“Lanjutan dari The World Emperor System....”
Baca dulu cerita TWES kalau ingin, hehehe...
°°°
Menceritakan perjalanan Reinar dan para istrinya di Dunia Surgawi, dan menjadikan Dunia Surgawi menjadi pijakan untuk menjadikan Reinar sebagai Penguasa Galaksi.
Kisah dan petualangan baru akan Reinar lalui di Dunia SurgawiSurgawi. Banyak rintangan akan menjadi penghambat tujuannya. Kisah cinta dan pengkhianatan akan menjadi bumbu dalam perjalanannya.
Sanggupkah Reinar mencapai tujuannya menjadi seorang Penguasa Galaksi?.... Ikuti terus jalannya cerita Novel Galaxy Sovereign System yang akan update setiap hari.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon SiPemula, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Mengganggu Waktu Istirahat Harimau Betina
Tujuh hari telah berlalu.
Di luar wilayah Sekte Menara Surgawi, Reinar dan empat orang yang bersamanya baru saja keluar dari wilayah Sekte, dan saat ini mereka bergerak ke arah timur.
Reinar ingin pergi ke wilayah Benua Tengah, dan jalan tercepat menuju Benua Tengah adalah dengan melalui portal teleportasi yang berada di Kota Laut, sebuah kota besar yang berada di ujung timur wilayah Benua Langit.
Terlihat banyak sosok kultivator yang pergi melewati rute yang sama dengan rute yang dilewati Reinar dan kelompoknya.
“Kita akan bermalam di kota terdekat, dan kembali melanjutkan perjalanan esok hari....” Katanya, lalu dia segera bergerak menuju kota terdekat dari jalur yang dilaluinya.
Di depan sebuah kota, Reinar dapat melihat antrian panjang orang-orang yang ingin masuk kedalam kota. Melihat panjangnya antrian, setidaknya butuh beberapa waktu untuknya dapat masuk kedalam kota.
“Putraku, kenapa kita tidak langsung masuk melalui jalur khusus para kultivator yang berada di sebelah sana?....” Tanya Lilia pada Reinar sambil menunjuk gerbang khusus yang berada di sebelah gerbang utama kota.
Reinar menggelengkan kepalanya. “Aku tidak ingin kelompok kita terlalu mencolok, karena itu lebih baik kita ikut antrian layaknya manusia biasa....” Balasnya.
Lilia tersenyum mendengar itu. “Kamu masih saja sama seperti dulu. Tidak ingin dipuja, dan ingin selalu terlihat biasa-biasa saja di mata para bawahan mu....” Katanya.
“Menjadi sosok yang selalu dipuja-puja itu sangat membosankan....” Kata Reinar sambil tersenyum.
°°°
Di dalam Kota Bulan Sabit
Setelah mengantri sampai hari beranjak malam, Reinar dan empat orang yang bersamanya akhirnya dapat masuk kedalam kota setelah membayarkan biaya masuk kota.
Terlihat cahaya lampu kota yang mulai menyala saat Reinar dan empat orang lainnya berjalan di tengah keramaian kota. Harumnya aroma makanan membuat mereka ingin segera mencicipi makanan yang banyak di jajakan di sepanjang jalan.
“Adik, bagaimana kalau kita terlebih dahulu mencicipi makanan yang ada di kota ini?....” Kata Mulan sambil menunjuk arah restoran yang tak terlalu jauh dari tempt mereka.
Melihat keadaan restoran yang tak terlalu ramai, Reinar dengan senang hati mengabulkan keinginan kakak tertuanya. Dan kebetulan lagi, restoran itu juga dekat dengan penginapan, jadi dia tak perlu jauh-jauh mencari penginapan untuk bermalam.
Reinar memimpin mereka berempat masuk kedalam restoran. Sebuah meja kosong di bagian pojok ruangan menjadi tempat yang dituju olehnya.
“Pelayanan, keluarkan makanan terbaik dan minuman terbaik di restoran ini masing-masing untuk lima orang....” Kata Reinar pada pelayan yang menghampiri mejanya.
