NovelToon NovelToon
SISTEM PANGERAN AUTO PILOT

SISTEM PANGERAN AUTO PILOT

Status: sedang berlangsung
Genre:Perperangan / Sistem
Popularitas:481
Nilai: 5
Nama Author: Khusus Game

"Saat pedang musuh hampir mencabut nyawaku, sebuah suara mekanis mengambil alih kendali tubuhku dan mengubahku menjadi mesin pembunuh yang sempurna."

​​Jacob adalah pangeran kedua kerajaan Helios yang selalu berlindung di balik punggung kakaknya, George. Namun, sebuah pengkhianatan di medan perang membuat George lumpuh dan pasukan mereka terbantai. Di tengah keputusasaan, sebuah Sistem Auto Pilot aktif di dalam kesadaran Jacob. Sistem ini tidak memberikan misi atau hadiah cuma-cuma, melainkan mengambil alih kendali saraf otot Jacob untuk melakukan gerakan bertarung yang mustahil dilakukan manusia biasa.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Khusus Game, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 13: Gema Dendam dan Deru Perang

​Derap ribuan kaki kuda menggetarkan tanah berbatu di depan gerbang utama ibu kota Helios. Suasana kota dipenuhi duka karena iring-iringan jenazah Pangeran George baru saja diberangkatkan menuju makam leluhur. Jacob berdiri di atas menara gerbang dengan jubah hitam yang berkibar tertiup angin kencang.

​"Apakah semua perbekalan sudah siap, Veldora?" tanya Jacob tanpa menoleh ke belakang.

​Veldora melangkah maju dengan wajah yang terlihat lebih kusam akibat kesedihan yang ia tahan. Ia memegang daftar gulungan kertas yang berisi detail logistik pasukan.

​"Gandum dan daging kering untuk satu bulan sudah diamankan dalam gerobak. Kami juga membawa cadangan minyak sesuai permintaanmu, Pangeran," jawab Veldora dengan suara yang berat.

​Jacob mengangguk pelan sambil terus menatap barisan pasukan Black Knight yang mengenakan pita hitam di lengan mereka. Ia tahu bahwa emosi prajuritnya sedang membara, dan itu adalah risiko besar jika tidak dikendalikan dengan benar.

​{Sistem, periksa kondisi fisik pasukan di bawah sana. Aku tidak mau mereka tumbang sebelum mencapai perbatasan.}

​[Analisa Panca Indra: Denyut jantung rata-rata pasukan meningkat lima belas persen. Tekanan darah menunjukkan tanda stres akut melalui pengamatan keringat dan ketegangan otot. Kesimpulan: Pasukan memiliki motivasi tinggi namun berisiko melakukan kesalahan taktis akibat amarah.]

​"Beritahu para komandan untuk menjaga kecepatan kuda mereka. Kita tidak sedang balapan menuju kematian, kita sedang bergerak untuk mencabut nyawa Cerick Scolar dengan cara paling efisien," perintah Jacob dengan nada dingin.

​||||||||||||||

​Natali muncul dari balik bayangan menara dengan pakaian tempur yang sangat rapi. Ia tidak lagi terlihat seperti pembunuh bayaran yang takut, melainkan seperti predator yang sudah menemukan mangsa baru.

​"Pasukan bayanganku sudah menyebar di jalur utama menuju wilayah Scolar, Tuanku. Mereka melaporkan bahwa prajurit besi musuh mulai membentuk barisan pertahanan di kawasan lembah perbatasan," ucap Natali sambil membungkuk di belakang Jacob.

​Jacob memutar tubuhnya dan menatap tato mawar merah di leher Natali yang terlihat jelas di bawah cahaya sore. Ia menyentuh gagang pedangnya, merasakan sensasi dingin yang mulai menjalar ke ujung jemarinya saat sistem bersiap untuk aktif.

​"Berapa banyak pasukan yang mereka siapkan untuk menyambut kita di sana?" tanya Jacob dengan penuh selidik.

​"Sekitar sepuluh ribu prajurit infanteri berat dan tiga unit busur raksasa. Mereka seolah tahu bahwa kita akan melewati jalur tercepat melalui lembah tersebut," jawab Natali dengan serius.

​{Satu-satunya cara mereka tahu adalah jika masih ada pengkhianat di istana ini yang belum tertangkap kemarin.}

​[Peringatan: Berdasarkan penglihatan pengguna pada menara pengawas selatan, terdeteksi pantulan cahaya yang tidak wajar. Ada frekuensi cahaya cermin yang terpantul ke arah barat luar setiap sepuluh menit.]

​"Veldora! Segera kirim unit kecil ke menara selatan! Tangkap siapa pun yang ada di sana dan bawa ke hadapanku tanpa cacat sedikit pun!" perintah Jacob tiba-tiba dengan suara yang menggelegar.

​||||||||||||||

​Raja Ferdinand berjalan keluar dari aula takhta dengan langkah yang terlihat sangat lemas. Beliau mendekati Jacob dan memegang kedua bahu putranya itu dengan tangan yang gemetar hebat.

​"Jangan biarkan kematian kakakmu menjadi awal dari kehancuran kerajaan ini, Jacob. Aku sudah kehilangan seorang putra mahkota, aku tidak sanggup kehilangan harapan terakhirku juga," bisik Ferdinand dengan air mata yang mulai menggenang.

