NovelToon NovelToon
Anak Suamiku

Anak Suamiku

Status: tamat
Genre:Romantis / Contest / Tamat
Popularitas:6M
Nilai: 5
Nama Author: Nara

Safira menyayangi Zaini, bocah manis berumur 4 tahun. Pipi tembem dari bocah yang terlantar akibat orang tuanya bercerai itu selalu Safira rindukan.

Safira pikir Zaini akan bersama dia selamanya, tapi tiba-tiba ayah kandung Zaini mengambil bocah malang itu. Membuat mental Zaini terguncang. Satu-satunya cara supaya Zaini bisa kembali normal adalah memiliki keluarga lengkap.

Pada akhirnya Safira dan Ashqar terpaksa menikah demi kesembuhan mental Zaini, akankah pernikahan itu akan menjadi obat ataukah racun untuk kehidupan mereka?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nara, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Rencana

Ashqar mengemudikan mobilnya dengan perasaan harap-harap cemas. Lima belas menit yang lalu Dani mengirimkan pesan, memintanya bertemu segera untuk membicarakan perihal Zain. Harus Ashqar akui bahwa kakak iparnya itu sangat berkompeten di bidangnya, melacak informasi dan keberadaan seseorang. Jadi tidak heran jika Dani dan timnya acap kali menerima penghargaan dari Polri.

Mobil City milik Ashqar berputar di bagian selatan Taman Pancasila, lalu berbelok dan melaju lurus sepanjang lima ratus meter sebelum akhirnya parkir di bagian luar halaman sebuah restoran. Manik matanya langsung menelisik ruangan paling timur dari restoran ketika ia turun dari mobil.

Ashqar mendapati Dani tengah duduk di area lesehan bersama seorang pria, mungkin temannya. “Mas,” sapa Ashqar, melepas sepatu dan mengambil duduk. “Sudah lama?” Ashqar menjabat tangan Dani dan temannya bergantian.

“Sepuluh menit, kamu pesan makan dulu .”

“Nggak usah, Mas. Aku—”

“Nggak usah buru-buru,” sela Dani. “Sambil ngobrol, sambil makan, ini juga udah waktunya makan siang. Zain nggak akan kemana-mana. Percaya sama mas.”

Ashqar mengangguk pasrah, menolak Dani sama saja dengan menghadapi Rahma versi laki-laki. Dia pasti kalah.

Setelah memesan makanan, Ashqar langsung melayangkan pertanyaan. “Jadi informasi apa yang Mas dapatkan?”

Dani melihat teman seprofesinya, lalu memberi gestur lewat mata untuk menjelaskan.

“Bobby,” ucap Bobby memperkenalkan diri sambil mengulurkan tangan yang disambut Ashqar.

“Ashqar.”

“Kita mulai dari pemilik nomer telfon,” ucapnya, membuka stopmap plastik kecil berisi kertas. “Nomer itu terdaftar atas nama Safira Mazarine dan bertempat tinggal di Badranasri,” sambung Bobby.

“Badranasri?”

“Ya, daerah dekat alun-alun, tempat kamu ketemu dengan anak yang diduga Zain semalam,” timpal Dani.

“Terus informasi keberadaan Zain,” Bobby melanjutkan. “Anak itu udah nggak tinggal sama pamannya. Keluarga mereka mengaku ke tetangga sekitar bahwa Zain sudah dibawa oleh saudara mereka yang lain, tapi siapa itu saya juga belum bisa menemukan informasi yang jelas.”

Dahi Ashqar berkerut, lalu menemukan sebuah dugaan. “Apa mungkin perempuan bernama Safira itu adalah saudara yang saat ini mengasuh Zain?”

“Itu kemungkinan terbesar saat ini. Dengan catatan, jika anak itu benar-benar Zain,” timpal Dani mengiyakan.

Entah bagaimana, Ashqar merasa seakan-akan sebuah simpul erat yang mengikat tubuhnya tiba-tiba mengendur. Hatinya terisi penuh oleh harapan, semoga saja benar jika anak yang ia temui semalam adalah Zaini, putranya.

***

Safira menghembuskan napas berat di depan pintu kamar mandi yang terbuka. Rambut basahnya tergerai hingga titik-titik air jatuh di atas keset, handuk, bahkan bahu terbukanya. Manik coklat Safira menyapu seluruh area rumah. Segalanya masih sama, tetapi terasa kosong tanpa kehadiran Alvin dan Zain.

