Namanya Cecilia.
seorang gadis muda cantik yang kehidupannya di suguhi oleh kerasnya hidup.
Ayahnya seorang pengangguran dan pemabuk berat setelah bisnisnya gagal lalu meninggalkan banyak hutang, sedangkan Ibunya hanya bekerja di salon sebagai tukang cuci handuk.
Cecilia sama seperti gadis lain di usianya yang masih membutuhkan cinta dari orang tua, ingin punya banyak teman, nongkrong di tempat-tempat hits.
namun.....
Itu semua hanya dalam lamunan Cecilia,karna dia harus menopang perekonomian keluarganya dengan bekerja.
Sampai suatu hari dia bertemu dengan seorang Presiden Direktur sebuah perusahaan besar yang akan menyelamatkan kehidupan Cecilia dan merubah takdirnya.
Yuk ikuti kisah Cecilia.
selamat membaca ❣️
Author sediakan gambar untuk membantu kalian menghayati ceritanya ❣️
jangan lupa dukung author dengan
like,rate,vote dan komentar nya ya
❣️❣️❣️❣️❣️
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon rherhe, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
26
Cecilia tidak bisa tidur nyenyak malam ini karna memikirkan keadaan Niko, dia bangun pagi-pagi buta berencana pergi ke apartment Niko untuk membuatkannya sarapan dan mengecek lagi keadaannya. Cecilia membawa baju kerjanya untuk berangkat dari sana.
"Ce.. Kemana pagi-pagi udah sibuk aja?"
Tanya Ibu Cecilia terbangun mendengar Cecilia yang sudah sibuk beberes.
"Ahhhh Ibu aku terlalu berisik ya? Aku ada kerjaan bu dari pagi, jadi harus cepat-cepat berangkat"
Jawab Cecilia.
"Oh yaudah Ce hati-hati ya!! Ibu mau tidur lagi"
Kata Ibu Cecilia.
"Pergi dulu ya Bu"
Kata Cecilia pergi sambil membuka pintu.
Niko pagi ini juga sudah terbangun dan terlihat sedang mengotak atik komputer CCTV nya untuk melihat apa yang dilakukan Cecilia padanya semalam. Niko senyum-senyum sendiri melihat bagaimana perhatiannya Cecilia padanya. Seketika Niko kaget dan sontak berdiri melihat di layar komputernya Cecilia berdiri didepan pintu apartment nya dan siap siap untuk memasukkan sandi pintu apartmentnya. Niko berlari seribu langkah kembali ke tempat tidurnya, Niko langsung masuk kedalam selimut, menutup matanya dan pura-pura terlihat tidak baik-baik saja.
Tit... Tit.... Tit... Tinunit
( suara sandi pintu Niko)
Cecilia membuka pintu dan langsung segera menuju dapur untuk membuatkan sarapan bubur dan sup hangat untuk Niko.
"Perasaan semalam aku ninggalin rumah ini rapi deh!! Kok sendal rumahnya Niko satu disini dan satu disana"
Batin Cecilia bertanya-tanya melihat sandal Niko berada di tempat yang berbeda.
Setelah Cecilia selesai menyiapkan sarapan Niko dan sudah menatanya rapi diatas nampan, diapun pergi ke kamar Niko untuk mengantarkan sarapannya. Cecilia melihat Niko masih dalam posisi tertidur didalam selimutnya, Cecilia memegang kening Niko untuk memastikan suhu tubuh Niko.
"Niko duduk dulu nih aku buatin sarapan"
Kata Cecilia mengambil bantal untuk meninggikan kepala Niko.
"Hmmmmmm... Aku gak bisa mengangkat kepalaku ☹️ kepalaku terasa sakit disini"
Jawab Niko merengek seperti anak kecil sambil menunjuk keningnya.
"Yaudah sini aku bantu duduk"
Kata Cecilia membantu Niko mengangkat punggung nya.
"Udah ini sarapannya di makan ya"
Kata Cecilia mengambil meja kecil dan menaruhnya di kaki Niko lalu meletakkan nampan makanan itu diatasnya.
"Aku gak bisa makan sendiri Ce! Lagi mata aku aja terasa panas dan susah untuk membukanya"
Kata Niko yang masih menutup matanya agar disuapi oleh Cecilia.
Cecilia mengecek kembali tubuh Niko dan mulai kesal dibuatnya.
"Niko!!! Aku tau kamu udah sehat dan pura-pura masih sakit!"
Kata Cecilia dengan nada mulai kesal.
"Kok pura-pura sih Ce!!! Ni aku gak bisa makan nih, kepala aku pusing, mataku panas"
Kata Niko lagi masih dengan nada merengek seperti anak kecil.
"Jadi itu kenapa bisa ada sandal kamu di depan ruang CCTV satu didepan kamar satu? Gausah sandiwara cepetan makan! Atau buburnya mau disiram kewajah kamu?"
Kata Cecilia berdiri bertolak pinggang di hadapan Niko.
"Aduh iya karna terburu-buru lari ke kamar sandal aku lepas satu disana"
Batin Niko merasa bodoh.
"Ce!!! Iya iya aku udah sehat, jangan galak-galak dong! Aku kan baru sehat, nanti kalau di marahin sama kamu terus aku sakit lagi gimana??"
