NovelToon NovelToon
White Love In You

White Love In You

Status: tamat
Genre:Romantis / Fanfic / Tamat
Popularitas:10.5M
Nilai: 4.9
Nama Author: Rniehamizan

ini cerita sedih tentang seorang istri yang tak di cintai suami nya, karena dia hanyalah istri yang di pilih keluarga nya bukan hatinya.

setelah perceraian terjadi, pria itu baru menyadari betapa pentingnya gadis itu untuknya.

perjuangannya untuk mendapatkan cintanya kembali akankah berhasil? menikahinya untuk kedua kalinya. atau malah cintanya tak terbalas karena si gadis mencintai pria lain.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rniehamizan, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

bab 27

"mochacino.. kau ingin membuat desert baru Reva?" tanya arnold begitu melihat bahan-bahan baru di meja dapur cafenya.

"iya, paman. menurutku saat ini banyak sekali yang memesan minuman Mocha... jadi aku ingin membuat desert baru dengan bahan itu." jelasnya. Arnold mengangguk paham.

Reva adalah gadis yang kritis juga kreatif. dia begitu memiliki banyak ide-ide baru, sehingga membuat cafenya selalu ramai karena desert juga menu lainnya yang berbeda dari cafe-cafe lainnya.

"bagus. ku serahkan pada mu. dan kalian bantu Reva." ujar Arnold pada pegawai nya yang lain. mereka serempak mengangguk. semua begitu semangat semenjak ada Reva, karena gaji mereka naik tiap bulannya karena koki utama yang begitu hebat sehingga membuat ke untungan besar tiap harinya.

Melihat semuanya begitu semangat dan pengunjung yang terus berdatangan membuat Arnold sangat puas. dia melangkahkan kakinya menuju venty yang kini duduk di meja paling dekat dengan jendela. wajah nya semakin pucat dan pipinya menirus.

"kak, kenapa kesini?" tanya arnold. venty tersenyum menyambut Arnold.

"apa aku tak boleh makan di cafe mu?"

"aah.. bukan begitu. kakak harus banyak istirahat. kalau kakak mau makan sesuatu tinggal hubungi aku bisa kan?"

"jangan mengasihaniku. aku ingin makan disini. aku takut jika tak bisa makan di sini lagi nanti."

Arnold terdiam. hatinya merasa resah setiap kali venty terlihat putus asa.

"kau akan sembuh. aku yakin." ujarnya kemudian. venty tersenyum samar.

"kau tak memberi tahukan Reva soal ini bukan?"

"tidak."

"bagus. sekarang aku ingin tart bertabur cokelat.. dan aku ingin Reva yang mengantarkannya ke sini." pinta venty.

"baiklah. kakak tunggu sebentar."

Arnold kembali ke dapur. hanya ini yang bisa dia lakukan sekarang, menuruti apapun yang venty inginkan sebelum semuanya terlambat.

venty menghela napasnya. matanya menatap lurus ke depan melalui kaca tembus pandang itu. senyumnya tersungging tipis. semakin hari penglihatan nya semakin kabur saja. mata indahnya sudah tak bisa lagi melihat jelas wajah-wajah yang ada di sebrang jalan sana.

"ibu...." suara Reva yang begitu lembut menyeruak masuk ke gendang telinganya. venty menyipitkan matanya untuk wajah Reva. sedikit meremang tak begitu jelas terlihat.

"Reva.. duduklah." ujarnya.

Reva duduk dengan ragu. matanya memperhatikan venty yang terlihat sedikit aneh menurutnya. wanita paruh baya ini terlihat tidak baik-baik saja.

Reva menyimpan tart yang di pesan venty agak jauh dari tangannya. "ibu.. ini tart nya. kenapa tak minta aku untuk mengantarkan ke rumah saja."

venty tersenyum. matanya lagi-lagi sedikit menyipit untuk memperjelas penglihatan nya. dengan ragu tangannya menggapai piring kecil itu.

"ibu.. ada apa?" bisik Reva pelan seraya menangkup mulutnya. gerakan venty begitu perlahan dia seperti tak dapat melihat dengan jelas, gerakannya seperti tengah meraba.

puk..

Arnold menepuk pundak Reva. membuatnya berbalik melihat Arnold yang kini berdiri di belakang nya. kepalanya menggeleng seolah memberi isyarat pada Reva untuk tidak mengatakan apapun.

"kak, kau ingin yang lainnya?" tanya arnold seraya menggeser piring itu ke tangan venty.

"tidak usah." venty menikmati kue nya dengan diam. Reva melihat nya dengan sendu, hatinya merasa tak nyaman. ada kegelisahan yang menelusup.

Matanya tak berhenti memperhatikan bekas ibu mertuanya itu. lalu melihat Arnold meminta penjelasan. Arnold memasang wajah biasa saja, hanya diam.

"Reva, malam ini menginap lah. ibu ingin tidur bersama mu."

"ah.. baiklah. Bu... "

venty tersenyum lalu berdiri. "Arnold antar aku pulang." dengan sigap Arnold memapah tubuh venty.

