Menceritakan Kisah anak SMA yang masih labil dalam pemikiran dan juga mengambil keputusan.
Aprillia Putri Agustina, Gadis cantik yang memiliki pacar sejak SMP yang bernama Aditya Pamungkas.
Perjalanan cinta disaat pandemi kali ini yang membuat kedua orang tuanya bersepakat menikahkan muda mereka agar tak terjadi zina dimasa sekarang yang semakin meraja lela.
......... Happy Reading........
Follow ig ku yuk : @_sebatas.halu
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Siti_Muntya27, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Taman
Putri berjalan menghampiri adit yang sudah berada diatas motornya.
"By pake helm dulu" ujarnya menyerahkan helm itu pada putri.
"Gak mau Pake helm, kerudung aku nanti rusak beb. gini aja ya" pinta putri dengan puppy eyes nya.
"Gemes banget sih, pacar siapa ini?" tanyanya sambil mencubit pipi putri
"Pacarnya ayang adit, alah lebay beb. yuk pulang" ucapnya yang hendak naik.
"Nih pake jaket aku" menyerahkan jaketnya pada putri
"yaudah deh" Putri memakai jaket adit dan naik kemotor adit.
"Lain kali bawa mobil aja ya beb, susah naiknya aku" ucap putri.
"Nah kan siapa yang suruh aku bawa motor?" tanya adit
"Hehehehe kan aku gak tau beb, lupa kalau aku pake rok" Jawabnya naik kemotor sport adit.
Adit menyalakan motornya dan melajukan motor itu keluar dari area sekolah. Sedari tadi Para fans adit yang belum pulang dan melihat adit bersikap seperti itu pada putri hanya gigit jari. Eh tapi kan pake masker mana bisa gigit jari.
"Huwaaa abang adit romantisnya ama cewe lain"
"Sakit hati dedek bang"
"Pengen diperlakuin gitu juga gw"
"Mereka beneran pacaran?"
"Trending topik ini mah"
"Jaketnya bang adit dikasih kecewe itu cuma biar gak kedinginan.. duh so sweet nya"
"Prince gw udah ada yang punya"
"Kutub bisa cair juga"
"Halah B aja"
"Iri bilang kawan"
_____________^_^______________
Putri yang duduk menyamping itu agak was was, jika tidak pegangan dengan adit bisa saja dia jatuh dan juga saat ini ia tak memakai helm. lengkap sudah kalau jatuh kelar hidup lu put.
"By istirahat ditaman yuk, belum terlalu siang juga" ucapnya mendekatkan dirinya ke adit.
"Oke, aku nurut aja" balasnya menepikan motornya.
Mereka masuk ketaman yang masih dibuka itu walau tak banyak pengunjung tapi suasananya sangat nyaman jika bersantai disana.
"By duduk dirumput itu yuk ngadem" ucap adit menggandeng tangan putri menunjuk rumput dibawah pohon yang rindang.
Putri hanya menguruti keinginan adit, memang dibawah pohon itu kelihatan sangat nyaman bila dibuat istirahat.
"Adem deh, tapi agak sepiya!! gak kaya dulu" ucap putri yang duduk dirumput hijau itu
"Iya by, tapi gak papa juga sih, kita bisa leluasa disini gak terlalu ada suara bising" ucap adit menatap putri. putri hanya mengangguk.
Tanpa peringatan adit berbaring dirumput itu dengan berbantalkan paha putri. putri yang melihat tingkah adit hanya tersenyum manis kearahnya.
"Dih manjanya kumat mas" cibirnya tapi mengelus rambut adit.
"Gak papa by!! manja sama pacar sendiri, emang boleh kalau aku manja sama cewe lain?" tanyanya memegang tangan putri satu dan ia kecup sekilas tangan itu
"Enak aja engga boleh, cukup sama aku aja" ucap putri menatap adit. adit yang melihat putri posesif padanya hanya tersenyum.
"Kamu tau gak By, kalau aja kamu gak hadir dikehidupanku munggkin aku akan tetap seperti dulu, adit yang dingin dan tak tersentuh, dulu aku sampe lupa gimana cara senyum" ujarnya yang masih menggenggam tangan sambil.
"Oh ya... tapi aku masih bingung kenapa kamu bisa sedingin itu sama cewe?" tanya putri dengan tangan yang masih aktif mengelus rambut adit
"Aku gak tau by, keturunan mungkin, kata mama!! papa dulu sebelum ketemu dan kenal mama juga dingin gitu! tapi sekarang udah engga" ujarnya yang menutup mata menikmati elusan lembut dari tangan putri
"Hmmm..... emang ya, seseorang akan berubah jika menemukan orang yang tepat" ucap putri.
"Iya.. sama seperti aku ketemu kamu" ucapnya.
"Eh... aku tadi punya cokelat ya beb!!" ujar putri mengambi 1 cokelat dari dalam tasnya.
"Mau" tawar putri yang sudah membuka kertas cokelat itu.
"Mau lah, tapi suapin" ucap adit membuka matanya dan menatap putri.
"Aaa..." putri menyuapkan potongan cokelat itu pada adit yang berada dipangkuannya.
Mereka menikmati cokelat itu sambil bercanda gurau, sesekali adit menyuapi putri.
