NovelToon NovelToon
Higanbana

Higanbana

Status: tamat
Genre:Misteri / Horor / Supernatural / Contest / Pembunuhan / Tamat
Popularitas:160.5k
Nilai: 4.9
Nama Author: Pipit Otosaka

SEASON 6!

*Diwajibkan melihat seluruh deskrip, sebelum baca, ehe ^^

SINOPSIS:
Dennis dan teman-temannya pergi mengunjungi kampung halaman Mizuki sekaligus ingin berlibur di sana. Tak jauh dari rumah Mizuki, mereka menemukan rumah kecil di dalam hutan yang sudah tidak ditempati dan terdapat banyak bunga Lycoris Radiata, atau yang sering disebut oleh orang Jepang sebagai bunga Higanbana.

Bunga itu terlihat indah. Tapi yang membuat heran adalah kenapa bunga itu bisa mekar sebelum waktunya?

Tak hanya itu, salah satu dari mereka tiba-tiba jatuh sakit dan mulai saat itu, kematian aneh yang diakibatkan oleh bunga tersebut kembali bermunculan dan meneror satu desa. Bunga tersebut memang memiliki makna kematian, tapi tidak sebenarnya bisa menyebabkan kematian ketika menyentuhnya. Sebenarnya apa yang terjadi pada bunga tersebut?
=============================

GENRE LENGKAP: Horor, misteri, supranatural, teen, romance, gore, action

COVER: ORIGINAL BUATAN AUTHOR!

JADWAL UPDATE: SETIAP HARI!! (Kalau up-nya bolong", positif thinking aja authornya sibuk ya :v)

[ PERINGATAN! Novel ini mengandung unsur kekerasan, pertumpahan darah, pembunuhan yang berlebih (gore). Yang tidak nyaman dengan hal itu, disarankan untuk membaca novel lain. ]

IG: @pipit_otosaka8

Terima kasih telah mampir ^^

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Pipit Otosaka, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 26– Pembicaraan

Pada pagi hari, banyak anak-anak yang bermain di lapangan dekat rumah Mizuki. Dari depan engawa belakang rumah saja, siapapun bisa mengamati anak-anak tersebut bermain dengan riang. Termasuk Zainal yang saat ini sedang duduk di pinggir teras kayu itu sambil menikmati pemandangan alam dan menghirup udara segar di pagi hari.

Tubuhnya juga merasa sehat kembali, tidak seperti kemarin. Tapi walau begitu, ia masih memikirkan penyebab tubuhnya mendadak jatuh kemarin. Ia tidak ingat apapun sebelum pingsan.

Kalau soal anemianya, tidak separah seperti kemarin. Gejala yang ia rasakan kemarin tidak seperti gejala anemia. Kepalanya sakit, ia bahkan sempat sesak napas dan sering haus setiap sejam sekali dan niatnya ingin minum, minum terus sampai kembung.

"Apa anemia ... ada gejala dehidrasinya juga?" pikir Zain dalam hati. Entahlah, ia tidak tahu apa yang terjadi pada tubuhnya setelah kejadian kemarin. Ia tetap ingin mengetahui masalah pada tubuhnya, tapi tidak sekarang. Karena sekarang, tubuhnya merasa sehat kembali dan ia tidak merasakan sakit apapun.

Jadi pagi ini, Zain memutuskan untuk menyendiri di halaman belakang rumah Mizuki untuk menenangkan diri di sana dan membuat tubuhnya relax kembali.

...****************...

Sementara itu di ruang tamu, semuanya sedang berkumpul untuk membicarakan soal keributan tadi pagi. Kecuali orang tua Mizuki yang harus menjaga dagangan mereka di toko. Selain orang tuanya Mizuki, Brian juga tidak ada di sana. Ia juga ingin menyendiri di kamar sambil bermain game saja di ponsel dan memakan apel.

Dennis duduk di sofa bersama Rei dan samping kirinya ada Akihiro yang masih bersandar di bahunya sambil tertidur. Rei masih mengelap tangannya dengan tisu karena cairan dari perut kecoak itu sempat mengenai lengannya dan membuatnya jijik bukan main.

Mizuki duduk di sofa yang satunya. Di sampingnya ada Natsuki yang duduk di atas sandaran tangan sofa. Cahya dan si kembar duduk bersama di sofa yang satunya lagi. Adel sama seperti Akihiro. Dia masih mengantuk dan memutuskan untuk tidur saja dan menggunakan paha Yuni sebagai bantalnya. Mereka duduk di atas karpet.

