Ali bin Abbas adalah seorang Pangeran dari sebuah Kerajaan di Benua Arab. Dengan bimbingan Sang Guru dia bertekad untuk mempersatukan semua Kerajaan yang ada di daratan Benua Gurun tersebut.
Seiring berjalannya waktu, terlepas dari usianya yang masih sangat muda, dia sudah menapaki puncak tertinggi kependekaran.
Akan tetapi dalam waktu yang singkat itu pula ternyata sudah banyak bermunculan aliran-aliran Sesat yang didalangi para pendekar tingkat tinggi.
Bersama Sembilan Muridnya mencoba mengumpulkan Lima Kitab tanpa tanding yang di percaya mampu membuat pemiliknya akan menjadi Penguasa nomer Satu di Dunia.
Akankah perjalanannya mampu mengubah perdamaian seperti yang diinginkannya? Ikuti terus ceritanya hanya di novel Pendekar Bintang Sembilan.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon el kurdi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Menyembuhkan Putri Es
pertandingan di grup 16 sudah dimulai, namun Ali sudah pergi melihat kondisi gadis pemilik tenaga es yang di kabarkan sedang sekarat.
"Ali cepat kau periksa kondisi gadis ini sebenarnya." ucap Syaikh Abu Hamzah saat Ali baru tiba di ruang perawatan.
"baik guru" jawab Ali sambil berjalan menuju tempat gadis itu terbaring lemah.
"Syaikh apa anda yakin anak ini bisa mengobati cucu saya?" tanya Syaikh Amr yang sedang duduk di samping cucunya.
"biarkan pemuda ini memeriksa cucu mu, kau kemarilah" jawab Syaikh Abu hamzah sambil melempar senyuman.
"assalamualaikum panglima, izinkan saya memeriksa cucu anda" Ali memberi salam pada kakek Khanza.
"wa'alaikum salam anak muda, apa kau yakin bisa mengobati cucuku? " tanya panglima Amr tidak yakin dengan kemampuan Ali.
"saya akan mencoba nya semampu yang saya bisa " jawab Ali.
jawaban yang sangat meragukan bagi Syaikh Amr "jangan coba coba anak muda, aku takut kau sendiri yang terkena dampak nya" pesan panglima itu pada Ali.
"sudahlah kau kesini dulu, biar dia yang menangani cucumu" sahut Syaikh Abu Hamzah.
Ali memeriksa suhu badan nya, dan memeriksa denyut nadi nya, setelah memeriksa keadaan nya, Ali mengeluarkan beberapa jarum dari saku jubahnya, dan menusukkan nya ke beberapa titik di tubuh gadis itu. "panglima saya mau minta tolong " ucap Ali setelah melakukan itu.
panglima Amr sudah mengetahui bahwa pemuda ini adalah pangeran mahkota, Syaikh Abu Hamzah yang memberitahukan nya, dia tahu kalau Ali bin Abbas adalah putra mahkota, namun dia tidak pernah bertemu kecuali waktu Ali masih bayi.
sekarang dia sudah tidak mengenali Ali lagi "maaf pangeran saya tidak mengenali anda lagi, apa yang bisa saya bantu?" ucap kakek tersebut dengan nada bicara yang lebih hormat.
lalu Ali mengambil kertas dan alat tulis yang tersedia di ruang perawatan itu, lalu dia menulis bahan bahan yang dia butuhkan untuk membuat obat, dan menyerahkan pada kakek itu "paling lambat besok malam panglima " kata Ali sambil menyerahkan kertas berisi catatan bahan bahan untuk obat.
"dimana saya harus membeli semua ini pangeran?" tanya panglima ketika membaca bahan bahan obat yang di tulis Ali.
Ali seolah berpikir "di kota ini insya allah ada panglima, tapi untuk kecubung es, sirip hiu tawar, dan jamur api jika tidak ada, anda bisa membeli di istana. " jawab Ali mantap, untuk meyakinkan keraguan Syaikh Amr.
"tapi jarak tempuh ke istana memakan waktu paling cepat empat hari pangeran? " kata panglima itu, untuk mengingatkan Ali, bahwa tidak mungkin di tempuh sehari semalam saja.
Syaikh Abu Hamzah ingin menyuruh Ali saja yang pergi dengan cincin Sulaiman nya, namun Ali sudah berbicara duluan "anda bisa mencari di kota ini dulu, ketiga bahan langka itu bisa menyusul secepatnya" jelas Ali.
setelah itu panglima Amr pamit undur diri, belum sampai di luar Ali memanggil nya lagi, dia berpikir mungkin dengan menyalurkan tenaga murni bisa membuat gadis itu keluar dari masa kritis nya, dia meminta tolong panglima Amr untuk mendudukkan cucunya.
setelah membaca basmalah Ali langsung mengirimkan tenaga murni ke tubuh gadis itu, Ali tidak menduga tubuh itu menyedot tenaga murni nya dengan sangat kuat, dan sebaliknya hawa dingin dengan cepat menjalar keseluruh aliran darah nya, dalam tiga tarikan nafas saja Ali sudah ambruk, badannya menggigil bergetar hebat matanya terpejam, membuat Syaikh Abu Hamzah dan Syaikh Amr ketakutan.
disisi lain Khanza kondisi nya berangsur angsur membaik dia sudah melewati masa kritis nya, tidak lama kemudian dia membuka mata nya, kakek Khanza terlihat sangat bahagia melihat cucunya sudah sadar.
