NovelToon NovelToon
Cahaya Cinta Untuk Seroja

Cahaya Cinta Untuk Seroja

Status: tamat
Genre:Romantis / Peningkatan diri-peningkatan identitas/sifat protagonis / Tamat
Popularitas:327.8k
Nilai: 5
Nama Author: Rasti yulia

Kepelikan hidup yang sejak kecil sudah dialami oleh Seroja, ditambah dengan kehormatan yang ia miliki direnggut paksa oleh lelaki yang tidak lain merupakan orang terdekatnya, membuat wanita itu semakin terjerumus ke dalam jurang penderitaan yang cukup dalam.


Hingga pada akhirnya semua keadaan berubah tatkala satu persatu kejadian di sekitar semakin membuka mata juga hatinya bahwa akan ada sebuah kehidupan setelah kematian. Yaitu kehidupan yang kekal dan abadi di akhirat nanti.

***

"Aku ingin kembali merengkuhmu. Mendekapmu erat dalam pelukan penuh cinta. Cinta yang lebih sempurna dari yang pernah ada sebelumnya. Cinta yang di dalamnya berhembus nafas-nafas cinta dari sang Maha pemilik cinta." -Randy Giri Raga-


"Aku seorang pendosa, Ru. Tidak pantas untuk mendapatkan cinta dari seorang hamba yang bertaqwa sepertimu." -Seroja Ayu Anjani-



"Kita adalah para pendosa dengan jalan kita masing-masing. Dengan lalainya shalat. Dengan zina. Dengan riya'. Dengan kesombongan akan keberhasilan yang telah kita dapatkan. Dengan keangkuhan atas apa yang kita miliki. Dan dengan hal-hal nista yang tanpa sadar telah kita lakukan. Lantas masih pantaskah diri ini merasa suci? Dan merasa jauh lebih sempurna dari orang lain dengan menganggap mereka hina dari diri kita? Namun sekotor dan sehina apapun diri ini, yakinlah bahwa ampunan dan kasih sayang Allah jauh lebih besar dari segalanya. Dia senantiasa mengulurkan tanganNya untuk membawa kita kembali ke dalam dekapanNya. Memeluk erat tubuh kita dalam Rahmat dan kasih sayang Nya..." -Fakhru Miftahul Haq-

***


Cahaya Cinta untuk Seroja, penulis persembahkan untuk kita yang tengah berbenah, berupaya mencari hakikat hidup yang sebenarnya... Sebuah hakikat bahwa dunia adalah pemberhentian, tempat di mana manusia mengumpulkan bekal untuk kehidupan yang kekal...

Luka, air mata dan cinta semua terangkai dalam cerita ini... Semoga ada satu hikmah yang dapat diambil sebagai bahan renungan untuk membuat kita menjadi lebih baik lagi...❤️❤️

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rasti yulia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

CCUS 26 : Teror?

"Mbak Seroja!"

Wajah yang dipenuhi oleh binar kebahagiaan tersirat jelas di wajah suster Ana kala melihat siapa yang berkunjung di siang hari ini. Selepas bertemu dengan Rosmala, Seroja mengayunkan langkah kakinya untuk bertandang ke rumah sang ibu. Meski ia tahu pada saat tiba di sana hanya ada sebuah penolakan yang ditampakkan oleh Dahlia, namun wanita itu tetap tidak pernah absen untuk berkunjung.

"Bagaimana kabar suster Ana, ibu dan juga Alamanda?"

Mengulurkan tiga eco bag berisi semua kebutuhan dapur ke arah Ana, Seroja juga mulai mendaratkan bokongnya di atas lincak yang berada di beranda.

Ana menyunggingkan senyumnya seraya menerima pemberian dari Seroja. "Alhamdulillah kami semua baik, Mbak. Mbak Seroja sendiri bagaimana? Baik juga bukan?"

"Aku juga baik, Sus." Seroja mengedarkan pandangannya ke sekeliling. "Alamanda di mana Sus? Biasanya siang hari seperti ini ia selalu duduk teras?"

"Alamanda sedang di kamar, Mbak. Akhir-akhir ini ia sedang semangat-semangatnya belajar menghafal surat-surat pendek. Setelah berhasil menghafal seluruh bacaan shalat, kini ia mulai belajar menghafal surat-surat pendek."

Ada sebuah kesejukan yang tetiba menyelinap masuk ke dalam relung hati Seroja kala indera pendengarannya mendengar rangkaian kalimat yang diucapkan oleh Ana. Meski selama ini ia tidak dekat dengan Tuhannya, namun mendengar sang adik bersemangat belajar ilmu agama, hatinya ikut menghangat. Sebuah hal yang manusiawi dan wajar. Seburuk-buruknya ia menjadi manusia, ia tidak ingin jika sang adik mengikuti jejaknya.

"Benarkah seperti itu Sus? Apakah suster Ana memerlukan sesuatu untuk bisa memudahkan Suster dalam mengajari Alamanda?"

Ana hanya menggelengkan kepala. "Tidak Mbak. Alhamdulillah Alamanda salah seorang anak yang pintar dan mudah mengingat. Jadi setiap hari hanya mendengar murrotal dari handphone menggunakan earphone saja ia sudah bisa menghafal semua."