"Sebenarnya kucing seperti apa yang kalian maksud?" tanya Mizuki yang masih belum paham dengan cerita Rei sebelumnya.

"Hmm ... kucingnya seperti anak kecil. Rambutnya kayak Cahya dan larinya lumayan cepat tadi." Jawab Dennis. Lalu ia sedikit mendorong tubuh Akihiro agar tidak menyandar padanya lagi. Kepala Akihiro terasa berat di pundaknya dan membuat Dennis tidak nyaman.

"Apa ekornya dua?" tanya Natsuki.

"Ah, kayaknya sih iya kalau gak salah." Dennis mengangguk. Lalu tak lama ia sedikit melebarkan mata karena teringat sesuatu. "Oh, kayaknya kak Natsu pernah ngasih tau tentang makhluk-makhluk mistis yang ada di sekitar sini, ya? Termasuk kucing itu. Apa ya namanya ... duh lupa."

"Nekomata, ya?" Nashira iseng-iseng menjawab, tapi masih belum ragu dan ia hanya menebak.

Namun ternyata benar. Setelah ia mengangguk, Natsuki memberitahu tentang bahayanya kucing tersebut. "Walau tubuhnya masih kecil, mungkin terlihat lucu dan tidak menyeramkan. Tapi kalau makhluk kucing itu sudah dewasa, mereka bisa saja menyantap manusia. Apalagi jika jiwanya tidak tenang dan masih memiliki dendam."

"Dendam? Apa makhluk itu adalah manusia yang sudah meninggal, lalu arwahnya berubah menjadi kucing?" tanya Rei. Tangannya masih sibuk mengusap-usap lengannya dengan tisu.

"Tidak, sih." Natsuki menggeleng pelan. "Dipercaya, Nekomata itu adalah kucing peliharaan yang berhasil hidup selama lebih dari seratus tahun. Semakin mereka bertumbuh, semakin kuat pula dan mereka akan mendapatkan kekuatan supranatural yang aneh. Ingat, ya? Kucing peliharaan.

"Jika masa lalu kucing itu kelam, seperti saat ia masih dirawat, majikannya selalu kasar padanya, maka pas ia berubah menjadi Nekomata, ia akan terus membawa dendam pada majikannya itu dan berniat akan terus meneror orang tersebut sampai mati. Terkadang untuk lebih cepatnya, makhluk itu bisa memakan majikannya sendiri."

"Eeeh ... kok seram, sih. Apa benar makhluk itu memang ada dan cerita itu benar-benar pernah terjadi?" tanya Cahya.

"Entah." Natsuki menggeleng sambil mengangkat kedua bahu. Lalu ia menatap tajam pada Cahya. "Ini hanya urban legend di sini. Mitos lebih tepatnya. Tapi ... aku percaya kalau makhluk seperti itu memang banyak di sekitar kita. Selain Nekomata juga banyak yang lainnya."

"Ya. Memang ada banyak." Yuni bergumam dalam hati. Di dalam pandangan matanya, ia benar-benar melihat beberapa makhluk lain yang ada di rumah itu. Tapi hanya yang kecil-kecil saja seperti youkai yang tidak diketahui bentuk dan namanya baru saja lewat di depan Yuni. Lalu di balik jendela yang ada di belakang Rei dan Dennis, ada makhluk yang mengintip di sana.

Melihat semua makhluk itu, Yuni jadi tahu kalau Youkai, oni, dan yurei di Jepang lebih banyak jenisnya daripada di Indonesia. Bentuknya juga agak unik. Tapi sebagian dari mereka sepertinya berbahaya dan Yuni selalu berdiam diri dan berpura-pura seperti tidak melihat mereka-mereka yang tidak dapat dilihat oleh mata manusia biasa.

Namun soal mata manusia, Yuni jadi ingin bertanya sesuatu pada Natsuki yang sepertinya tahu banyak tentang Youkai. Jadi langsung saja ia bertanya, tanpa merubah ekspresi wajahnya. "Kak, apakah manusia biasa bisa melihat mahluk itu?"