“Mereka apa kabar, ya?” tanyanya melankolis, padahal baru dua jam berpisah.

“Sudahlah, kapan kapan bisa jenguk mereka. Walaupun sebenarnya lebih bagus kalau aku bisa mengadopsi anak-anak itu, sih,” oceh Safira, melangkah menuju kamar.

Namun, tiba-tiba langkahnya terhenti di depan pintu kamar. “Eh! Itu ide yang bagus!” seru Safira sambil bertepuk tangan. “Kenapa nggak aku adopsi aja kerucil-kerucil itu.”

Seperti menang lotre berhadiah ratusan juta rupiah, Safira berjingkrak dan berseru heboh memuji dirinya sendiri. “Gila! Ideku emang hebat banget, sih!” ucapnya takjub, padahal ide itu adalah sesuatu yang sama sekali tidak ia rencanakan, hanya sebuah kebetulan yang dirayakan berlebihan.

Dan sayangnya, sukacita yang Safira rasakan harus diinterupsi oleh suara ketukan di pintu. “Itu pasti Mbak Vera,” tebak Safira penuh keyakinan.

Pasalnya mereka berjanji untuk libur berjualan malam ini dan menghabiskan waktu bersama menonton acara televisi. “Sebentar!” seru Safira, berjalan menuju pintu tanpa repot-repot berganti baju terlebih dahulu.

“Pake acara ketuk pintu segala, biasanya ju—”

Safira berkedip. Lidahnya mendadak kelu dan pikirannya seketika kosong ketika melihat yang berada di hadapannya saat ini bukanlah Vera seperti yang ia kira, melainkan seorang laki-laki asing.

Pun dengan lelaki asing tersebut yang juga terkejut melihat penampakan Safira saat ini. Rambut ungu perempuan itu masih basah dan air dari ujung rambut itu dengan kurang ajarnya jatuh ke tulang selangka lalu turun menuju belahan ….

“Huaa!” Safira menjerit dan refleks membanting pintu. Lalu setelahnya gadis itu kabur menuju kamar.

1
365 degree channel
bagus masi jadi favorit
Massunamiyatha
jangan kata nanti si zain bukan anak kandung asqar, kayak dinovel2 yg laen...
Massunamiyatha
nah betolkan blm selesai kasus penculikan skrg datang kasus baru rebutan hak asuh kasian jiwa alvin sm zain.....
Massunamiyatha
aduh mulai puyeng bc novel ni dah kayak sinetron ditv2 alurnya kemana2
Massunamiyatha
waaaahhh ternyata vera polisi intel ya....mantappppp seru ni kisa rafa sm vera ni
Massunamiyatha
terus aja nasib alvin dama zian kenabculik ntar lagi diculik ama nita kan thor.....
Massunamiyatha
kok alvin sm zain tak lepas dr penculikan ya....kapan bahagianya kasian mereka b2 blm sembuh trauma dah kena lagi
Massunamiyatha
baru mampir thor....
Indriyani
baik
Badardi Badardi76
mungkin safira sdh menyerah kan kesucian nya pada kekasih nya waktu masih remaja..
Sulati Cus
entah mengapa para suami jk klh debat sm istri jln satu2nya y di bungkam 😂
Sulati Cus
kita senasib ternyata Fi
Sulati Cus
g akan berpikiran sama klu mereka jg mengalami apa yg pernah km alami
Uti Gaol
lanjuut baru baca tp kayaknya seru thor
Bunga Dwi Femina
kenapa?? ya ngapain bertahan ama perempuan kek gitu..mengerikan..
Bunga Dwi Femina
kecewa sari gak dipenjara..enak bener
Bunga Dwi Femina
pak edi klo masih bertahan ama lampir sari keterlaluan... perempuan kayak gini yg mengerikan..diam2 bikin tenggelam
Bunga Dwi Femina
sekarang ketauan kenapa maya bisa gitu... induknya aja begitu modelannya 🤣
Bunga Dwi Femina
memaafkan bukan berarti melupakan.. ibu tirinya bicara seolah2 paling mengerti.. cobain dulu diposisi shafira..dilupakan..diabaikan bertahun2..
Bunga Dwi Femina
untung ada alvin
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!