Senyum manis tersungging di bibir Seroja. Bertemu dengan suster Ana, sungguh bisa memperingan bebannya dalam merawat dan menghidupi ibu dan juga adiknya.

Seroja meraih telapak tangan Ana yang masih menggenggam eco bag. "Terima kasih banyak Sus. Entah bagaimana caranya aku bisa membalas semua kebaikan suster Ana."

"Sama-sama Mbak. Mbak Seroja tidak perlu repot-repot membalas, saya ikhlas melakukannya."

"Tapi tugas suster Ana hanya merawat dan menjaga ibu dan juga Alamanda."

Suster Ana tergelak lirih. "Mengajari Alamanda tentang ilmu agama juga termasuk di dalam menjaga dan merawat Mbak. Jadi saya ikhlas melakukannya." Ana menggeser pandangan matanya ke arah jalan sempit di depan rumah dengan tatapan menerawang. "Ini adalah salah satu cara bagi saya untuk mendapatkan apa itu amal jariyah, Mbak."

Seroja mengernyitkan dahi. Kosa kata asing yang baru sekali ia dengar. "Amal jariyah? Itu apa Sus?"

"Salah satu amal yang tidak akan terputus meski kita sudah meninggal, Mbak."

Sungguh tidak dapat dipahami, saat ini rasa ingin tahu dalam diri Seroja seakan muncul begitu saja. "Sus, bisa suster Ana jelaskan lebih detail?"

Masih sembari menatap jalan kecil yang berada di depan rumah, Ana menganggukkan kepala. "Ketika seseorang telah meninggal dunia, maka terputuslah amalnya kecuali tiga perkara yaitu, sedekah jariyah, ilmu yang diambil manfaatnya, dan anak shalih yang selalu mendoakan orang tuanya."

Seroja masih terdiam, mencoba memahami apa yang diucapkan oleh Ana.

Suster Ana membuang nafas sedikit kasar dan raut mendung tiba-tiba menghiasi wajahnya. "Alamanda lah satu-satunya harapan bagi saya untuk memperoleh amal jariyah itu Mbak."

Seroja terkesiap. Dari ketiga perkara yang diucapkan oleh Ana sebelumnya, apa hubungannya dengan Alamanda. "Maksud suster bagaimana? Aku sungguh tidak paham."

Tanpa terduga, setetes kristal bening terjun bebas dari pelupuk mata Ana. "Ketika berumur dua puluh enam tahun, saya di vonis terkena kanker rahim. Oleh karena itu, dokter menyarankan saya untuk melakukan operasi pengangkatan rahim."

Kedua bola mata Seroja membulat sempurna. Telapak tangannya menutup bibirnya yang menganga. Tidak menyangka jika wanita berhati malaikat seperti suster Ana mengalami hal seperti itu.

"I-itu berarti suster Ana... "

Ana menganggukkan kepala sembari tersenyum getir. "Iya Mbak, saya sudah tidak memiliki rahim. Dari ketiga perkara itu, saya berharap apa yang saya ajarkan kepada Alamanda bisa menjadi amal jariyah yang tidak akan pernah terputus meski saya sudah meninggal."

Ana kembali menghela nafas dalam. "Saya tidak cukup memiliki harta untuk bisa bersedekah. Saya pun juga tidak akan pernah memiliki anak yang kelak bisa mendoakan saya. Namun ketika saya mengajari Alamanda tentang ilmu agama, inshaAllah saya akan mendapatkan pahala itu dan bisa menjadi bekal di kehidupan yang kekal nanti."

Deg....

Ada sesuatu yang tiba-tiba hadir ke salah satu bilik jantung milik Seroja. Hingga membuatnya merasakan sensasi denyut nyeri yang menikam. Kehidupan kekal? Kehidupan seperti apa yang dimaksud oleh perawat ini?

"Sus ... aku sungguh tidak paham."

Ana kembali menautkan tatapan matanya ke arah Seroja. Wanita itu hanya bisa mengulas senyum yang ia punya. "Suatu saat mbak Seroja pasti akan paham dengan apa yang saya ucapkan. Pastinya setelah hati mbak Seroja mendapatkan apa itu cahaya cinta dari Allah SWT."

Seroja hanya tersenyum getir. Entah, apakah masih ada cahaya cinta dari Tuhan yang kelak akan menyapanya.

"Oh iya, ibu sedang apa Sus?"

"Ibu sedang tidur Mbak. Alhamdulillah beberapa hari terakhir ini, setelah saya rutin membaca Al-Quran di dekat bu Dahlia, emosi beliau bisa lebih terkontrol. Beliau jadi jarang mengamuk."

"Apa aku boleh melihat ibu, Sus?"

Suster Ana mengangguk. "Tentu boleh Mbak."

Seroja beranjak dari posisinya. Ia ayunkan langkah kakinya untuk memasuki kamar sang ibu. Pastinya untuk melepas rindu kepada wanita yang paling ia cinta itu.