"Emm ... sepertinya bisa. Tapi tergantung kekuatan dan keinginan Youkai. Hanya manusia khusus yang dapat melihat mereka. Tapi kalau manusia biasa, terkadang ada caranya dan beberapa youkai ada yang membiarkan dirinya dapat terlihat oleh manusia dan tidak bersembunyi lagi. Biasanya mereka melakukan itu untuk jahil dan menakuti manusia." Jelas Natsuki.

"Jadi ... kucing yang tadi aku lihat itu, berarti dia sedang tidak menyembunyikan wujudnya, ya?" tanya Dennis. Tapi sebelum dijawab Natsuki, Mizuki sempat menyela. "Tapi kan yang kau bilang kalau kucing itu menabrak kakiku, itu aku tidak melihat apapun, loh! Aku hanya merasa seperti ada yang menyentuh kakiku, tapi tidak ada wujudnya. Sedangkan kalian berdua bilang kalau ada kucing yang lari keluar pintu. Itu aku tidak lihat sama sekali kucing itu."

"Eh, berarti ... Dennis dan Rei memiliki mata khusus untuk melihat Youkai, dong?" tanya Cahya.

"Eh? Masa sih?" Dennis memainkan rambutnya, lalu melirik secara diam-diam ke arah Rei. "Tapi kan ... aku jarang liat makhluk begituan. Kecuali kalau kak Rei yang sering."

"Eh? Rei bisa melihat makhluk tak kasat mata?" tanya Natsuki yang sedikit terkejut dengan perkataan Dennis barusan.

"Tidak. Tidak semua." Jawab Rei dingin. Kalau soal memberitahu kepribadiannya, ia agak malas sebenarnya. Jadi mendadak si Rei mengubah topik pembicaraan. "Oh, ya soal bunga merah itu ... dimulai sejak kapan kasus kematian yang diakibatkan oleh bunga tersebut?"

"Oh, hmm ... sudah sangat lama. Kasus pertama ya seperti yang pernah aku ceritakan. Yaitu tentang ilmuan yang membuat bunga Higanbana menjadi aneh tanpa tujuan yang jelas." Jawab Natsuki.

"Ah, itu bukannya cerita dari Akihiro? Kaka mempercayainya?" tanya Dennis sambil membuka toples di atas meja dan mengambil satu keripik, lalu memasukkannya ke dalam mulut Akihiro, kemudian mendorong kepalanya dan ternyata berhasil. Kepala Akihiro menyingkir dan tidak bersandar di pundaknya lagi.

"Oh, i–iya. Intinya asal usul bunga gak jelas itu masih belum diketahui." Singkatnya begitu. Siapapun masih belum memastikan mitos tentang ilmuan dan bunga merah itu benar atau tidak dan kejadian awal mula yang sebenarnya masih belum diketahui.

"Kasus kematian oleh bunga itu dimulai sejak kapan?" tanya Dennis.

"Dari dulu sudah pernah kejadian. Tapi jarang." Jawab Mizuki. "Tahun ini, entah kenapa kematian itu seperti virus. Jadi semakin banyak kasusnya dan para polisi juga bingung mereka meninggal karena apa."

"Iya, kan kalau hasil otopsi, mereka yang menjadi korban itu gara-gara luka tusuk dari dalam dan itu yang anehnya. Dokter bilang juga kalau setelah kematian, organ dalam mereka seperti jantung dan paru-parunya telah hancur seperti habis diremas oleh sesuatu." Jelas Natsuki melanjutkan perkataan Mizuki.

"Oh, gitu. Lalu kalau soal tanda ... maksudku tanda-tanda kalau si korban akan berakhir seperti itu, ada ga? Kayak ... sebelum kematiannya, si korban sempat mengalami sakit apa gitu atau ada gangguan lain?" tanya Rei.

"Sejauh ini masih belum ada yang tahu." Jawab Natsuki. "Tapi kalau menurut keluarga korban, sebagian besar mereka bilang kalau beberapa hari sebelum kematian, korban selalu bersikap kasar, dan sangat emosional."

"Mungkin memang sikapnya seperti itu, bukan?" tanya Cahya.

Natsuki menggeleng. "No. Ini lebih parah. Sebelumnya si korban dikenal ramah. Tapi beberapa hari sebelum kematiannya, mendadak ia menjadi kasar. Kasarnya bukan kasar biasa. Tapi seperti melakukan kekerasan secara brutal dan malah ada yang sampai membunuh keluarganya sendiri."