​Jacob menatap mata ayahnya dengan pandangan yang sangat tenang. Ia tahu bahwa saat ini emosi hanya akan menjadi penghambat bagi logika sistem yang sedang bekerja di kepalanya.

​"Ayah, aku bukan lagi Jacob yang dulu selalu bersembunyi di balik punggung George. Hari ini, aku adalah pedang yang akan menebas setiap tangan yang berani menyentuh Helios," tegas Jacob sambil melepaskan tangan ayahnya dengan sopan.

​Gerakan Jacob saat melompat ke atas kuda hitamnya terlihat sangat presisi. Ia menarik kekang kudanya dan berputar menghadap seluruh pasukan yang sudah bersiap di depan gerbang kota.

​"Prajurit Helios! Hari ini kita tidak berperang untuk emas! Kita berperang agar musuh tahu bahwa darah seorang pangeran harus dibayar dengan kepala raja mereka!" teriak Jacob yang disambut oleh gemuruh teriakan perang.

​||||||||||||||

​Matahari mulai menghilang di ufuk barat, menyisakan langit berwarna merah darah yang seolah menjadi pertanda buruk. Jacob memimpin barisan depan dengan formasi baji yang dirancang untuk menembus pertahanan musuh secepat mungkin.

​{Sistem, aktifkan mode analisa medan perang. Berikan saran rute berdasarkan apa yang bisa kulihat saat ini.}

​[Modul Analisis Diaktifkan. Berdasarkan kontur tanah dan arah angin yang terlihat dari goyangan rumput, pengguna disarankan untuk tetap berada di jalur sisi kanan lembah. Sudut ini akan meminimalkan jangkauan busur raksasa musuh karena adanya titik buta tebing.]

​"Tetap bergerak di sisi kanan tebing! Jangan biarkan formasi kalian pecah sebelum kita melihat wajah ketakutan mereka!" perintah Jacob sambil memacu kudanya semakin cepat.

​Cahaya obor dari pasukan Scolar mulai terlihat seperti ribuan kunang-kunang maut yang menunggu di kejauhan. Suara terompet perang dari arah musuh terdengar bersahut-sahutan, menandakan mereka sudah menyadari kedatangan pasukan Helios.

​Natali melesat di sisi kanan Jacob, belati peraknya sudah terhunus dan siap untuk membelah kegelapan malam. Ia merasakan aura yang sangat kuat terpancar dari Jacob, sebuah kekuatan yang membuat sistem saraf di tubuhnya ikut bergetar.

​"Gunakan minyak yang kita bawa untuk membakar area semak di depan sana! Kita akan memaksa mereka keluar dari formasi pertahanan itu dengan asap!" ucap Jacob dengan seringai yang tajam.

​||||||||||||||

​Benturan keras terjadi saat kavaleri Helios menghantam tameng baja milik prait Scolar dengan kecepatan penuh. Suara logam yang saling beradu menciptakan kebisingan yang sangat mengerikan di sepanjang lembah tersebut.

​Sistem segera mengambil alih kendali saraf otot Jacob saat seorang prajurit musuh mencoba menusuk perut kudanya dengan tombak panjang. Tubuh Jacob bergerak secara otomatis, melompat dari pelana dan menebas kepala prajurit itu sebelum mendarat kembali di punggung kuda dengan sangat mulus.

​{Gerakan sistem ini benar-benar efisien, ototku bahkan tidak membuang tenaga untuk gerakan yang tidak perlu.}

​"Veldora! Arahkan pasukan pemanah untuk menembakkan anak panah api ke arah semak yang sudah berminyak!" perintah Jacob sambil menangkis tebasan pedang dari arah samping.

​Anak panah api meluncur deras dari barisan belakang Helios, menyulut semak-semak kering yang telah disiram minyak oleh unit pengintai Natali. Asap hitam pekat mulai membubung tinggi, menutupi pandangan pasukan Scolar dan membuat formasi pertahanan mereka berantakan karena sesak napas.

​"Mereka mulai panik! Sekarang adalah saatnya untuk menghancurkan barisan tengah mereka!" teriak Veldora sambil mengayunkan kapak raksasanya untuk membelah tameng musuh.

​Prajurit Scolar yang berada di barisan depan mulai kocar-kacir karena tidak bisa melihat arah serangan kavaleri Helios yang muncul dari balik kabut asap. Kekacauan ini dimanfaatkan dengan sangat baik oleh Jacob yang terus menerjang masuk ke jantung pertahanan musuh dengan akurasi serangan yang mematikan.

​{Semuanya berjalan sesuai dengan analisa yang diberikan oleh panca indraku dan sistem.}

​Jacob menarik tali kekang kudanya sejenak sambil menatap ke arah kerumunan musuh yang sudah kehilangan kendali atas formasi mereka. Ia mengamati bagaimana asap hitam itu memaksa unit pemanah Scolar di atas tebing untuk berhenti menembak karena takut mengenai rekan mereka sendiri.

​Pangeran muda itu tersenyum tipis saat melihat bendera Scolar mulai jatuh ke tanah dan terinjak oleh kuda pasukannya sendiri. Jalannya perang ini terasa sangat terkendali bagi Jacob karena setiap pergerakan musuh seolah berjalan tepat sesuai dengan rencana yang telah ia susun sejak meninggalkan istana.

1
Dania
semangat tor
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!