Masih dlam perbaikan, baik cerita dan lainnya. Tunggu sampai selesai.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Khusayni, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Chapter 26
[Chapter 26.]
[Start.]
Tengah laut.
Bangunan batu.
Ryu yang.berubah menjadi baru mengejutkan para Anggota. Minotaur melihat bahwa Ryu bisa menggunakan kukunya untuk senjata, jadi dia menggunakan 4 kapaknya.
“Mari kita mulai.” Ucap Ryu, lalu menghilang dari tempat begitupun Minotaur.
Boom Boom Boom.
Karena mereka begitu cepat hanya terlihat seperti kembang Api kecil. Kedua pukulan saat bertemu membuat suara ledakan lalu di antara pukulan keduanya selalu muncul percikan Api.
Boom Boom Boom Booom.
Mereka lalu muncul saling berhadapan, Ryu melemparkan Apinya ke arah Minotaur. Sedangkan Minotaur melempar Kapaknya.
Boooooooommmmmm.
Ledakan yang sangat besar terjadi terhadap serangan mereka berdua.
Angin yang sangat besar muncul, dan menerpa semua yang berada di sekitar. Ombak menjadi lebih Ganas, Langit menjadi lebih gelap dan mengeluarkan Petir.
Kapak terjatuh di tengah-tengah, Minotaur menghilang begitupun kapak juga menghilang. Terlihat Minotaur mengayunkan Kapaknya tepat di depan Ryu.
Ryu yang mengetahui hal tersebut menahan dengan Kukunya.
Dingggg. Wussssshhhhh.
Angin kembali lebih kencang lagi.
Tai Ho, Camilie, Gremio, Lance terpana dengan pertarungan tersebut, mereka bertanya-tanya seberapa kuat lawan ini.
Ryu tersenyum dan menggunakan Kukunya untuk mencabik Minotaur. Namun, dihentikan dengan Para Kapak lainnya.
Ding Ding Ding Ding Ding Ding.
Serangan demi serangan di luncurkan, baik itu Ryu maupun Minotaur menyerang dengan kuat. Lalu mereka kembali mundur di tempat mereka masing-masing.
Ryu mengangkat tangannya, lalu 2 Api di bahunya bergerak ke atas telapak tangannya. Seketika Api menjadi lebih besar.
“Terima ini, Big Fire Ball.” Ucap Ryu melemparkan Bola Api besar tersebut. Namun, Minotaur sudah mengantisipasinya, Minotaur menggabungkan keempat Kapaknya menjadi satu dan menjadi sangat besar.
Keempat tangan Minotaur memegang Kapak besar itu lalu berputar, setelah itu melemparkan Kapaknya tepat pada Bola Api.
Kedua serangan bertemu.
Booooooooooooooommmmmmmmmmm
Ombak menjadi gelombang tsunami kecil, kastil dan Bangunan bergetar, langit mengeluarkan Petir terus menerua, suara ledakan sangat kencang. Para penonton, menutup telinga mereka, sedangkan yang masih bertarung berhenti karena getaran yang sangat kuat tersebut.
Tak lama kemudian getaran dan fenomena yang terjadi menghilang, langit menjadi cerah. Namun dibangunan terlihat Minotaur dan Ryu terengah-engah. Karena mengeluarkan semua kekuatannya.
Lalu, sesuatu yang tidak terduga terdengar. Suara teriakan lebih keras terdengar.
Grooooahhhhhhhhhhhh.
Lalu terlihat, Naga muncul dari Lantai 3 terbang menuju ke arah Bangunan sebelahnya. Semua terkejut dengan perkembangan ini. Lalu Naga tersebut terlihat akan melakukan sesuatu.
Mulutnya tiba-tiba berapi-api, Ryu tau akan hal tersebut. Namun, Minotaur melempar Ryu keluar dari Bangunan tersebut.
“ Eh, apa... Tidak, Minooooo.” Teriak Ryu, terlempar jatuh menuju ke lautan.
“Ryuuuuuu.” Teriak Tai Ho, Camilie, Gremio, dan Lance, karena semburan dari Api tersebut memenuhi bangunan tersebut. Mereka terduduk lemah.
“Ryu, mati dibunuh oleh Naga itu.” Ucap Lance, lalu marah. “Naga sialan.” Teriak Lance, saat akan meluncurkan serangan.
Mereka mendengar suara seseorang yang dia kenali.
“Sial, kau DRAGON Zombie.” Teriak Ryu.
Lalu, Dragon Zombie kembali lagi menuju ke lantai 3, terlihat dibangunan hanya Mino yang terbakar dan berdiri dengan kokoh. Lalu muncul dari sisi bangunan.
“Ryu, syukurlah.” Ucap Lance menghela nafas lega, begitupun yang lainnya.
Sisi Ryu.
“Mino, oi Mino sadarlah.” Ucap Ryu, sambil membaringkan Minotaur.
“Moo Moo Moo.” Ucap Minotaur, Ryu padahal awalnya tidak bisa memahami apa yang dimaksud oleh Minotaur. Lalu perlahan dia paham apa yang dimaksud Minotaur.
“Kau adalah Lawan yang kuat, capailah puncak tertinggi. Kawan.” Ucap Minotaur.
“Oi, kau harus bertahan Mino!.” Ucap Ryu, mengeluarkan air mata.
“Aku sudah pada ujung kematian, terimakasih telah membuatku senang dengan pertarungan adi-l.” Ucap Mino perlahan mulai lemah, lalu menutup matanya.
“Sial, Mino, Mino bangun.” Ucap Ryu sambil menggoyangkan tubuh Mino.
“Ryu.” Ucap Lance diikuti dengan Gremio dan Camilie.
“Gremio, kau bisa menyembuhkannya kan?.” Ucap Ryu.
“Biar kuperiksa.” Ucap Gremio, namun sebelum memeriksanya. Tubuh Minotaur bercahaya, lalu berubah menjadi seperti Bayi Banteng.
“Ini apa yang terjad?.”
[To be Continued.]
Silahkan Like, Comment, Share, dan Vote.
Jangan lupa klik tombol Favorit agar tidak ketinggalan update terbaru.
Info : Share ke teman kalian, ya Guys. Biar Author semakin semangat dalam membuat nih novel.
Thanks you Minna-san.