Alvonso adalah seorang Mafia dan juga CEO terkenal dingin dan kejam. Sangat tampan digilai banyak wanita tapi Alvonso tidak pernah tertarik terhadap wanita manapun.
Laras seorang mahasiswi tingkat akhir, cerdas, cantik dan baik hati.
Laras bersama teman - temannya mengadakan acara perpisahan di hotel di kota Surabaya. Akibat ulah teman kampusnya Laras bertemu dengan Alvonso dan kehilangan apa yang dijaganya selama ini
Suatu ketika mereka dipertemukan kembali tapi berdua tidak mengenalnya sampai pada suatu saat 3 anak kembarnya di culik terbukalah rahasia yang disimpan Laras selama ini
Apakah Alvonso dan Laras bisa bersatu atau masing - masing sudah menikah dengan pasangannya.
Simak novel ke 2 saya. Terima kasih.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Yayuk Triatmaja, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Pertemuan Dengan Ibu Alvonso
Pertemuan Dengan Ibu Alvonso 1
Tidak terasa waktu berlalu kini Alvonso, Laras dan ketiga anaknya 3 Al sudah sampai di rumah ibunya Alvonso.
3 Al berjalan di depan sedangkan Laras berada dibelakang mengikuti anaknya dengan badan gemetar takut ada penolakan dari ibunya Alvonso menggenggam tangan Alvonso dengan erat. Alvonso hanya tersenyum melepaskan tangan Laras kemudian memeluknya dari samping.
Seorang penjaga membuka gerbang mansion sampai terkejut melihat 3 anak kembar yang sangat mirip tuannya.
Mereka ber 5 masuk ke dalam dan melihat ibunya sedang duduk di ruang keluarga melihat mereka sangat terkejut dan langsung berjalan dengan cepat dan langsung memeluk Laras kemudian berlutut mensejajarkan dengan 3 Al.
" Kalian bertiga mirip sekali dengan Daddy kalian, panggil oma sayang." pinta oma
"Oma." jawab mereka serempak sambil membalas pelukan mereka.
Oma sangat senang melihat 3 cucunya yang sangat lucu dan menggemaskan. Selesai bercakap - cakap 3 Al di ajak baby sister yang sudah diperkerjakan dari kemarin untuk istirahat di kamarnya.
Kini tinggallah mereka ber 3 di ruang tamu.
" Kapan kalian akan menikah?" tanya ibunya Alvonso tanpa basa basi.
" Secepatnya Mam." jawab Alvonso
"Lusa gimana ?" tanya mama Alvonso
" Apakah tidak terlalu cepat tante?" tanya Laras
" Jangan panggil tante panggil Mama seperti Alvonso memanggil Mama, lebih cepat lebih baik." ucap mama Alvonso
" Baik Mam." ucap Laras
" Mama rasa tidak terlalu cepat karena kalian sudah punya anak, tenang mama akan urus semuanya."ucap Mama Alvonso
" Terserah mama saja." jawab mereka serempak
"Ok. Mama mau menemui cucu - cucu Oma, makasih ya sayang Mama sangat senang kamu melahirkan cucu - cucu yang sangat tampan dan cantik." ucap Mama Alvonso senang
"Iya Mam." jawab mereka serempak lagi
Ibunya Alvonso berdiri kemudian menemui ke 3 cucunya dengan sangat gembira karena keinginan mempunyai cucu terpenuhi.
Laras dan Alvonso duduk berdampingan. Tangannya memeluk Laras dari arah samping.
" Sayang terima kasih kamu merawat anak - anak kita dengan baik." ucap Alvonso
"Iya mas, tapi mas curang ?" sahut Laras kesal
" Curang kenapa ?" ucap Alvonso sambil memandang heran
" Kenapa ke 3 nya semuanya mirip denganmu bagaikan pinang dibelah dua tidak ada satupun yang mirip denganku padahal aku yang hamil sampai 9 bulan kan tidak adil." protes Laras
"Ha ha ha ha..." Alvonso tertawa bangga
" Ih nyebelin." Laras cemberut
cup
Alvonso mengecup bibir Laras
"Kan aku yang nyemprot dan aku yang ngidam dan muntah - muntah serta mual, tersiksa tahu." protes Alvonso
" Tanaman kali di semprot." sahut Laras tersenyum
" S****yukurlah Mas yang mengalami semuanya jadi aku makannya santai tanpa perlu mual." sambung Laras
" Iya tidak apa - apa Mas mengalami hal itu semua, kini Mas menjadi tahu betapa beratnya orang hamil. Maafkan mas yang tidak bisa menemani disaat dirimu di masa hamil dan di saat dirimu melahirkan." ucap Alvonso sendu
" Tidak apa - apa mas saya mengerti." ucap Laras tulus
" Sayang sudah lama keris mas tidak pernah diasah sudah 5 tahun mas takut karatan karena tidak terpakai, maukah kamu ?" tanya Alvonso sambil memandang Laras dengan tatapan mesum
" Maksud mas keris apa ya ?" tanya Laras polos
Alvonso memegang tangan Laras kemudian diarahkan ke bagian bawah perutnya.
" T****erasa tegang kan sayang, kamu tahu setiap mengingat percintaan kita keris Mas selalu seperti ini ujung - ujungnya harus mandi dingin supaya keris mas bisa tidur, sekarang kamu sudah ada maukah?" tanya Alvonso
Laras langsung menarik tangannya
" Sabar ya sayang, 5 tahun Mas bisa menunggu dan lusa kan kita sudah menikah mas bisa puas melakukan tanpa perlu mandi air dingin." jawab Laras cepat
" Tapi dulu kamu mau melakukan itu tapi kenapa sekarang tidak mau?" protes Alvonso
" Dulukan karena pengaruh obat sayang tapi kan sekarang tidak!" jawab Laras
"Baiklah," ucap Alvonso dengan menghembuskan nafas berat
" Mas nanti aku tidur dimana ?" tanya Laras
" Sekamar denganku." ucap Alvonso sambil tersenyum licik
"Tidak, yang ada Mas ngajakin, tunggu 2 hari ok " pinta Laras
" Baiklah, kamu tidur di sebelah kamarku." jawab Alvonso lesu
" Ok sip." jawab Laras
tok
tok
tok
tok
Pintu mansion diketuk seorang pelayan datang dan berjalan untuk membuka pintu
Ceklek
Muncullah seorang gadis cantik memakai dres dan sepatu hak tinggi.
" Anda mencari siapa nona ?" tanya pelayan
" Mas Alvonso sudah datangkan ?" tanya gadis itu
" Sudah nona." jawab pelayan itu
" Dimana dia sekarang ?" tanya gadia itu
" Di ruang keluarga, ikuti saya nona." ucap pelayan
" Ok" kata gadis itu
Gadis cantik itu berjalan berlenggak lenggok mengikuti pelayan menuju ke ruang keluarga.
" Maaf tuan ada yang mencari tuan?" ucap pelayan
Alvonso berdiri begitupula dengan Laras dan membalikkan badannya
" Bianca." panggil Alvonso terkejut
" Mas Alvonso." panggil gadis itu sambil tersenyum manis
dah banyak yg cerita seperti ini tpi Lum ada yg menjelaskannya
bahkan bukanya lewat darah bisa lebih cepat dripada rambut