"Ko–kok sampai segitunya?!" Cahya langsung merinding mendengarnya. Ia jadi merasa takut pada orang-orang di sekitarnya. Tapi kalau untuk teman-temannya, sepertinya mereka masih aman.

"Hmm ... kalau kasusnya sudah parah, berarti harus ditindaklanjuti. Apa pihak dari luar desa tidak ada yang ingin bantu mencari tahu masalah di sini?" tanya Rei dengan nada tegas. Tapi ekspresinya masih biasa. "Karena teror ini benar-benar mengerikan dan tidak ada yang bisa memastikan kapan saja mereka akan berubah menjadi monster pembunuh yang berakhir menjadi maut seperti itu, kan?"

"Masih belum. Desa kami terpencil di sini. Kalian tahu sendiri, kan? Jadi untuk itu, warga di sini memutuskan untuk memburu orang yang telah terkena racun dari bunga itu, lalu mengamati mereka dari gejala, tanda-tandanya sampai akhirnya si korban menghembuskan napas terakhirnya." Jelas Natsuki.

"Haruskah seperti itu? Tapi ... bukankah itu–

"UWAAAA!!"

Cahya belum saja menyelesaikan pertanyaannya, tiba-tiba suara teriakan seseorang muncul dan mengejutkan semuanya. Suara itu berasal dari halaman belakang dan semuanya tahu kalau suara tersebut adalah teriakannya Zainal!

*

*

*

To be continued–

1
Apriyan_Claymore280401
Cahya sama natsuki malah sibuk sendiri, padahal keadaan nya sedang tegang malah adu bacot🤣🤣🤣
Apriyan_Claymore280401
Dian masih sempet sempetnya melawak,sok buat rencana tau nya peta yang di bawanya aja salah.bikin ngakak🤣🤣🤣
dunia cerita
yaampun Dennis anak mu itu ingin ku bejek bejek rasanya
Mpit
Luar biasa
Karci Deka
ya bagus
Anak Emak
udah update nih
Dark Black
novel baru bulan januari tanggal berapa thor?
Mpit: 15 Januari
total 1 replies
Rosi
novel nya ada di apk apa kak author, penasaran mo baca yang collab antara Dennis dan Derrel soalnya karakter favorku
Mpit: tetep di sini,, ga pindah ke mana",, cuma nanti January mulai liris
total 1 replies
Rita Rahimah Bintang
novel si anonim ap judul ny. biar baca
Mpit: cek aja ke profilnya yang [ Anonim ]
total 1 replies
Aulia Lia
novel baru yeey(≡^∇^≡)
Alinnn
cakep cakep banget yak😌
Hyuka
terus chara berambut putih siapa? rada lupa
Mpit: ooh Alex itu,, ga masuk dia :v
total 3 replies
Hyuka
Dennisnya kagak reinkarnasi
Hyuka: :| Si Alam
total 2 replies
.SAID.
End juga akhirnya, gak yangka kak dennis bakalan pergi 😭😭😭.

di tunggu novel selanjutnya nya kak pipit, tetap semangat 💪💪💪
bian: Tetap mengharapkan denis ber rengkarnasi dari awal😭😭
total 2 replies
nata
Uda end?
Mpit: iya...
total 1 replies
♛ɢɪɴᴢᴢ☠♛
anak kls 5 SD pacaran 🤦🏻‍♀️🤣🤣🤣🤣🤣
♛ɢɪɴᴢᴢ☠♛: dasar bocil 😭🤣
total 2 replies
Mr.XXX
Update lagi thor penaran selanjutnya.Tetap semagat ya bikin karya karyanya!
Mr.XXX: iya sama sama thor
total 2 replies
Lely
wah like pertama ternyata😁
Mpit: nice ~
total 1 replies
.SAID.
Bawang bertaburan, auah 😭😭😭. akhirnya tamat juga novel, saya harap cerita selanjutnya Brian jadi tokoh utamanya .


Kak Dennis kau ialah pelawan yang sebenarnya. kau bisa menyimpan rasa sakit di relung hatimu, kau kuat untuk menerima takdir. kau ialah pahlawan sebenarnya 😭😭😭😭


Hiks... hiks... hiks... 😭😭😭😭


biasa akhir cerita menyenangkan, kali ini berbeda 😭😭😭
Angel Poerba
sedih😭😭😭Dennis udh pergi untuk selamanya
Angel Poerba: masih lanjut kk ?
total 2 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!