Arga seorang ketua geng motor tidak menyangka akan bertemu dengan alya seorang gadis muslimah disaat dirinya sedang merasakan patah hati karena sahabat dari kecilnya eva.
Kehadiran alya mampu membuat arga dengan mudah melupakan eva dan mulai memberikan hatinya pada alya
namun disaat arga memantapkan dirinya untuk bersatu dengan alya yang juga mencintainya justru cobaan dan rintangan silih berganti menghampiri mereka
"Aku tidak menyangka kehadiranmu yang aku kira bisa menyembuhkan luka ku ternyata justru malah memberikan luka baru yang jauh lebih sakit..."Arga
"Ternyata patah hati tidak hanya untuk orang yang cintanya bertepuk sebelah tangan tapi orang yang saling mencintaipun bisa merasakannya..."Alya
Apa saja rintangan yang menghalangi bersatunya dua manusia yang hidupnya jauh berbeda ini?
Akankah mereka bisa bersatu dan melewati rintangan juga cobaan itu?
Ikuti kisahnya ya...😊
selamat membaca😊
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon cuiszy, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
episode 27
Alya memejamkan matanya namun pikirannya masih saja tertuju pada arga,alya hanya membolak balikkan tubuhnya di atas kasur mencari posisi nyaman agar bisa tidur.
"apa benar dia akan menungguku?tapi tidak mungkin dia pasti akan pergi jika aku belum juga muncul tapi bagaimana jika dia masih tetap menunggu?" pertanyaan itu terus berputar putar dipikirannya
Alya mencoba lagi menelfon nomor arga namun nomor arga belum aktif juga.
Alya benar benar frustasi,entah setan darimana yang menghasutnya sehingga alya sekarang justru bergegas mengganti pakaiannya bersiap siap untuk pergi,alya memilih keluar dari jendela kamarnya agar tidak ketahuan dengan orang rumahnya.
"maafkan alya ya abi umi,karena sudah mengecewakan kalian alya janji akan segera pulang setelah memastikan dia baik baik saja.dan semoga kalian tidak menyadari kalau alya pergi sampai alya kembali lagi agar kalian tidak merasakan kecewa karena tingkah alya ini" batin alya
****
Suasana taman sudah sepi karena memang hari sudah malam tapi arga masih saja belum beranjak dari sana,keadaannya terlihat kacau dengan tangan yang memegang botol minuman keras entah sudah botol ke berapa yang sudah dia habiskan sehingga dia kini sudah terlihat mabuk.
"dia tidak akan datang,dia tidak akan mau menemui laki laki pengecut yang brengs*k sepertiku"arga terus saja meracau sambil sesekali menenggak minumannya
"mas arga..."arga menyipitkan matanya berusaha melihat jelas orang yang kini berdiri didepannya,kepalanya terasa pusing membuat pandangannya kabur
"kamu kenapa mas?kenapa jadi seperti ini?"mata alya berkaca kaca entah sedih kecewa atau marah dia tidak tahu apa yang dirasakannya sekarang melihat arga yang seperti ini
"alya?kamu beneran alya?kamu menemuiku?"arga berdiri namun kembali terduduk lagi karena tidak bisa menjaga keseimbangan tubuhnya yang linglung
"tidak, tidak mungkin ini hanya halusinasiku saja aku terlalu mabuk hingga menganggap ini dirimu"arga menggeleng memegang kepalanya yang terasa berputar putar
"aku mengecewakannya,aku tidak menepati janjiku dia pasti membenciku"arga masih saja meracau raut wajahnya menampakkan kesedihan yang dalam
"mas,ayo aku antar kamu pulang"alya mencoba memapah arga namun arga malah menampisnya
"jangan sentuh aku!!! aku akan menikah, ya besok aku akan menikah dengan wanita yang tidak aku cintai hahaha....aku bertanggungjawab pada wanita lain yang bukan mengandung anakku dan aku justru menyia-nyiakan wanita yang aku cintai dia menungguku, menunggu aku menepati janjiku tapi aku brengs*k aku pria bod*h yang tidak bisa berjuang untuk wanita yang aku cintai...hahaha...aku bod*h aku tol*l...dia membenciku..."alya tidak peduli arga yang masih saja meracau dia membawa arga masuk kedalam taksi dengan dibantu sopir taksi yang tadi dia suruh menunggu
"sekarang mau diantar kemana mbak?"tanya sopir saat akan melajukan mobilnya
"jalan dulu pak,nanti saya tunjukkan jalannya"alya sebenarnya masih bingung mau membawa arga kemana,tidak mungkin pulang kerumahnya apalagi kerumah arga apa yang akan dia sampaikan mengenai kondisi arga yang seperti ini
"mbak,kita sudah muter muter daritadi sebenarnya mau kemana?"tanya sopir lagi saat alya belum juga memberi tahu tujuannya setelah beberapa menit berlalu
Alya melirik arga yang masih bergumam tidak jelas meski ragu namun alya tidak punya pilihan lain lagi membawa arga kemana
"em...ke hotel terdekat saja pak"alya akhirnya menjawab ragu
Pak sopir melirik penumpangnya lewat kaca spion tengah seperti banyak pertanyaan dikepalanya yang ingin ditanyakan pada alya namun karena tidak ingin ikut campur urusan penumpangnya sopir itu memilih diam tidak bertanya lagi
"baik mbak"hanya itu yang sopir itu ucapkan
Karena lupa membawa uang bahkan ponselnya juga tidak dibawa akhirnya alya mencoba merogoh saku celana arga untuk mencari mungkin arga membawa uang dan menemukan dompet yang ada dikantong belakang celana arga
"saya pinjem dulu ya mas"alya berucap pelan didekat arga yang tidak mendapat tanggapan dari arga.