"kakek, sudah berapa lama aku disini? " tanya Khanza setelah menyadari semua kejadian yang menimpa nya.
"kau hanya sebentar disini, alhamdulillah pangeran sudah menyembuhkan mu dari masa kritis" jawab kakek nya sambil tersenyum getir.
"pangeran?" tanya Khanza dengan nada tidak percaya. "apa yang kakek maksud pangeran Ali yang mengikuti perlombaan ini? " dia memastikan.
kakek nya mengangguk pelan dan menoleh pada pemuda yang sedang terbaring sambil menggigil. "kita berhutang nyawa padanya" ucap kakek nya.
Khanza masih tidak percaya jika yang mengobati nya adalah pemuda yang memiliki paras sangat tampan itu, karena dia melihat sendiri kemampuan nya sungguh tidak di perhitungkan, Khanza menoleh ketempat tidur pemuda yang sedang menggigil itu. "kakek dia kenapa? " tanya Khanza.
"dia seperti itu setelah mengobati dirimu" jawab Panglima Amr.
Khanza mencoba bangun dari tempat tidur nya, dia ingin melihat keadaan pemuda yang katanya telah menolong nya, ketika sampai di samping tempat Ali, air mata gadis itu mengalir deras dan tangisan nya pecah, dia sangat memahami penderitaan Ali saat ini, karena dia baru saja merasakan nya, rasa sakit yang sulit digambarkan oleh kata kata, bahkan kengerian itu masih melekat dihati Khanza.
"kau kenapa nak? " tanya Syaikh Abu Hamzah, melihat gadis kecil itu menangis sorot mata nya menggambarkan trauma yang sangat dalam.
"dia... merasakan" Khanza sulit meneruskan kata katanya "sakit yang sangat" lanjut Khanza.
Ali dalam alam bawah sadarnya bertemu dengan sesosok orang berjubah putih, wajah nya bersinar ketampanan nya sulit di tandingi, "assalamualaikum Ali" ucap orang itu.
Ali masih bingung, dia masih sibuk mengamati tempatnya sekarang. "wa'alaikum salam, anda siapa? apakah kita sudah saling kenal? " ucap Ali kebingungan.
"saya adalah malaikat yang di utus untuk menemuimu" jawab orang itu.
Ali kaget tubuh nya bergetar hebat, dia tidak menyangka dia telah mati, yang terakhir dia ingat dia sedang membantu menyembuhkan seorang gadis. "apa saya sudah meninggal? " tanya Ali.
malaikat itu tersenyum ramah "tidak, anda hanya mengalami mati suri, saya di tugaskan untuk menanyakan apa keinginan anda? " jawab malaikat itu dengan hati hati.
Ali terdiam setelah mendengarkan ucapan malaikat di hadapan nya itu "saya hanya mengharapkan ridha Allah sampai kedua kaki saya menapaki taman surga." ucap Ali mantap.
"anda memang keturunan yang terpilih, saya sering mendengar para malaikat di langit memohonkan ampunan kepada Allah untuk anda, mari saya tunjukkan kepada anda sesuatu." ucap malaikat tersebut.
Ali mengikuti malaikat itu, "apa anda mengenali sosok di depan itu? " tanya malaikat.
"saya tidak mengenal nya" jawab Ali.
"mari saya antar anda mendekati nya" ucap malaikat sambil menoleh kepada Ali, mereka mendekati sosok makhluk tersebut.
Ali sangat terkejut setelah dirinya begitu dekat dengan sosok tersebut, bagaimana tidak, wajah makhluk itu sangat mirip dengan dirinya, hanya ada beberapa bagian tubuh nya yang berbeda, telinga nya agak runcing keatas, badan nya kurus kering dan lemah.
"apa sekarang anda bisa mengenali nya? " tanya malaikat tersebut.
"siapa dia? kenapa parasnya sangat mirip dengan saya? " tanya Ali penasaran.
"dia adalah qorin anda, apa anda memahami tentang ini? " kata malaikat itu.
Ali terheran melihat sosok qorin dirinya "iya saya memahami nya, karena rasulullah telah menyinggung tentang ini, tapi kenapa dia begitu kurus dan sangat lemah? " tanya Ali.
"anda bisa menanyakan pada nya langsung, Allah telah mengizinkan anda untuk dapat melihat dan berbicara dengan nya, dia akan tunduk patuh kepada anda." ucap malaikat tersebut.
~***1088kata.
terima kasih banyak telah setia membaca novel ini, terima kasih juga kepada teman teman yang sudah memberikan dukungan melalui vote...
jangan lupa ajak teman atau saudara anda untuk membaca novel ini juga ya...
selamat membaca dan beribadah malam,
sahur.... sahur.... sahur....
selamat beribadah puasa bagi umat muslim sedunia***.