik prodi, serta penyerahan ijazah masing masing Fakultas oleh Dekan

Wajah Alana tak ada cerah cerahnya, bahkan ingin nangis saja. Momen bersejarah ini, kenapa suaminya harus bertugas. Dan digantikan oleh kedua mertuanya

"Sakitnya tuh disini, didalam hatiku" Nyanyinya jangan keras keras.. Alana tidak ingin nyanyi. Inginnya nangis

Acara demi acara sudah selesai,

Seperti janji Hanan, Hanan sudah berdiri untuk menyambut Alana diluar. Karena posisi sebagai wali, Hanan sudah digantikan oleh kedua orang tuanya

Alana sudah disambut kedua mertuanya

Sifa berdiri memeluk tubuh Alana "Selamat ya sayang..." Sifa memeluk, dan mencium kening Alana

"Makasih ma" Mata Alana sudah memerah. Ibarat mendung, langit itu sudah berwarna hitam pekat, tinggal jatuhnya air hujan

Begitu pula dengan Ilham, ia memeluk Alana, dan mencium pucuk kepala menantunya

Olivia datang dengan kawan kawannya "Alana !! Kok, yang datang bukan pak dokter, bukan orang tuamu juga. Kamu pinjem wali mahasiswa lain ?"

Alana tambah mewek

Sifa merangkul Alana "Sudah, sudah. Jangan mewek gitu. Hari bahagia kok hawanya mendung begitu" Sifa menatap Olivia "Kamu siapa, temennya?"

"Iya tan, tante siapa?"

"Kami mertuanya Alana. Tadi kamu mencari dokter?" Sifa bertanya pada Olivia, kurang suka saja dibilang pinjam

Olivia mengangguk mlongoh tidak percaya

"Ini dokter, mau apa mencarinya" Tangan kanan Sifa menelusup, mengalung digesper Ilham

"Oh, anda dokter juga?" Olivia menatap Ilham tak percaya.

Dari wajahnya, ada sedikit paras yang mirip dengan Hanan

"Oh jadi benar, mereka sudah menikah, dan didepanku ini keluarga dokter, dan seorang dokter juga" Gumam Olivia tapi masih didengar oleh Ilham

Olivia menatap keluarga ini sedih. Sedih karena sudah tak punya kesempatan untuk memiliki dokter impiannya. Dokter yang Olivia kagumi, ternyata suami Alana

"Iya, kenapa? kamu mencari saya?" Dokter Ilham tambah mengerjai bocah ingusan, yang sudah sok tau ini

"Jadi, anda benar papanya pak dokter ?"

"Iya, sebenarnya yang kamu cari itu siapa? Fatih, Hanan, Husayn, atau saya" Ilham sengaja mengerjai bocah didepannya itu, biar tambah pusing

"Sudah pa sudah, dia orangnya gitu. Kalau tanya, dari daun sampai keakar akarnya " Kesal Alana, lalu menggandeng kedua mertuanya itu, untuk keluar dari gedung

Alana berjalan diapit ditengah tengah kedua mertuanya, meninggalkan Olivia yang masih ditinggali soal teka teki keluarga Hanan

Dari dalam Alana sudah dibikin bingung,

"Mbak Alana... " Seseorang itu memberikan setangkai mawar merah

Alana berdiri, dengan kebingungan. Dia belum mau menerima bunga mawar tersebut,

"Ayo diterima " Alana disuruh menerima oleh Ilham

Alana mendongak "Kalau aku terima, ntar kak Hanan marah"

"Kan ada papa"

Alana mencari keberadaan Hanan, siapa tau dia datang menghadiri wisudanya

"Sudah terima, kalau suamimu marah, papa yang akan tanggung jawab" Sifa menguatkan Alana, agar Alana segera menerima bunga yang mereka berikan pada Alana

Melihat bocah yang memberi bunga mawar pada Alana, yang sudah sejak tadi belum diterima terima oleh Alana, Sifa jadi teringat dulu waktu dapat hadiah mobil dari suaminya, sama seperti Alana, tidak mau menerima

"Persis" Bathin Sifa

"Diterima ya mbak" Ucap orang pertama yang memberikan bunga mawar tersebut

Setelah menerima satu tangkai bunga, Alana berjalan kedepan. Iapun mendapatkan satu tangkai lagi dari orang yang berbeda "Diterima ya mbak"

"Mbak Alana... Diterima ya... " Ucap orang yang berbeda lagi, hingga bunga ditangan Alana sudah tidak muat digenggaman

Setelah Alana capek, Alana melihat seseorang yang sudah membawa buket bunga besar, yang dirangkai dengan uang

Hanan tersenyum, dan berjalan mendekati Alana

Alana malah meneteskan airmata haru melihat suaminya ada didepan mata

Hanan memberikan buket uang yang telah dirangkai secantik mungkin "Selamat ya.. "

"Kakaaak" Alana memeluk Hanan dan menangis disana

BERSAMBUNG....

1
ika krisdianti
alur ceritanya bagus, tidak vulgar saat ada adegan dewasa.
cerita dan penokohannya bagus2, ceritanya penuh dengan ilmu baru, terutama ttg kesehatan
ika krisdianti
nangis kejer
ika krisdianti
/Sob/mewek lagi, padahal sudah beberapa kali membaca sampai tamat, dan diulang kembali, tapi tetap mewek saja /Sob//Sob/
ika krisdianti
di bab ini mulai deh, kisah sedihnya /Sob/bikin mewek
Safa Almira
bagus
indah
Luar biasa
Suratmi Michele
Biasa
Suratmi Michele
😂😂mamanya lucu.... mana bapak Budi mana ibu Budi...?😂😂😂
Elizabeth Zulfa
gak jdi Ena-ena nya
꧁𓊈𒆜🅰🆁🅸🅴🆂𒆜𓊉꧂
👍👍
Saekhul Game
Aku sukka ceritamu thorrrrrrrr
Saekhul Game
/Grin//Grin//Grin//Grin//Grin//Grin//Grin/
Saekhul Game
hhhhhh
Saekhul Game
part ini bikin ngakak
Saekhul Game
Nggak tauuuuuuuu hhhhhhhh
Saekhul Game
😂😂😂😂😂😂😂 apanya yg dijembreng thorrrrr
Saekhul Game
😁😁😁😁 pasiennya jujur. Tp jwbn Hanan okelah sdkt kesal
Saekhul Game
😆😆😆😆😆😆😆😆😆
ika krisdianti
tambah ilmu,
saya suka saya suka saya suka
ika krisdianti
lucu dan seru jika keluarga besar kumpul, papi anand gercep dan mantul, bi Lis sudah hamil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!