"Oh ya beb.. yang ditoilet tadi siapa namanya duh lupa gw?.. anaknya kepala sekolah lah pokoknya ,kayaknya dia suka banget sama kamu ngaku ngaku calon pacar kamu lagi" ujarnya sambil menikmati cokelat yang ada ditangannya
"Oh cewe gila tadi, emang anaknya kepala sekolah, namanya Risa, tukang bully disekolah, udah banyak kali dia keluar masuk bk, tapi guru bk gak bisa hukum terlalu berat karena dia anaknya kepala sekolah otomatis gak berani lah" ucapnya yang menikmati suapan cokelat dari putri
"Gila sih emang tu anak kalau sampe bully anak orang mah, kamu juga harusnya tegas dong jadi ketos" ucap putri sedikit kesal
"Aku udah tegas by, tapi dianya aja yang ngerasa sok tinggi karena kedudukan bapaknya" ujarnya.
"Tapi kamu kan pemilik SMA itu beb, kenapa gak kamu aja yang kasih hukuman berat buat dia" ucap putri
"Emang iya tapi kan itu masih atas nama papa by, dan aku juga gak bisa seenaknya sama orang walau nantinya sma itu bakal jadi aku lagian orang orang gak ada yang tau kalau sekolah itu milik keluarga pamungkas" ujar adit.
"tau ah aku pusing kalau dah mikirin kek gitu" ucapnya menghabiskan cokelatnya.
Tiba tiba adit mengingat sesuatu yang belum ia kasih tau pada kekasihnya.
"By" panggil adit
"Hem" deheman putri sambil melihat kearah adit.
"Mama hamil by, dan aku bakal punya adek" ujarnya tersenyum manis kearah putri.
"Beneran.... duh seneng dong aku punya keponakan baru" ujar putri ikut senang.
"Iya by, akhirnya keinginan aku bisa punya adek terkabul dengan hamilnya mama" ucap adit.
"Semoga lahirnya perempuan ya beb" ucap putri
"Kenapa aku malah ingin lahirnya laki laki by" ujar adit
"Ya kalo laki laki udah ada putra, kalau perempuan kan belum ada, lagian aku juga gak punya sepupu karna mama papa anak tunggal" ujar putri menatap lekat adit.
"Semoga aja lahirnya sepasang by biar adil jadi kita gak berebut. mama papaku juga anak tunggal jadi kita itu sama sama gak punya sepupu" ucap adit dan dijawab anggukan oleh putri.
Hening
"Udah mulai panas nih pulang yuk"Ajak adit bangun dari baringnya dipaha putri.
"Yuk, gerah juga" timpal putri.
Mereka bergandengan keluar menuju tempat ia memarkirkan motornya tadi, tapi putri tak sengaja melihat cewe yang tadi menghadangnya ditoilet sedang berada disebuah bangku taman bersama dengan lelaki paruh baya, mungkin umur laki laki itu tak jauh dari papanya sedang berciuman dengan panasnya.
"Beb.. itu bukannya risa ya?" tanya putri berhenti saat melihat itu.
"Mana?" tanya adit yang tak mengetahui keberadaan risa.
"Itu dibangku taman sama bapak bapak" ucapnya menunjuk salah satu bangku taman itu.
"Iya by, dia siapanya ya gak mungkin kalau papanya?" tanya adit
"Aduh pake acara ciuman segala lagi, gak suci dah mata ku" ucap putri yang masih melihat adegan panas itu. walau hanya kissing tapi risa begitu menikmati.
"Beb gimana kalau kita foto aja, kalau dia berani macem macem kita ancem aja pake foto itu" usul putri.
"Udah lah by gak perlu, nyimpen foto kek gitu nanti kamu kepengen lagi" ucap adit menatap putri.
"Yaudah deh, gak jadi" ujarnya mengembalikan hp yang sempat ia ambil dari tasnya.
"Yaudah beb kita pulang aja, nanti kita malah khilaf lagi lama lama lihat adegan ini" ucap putri pada adit
"Kalau kita khilaf gak papa by, aku langsung tanggung jawab deh, sekarang juga bisa" godanya sontak wajah putri memerah.
"Apaan dah, gak boleh beb. tapi kan kamu udah ambil First Kiss aku, walau itu gak sengaja" ucapnya. adit hanya mengangguk.
"Hehehe ya maaf, yuk pulang" ucap adit yang sudah berada dimotornya.
Diperjalanan putri masih saja menginggat risa yang sedang berciuman dengan laki laki tadi.
"Beb gw masih keinget risa ditaman tadi deh" ucapnya pada adit.
"Gak usah diinget inget by, bikin pusing" ujar adit. putri hanya mengangguk.
Tak lama mereka sampai didepan rumah putri.
"Makasih by mau mampir?" tawar putri kepadaa kekasihnya
"Kapan kapan aja by, aku balik ya" ucap adit sambil mengecup kening putri.
"hati hati beb" ucap putri. adit mengangguk lalu meninggalkan perkarangan rumah putri.
"Bisa gila kalau mikirin itu terus" batin putri masuk kedalam rumah....
Bersambung...
Thank For Your Reading All
Maaf ini novel pertama.......
Salam Hangat dari Author