“Baik tuan, semua yang tuan pesan akan segera kami siapkan....” Kata si pelayan lalu dia segera pergi ke bagian belakang restoran untuk mengambilkan semua pesanan Reinar.
“Ibu, kakak Yu, kakak Mu, dan saudara Mo, kalau kalian ingin memesan menu lainnya, kalian tinggal bilang pada pelayan....” Kata Reinar yang mendapat anggukan dari keempatnya.
°°°
Di kediaman Pemimpin Kota Bulan Sabit.
Kang Jin, sang Pemimpin Kota Bulan sabit, dia tengah menerima beberapa orang tamu yang merupakan kultivator dari Benua Tengah.
“Tuan-tuan sekalian, aku sama sekali tidak bisa melakukan apa yang tuan-tuan inginkan....” Kata Kang Jin.
Salah seorang tamu menggebrak meja yang yang ada di depannya begitu mendengar perkataan Kang Jin. “Aku hanya memintamu mengumpulkan sepuluh orang kultivator wanita yang masih suci untuk kami persembahkan kepada tuan, dan tentu kamu juga tahu apa yang akan kamu dapatkan kalau berhasil melakukan permintaan kami....” Katanya.
Saat salah tamu Pemimpin kota tengah meluapkan emosinya, Kang Kuo yang merupakan putra Kang Jin tiba-tiba muncul di ruangan tempat Ayahnya menerima tamu.
Dengan duduk berlutut, Kang Kuo berkata pada mereka. “Tuan, aku tadi telah berhasil menemukan beberapa wanita yang sesuai dengan apa yang tuan inginkan, tapi aku butuh sedikit waktu untuk membawa mereka....” Ujarnya.
Tamu Pemimpin kota yang sebelumnya marah, seketika itu juga perasaan marahnya hilang, dan kini dia sedang menunjukkan sebuah senyuman. “Kalian berempat, bantu dia membawa para wanita itu!....” Katanya tegas.
“Baik tuan....” Kata para bawahannya, lalu mereka segera pergi ikut dengan Kang Kuo untuk membawa para wanita yang dimaksud oleh Kang Kuo.
“Lihat, putra mu bahkan jauh lebih diandalkan daripada dirimu....” Katanya yang membuat Kang Jin tertunduk lesu.
°°°
Pusat Kota Bulan Sabit.
“Ini sudah sangat larut, tapi kota ini masih belum menunjukkan tanda-tanda akan sepi....” Kata Reinar yang tengah menikmati suasana malam bersama Sun Mo.
Lilia, Mulan, dan Shen Daiyu, mereka lebih memilih menghabiskan waktu di dalam kamar penginapan yang telah disewa Reinar daripada ikut dengan Reinar menikmati suasana malam Kota Bulan Sabit.
“Saudara Rei, kota ini jauh lebih ramai dari kota yang berada di dekat wilayah Sekte Menara Surgawi. Walau sudah larut, aku melihat kota ini tak ada matinya, bahkan masih ada banyak pedagang yang baru membuka lapak dagangannya.....“ Ujar Sun Mo.
“Saudara Mo, kali ini aku sependapat dengan mu. Apalagi setelah melihat keadaan kota yang semakin ramai, aku rasa kota ini akan tetap ramai sampai hari berganti....” Kata Reinar sambil terus berjalan menyusuri jalanan kota.
Saat melewati sebuah kediaman yang sangat besar, Reinar merasa ada yang aneh dengan beberapa sosok yang baru berpapasan dengannya.
Saat Reinar menoleh dan ingin memastikan apa yang dia rasakan, dia tak lagi melihat sosok yang baru berpapasan dengannya.
“Saudara Mo, malam ini aku merasakan akan ada tontonan menarik di kota ini....” Kata Reinar yang membuat Sun Mo menoleh dan memandang ke arahnya.
Dengan rasa bingungnya, Sun Mo mengajukan sebuah pertanyaan pada Reinar. “Saudara Rei, apa maksut mu dengan tontonan menarik?....”