Kata Niko yang mendadak saja sudah bisa membuka matanya yang panas tadi.
"Udah cepetan makan!! Aku terlambat nih pergi kerja kalau kamu manja kayak gini"
Kata Cecilia.
"Suapinnnnnnn"
Kata Niko memohon menarik tangan Cecilia dengan memamerkan wajah imut dan senyum manisnya.
"Cihhhhhh..."
Kata Cecilia yang di ikuti dengan senyum karena merasa imut dengan tingkah Niko bagai kucing peliharaan.
Cecilia memangku nampan makan Niko dan menyuapinya. Niko senyum senyum memerhatikan wajah Cecilia dan membuat Cecilia menjadi blushing.
Drttttttttt..... Drttttttttt...
( Suara getar handphone Niko)
"Nih handphone kamu bunyi! Panggilan masuk dari Pengacau, Hmmmm... Siapa pengacau?"
Kata Cecilia sambil memberikan handphone Niko. Niko kemudian mengangkat telfon itu yang adalah dari Bram.
📞Niko gimana??? Aku kesana ya anter sarapan!! Ini udah mau otw kesana.
📞JANGAAAAAAAAAAAAAAAAAAAANNNNNNNN!!!!!!
Kata Niko tiba-tiba berteriak dan duduk tegak di tempat tidurnya.
Cecilia kaget melihatnya, karena Niko yang tadinya duduk bersandar lemas bisa tiba tiba duduk tegak karna menjawab sebuah panggilan.
📞Kenapa Bro!!! Gausah panik gitu kale bro!!!
Kata Bram yang juga kaget mendengar teriakan Niko.
📞Ahhhh... Gakpapa Bro lagi makan keselek jadi bawaannya teriak. Gausah repot-repot kesini bro! Aku lagi gak di apartment, aku lagi check di rumah sakit.
"Hah??? Di rumah sakit"
Tanya Cecilia bingung.
"Ssstttt.... Sssst diam"
Niko menutup mulut Cecilia.
📞 Waduh Bro!!! Rumah sakit mana? Parah nih kayaknya. Hmmmm aku susul kesana ya!
📞 Gak.. Gakk... Gak.. usah Bro!! Ini bentar lagi ketemu dokter habis itu langsung pulang kok.
📞 Oh yaudah nanti siang aku ke apartment mu Bro sekalian bawa beberapa berkas untuk di tandatangani.
📞 Oke Bro siang aja kamu kesini.
Mereka kemudian mengakhiri percakapannya.
"Siapa sih???"
Tanya Cecilia penasaran.
"Ahhh... Sekretaris aku di kantor"
Jawab Niko. Niko tiba-tiba tersadar kalau Cecilia sedang memperhatikannya duduk tegak.
"Ahhhhhhh... Aduhhh punggungku sakit"
Kata Niko kembali bersandiwara dan menyenderkan badannya.
"Cihhhhh!!!! Hahahah!!! Nih obatnya dimakan"
Kata Cecilia memberikan obat pada Niko.
"Aku ganti baju dulu ya! Aku udah mau terlambat pergi kerja nih!!"
Kata Cecilia membalikkan badannya. Tiba-tiba Niko menarik tangan Cecilia dan membuat dia tesandung kaki kursi dan terjatuh tepat di dada Niko.
Niko menatap lembut mata Cecilia dan mendekatkan wajahnya pada wajah Cecilia, perlahan bibir Niko menyentuh lembut bibir Cecilia. Jantung Cecilia berdebar bukan main begitu juga dengan jantung Niko. Niko kemudian perlahan menutup matanya dan mencium lembut bibir Cecilia. Cecilia merasa takut matanya melotot dan kemudian menjauhkan wajah Niko dan menyingkir dari pangkuan Niko.
"A..... A... Aku mau kesana dulu, mau ganti baju"
Kata Cecilia salah tingkah menunjuk semua arah. .
Niko lalu berdiri dari tempat tidurnya dan mendekati Cecilia, Niko mendekap erat tubuh mungil Cecilia dan mendekatkan Cecilia padanya. Lagi Niko menatap Cecilia tajam tanpa kata-kata dan mencium lembut bibir Cecilia. Kali ini Cecilia tanpa melakukan perlawanan, dia menikmati ciuman yang di berikan Niko.
"Kamu milik Niko sekarang!!! Gak ada orang lain yang boleh miliki kamu kecuali Niko!"
Bisik Niko di telinga Cecilia.
"Aku pergi sekarang!! Aku terlambat"
Cecilia mendorong Niko dan berlari keluar dari kamar Niko sambil membawa semua barang bawaannya keluar. Muka Cecilia tampak memerah dan malu-malu saat Niko menciumnya.
"Aduh kenapa muka ku merah dan panas gini???? Huhuhuhu"
Gumam Cecilia berkaca di depan pintu lift sambil menunggu lift terbuka dan memegang kedua pipinya.
"Jangan - Jangan dia tau ini ciuman pertamaku? Kenapa ku bagi dengan orang seperti dia??? Arrrrrghhhh bodoh.. Tydaaaaaaakkkkk"
salam kenal..
ceritanya sangat menarik..
lanjuttt....
alu seperti ikut merasakannya...😔😔😔