Alya lega setelah membuka dompet arga dan melihat isinya yang sepertinya cukup untuk menyewa kamar untuk satu malam dan membayar taksi yang ongkos argo nya sudah terlalu banyak.
"sudah sampai mbak,mau saya bantu?"tawar sopir taksi setelah sudah sampai didepan hotel
Alya tidak langsung menjawab sejenak dia memandang bangunan hotel itu dan arga bergantian,alya terlihat ragu namun dia juga tidak punya pilihan lain selain membawa arga kemari
"mbak..."panggil sopir itu lagi saat alya terlihat melamun
"eh iya pak,tolong bantu saya ya pak"alya tersadar dan langsung turun dari mobil memapah arga dengan dibantu sopir itu
Setelah selesai memesan kamar pada resepsionist alya membayar sopir taksi itu dengan menambahkan uang tips karena sudah membantu selanjutnya dia membawa arga memasuki kamar dengan dibantu petugas hotel
"terima kasih mas,ini buat mas nya"alya memberikan selembar uang biru pada petugas hotel setelah meletakkan arga diatas kasur
"terima kasih mbak,saya permisi selamat beristirahat"petugas itu tersenyum ramah lalu meninggalkan kamar mereka
Alya hanya mengangguk dan mengunci kembali kamar itu
Sekarang alya masih bingung harus bagaimana, dia hanya memandang arga yang kini sudah terlelap.
"sebaiknya aku pulang saja sepertinya mas arga akan aman disini"alya memutuskan untuk meninggalkan arga yang sepertinya mulai tertidur namun saat alya ingin membenarkan selimut arga sebelum pergi tangannya justru dipegang erat oleh arga
"jangan pergi,ku mohon jangan pergi..."arga bergumam dengan mata tertutup namun alya masih jelas mendengarnya
"lepas mas,jangan seperti ini!!"alya mencoba melepaskan pergelangan tangannya yang dipegang oleh arga semakin alya berusaha melepaskan justru semakin erat arga menggenggamnya
Dengan mata masih terpejam tiba tiba arga menarik tangan alya dengan kuat membuat tubuh alya jatuh diatas tubuh arga.
Saat alya akan bangun arga justru merubah posisinya berbaring miring lalu memeluk tubuh alya dengan erat
"tolong biarkan seperti ini,sebentar saja aku mohon..."suara arga terdengar parau tepat disamping telinga alya
Entah mengapa alya langsung terdiam tidak lagi meronta,arga membuka sebelah matanya dan tersenyum tipis melihat alya mulai tenang dipelukannya.
Arga sudah merasakan kesadarannya mulai pulih,dan dia tahu gadis yang sedang dia peluk adalah alya.walaupun arga tahu alya pasti akan marah jika dia melakukan ini jika tahu arga sudah tidak sepenuhnya terpengaruh alkohol namun arga tidak peduli dia ingin menikmati waktu sedekat ini dengan alya sebelum benar benar kehilangan gadis ini.
Alya hanya diam,jantungnya benar benar berdebar sekarang entah takut atau berdebar karena hal lain.Alya tahu ini salah namun tidak bisa pungkiri alya nyaman berada dipelukannya dan entah mengapa dia ingin menikmatinya lebih lama.
Cukup lama mereka diposisi itu hingga alya hampir saja terlelap,namun tiba tiba arga bangun dan berlari menuju kamar mandi.
Alya yang kaget dengan pergerakan arga yang tiba tiba langsung terbangun dan menghampiri arga yang kini memuntahkan cairan dari dalam perutnya di kloset kamar mandi.
Melihat itu alya refleks membantu arga dengan memijat lembut tengkuk arga.
Setelah perutnya sudah terasa kosong arga mencuci wajahnya diwastafel,arga tersenyum melihat wajah alya yang terlihat khawatir dari pantulan kaca didepannya.