"kembali lah kedapur.." ujar Arnold pada Reva. "nanti ku jelaskan." ucapnya tanpa suara. tapi Reva tahu dengan jelas apa yang Arnold katakan.

Reva seharian terus terdiam. pikirannya terus melayang pada venty. rasanya tak mungkin wanita paruh baya itu baik-baik saja. di lihat sekilas saja sudah sangat jelas. wajah pucat.. gerakan tubuh yang sedikit lambat juga sorot mata yang tak pernah lurus menatap objek yang dia maksud.

Arnold pun kembali merasakan kegundahan. dia tak bisa menyembunyikan nya lagi terlalu lama. Reva harus tahu dan Adam pun harus tahu semuanya. mereka berhak tahu sebelumnya hal yang tak di inginkan terjadi.

"Reva, ikut paman ke dalam." ujarnya. tanpa banyak bicara Reva mengikuti arnold keruangan nya.

"paman, apa yang terjadi pada ibu?"

"aku sudah yakin kau pasti akan cepat menyadari semuanya."

"apa yang terjadi?" tanya Reva lagi.

Arnold menyerahkan surat dokter yang dia dapat dari venty bulan lalu. Reva mengeryit.

"ini apa?"

"kau lihat saja."

Reva membuka kertas itu. membaca dengan seksama semua yang tertera di sana. cukup lama dia terdiam,mencoba membacanya lagi berulang kali, mungkin saja penglihatan nya salah soal ini.

"melanoma? benarkah ibu terserang melanoma?" ucapnya dengan nada bergetar. matanya memanas seketika. dia tak bodoh, penyakit apa melanoma itu. Reva tahu betul bahaya nya melanoma. dan venty sekarang mengidap penyakit itu pada mata dan kulitnya.

melanoma pada mata adalah jenis tumor ganas yang paling sering menimpa orang dewasa. melanoma membuat penderitanya bisa kehilangan penglihatan.

dan melanoma pada kulit juga merupakan kanker yang ganas yang bisa membuat sipenderita meninggal dunia.

Reva tak kuasa menahan tangisnya. dia meremas kertas itu. "sejak.. kapan..paman?" isaknya tertahan.

Arnold menghela napas. dia pun tak tahu jelasnya sejak kapan venty terserang penyakit itu.

"paman pun tak tahu. tapi.. paman pohon.. jangan menunjukan sikap bahwa kau sudah mengetahui semuanya."

Reva menghapus airmata nya. "kenapa?"

"dia ingin menutupi semuanya hingga akhir. tak ingin membuatmu bersedih, tapi.. paman rasa kau harus mengetahui semuanya sekarang. dan.. jangan beritahu Adam soal ini."

"kenapa?" hanya itu yang Reva tanyakan.

"hummm... ibu mertuamu tak ingin di kasihani karena sakit. mengertilah."

Reva terdiam.

dadanya sesak sekarang.

matanya lagi-lagi memanas, dan lelehan bening keluar begitu saja. venty menderita selama ini karena penyakit nya. mengetahui kenyataan itu membuat Reva begitu tersayat.

selama ini dia pikir venty baik-baik saja. bahkan wajah itu selalu nampak tenang seperti tak ada yang dia sembunyikan.

"ibu dan ayah ku harus tahu ini?" gumam Reva.

"Jangan Reva. cukup kita berdua." tukas Arnold cepat.

"tapi..."

"Reva paman mohon."

melihat wajah memelas Arnold akhirnya Reva mengangguk mengiyakan. dia akan menyimpan rahasia ini mulai sekarang.

****nah.. gimana jadinya nih... makin serukah atau biasa aja.... hheee...***

1
Laili Dwi Agustina
karyanya bagus tapi kenapa off ditengah jalan /Sob/
Moch Firman
markutet mphi
Moch Firman
apakah authornya ini Army
Moch Firman
V kamu ngapain di sini
Moch Firman
mphi ngapain kamu di situ
Memelia Paixao
mantannya vante muncul
Memelia Paixao
saingan baru Adam nih😀😎
Memelia Paixao
thor buat reva pergi yg jauh
피롷
pantes kya ga asing sama nama vante🤣🤣🤣🤣cuma 1 yg pernah ngomong bgtu🤣🤣🤣
피롷
heh markutet disini😭😭😭
🍃༺𝕳𝖚𝖏𝖆𝖓༻🥬🍒
JEJAK
la lauce🌷🌿
nangis aku bacanya bang😭😭😭😭
Hasanah Ana
mantap
amalia gati subagio
some body new 4 R, plz 😈
amalia gati subagio
beehhhh carakternya si A dangkal yack 🤓💪💪
amalia gati subagio
telmi, heeeh...segitu terharu dpt perhatian si L ma V, apa ortu lo gak perhatian ma lo R. 😈 hmmmm next 🤓💪💪
amalia gati subagio
why......😈🤓💪💪💪💪
amalia gati subagio
dunia halu, penasaran endingnya 😁😈
amalia gati subagio
aduh....bab berapa ya 🤓
amalia gati subagio
Bab si R sadar zalim dgn dirinya membiarkan si A menyakitinya & pergi itu Bab berapa ya 😁💪💪💪💪
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!