“Ikut saja denganku!....” Katanya, lalu dia mengajak Sun Mo berbalik arah, dan bergerak kembali ke arah tempat penginapan mereka.
“Ada sekelompok orang yang memiliki niatan buruk, dan mereka bergerak ke arah penginapan yang kita sewa. Saudara Mo tahu bukan kalau hanya ada kita yang malam ini bermalam di tempat itu?....” Katanya sambil terus melanjutkan perjalanan.
Mendengar itu Sun Mo hanya bisa menganggukkan kepalanya, dan dia tahu apa yang menjadi tujuan mereka. Namun dia sangat prihatin dengan nasib mereka yang mungkin akan langsung diterkam oleh sekawanan harimau betina.
“Hanya orang bodoh yang berani mengganggu mereka.....” Kata Sun Mo sambil terus bergerak mengikuti Reinar.
“Bukan hanya bodoh, tapi mereka akan benar-benar sial kalau sampai berurusan dengan mereka bertiga. Asal saudara Mo tahu, sekejam apapun sosok paling kejam di dunia ini, Ibu Lilia masihlah jauh lebih kejam darinya....” Ujar Reinar.
Sun Mo yang mendengar itu awalnya tidak percaya, tapi setelah mengingat seberapa kejam Reinar kepada musuhnya, dia mulai percaya kalau kekejaman saudaranya itu mungkin diturunkan oleh sosok Ibunya.
Dari kejauhan Reinar dapat melihat keberadaan beberapa sosok yang mengamati dengan teliti penginapan tempat Ibu dan kedua kakaknya tengah beristirahat. Dengan cepat Reinar berhenti bergerak saat berada di jarak yang cukup dekat dengan mereka.
“Saudaraku, kenapa tiba-tiba kamu berhenti?....” Tanya Sun Mo.
Swusshhh.... Sebuah array terbentuk dan menutupi tempat persembunyian Reinar dan Sun Mo.
“Saudara Mo, kita akan melihat kesialan yang menimpa mereka dari tempat ini....” Katanya sambil menunjuk kearah beberapa sosok yang masih mengawasi penginapan yang ingin mereka masuki.
“Mereka benar-benar akan tertimpa kesialan!....” Kata Sun Mo.
Sementara itu, Kang Kuo dan beberapa orang yang bersamanya, tiba-tiba saja mereka merasakan firasat buruk saat ingin memasuki penginapan tempat keberadaan beberapa wanita yang dimaksudkan oleh Kang Kuo.
“Kau, apa kau yakin para wanita yang kamu maksud sesuai dengan apa yang diinginkan oleh tuan?....” Tanya salah satu orang yang menemani Kang Kuo.
“Tuan, setidaknya ada dua wanita yang sangat sesuai dengan yang diinginkan tuan, tapi selain mereka berdua, ada satu wanita lagi yang menurutku akan cocok untuk menghangatkan ranjang tuan.....”
Orang-orang yang menemani Kang Kuo tersenyum mendengar itu. “Bagus-bagus, kalau begitu lebih baik kita segera membawa mereka ke hadapan tuan!....” Mereka membuang jauh-jauh firasat buruk yang baru mereka rasakan, dan begitu saja mereka menerobos masuk kedalam penginapan.
Tak butuh waktu lama, mereka telah sampai di depan sebuah kamar yang menjadi tujuan kedatangan mereka. Namun saat salah satu dari mereka membuka pintu secara paksa, sebuah aura yang sangat kuat seketika menekan mereka, bersama dengan terdengar nya suara yang membuat sakit telinga mereka.
“Siapa yang berani mengganggu waktu istirahat ku?....” Suara teriakan Lilia yang sanggup membuat bangunan penginapan bergetar.
“Uh mereka benar-benar sial, aku tidak bisa membayangkan apa yang akan menimpa mereka!....” Kata Sun Mo prihatin.
°°°
Jangan lupa like, vote, dan komentarnya setelah selesai membaca, terimakasih....