Alya yang menyadari itu langsung keluar dari kamar mandi dan duduk kembali diatas kasur.
Arga sedikit membersihkan dirinya agar terlihat lebih segar,sepertinya dia merasa lebih baik sekarang.
Arga tersenyum begitu keluar dari kamar mandi melihat alya masih menunggunya.
Alya yang sekilas bersitatap dengan mata arga langsung mengalihkan pandangannya, entah mengapa dia masih merasa malu.
"kita dimana?" pandangan arga menelisik ke seluruh ruangan. satu ranjang tempat tidur yang cukup untuk dua orang yang saat ini diduduki alya,sofa single yang kini dia duduki dengan meja didepannya dan satu lemari.
Ukurannya hanya seperempat dari kamar tidurnya dirumah tapi arga merasa sangat nyaman disini.
"hotel"jawab alya singkat
"kenapa kita bisa ada disini?kamu ingin macam macam denganku?"tanya arga dengan tatapan jail
Alya yang daritadi menunduk langsung mendongak mendengar ucapan arga
"kamu nggak inget apa yang terjadi?!!"alya terlihat kesal dan arga malah tertawa
"apa aku melakukan sesuatu padamu?"tanya arga menatap alya yang mengalihkan pandangan tidak ingin menatap arga
"pikir saja sendiri"ketus alya
Arga tersenyum,ternyata gadis ini kalau marah malah semakin cantik arga jadi semakin ingin menggodanya
"bukankah aku mabuk?aku tidak ingat apa yang terjadi mungkin kamu bisa bantu aku mengingatnya"arga beranjak dan duduk disamping alya
"kamu mau ngapain?"alya langsung waspada dan beringsut mundur
"apa aku terlalu menakutkan?aku semakin penasaran apa yang aku lakukan sampai membuatmu setakut ini padaku?"arga justru semakin mendekati alya
"mas istighfar,jangan macam macam"alya semakin ketakutan karena arga menatapnya intens dan semakin mendekat kearahnya hingga alya tidak bisa mundur lagi karena punggungnya sudah menempel pada kepala ranjang.Alya refleks menutup bagian atasnya dengan kedua tangan saat tangan arga terulur seperti ingin menyentuhnya namun saat alya memejamkan mata dia justru tidak merasakan arga menyentuhnya membuat dia membuka kembali matanya dan melihat tangan arga yang ternyata mengambil gagang telpon yang ada tepat disebelahnya.
"aku lapar dan hanya ingin menelpon untuk memesan makanan apakah perlu setakut itu?"arga terkekeh melihat reaksi alya
karena kesal alya refleks memukul lengan arga"menyebalkan"ucap alya kesal
"bisakah menyingkir dulu,aku akan pindah dari sini"lanjut alya lagi karena posisinya benar benar dekat dengan arga. namun arga tidak peduli dia malah bicara santai saat panggilannya sudah terhubung.
Alya akhirnya diam sama sekali tidak bergerak bahkan nafasnya dia buat sepelan mungkin dengan jantung berdegup kencang.
"Apa itu suara detak jantungmu?kenapa kencang sekali?"tanya arga setelah meletakkan kembali gagang telponnya membuat alya refleks memegang dadanya sendiri
"apa sekencang itu?aku tidak mendengarnya,kenapa kamu bisa mendengarnya?"tanya alya dengan raut muka serius
Arga tidak bisa menahan lagi tawanya dia tertawa keras membuat alya hanya bisa menatap heran apakah itu lucu?batin alya
"jadi benar jantungmu berdebar kencang?"tanya arga disela sela tawanya
Alya yang menyadari dirinya dikerjai arga langsung memukul arga bertubi tubi
"ih ngeselin banget sih"alya masih saja memukul arga yang belum juga menghentikan tawanya hingga arga menangkap kedua tangan alya.
Sesaat suasana terasa hening,waktu seakan berhenti mereka saling menatap satu sama lain dengan posisi alya membungkuk disamping arga yang berbaring.
Suara pintu yang diketuk berhasil menyadarkan keduanya,alya langsung beranjak duduk dengan benar dan arga langsung berdiri
"aku buka pintu dulu,mungkin petugas yang mengantarkan makanan"arga langsung berjalan cepat ke arah pintu tanpa menoleh pada alya yang hanya mengangguk dan menunduk malu
"astagfirullah hal azim,kenapa aku jadi seperti ini aku lupa kalau dia bukan muhrimku bagaimana bisa aku melakukan hal semacam itu dengannya seperti melakukannya dengan fadil" alya merutuki kebodohannya dalam hati menutup wajahnya yang terasa panas
semangat
sukses thor
anaknya Eva jg Dateng !!!
ga jelas ?!!