🍁🍁🍁🍁

"Bagaimana Fer? Apakah pekerjaanmu berjalan sempurna?"

Di sebuah kafe dengan nuansa milenial, Rosmala memesan sebuah meja untuk ia jadikan tempat untuk bertemu dengan seseorang. Selepas bertemu dengan Seroja di taman, ia menitipkan Runa dan juga Roni ke rumah sang ibu dan kini ia berada di kafe ini untuk bertemu dengan orang itu.

Lelaki bernama Ferdi yang tak lain orang suruhan Rosmala yang bertugas mengintai pergerakan Seroja itu pun mengangguk mantap. "Bu Rosmala tenang saja. Saya sudah menjalankan apa yang bu Rosmala perintahkan dengan sempurna."

Senyum seringai terbit di bibir istri Randy itu. "Bagus, mulai sekarang, kita beri pelajaran perebut lelaki orang itu agar dia jera. Perlahan, kita saksikan dia tersiksa dengan teror-teror yang akan kita berikan." Rosmala menatap wajah Ferdi dengan lekat. "Sudah kamu pastikan bahwa tidak ada yang melihat pergerakanmu bukan?"

"Bu Rosmala tenang saja, semua aman terkendali."

Rosmala tersenyum penuh arti. Kali ini, ia akan membuktikan bahwa perebut lelaki orang memang pantas terhempas dan hidupnya akan berakhir mengenaskan.

Kita lihat, seberapa kuat kamu bertahan menjadi perebut lelaki orang, Seroja! Dengan kartu akses apartemen yang kamu tempati yang aku ambil diam-diam dari tas mas Randy, bisa membuat Ferdi bebas keluar masuk tempat tinggalmu. Dari sanalah kamu akan mulai mendapatkan teror dariku.

.

.

🍁🍁🍁🍁🍁

1
Hasbi Hasidiqi
cerita seroja ini sungguh menguras air mata....
Rasti Yulia: Terima kasih untuk apresiasinya kak🥰🥰🥰
total 1 replies
ika
kak rasty cantik bgd...
samawa ya kak...
ika: klo aslinya dah cantik mah diapa"in ya tetep cantik
total 2 replies
Mariah 12
banjir air mata kak outhor😭😭😭😭
yunov
bukan gak suka sama fakhru tp mungkin lebih baik Randy balik lagi sama Seroja karna mereka saling mencintai dan sedang sama2 memperbaiki diri kearah yg lebih baik lagi
yunov
dari semalem baca marathon gak berenti nangis
Mariah 12
ya ampun rosmala perkataan yg kamu tunjukan ke seroja Ternyata itu kamu sendiri ngaca woy ngaca, kasihan rendi selama nikah dia dipermainkan sm rosmala
Mariah 12
what....ko bisa gagal sampe 3x ya ada apakah dengn fakhru ini
Mariah 12
ada sedikit senang karna teryata seroja sudah dinikahi sm rendi yaah walopun siri tp kembali lg jd yg kedua itu salah apalagi di sembunyikan dan lama2 pasti akan ketahuan jg beda cerita kalo istri pertamanya tau dan mengizinkan
Mariah 12
kenapa kamu g pergi aja sih seroja dr rumah itu karna apa yg kamu anggap rumah itu malah tempat yg justru berbahaya
Rasti Yulia: nantinya dia akan pergi kak😊😊
total 1 replies
Mariah 12
ko g habis pikir sm bu dahlia dimana akal sehatnya bukanya melindungi dan ngasih arahan yg bener ini malah mau menjerumuskan anaknya ada apa dengan ibu dahlia apakah seroja bukan anak kandungnya
Mariah 12
komen pertama x karna baru mampir,, intip2 ternyata bagus ceritanya
Hersus
penasaran anak siapakah Seroja
ℒℴℴ𝓃𝓀Ryuzein•𖣤​᭄😎
waaah gitu to ceritanya
ℒℴℴ𝓃𝓀Ryuzein•𖣤​᭄😎
beh nangkring aja tuh gambar kanov di rank posision😅
ℒℴℴ𝓃𝓀Ryuzein•𖣤​᭄😎
endingnya lumayan kena gak semua yg jahat akan selalu jahat dan gak semua yg baik itu bloon bahkan ada menaruh kewaspadaan yg kerat
ℒℴℴ𝓃𝓀Ryuzein•𖣤​᭄😎
ikhtiar apaan kak othor 🤭🤭🤭🤭
gak ngeh ini🤣🤣🤣
ℒℴℴ𝓃𝓀Ryuzein•𖣤​᭄😎
ciieeee dah halal gimana tuh seeru juga kali ye klo nikah masal gitu 🤭
ℒℴℴ𝓃𝓀Ryuzein•𖣤​᭄😎
nikah masal ya kak othor hemat biaya konsumsi akomodasi dan undangan donk🤣🤣
ℒℴℴ𝓃𝓀Ryuzein•𖣤​᭄😎
ehem ehem cieeeeeee piwpiw
ℒℴℴ𝓃𝓀Ryuzein•𖣤​᭄😎
mau ajalah ja Ja kan masih cinta piwpiw
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!